CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH Episode 189


__ADS_3

ARNETA menatap jauh ke arah luar sana dengan pandangan menerawang jauh ke tempat lain,entah kenapa untuk saat ini pikirannya tak lagi bersama raganya,dan justru kini ia sedang membayangkan jika Banny sedang asik menikmati makan siang bersama istrinya.


Entahalah perasaan cemburunya kini sedang mendominasi pikirannya,betapa tidak ?jika jam makan siang tiba ia selalu menemani Banny makan siang,walau hanya bertepatan dengan situasi pekerjaan namun baginya itu adalah kesempatan yang paling berharga dan sangat sayang jika di lewatkan.


Meski seorang Banny tak mungkin jatuh kepelukannya,tapi setidaknya ia masih bisa berharap jika perasaan Banny akan berubah dengan seiring waktu yang berjalan serta kesempatan selalu bersama selalu ada dan itu tidak menutup kemungkinan jika perasaan pria tampan berwajah dingin itu akan berpaling kepadanya.


Bukankan dulu mereka pernah saling mencinta bukan ??


Arneta tersenyum penuh arti,rasanya terlalu lemah jika ia harus menyerah begitu saja,tak ada yang bisa menebak jika ada kesempatan bagus berpihak padanya.


Namun kali ini entah kenapa Banny memilih untuk makan siang bersama istrinya,dan hal itu membuatnya sangat kecewa.


Gadis berwajah cantik itu menarik napas begitu dalam,entah kenapa selera makannya lenyap,kini hanya ada perasaan kesal menyertai isi hatinya.


Bukan hal mudah ia harus melupakan sosok pria sekeren Banny,sehebat Banny,bahkan baginya sosok pria ini begitu sangat perfeck di matanya,jauh sebelum Banny bersikap dingin,Banny adalah sosok pria yang hangat dan begitu peduli namun entah apa yang membuatnya ia berubah sedingin itu ?


Arneta menggeleng,merasakan seribu penyesalan mendera hatinya.


Kini tak ada lagi kehangatan yang di rasakan olehnya dari sosok seorang Banny,meski ia berharap banyak dalam ketidak mungkinan ini, akan tetapi di hati yang paling dalam ia selalu menyimpan haranpan jika Banny akan kembali membawa perasaan itu untuknya.


Sejauh ini ia telah berusaha untuk mengalihkan semua pikirannya terhadap seorang pria yang telah bernaung lama di hatinya,tapi sejauh itu pula perasaanya tetap bersemayang.


Lelah rasanya ia harus bersembunyi di balik rasa yang begitu membelenggu hati dan pikirannya.


Kenapa dulu ia harus dekat dengan sosok pria itu,jika pada akhirnya pria itu merubah seluruh perasaanya menjadi biasa saja.


Kenapa dulu ia menolaknya untuk di lamar ?sementara dia telah mencintainya begitu dalam.


Dan kenapa begitu cepat sosok pria itu berubah pikiran hanya karena dirinya terlalu mementingkan egonya....


Kenpa,kenapa dan kenapa ???


Beribu pertanyaan berseliwerah di kepalanya.


Huuuhh......


Gadis berparas cantik itu menghela napas panjang merasakan sesak semakin menghimpit dadanya.


Penyesalan membuatnya semakin terpuruk dalam sebuah perasaan yang berhasil memenjarakannya.


Bodoh !!


Rutuknya dengan perasaan benci,seandainya saja dulu dia mengindahkan apa yang menjadi ke ingan pria itu yang tak lain Banny,mungkin sekarang dia telah menyandang gelar seorang Nyonya dari pria bernama Banny pratama wiguna.


Kembali Arnetta menarik napas panjang,semua yang dia sesali tak akan kembali dalam wujud apapun.


Wajah cantik Arnetta meredup,raut wajahnya terlihat begitu lelah,lelah atas perasaan nya yang tak kunjung hilang dari perasaan lamanya tersebut.


Lima tahun sudah,bukan waktu yang sebentar dia memendam rasa itu,baginya sosok Banny adalah cinta pertamanya sekaligus pria pertama yang mengenalkan perasaan cinta terhadapnya.


Sudahlah......


Sepertinya dia memang tidak akan bisa mendapatkan kesempatan untuk mengulang perasaan pria tersebut kepada dirinya.


" Eheemm !"


Tiba-tiba Arnetta di kejutkan dengan suara deheman yang cukup keras,sehingga gadis cantik tersebut terjaga dari lamunan panjangnya.


Arnetta mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut,di lihatnya Zeanu berdiri menatapnya.


" Mas Zean ." Pekik Arnetta terbata.


" Apa kabar Ane ?" Tanya Zeanu lembut.


" Baik mas !" Balas Arnetta tersenyum kaku.

__ADS_1


" Boleh aku gabung bersama mu?" tanya Zeanu menatap penuh harap,Arnetta mengangguk penuh isyarat untuk mepersilahkan Zeanu duduk di hadapannya.


" Thank's." ujar Zeanu mengambil duduk di hadapan gadis cantik tersebut.


" Oya kemarin aku denger kamu kecelakaan ?gimana ke adaan kamu sekarang,sudah sembuh ?" Tanya lagi Zeanu penuh perhatin.


" Iya mas,Alhamdulillah saya sudah bisa ngantor lagi " Balas Arnetta lembut.


" Syukurlah." balas Zeanu menatap lega.


" Kok kamu tumben makan siang sendirian ?Bos kamu mana ? " Tanya Zeanu ramah.


Sebelum menjawab Arnetta terlihat tersenyum kecut dan tak bersemangat untuk menanggapinya.


" Mas Banny makan siang dengan istrinya." Jawab Arnetta menunduk.


" Banny makan siang bareng Mona?" Zeanu memperjelas pernyataan nya Arnetta.


" Ya !" Jawab Arnetta singkat.


Sekilas Zeanu memperhatikan ada sikap berbeda dari raut wajah Arnetta.


" By the way,kamu sering di ajak makan siang ya oleh Banny?" tanya Zeanu menatap intens gadis cantik tersebut.


" Tidak juga Mas,kalau kebetulan saja mas,kalau kita ada acara makan siang di luar,ya kita suka makan siang bersama ,tapi kita gak lebih dari itu kok mas." Balas Arnetta menjelaskan,sebelum Zeanu berhasil mencurigainya.


" Oh,aku pikir kalian sering makan siang bersama." ungkap Zeanu tersenyum tipis.


" Gak lah mas,nanti gak enak jika di lihat orang kantor, bisa- bisa mereka menuduh aku seorang pelakor lagi." ucap Arnetta tersenyum hambar.


" Kok pelakor ?,itu kan perasaan kamu saja,belum tentu pikiran orang lain menuduh seperti itu." sela Zeanu mencoba memancing perasaan nya Arnetta yang sesungguhnya.


" Yaa secara Mas Banny kan sudah punya istri mas,tentunya jika aku terlalu sering bersama nya pastinya akan menjadi perbincangan yang tak menyenangkan di kalangan perusahan ini." balas Arneta berusaha menjelaskan nya dengan menatap cemerlang ke arah Zeanu dan Arnetta berharap jika Zeanu tidak ada pikiran buruk antara dirinya dengan atasanya tersebut.


" Tapi....," ucapan Zeanu menggantung menatap dalam gadis cantik tersebut.


" Tapi apa mas ?" tanyanya penuh selidik.


" Tapi kamu ngomong-ngomong masih ada perasaan gak sih sama Banny ?" Zeanu menatap pasti wajah gadis cantik tersebut.


Arnetta terdiam,pertanyaan Zeanu terasa mengejutksn hatinya.


Arnetta sadar jika Zeanu mengetahui akan hubungan dirinya dengan Banny di masa lalu.


" Aku tau,kamu masih menyimpan perasaan itu terhadap Banny,tapi semua itu tak akan ada gunanya lagi Ane,jauh sudah Banny telah melupakan semua perasaa nya kepadamu,jadi alangkah baiknya kamu membuka hati untuk cowok lain,yaa secara cowok ganteng bukan Banny doang kan?aku juga siap jika jadi penganti nya Banny,haa...haa.. " Ujar Zeanu dengan tertawa renyah.


Sontak raut wajah cantik itu memerah setelah mendengar ucapan Zeanu meski terdengar penuh candaan tapi kalimat tersebut mampu membuatnya sedikit ke geeran.


Arnetta terdiam,ia terlihat tersipu atas celotehan pria berwajah kalem tersebut.


Zeanu menatap dengan berbagai perasaan ke arah Arnetta.


Apa yang Arnetta kini rasakan,ia dapat merasakannya,betapa sakitnya mencintai tapi tak bisa memiliki.


Arnetta masih terdiam dengan senyuman yang tak pasti.


" Sudah lupakan saja candaanku itu,kurasa kamu juga tak mungkin secepat itu bisa jatuh cinta sama aku,haha haha.. " Kembali Zeanu tertawa lebar.


Arnetta menatap dalam ke arah wajah Zeanu yang secara diam-diam mulai menggetarkan perasaanya.


" Mas Zean ngelawak." ucapnya pelan.


" Hidup jangan terlalu di bawa serius Ane,terlalu serius akan mempercepat penuaan saja." goda Zeanu tersenyum simpul.


Arnetta tersenyum hampa,namun tidak dapat di pungkiri jika ucapan Zeanu mengena di hatinya.

__ADS_1


Getar-getar asmara mulai menggetarkan hatinya.


Sekilas tidak ada yang spesial dari tatapan pria berwajah kalem itu,akan tetapi Arnetta dapat melihat dari sorot matanya yang tak biasa,bahwa ada yang istimewa dari sikapnya seorang Zeanu,ia mampu memperlakukan seorang wanita begitu terhormat.


" Banny sudah mampu melupakan perasaan nya terhadap kamu,jadi apa salahnya kamu juga move on dari perasaan lama kamu,Banny tidak mungkin membuka kembali perasaanya,sementara Mona adalah cinta terakhirnya." ujar Zeanu melepaskan pandangannya ke arah yang lain.


Arnetta terdiam mendengar perkataan Zeanu serasa menguliti halus dinding hatinya,apa yang di ucapkan nya terasa nyata,jika Banny memang telah melupakan perasaanya dengan sia-sia.


" Aku tau mas,mas Banny tidak akan berpaling dari mbak Mona,aku sadari itu,karena apalah aku,aku bukan siapa-siapanya mas Banny,perasaanku ini hanya sebatas dulu saja mas.Seperti pungguk merindukan bulan." ungkap Arnetta dengan raut wajah begitu dalam.


" Dan kamu menyesal telah mengabaikan perasaan Banny ?" tanya Zeanu kembali menatap dalam gadis cantik tersebut.


" Mas Zean,aku tidak pernah mengabaikan perasaan nya mas Banny,hanya saja mas Banny tidak mau menungguku untuk melanjutkan kuliahku,ia benar-benar tak mau menungguku hingga lima tahun lamanya,dan dia pun melupakan aku dengan begitu saja,tanpa ada kepastian kepadaku." kenang Arnetta dengan perasaan berat.


" Jadi di antara kalian belum ada kata putus ?" tanya Zeanu menatap cemas.


Arnetta menggeleng.


" Itu sebabnya aku merasa sulit untuk melupakan perasaan ini mas." jawab Arnetta semakin larut dalam sebuah penyesalan yang tiada akhirnya.


" Hati seseorang mudah berubah," sambung Zeanu tersenyum tanpa arti.


Arnetta terdiam,apa yang di ucakan Zeanu memang tepat,dia tidak pernah tau akan perasaan seseorang termasuk perasaan seorang Banny.


" Mas Zean benar." Arnetta membenarkan semua perkataan nya Zeanu.


" Aku tau,hal ini sangat berat,sama halnya seperti apa yang aku rasa.Mencintai tapi tak bisa memiliki." ungkap Zeanu dengan mata berkaca-kaca,tatapanya berusaha untuk di alihkan ke yang lain.


Arnetta menggeser bola matanya lalu menatap dengan ujung matanya,ia berusaha menyimak wajah pria itu yang terlihat sangat sedih.


" Mas Zean memiliki kisah yang sama ?" tanya Arnetta dengan penuh penasaran.


Zeanu menatap lurus wajah gadis cantik itu,lalu tersenyum hampa.


" Hidup tak selamanya indah Ane,tapi aku coba menjalaninya dengan penuh ke indahan,yaa salah satunya aku tidak mau membiarkan sedetik pun waktu aku di gunakan untuk menyesali apa yang belum aku dapati,kita tidak pernah tau jika suatu saat nanti takdir Tuhan akan membawa kita dalam sebuah kebahagiaan yang besar." terang Zeanu dengan penuh penghayatan.


Arnetta tersenyum,cukup tersentuh dengan ucapan pria kalem tersebut,ya Zeanu memang sangat berbeda dengan Banny,pria ini tidak pernah memiliki sikap sedingin itu.


Ada sikap yang istimewa dari sosok Zeanu dan itu tak pernah ia temukan dari sosok Banny.


" Sepertinya Mas Zean sudah mengiklaskan seseorang untuk yang lain." ungkap Arnetta mengoda pria kalem tersebut.


Zeanu tersenyum penuh arti,mencoba memberi perasaan yang baik terjadap gadis cantik itu.


" Jika Tuhan tidak mempersatukan kita dengan seseorang yang kita sukai,pastinya Tuhan telah menyiapkan seseorang itu jauh lebih baik dari seseorang yang kita cintai." balas Zeanu tersenyum bijak.


Arnetta tertegun,entah kenapa pernyataan pria ini membuatnya sangat takjub,selama ini ia mengenal sosok Zeanu hanya sebagai sahabtnya Banny,yang sering bersikap baik padanya,tapi nyatanya dia begitu santun serta bijak dalam bersikap.


Arnetta mengangguk pelan,perasaanya entah kenapa berputar begitu cepat sehingga begitu mudahnya ia merasakan perasaan yang tak biasa terhadap sosok pria yang ada di hadapannya kini.


Zeanu memang sosok pria sederhana,namun mampu membuatnya nyaman seketika.


" Menurutmu apa perkataanku benar ??" tanya Zeanu menatap Arnetta dengan lembut.


Arnetta terperangah saat pertanyaan Zeanu mengejutkan dari lamunannya.


Zeanu mengernyit melihat ekspresi kaget Arnetta.


" Kok kamu kaget,apa ada yang di pikirkan ?" tanya Zeanu menatapnya semakin lembut.


" Oh,tidak !! Sama sekali tidak." jawab Arnetta terbata.


Sikap Arnetta mendadak gugup ketika pandangan pria berwajah kalem itu melekat di hatinya dan membekas di netranya.


Tuhan secepat itu mengubah perasaan ini ???

__ADS_1


Arnetta tertegun,kembali dia larut dalam perasaannya sendiri.


 


__ADS_2