
Mona mematuti dirinya di depan cermin ia mengenakan sebuah baju bermodelkan dress tunik yang cantik,dan dres itu melekat indah pada tubuhnya dengan ukuran yang sangat pas di badannya itu.
Lalu ia merapihkan riasan wajahnya yang masih belum sempurna di rasanya.
Rambutnya sengaja terurai untuk terlihat lebih santai.
Ada perasaan ragu ketika ia harus bertemu dengan keluarga besarnya Zeanu,dan pastinya keluarga besar Zeanu akan bertanya banyak hal tentang dirinya itu,
Siapanya Zeanu?
Pasti pertanyaan itu akan terlontar dari mulut salah satu keluarga besarnya Zeanu.
Lalu bisa saja pertanyaan itu akan berubah dengan sebuah kalimat pertanyaan yang pribadi antara dirinya dengan Zeanu.
( Kalian pacaran ?)
Sebuah pertanyaan klasik selalu terlontar dari mulut-mulut iseng nan jail itu,lalu setelahnya pertanyaan lain menyusul " ( Kalau kalian pacaran ! Kapan nikah ?" )
dan pertanyaan berubah menjadi sangat horor ketika pertanyaan itu tak ada jawabannya.
Itu lah sebabnya Mona selalu menghindari setiap ada acara pertemuan keluarga besar.
Dan pandangan mereka pun berakhir menjadi so tahu jika dirinya masih sendiri di anggap nya terlalu egois mementingkan karirnya hingga lupa mencari pendamping hidup.
Pikiran Mona merambat jauh membayangkan setiap pertanyaan yang akan meneror dirinya nantii, dengan pertanyaan serta celotehan dari setiap mulut anggota keluarga besarnya Zeanu.Entah kenapa ia bisa berpikir hingga sedemikian nya.
Apa mungkin jelas-jelas Zeanu dan dirinya sama-sama telah dewasa,siapa mengira jika mereka-mereka yang melihatnya akan beranggapan bahwa dirinya menjalin hubungan spesial dengan Zeanu,walau kenyataanya Zeanu dengan dirinya hanya sebatas berteman saja.
Perasaan Mona mulai menerbitkan kegelisahan,jauh-jauh ia sudah memprediksikan hal itu,ia harus tetap waspada ketika ia sudah berada bersama di tengah-tengah keluarga besar Zeanu pertanyaan itu akan muncul sewaktu-waktu.
" Mona !" Panggil nenek mengejutkan nya dari lamunan panjangnya.
" Iyaa nek ." Sahutnya tak kalah kencang dari dalam kamar.
Mona segera melangkah menuju ke pintu dan membuka pintu itu,Mona menjulurkan kepalanya keluar pintu dengan mengulas senyuman.
Sang enek menatap penuh selidik ketika melihat penampilannya sudah rapih dan wangi.
" Ada apa nek ?" Tanya Mona membuka lebar pintu kamarnya.
" Ada tamu nyariin kamu,tapi sepertinya pria itu yang sering mengantar kamu pulang." Ucapnya memberi tahu Mona.
" Itu Zeanu nek ?" Sebut Mona dengan merapihkan dress tuniknya itu.
" Sepertinya iya !memangnya kamu mau pergi kemana dengan pria itu ?" Tanya neneknya dengan menatap penuh curiga." Kamu sudah rapih begini lagi." Tambah lagi neneknya mengawasi.
" Nek,Zeanu mengundang Mona untuk hadir di acara ulang tahun mamanya,katanya sih Mona ini tamu spesial buat mereka." Jelas Mona dengan tersenyum pasi.
" Kok spesial ?,memangnya kamu pacarnya pria itu ?" Tanya lagi neneknya dengan semakin heran.
" Hmm....,maksud Mona.Karena Mona berteman sangat baik dengan Zeanu jadi,mereka menganggap Mona itu tamu spesial keluarganya Zean nek." Jelas Mona dengan menyakinkan sang nenek.
" Ingat ya Mon,kamu bentar lagi akan tunangan dengan nak Banny ,jadi jangan buat masalah,nanti nak Banny marah dan urusan jadi berabe." Terang sang nenek mrngingatkan nya seraya menatap resah sang cucu.
" Nenek tenang saja,Banny juga tahu kok aku mau pergi ke acaranya Zean,Kalau gitu Mona pergi dulu ya nek,kasihan Zeanu sudah menunggu dari tadi." Ucap Mona seraya menyambar tas kecil yang tergantung di balik pintu kamarnya itu.
" Hati-hati ya Mon,jangan pulang terlalu malam." Pinta sang nenek mengingatkan Mona.
" Siap nenek sayang." Mona tergelak anggun lalu memeluk sang nenek.
" Ya udah,kasian pria itu udah nungguin kamu." Balas neneknya Mona mengapih Mona keluar dari kamarnya.
Zeanu masih menunggu Mona duduk di tepi sopa pandangan nya menyambut akan kedatangan Mona berserta sang nenek yang berjalan tak jauh.
Zeanu segera bangkit lalu berdiri dengan penuh hormat saat neneknya Mona menghampirinya.
" Hati-hati ya nak Zean,jangan ngebut-ngebut nenek khawatir kenapa-napa,soalnya Mona bentar lagi kan mau lamaran" Pinta sang nenek tersenyum hangat menatap Zeanu penuh arti.
Zeanu dengan Mona menatap bersamaan setelah mendengar kalimat terakhirnya yang di ucapkan sang nenek.
" Oh,iya nek.Tenang saja saya pasti akan menjaga Mona dengan baik-baik." Balas Zeanu tersenyum simpul.
Sang nenek hanya mengangguk pelan seraya melepaskan senyumannya.
" Nek,Mona pergi dulu ya." Pamit Mona seraya meraih tangan sang nenek lalu menciumnya.
" Hati-hati ya sayang !" Balas neneknya dengan penuh kelembutan.Tak lama Zeanu mengikutinya melakukan hal yang sama.
Nenek hanya mengantarkan dengan senyuman hangat lalu menatap panjang ke arah mereka.
Gadis itu mengikuti langkah Zeanu keluar menuju halaman rumahnya.
" Lo bawa mobil ?" Tanya Mona heran saat melihat sebuah mobil sedan Mercedes-Benz CLS-Class berwarna putih,terparkir di pelataran rumahnya itu.
" Itu punya bokap,gue pake buat jemput lo." Sahut Zeanu tersenyum lembut ke arah Mona,seraya membukakan pintu sisi penumpang untuk Mona.
Mona menganggukan kepalanya pelan,ia menatap ke arah Zeanu yang sedang membukan pintu mobil itu,entah kenapa Zeanu selalu memperlakukannya dirinya dengan sangat spesial." Makasih !" Ucapnya pelan.
__ADS_1
Lalu ia pun masuk dan duduk di atas kursi.
Setelah melihat Mona duduk dengan nyaman,Zeanu menutup kembali pintu mobilnya dan setengah berlari memutari mobilnya lalu masuk ke mobil dan duduk di balik kemudinya.
" Gue baru kali ini melihat lo bawa mobil." Ucap Mona menoleh Zeanu yang duduk di sampingnya,lalu memasang lock safety belt.
" Hee hee,karena gue lebih seneng bawa motor,karena lebih cepat,dan lebih simple aja kalau pergi kemana-mana,apa lagi kalau lagi buru-buru."
Jelas Zeanu menoleh sesaat,lalu menekan tombol merah untuk menyalakan mesin mobilnya.
Tak lama mobil Zeanu pun perlahan berjalan meninggalkan pelataran rumah Mona keluar menuju jalan raya.
Sejenak hening..
Keadaan pun masih hening.
" Sepertinya nenek lo berharap banyak akan lamaran lo itu berjalan lancar dengan bos lo itu." Ucap Zeanu memecahkan kesunyiann seraya melambatkan deru mesin mobilnya.
" Itu hal yang semakin menjadi beban terberat gue ." Balas Mona menoleh Zeanu yang fokus ke arah kemudinya.
" Mon." Panggil Zeanu menolehkan kepalanya sejenak lalu memadang kembali laju mobilnya itu.
" Iya." Sahut Mona dengan menoleh kembali Zeanu lalu mengamati secara detail gambaran wajah tenangnya itu.
Perasaanya berubah tak karuan ketika melihat kelembutan dari sosok seorang Zeanu.
Tatapan lembutnya serta senyuman hangatnya tak ayal membuat perasaan Mona di landa kegelisahan,betapa pun tidak Zeanu sosok lelaki yang pertama kalinya ia kenal.
Mona tersenyum seraya membayangkan hal indah bersama pria yang berada di sampingnya itu.
" Mon,memangnya lo bersedia jika sandiwara ini akan di bawa ke pelaminan ?" Tanya Zeanu menoleh Mona yang sedari tadi sedang memandanginya.
Mona terhenyak setelah Zeanu mempergoki dirinya sedang menatapnya lekat.
" Kenapa lo bertanya seprti itu ?" Tanya Mona mengalihkan pandanganya keluar mobil.
" Gue keberatan !!" Balas Zeanu singkat.
Mona terdiam lalu menatap jauh ke jendela kacan mobil itu,tanpa Zeanu menjelaskan Mona paham akan maksud dari ucapannya tersebut.
" Gue keberatan Banny menikahimu hanya untuk ke egoisannya,jelas saja ia tidak menginginkan pernikahan ini,kenapa ia berani mengambil langkah menikahimu,dan pada akhirnya dia akan menceraikan lo juga." Terang Zeanu masih fokus ke laju kendaraannya.
Mona terdiam,sejujurnya ia tak ingin membahas permasalahan ini,hanya membuat ruang dadanya menjadi sesak kemabali.
" Untuk saat ini lo gak perlu bahas itu ya,gue lagi gak mood memikirkan hal itu." Ucap Mona pelan,suaranya terdengar serak.
Zeanu menoleh,lalu sekilas ia melihat raut wajah Mona yang mulai tertekan.
Zeanu yang paham akan kondisi hati Mona seketika ia hanya tersenyum getir mencoba berinteraksi dengan pikiran serta perasaanya yang mulai mengajaknya untuk mempertahan perasaanya itu.
Hening....
Hening....
Mereka larut dalam pikirannya masing-masing berbagai pertanyaan hingga pernyataan bermunculan ke muka, hanya saja mereka memilih untuk berkeluh dalam batinnya mereka.Hingga mereka tiba di sebuah pelataran rumah yang terbilang sangat mewah.
Dengan wajah masih terlihat tertekan Mona segera menetralkan perasaanya yang sempat terusik,lalu ia pun membuka lock safety belt-nya dengan mengedarkan pandanganyan ke pelosok tempat itu.
" Ini rumah lo ?" Tanya Mona menoleh Zeanu,yang di toleh hanya mengangguk pelan.
Zeanu segera turun dari mobilnya lalu menuju sisi pintu yang kiri dan membukan pintunya untuk Mona.
Dengan perlahan Mona keluar dari mobilnya Zeanu seraya menatap lepas kesekelilingnya.
Penampkan rumah Zeanu tak kalah mewahnya dengan rumah Banny sang bosnya itu,hanya saja yang membedakan,kediaman Banny lebih mirip dengan sebuah Istana yang megah dan mewah.
" Ayo,sepertinya di dalam sudah banyak tamu." Ucap Zeanu pelan lalu menngajak Mona untuk segera masuk ke dalam rumahnya itu.
Mona melangkah perlahan untuk memasuki ruangan mewah itu yang telah di sulap dengan dekorasi cantik layak nya pesta orang-orang elitan.
Lalu Mona berbaur dengan beberapa tamu-tamu yang sudah hadir di acara perayaan ulang tahun mamanya Zeanu.
" Mon,lo tau?hari ini lo sangat cantik." Bisik Zeanu tersenyum lembut.
Mona mengerlingkan matanya dengan manja entah kenapa ia merasa tersanjung dengan pujian yang di alamatkan untuk dirinya tersebut.
" Jadi kemaren-kemaren gue gak cantik ?" Tanya Mona mendelik manja.
" Cantik,tapi hari ini lebih cantkk." Puji lagi Zeanu tersenyum hangat,dan benar saja kata-katanya mampu melambungkan perasaan nya hingga terbang tinggi melayang.
" Untung saja ini sudah di dalam rumah kamu, kalau tidak ?" Sela Mona menggantung.
" Kalau tidak apa Mon?" Tanya Zeanu menatapnya heran.
" Kalau tidak,hidung gue udah terbang jauh lo puji terus,udah deh gak usah gombal." Balas Mona tersipu.
Zeanu hanya tersenyum tipis melihat sikap lucunya itu.
__ADS_1
" Ok lo tunggu disini ya,gue panggilan bokap,nyokap gue,tuh mereka lagi bersama tamu yang lainnya." Ucap Zeanu seraya menunjuk ke arah seoarng perempuan yang mengenakan dres berwarna silver berdiri membelakanginya.
Mona memperhatikan pungguh perempuan yang di maksud oleh Zeanu,dengan perawakan tidak teralalu tinggi namun bentuk tubuhnya masih terlihat profosional,mungkin usianya tidak terlalu jauh lah dari usia kepala lima.
Zeanu berjalan menuju kerumunan itu sedangkan Mona masih memperhatikannya dengan seksama.
Antesinya teralihkan saat dirinya ada yang mencolek dari arah belakang.
" Haii.. !!Kamu Mona ya ?" Tanya seseorang itu dengan ramah,Mona menoleh lalu menyimak wajah seseorang itu dengan seksama.
" I iya." Balasnya dengan ragu.
" Saya tantenya Zean,tante Miska." Terang perempuan energik itu menyodorkan tangannya untuk mengajak salaman.
" Oh,tante Zean, saya Mona." Balas Mona tersenyum hangat.
" Makasih ya, sudah menyempatkan datang ke acara pestanya mamanya Zean." Ucap seorang perempuan yang mengaku tantenya Zeanu itu terlihat hangat menyambut kehadiran Mona.
" Sama-sama tante,soalnya saja juga lagi tidak ada acara jadi bisa menghadiri acara ini." Balas lagi Mona dengan sedikit canggung.
" Kamu teman dekat Zean apa....,?" Tanya tante Miska menggantung tatapanya menatap penuh curiga seraya tersenyum-senyum penuh arti.
" Saya teman dekat Zean tante." Potong Mona dengan cepat.
Apa yang menjadi prediksinya benar terjadi,ia pasti akan di hujani pertanyaan-pertanyaan lagu lama yang mulai terdengar sumbang di gendang telinganya.
" Hiii...,tante sih berharap kalian tak hanya sekedar teman dekat saja,yaa....,secara kalian kan sudah saling dewasa kan tidak ada salahnya kalian untuk melanjutkan hubungan ini ke arah yang lebih spesial." Jelas tante Miska tersenyum menggoda dan kata-katanya mulai terarah akan kemana pembicaraanya.
Mona menatap pasi ke arah tantenya Zeanu dengan perasaanya tak nyaman.
" Hii..hii,,hmm untuk hal itu saya belum bisa memastikanya tante,karena kita masih nyaman dalam hubungan pertemanan." Balas Mona dengan kikuk.
" Iya sih,atur sajalah yah, yang penting kalian bisa berjodoh,hee..hee.." Sela sang tante terkekeh.
Mona menatap canggung ke arah tantenya Zeanu dengan ekspresi yang sulit di bayangkan.
" Tapi Zeanu memang sering cerita banyak loh tentang kamu,makanya tante berharap kalian tak sekedar hanya teman dekat saja,tapi teman akhir hayat." Ucap tantenya lagi dengan setengah berbisik.
Senyuman Mona semakin hambar bagaikan sayur tanpa garam,ia tak bisa menjawab dari apa yang telah di usulkan oleh tantenya Zeanu itu,selain hanya mengangguk ragu dengan senyuman nya yang tanpa arah.
Apa yang menjadi ketakutannya kini terjadi keseluruhnya di tempat ini.
Pikiran Mona semerawut bagaiakan benang di tinggal pergi oleh sang layangannya,ingin rasanya ia segera menghilang dan menjauh dari keramaian ini.
" Mona kamu baik-baik saja ?" Suara tante Zeanu mengejutkannya,setelah melihat kekacauan ekspresi wajahnya.
" Oh,saya baik-baik saja tante." Balas Mona mengangguk.
Migrennya terasa kumat,ia berharap sang tente supaya cepat pergi dari hadapannya itu,namun dengan cara apa ia pun kebingungan.
" Mona." Panggil Zeanu mengejutkan lagi.
" I iya Zean." Balas Mona menoleh Zeanu dengan semeringah,siapa tahu Zeanu bisa menyelamatkan kegelisahannya dari tantenya itu.
Zeanu menghampiri Mona dengan seorang perempuan yang usianya tak muda lagi.
" Mon,ini kenalkan mama gue." Ucap Zeanu seraya menoleh perempuan yang ada di sampingnya itu.
Mata Mona membulat sempurna lalu ia berusaha mengenali sosok wajah perempuan yang berada di samping Zeanu itu.
Wajahnya tak lama berubah pias dan tatapann matanya berubah shok.
Begitupun perempuan yang berada di samping Zeanu ikut terperangah menatap ke arah dirinya.
Bibir Mona bergetar hebat dan bola matanya membelalak tajam saat ia mendapati sosok perempuan yang berdiri di sampingnya Zeanu.
" Mona,anakku. !!" Satu ucapan terlontar dari mulutnya perempuan itu,dengan seketika membuat kaki Mona melemas hingga hampir terjatuh,hanya saja ia bisa menahan kuat fostur tubuhnya dengan stabil.
Zeanu beserta sang tante menatap heran atas kedua sikapnya hingga membuat mereka mengeryitkan kedua alisnya.
" Anakku?" Pekik Zeanu dengan kaget.
" Ma,ada apa ini ?" Tanya Zeanu dengan merangkul lembut pundak perempuan yang ada di sampingnya itu.
Sementara Mona tercenung menatap semakin kaku.
" Mona !!" Panggil lagi perempuan itu seraya melangkah dan memeluk Mona.
Zeanu kembali di buat terheran-heran sekaligus shok atas sikap mama sambungnya itu yang mengenali Mona bahkan memanggilnya anaku.
Mona terdiam dia masih larut dalam keterkejutannya hingga membuat ia semakin shok dan tak lagi bisa melakukan apapun selain hanya berdiam diri.
Zeanu menatap wajah Mona dengan semakin penasaran saat bola mata indah itu mulai tergenang oleh lelehan bening yang membasahinya.
Betapa tidak tekejutnya Mona,ia bertemu dengan seseorang yang telah melahirkan dirinya kedunia,yang sekian lama telah pergi meninggalkan dirinya,melupakan dirinya hingga kini dia telah dewasa.
Bagai mana tidak,luka hati yang terdalam di ujung hati kecilnya itu menganga kembali,saat ia kembali di pertemukan dengan seseorang yang telah menjadi alesan dirinya kenapa ada di dunia ini.
__ADS_1
Rasa rindu dan amarah berbaur menjadi satu di dalam benaknya perpisahan 15 tahun yang lalu bukan lah waktu yang sebentar,ia harus melalui berbagai penderitaan serta guncangan mental yang cukup berat di alaminya,serta merta itu membuatnya nyaris menjadi seorang anak yang terganggu fisikolognya.
Rasa trauma menyayat hatinya jika ia harus mengingat kembali hal tersebut,bagaimana sakitnya bulian serta hinaan datang menghujat dirinya,kenangan pahit itu akan selalu ada dalam ingatannya saat masa-masa mengecam bangku sekolahan dimana hal tersebut menjadi pukulan terberatnya dalam menghadapi perpisahan kedua orang tuanya tersebut.