CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 78


__ADS_3

PERTEMUAN sekaligus acara makan siang telah selesai Banny dan Mona berniat untuk memutuskan kembali ke kantornya.


Lalu Mona pun bersiap-siap dan merapihkan barang miliknya itu.


Setelah mereka berbincang-bincang sejenak Banny pun berpamitan kepada Zeanu hendak kembali ke kantor.


" Habis ini lo langsung balik kantor ?" Tanya Banny seraya merapihkan jasnya.


" Ada perlu sebentar keluar Ban." Balas Zeanu seraya memasukan kembali laptop ke tas rangselnya.


" Eh Ban.Sorry ni gue ada perlu sebentar sama Mona,boleh kan dia pulang bareng gue?" Ucap Zeanu menatap lurus.


Banny menaikan alisnya seraya menatap Zeanu tak mengerti.


" Maksud lo ?" Tanya Banny menoleh Mona yang memasang raut wajah melongo heran,ada perlu apa Zeanu dengannya.


" Gue ada perlu sama Mona,ini masalah di luar pekerjaan jadi bisakan ngizinin Mona pulang bareng sama gue." Tanya lagi Zeanu dengan to the point.


" Yaa,yaa terserah Mona,dia bersedia gak pulang bareng lo." Ucap Banny dengan datar namun ekspresi wajahnya tidak bisa di bohongi.


" Mon !Lo pulang bareng sama gue ya,gue ada perlu sedikit nee sama lo." Ucap Zeanu menatap penuh harap.


Mona menoleh Banny yang memasang raut wajah dingin sedingin-dinginnya.


" Baiklahh !!" Jawab Mona pendek.


" Sorry ya Ban !Kalau gitu gue duluan ya." Ucap Zeanu seraya menaikan tas rangsel ke pundaknya.


" Ok !" Jawab Banny tanpa ekspresi.


" Tidak apa-apa kan pak saya keluar sebentar dengan pak Zeanu." Ucap Mona dengan ragu.


"........." Banny tidak menjawab ia hanya mengangguk dengan kaku.


Lalu Mona perlahan berjalan mengikuti langkah Zeanu yang sudah berjalan duluan.


Banny masih berdiri menatap panjang langkah mereka berdua meski tak rela ia melihat Zeanu dengan Mona berduaan namun entah kenapa ia tak kuasa melarangnya dan ia pun hanya bisa ngebatin dengan berbagai perasaan.


********


Mona segera mensejajarkan langkahnya dengan Banny ia mencoba mengikuti langkahnya dengan cepat.


" Zean! Lo ada perlu apa sama gue ?" Tanya Mona menoleh.


" Gue minta tolong mengenai permasalahan yang kemarin ?" Jawab Banny menoleh Mona yang berjalan di sampingnya.


" Masalah kemaren ???" Tanya Mona tidak mengerti.


Zeanu melambatkan langkahnya lalu berhenti.


" Gue minta buat temenin beli jam kado ulang tahun nyokap gue." Jelas Zeanu dengan tersenyum manis.


" Jadi lo belum beli juga ?" Tanya Mona dengan heran.


" Sengaja gue nungguin lo sembuh." Balas Zeanu seraya berjalan kembali menuju pelataran parkiran motor.


" Yaa ampun Zean,kenapa harus nungguin gue siih ?" Ucap Mona mengikuti langkah Zeanu.


" Karena gue ingin lo yang milihinnya, karena lo sangat spesial bagi gue." Ucap Zeanu dengan senyuman khasnya yang membuat Mona tersanjung.


" Apaan siih lo??" Balas Mona memesem malu,dan sejadi-jadi ia merasa terbuai akan gombalannya Zeanu.


" Kenapa lo gak suka ?" Tanya Zeanu yang sudah berhenti di hadapan motor miliknya.


" Yaa engga juga,tapi ko bilangnya gue spesial siih buat lo." Ucap Mona dengan berpura-pura tak percaya.


" Salah ya kalau gue menganggap lo sangat spesial dalam kehidupan gue." Tanya Zeanu menatap penuh pesona kepada Mona.


" Yaa itu hak lo,tapi gak usah berlebihan juga,kan jadi lebay." Ucap Mona tersenyum tipis.


Banny hanya tersenyum lebar seraya memasang helmnya ke kepalanya.


" Bisa ??" Tanya Zeanu menoleh Mona yang sedang berusaha memasang helmnya.


" Sini gue bantu !" Ucap Zeanu seraya membatu Mona untuk memasang helmnya.


TAAP......


Pandangan Zeanu mendarat di wajahnya Mona dan sejenak pun mereka saling tatap-tatapan sementara tangan Zeanu masih membetulkan tali helmnya Mona agar terpasang dengan baik.


Mereka masih saling memandang satu sama lain dengan berbagai perasaan.

__ADS_1


" Yaa TUHAN Zeanu peduli banget dia sama gue,dan tatapannya itu bikin gue gak berdaya.Yaa TUHAN anugrah apa lagi yang akan ENGKAU kirimkan buat hamba-MU yang sweet ini."


Ucap Mona membatin ia masih terus menatap dalam ke wajah Zeanu yang tak kalah tampannya dengan Bosnya itu,hanya saja yang membedakan Zeanu terlihat lebih manis di banding dengan bosnya yang super dingin itu.


" Sorry !!" Ucap Zeanu seraya melepaskan tangannya dari helm yang di pake Mona.


Mona mendunduk dalam ia cukup merasa terganggu perasaanya dengan tatapan menawanya Zeanu terhadap dirinya.


Dan tak lama mereka pun segera menaiki kendaran motornya dan segera melaju meninggalkan pelaraan parkiran Resto itu.


********


MONA dan Zeanu tiba di sebuah pusat berbelanjaan mereka bermaksud untuk membeli sebuah jam tangan untuk kado ulang tahun mamanya Zeanu.


Dengan penuh telaten Mona memilihkan beberapa pilihan jam yang bagus dan mewah.


" Mama lo gemuk gak badannya ?" Tanya Mona seraya mengambil Jam yang berwarna gold beraksen permata di sekeliling jamnya.


" Gak terlalu sii,sedeng !" Balas Zeanu seraya mengamati beberapa jam yang menurut dia bagus.


" Nahh ini saja !" Ucap Mona sambil menunjuk ke salah satu jam tangan yang bermerk.


" Pilihan lo keren,baguss banget itu." Ucap Zeanu menoleh Mona dengan tersenyum.


" Mas,boleh lihat yang paling pojok !" Ucap Mona meminta tolong kepada seles toko jam itu untuk mengambil jam yang terpajang di pojok etalase kaca.


" Boleh mbak." Jawab si seles jam itu seraya mengambilkannya, lalu menyodorkannya ke hadapan Mona.


" Keren banget ini,mewah sekali!!" Pekik Zeanu seraya mengamati jam bermerek itu.


" Mas ini berapa ya ?" Tanya Mona dengan menatap lurus sang seles.


" Itu Rp 7.500.000,00." Jawab si seles ramah.


" Gimana Zean lo mau gak ?Gue siih suka lihatnya." Ucap Mona menoleh Zeanu.


" Bagus sii,tapi bisa nego gak ?" Jawab Zeanu dengan setengah berbisik.


Mona tersenyum geli mendengar ucapannya Zeanu yang mempertanyakan harga nego.


" Lo yaa,suka nego juga." Balas Mona dengan terlihat menahan kelucuannya.


" Ya kan lumayan ada potong harga." Balas Zeanu dengan masih berbisik.


" Mas ini tidak ada potongan harganya ya ?" Ucap Mona dengan bersikap sangat Manis.


" Ada mbak,kebetulan gerai kita lagi mengadakan discont cauple,jadi mbaknya sama masnya bisa membeli jam cauple dapat discont 50%." Jelas sang seles dengan ramah.


" Tapi mas,saya hanya mau beli satu saja gimana ?" Ucap Mona menyanggah.


" Yahh sayang dong mba kalau mbaknya sama masnya beli ceouplean jadi bisa dapet discont setengahnya.Beli dua aja mbak kan biar samaan sama pacarnya." Ucap si seles itu mencoba merayu Mona.


Mona dan Zeanu saling tersenyum lucu saat sang seles toko jam itu menduga mereka adalah pasangan kekasih.


Banny menoleh Mona dengan penuh arti ia ingin rasanya mengiyakan praduga tak besalahnya sang seles itu yang menyangka dirinya kekasih Mona.


" Lo mau beli jam juga ?Sekalian saja Zean lumayan jam bermerk kaya gini." Bisik Mona pelan.


" Gue lagi gak butuh Mon,lagian masa iya gue ceouplean sama nyokap tiri gue,tar bokap gue curiga lagi haa haaa..." Ujar Zeanu malah tertawa lebar.


" Ikh lo ya,mentang-mentang yang di kasih ibu tiri lo bokap lo curiga." Balas Mona tertawa lucu juga.


" Jadi gimana mbak ?" Tanya seles itu penasaran.


" Sepertinya satu aja mas,soalnya kita perlunya satu aja." Jelas Mona ramah.


" Oh gitu.Baiklah jadi mau yang mana ?" Tanya seles sedikit kecewa.


" Tapi discont dong ya !" Ucap Mona memelas.


" Maaf kami tidak bisa mengadakan potongan harga karna promo discont untuk model yang ceouplean." Ucap seles itu dengan tidak enak hati.


" Gimana Zean ?" Tanya Mona menatap lurus Zeanu.


" Yaa sudahlah bungkus saja." Ucap Zeanu dengan pasrah.


" Ok mas yang ini saja yaa!" Ucap Mona menunjuk model merk ternama.


" Baiklah." Balas sang seles dengan semangat.


" Oya mas tolong bungkus dengan rapih ya,soalnya ini buat kado." Pinta Mona dengan lugas.

__ADS_1


Zeanu sedari tadi terus memperhatikan sikapnya Mona yang sangat hamble itu,ia benar-benar mengagumi atas kepribadiaanya Mona.


" Mon makasih ya.Lo udah mau bantuin gue." Ucap Zeanu menatap dalam wajah Mona.


" Santai aja sih ah,gak usah lebay gitu." Ucap Mona tersipu.


" Lo mau juga ?biar sekalian !"


" Gak.Gak usah Zean,makasih." Ucap Mona menolak tawaran Zeanu.


" Gak apa-apa Mon,anggap aja ini pemberian dari gue yang spesial buat lo." Ucap Banny dengan jujur.


" Apaan coba,lo suka enggak-enggak deh kalo ngomong." Ucap Mona mendilak manja.


" Gue serius loh Mon." Ucap Zeanu menyakinkan.


" Kata gue enggak,enggak Zean." Sela Mona seraya membulatkan bola matanya.


Zeanu hanya tersenyum simpul melihat sikap manisnya Mona yang begitu membuatnya semakin menyukainya.


Selang beberapa menit kemudian.


" Lo mau balik kantor lagi ?" Tanya Zeanu menoleh Mona yang sedang menyesap minuman segarnya.


" Sepertinya begitu,soalnya hari ini gue ada lembur sama pak Banny." Ucap Mona seraya membalas tatapan Zeanu.


" Lembur ?Ah itu mah alesan bos lo aja biar dia bisa ngaterin lo pulang." Ucap Zeanu mendengus.


" Loh kok gitu si nuduhnya,emang lagi ada banyak kerjaan Zean secara pak Banny kan sekarang lagi menggarap bisnis barunya di bidang property otomatis ada banyak tambahan pekerjaan yang harus di selesaikan." Jelas Mona melirik manja ke arah Zeanu.


" Tapi emang seorang Banny tuh ambisius orangnya,dia jika sudah memutuskan suatu hal perkara pantang bagi dia menarik kembali,dan dia orangnya lumayan keras kepala." Jelas Zeanu menatap lepas ke area tempat pusat berpelanjaan itu.


" Yaa,kadang berdebat sama dia butuh banyak waktu untuk bersabar." Balas Mona ikut menatap lepas.


" Oya,gimana hubungan kalian ?" Tanya Zeanu menatap serius Mona.


" Hubungan apa ?" Tanya Mona mengerlingkan matanya ke arah Zeanu.


" Yaa sandiwara kalian lah,Banny kan akan ngelamar lo." Ucap Zeanu dengan penuh penekanan nada bicaranya mulai terdengar tidak begitu enak.


" Akhir pekan ini lamaran akan di gelar." Jawab Mona singkat.setadinya ia tidak ingin membahas masalah dirinya dengan sang bosnya itu.


" Sampai kapan kalian akan bersandiwara terus ?" Tanya Zeanu dengan suara parau.


" Entahlah gue gak tau pasti !" Jawab Mona tertunduk.


" Dan itu artinya gue belum bisa memastikan akan perasaan lo itu." Ujar Zeanu menimpali.


" Maksudnya ?" Tanya Mona seraya menoleh Zeanu yang berada di sampingnya itu.


" Jujur aja Mon,gue sangat berharap jika Banny segera mengakiri sandiwaranya itu,agar gue bisa segera menyatakan perasaan ini sama lo." Ucap Zeanu dengan nada serius.


Mona menatap Zeanu dengan lekat entah kekuatan apa yang telah merasuk ke tubuh Zeanu yang menyebabkan ia berani mengatakan isi hatinya itu.


" Gue sayang lo Mon." Ucap Zeanu tandas.


Mona tertegun,lagi-lagi Zeanu mengutarakan isi hatinya sementara dia belum bisa memastikan jika perasaanya tertuju pada siapa.


Mona menatap Zeanu dengan perasaan biimbang,ia tak tahu harus menyikapinya seperti apa.


Mona tertunduk kian dalam menatap kotak kecil yang di bungkus manis di pangkuannya.


Apa yang telah di ucapkan Zeanu setidaknya membuat ia semakin dilema akan perasaan dia yang sebenarnya.


Di satu sisi dia tidak munafik akan mendambakan sosok seperti Zeanu,namun di satu sisi ia juga merasakan adanya perasaan yang tak biasa terhadap sang bosnya itu.


Zeanu masih menatap lekat wajah Mona ia berharap mendapatkan sebuah jawaban yang pasti dari mulutnya Mona tentang perasaanya itu.


Berat memang jika ia harus bersaing dengan sang sahabatnya itu,karena Banny adalah sosok yang gigih dalam mempertahankan sesuatu hal yang ia sukai.


Jika teringat akan masa lalu Banny yang pernah mempertahankan Kinaya dengan segenap jiwanya sehingga ia rela mengorbankan apapun demi seorang kinaya,tentulah Zeanu paham betul akan sosok pribadi seorang Banny di luar kepalanya.


Banny memang sosok pria yang patut ia perhitungkan,atas tekadnya dalam meraih sesuatu yang ia inginkan,termasuk dengan sekelumit kisah asmaranya yang harus kandas di tengah jalan dengan takdir berkata lain,Kinaya harus terlepas saat harta dan tahta mengalahkan kekuatan tekadnya.


Ponsel Mona berdering nyaring mengejutkan keheningan di antara mereka.


Mona segera merogoh poselnya lalu di lihatnya ke layar poselnya itu.


pak bos is calling.....


" Pak Banny telpon Zean." Ucap Mona tersentak seraya menoleh Zeanu yang ikut menatap ke arah layar ponsel Mona.

__ADS_1


Zeanu menarik napas ia tidak bisa bicara lagi jika Banny sudah menelpon Mona,itu artinya Mona sudah di suruh kembali ke kantor.


__ADS_2