CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 74.


__ADS_3

MONA tersenyum manis menatapi dirinya di cermin dengan mengenakan gaun berwarna putih serta dengan tataan rambut bersanggul kecil ia terlihat sangat cantik.


Meski tidak terlalu menor namun Mona terlihat lebih cantik natural lalu ia pun memasang giwang mutiara di kedua telinganya dengan raut wajah yang berbinar-binar.


" Sudah siap sayang ?" Tanya Banny yang tiba-tiba menyembul dari balik pintu.


Mona tidak menjawab ia hanya mengangguk dengan penuh rona kebahagiaan.


" Kamu hari ini begitu sangat cantik." Ucap kembali Banny memuji akan kecantikan Mona dengan tersenyum lembut.


Lagi-lagi Mona tidak menjawab ia hanya tersenyum tersipu malu memandangi Banny yang berdiri di sampingnya.


Banny mebuka telapak tangannya ia meminta agar Mona meraih tangannya lalu dengan tanpa ragu Mona pun bangkit dan segera menerima uluran tangan Banny untuk berdiri.


Mona tersenyum manja seraya berdiri tepat di hadapannya Banny yang terlihat semakim tampan dan menawan dengan mengenakan Jas berwarna abu metalik yang kian menambahkan karismatiknya yang begitu kuat.


Banny tersenyum dengan menggengam erat tangan Mona sedangkan Mona hanya tersenyum malu-malu tanpa bicara sepatah katapun.


Banny menatap kian dalam ke wajah Mona yang terlihat malu-malu menatapnya,terlihat jelas dari gambaran wajahnya jika Mona merasakan kebahagia yang sangat luar biasa saat ini karena pada akhirnya ia di lamar juga oleh putra pemilik perusahaannya itu.


" Yuk !acaranya akan segera di mulai." Ucap lagi Banny mengajak Mona untuk keluar,Mona hanya tersenyum lembut seraya menatap lekat Banny yang mengecup lembut tangannya.


Perasaan Mona kian melayang tinggi wajahnya memancarkan kebahagiaan yang tak bisa lagi terlukiskan dan ia pun tidak mampu lagi berkata-kata apa lagi hanya tersenyum merekah dari bibirnya.


Banny berjalan dengan menggandeng mesra Mona lalu mereka berjalan keluar menuju sebuah ruangan yang telah di sulap dengan dekorasi yang sedemikian mewah dan megahnya.


Mereka berjalan bergandengan bak putry raja yang terlihat begitu sangat romantis.


Senyuman Mona semakin mengembang tatkala para tamu undangan menyambutnya dengan suka cita.


Dengan gagah Banny megandeng mesra Mona yang berjalan dengan begitu hati-hati,suasana berubah menjadi begitu sangat mengesankan dengan tersipu malu Mona terus menebar senyuman bahagianya.


Namun tiba-tiba saja seorang perempuan berseru kencang dari balik mereka.


" HENTIKAN ACARA INI !!" Teriaknya seraya berlari dan menghadang Mona serta Banny.

__ADS_1


Mona menoleh dengan sangat terkejut begitupun Banny ia menoleh dan tak kalah terkejutnya saat melihat ke arah suara perempuan itu dengan raut wajah yang terlihat sangat syok.


" KINAYA !!" Pekik Banny cukup keras.


" Hentikan semua ini,kalian hanya bersandiwara saja kan selama ini !" Teriaknya dengan histeris.


" Kinaya ! Hentikan kamu jangan ganggu acara kami." Sela Banny seraya menghadang Kinaya yang meraksuk mendekati Mona.


Wajah Mona terlihat pucat pasi tatkala melihat Kinaya yang datang secara tiba-tiba dengan amarah yang tak terkendali.


" Kalian semua harus tau ! jika lamaran ini hanyalah sandiwara belaka." Teriak lagi Kinaya dengan kian meronta-ronta.


" Kinaya hentikan." Sergah Banny menatap kesal Kinaya yang datang di acara lamarannya itu.


" Heh ! Kamu,dasar perempuan bodoh ! Kamu mau saja di bohongin Banny sudah jelas dia hanya memperalat kamu saja.!" Teriak Kinaya histeris lalu Kinaya pun berusaha mendekati Mona dan menarik bajunya dengan kasar.


Mona semakin panik tatkala Kinaya mulai menarik gaunnya lalu menjambak kasar sanggul cantiknya itu.


Mona memekik kesakitan saat Kinaya berhasil menjambak rambutnya serta mencakar wajahnya.


Banny berusaha memisahkanya namun Kinaya dengan kuat terus menarik serta mendorong tubuh Mona hingga Mona tersungkut dan menjerit kesakitan dengan keras Mona pun berteriak meminta tolong.


" TOLONG !!TOLONG !!" Teriaknya lagi dengan semakin kencang.


BRUUUKKKK !!!!


Tiba-tiba Mona terjatuh dari tempat tidurnya dan kepalanya cukup kuat menghantam lantai.


" ADAWWW..... !!!" Pekiknya dengan meringis kesakita.


Lalu matanya terbuka lebar dan menatap kaget kesekelilingnya,bola matanya yang belo itu melirik-lirik dengan heran dan Monapun baru tersadar jika dia baru saja mengalami mimpi buruk hingga terbangun dari tidurnya.


Di usapnya wajahnya dengan frustasi lalu ia mengingat kembali akan mimpi yang baru saja di alaminya.


" Pyuuhhh !!ternyata gue cuman mimpi." Ucap Mona dengan perasaan jengkel wajahnya langsung berubah idiot saat tahu jika ia bermimpi di lamar sang Bosnya itu dan Kinaya datang secara tiba-tiba mengacaukan mimpi indahnya itu.

__ADS_1


" Kenapa mesti harus ada mantannya pak bos sii datang di acara lamaran gue ?kan jadi gagal berantakan mimipi indah gue." Guman Mona dengan wajah jengkel.


Lalu ia pun menyibakan selimutnya yang masih menempel di tubuhnya itu seraya meringis kecil,rasa sakit di kepalanya mulai terasa pening.


Mona meringis kembali saat sikutnya mulai terasa ngilu saat terjatuh dari tempat tidurnya itu.


" Mimpinya indah tapi....!!" Ucapan Mona menggantung entah kenapa ia merasa takut akan mimpinya itu terjadi dalam kehidupan nyatanya.


" Tapi kenapa gue mimpi di lamar pak Bos,jangan-jangan gue gak jadi di lamar lagi, dan ini bisa jadi tanda-tanda alam buat gue." Ucap Mona seraya duduk di kursi meja riasnya lalu di tatapnya dalam-dalam bayangan wajah dirinya di cermin dengan perasaan pilu.


Mona menghela napas lalu di tutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya entah kenapa ia mulai ragu akan semua ini.


" Huuuuhhh tapi syukurlah ini cuman mimipi doang mudah-mudahan ini tidak akan terjadi dalam kehidupan nyata gue." Ucap Mona dengan lirih,pandangannya bergeser ke arah jam weker yang berada tepat di hadapannya dengan rasa malas namun dengan seketika mata bulat Mona terbelalak lebar saat melihat arah jarum jam yang telah menunujukan pukul 07.00 WIB.


" WHATT ??jam 07:00 !!" Seru Mona terkejut.


" OH MY GOD !!OH MY GOD !" Gumannya dengan sibuk sendiri hingga histeri. lalu ia pun nyaris terloncat dan berlari menghambur ke kamar mandi dengan teriak-teriak tidak karuan.


" Gue telat,gue kesiangan !!" gerutuny semakin tak terkendali.


*Beberapa menit kemudian*


" Mona !!" Panggil sang nenek dengan heran ketika melihat sikap Mona yang grasak-grusuk menyiapkan sesutau untuk kebutuhan kerjanya.


" Mona kesiangan nek." Sahut Mona seraya memasang sepatu hak tingginya.


" Memangnya kamu sudah enakan badannya ?Kan kamu bisa izin sehari lagi untuk istirahat." Sela sang nenek seraya menyiapkan secangkir teh hangat untuk Mona.


" Mona udah mendingan kok nek,udah enakan badannya.Lagian sudah banyak pekerjaan menunggu Mona di kantor nek."Ucap Mona dengan berusaha secepat mungkin.


" Tapi jangan memaksakan dulu Mon yang penting kan kesehatan kamu dulu harus di pikirkan." Sergah sang nenek dengan menatap cemas.


" Mona baik-baik saja,tenang saja nek." Ucap Mona seraya menyeruput secangkir teh hangat yang sudah di buatankan oleh sang nenek.


" Mona berangkat dulu ya nek.!" Pamit Mona dengan tersenyum manja dan sang nenek tidak menjawab ia hanya menghela seraya tersenyum penuh cemas menatap ke arah sang cucu pergi.

__ADS_1


" Hati-hati Mona !" Seru sang nenek cukup keras.


Sang nenek hanya menggeleng ketika melihat kelakuan cucunya itu yang selalu tergesa-gesa jika berangkat kerja.


__ADS_2