CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
episode 25~ permohonan maaf


__ADS_3

 


MENTARI pagi bersinar hangat menerobos celah celah tirai yang tersibak , Mona menatap lekat ke arah cermin seraya tersenyum tipis entah apa yang membuatnya dirinya tersenyum begitu saja, Mona teringat kembali akan kebodohannya yang telah ia lakukan beberapa hari yang lalu.Entah itu ketololanya entahh itu kebodohannya tapi yang jelas kelakuan dia kemaren membuat Mona sering tertawa lucu sendiri.


 


Beberapa menit kemudian dia sudah berangkat menuju kantor.


Mona berjalan memasuki kantornya dengan berharap ia bisa langsung bertemu dengan ke dua sahabatnya ia tidak ingin menunda menunda lagi permintaan maafannya.


Perlahan lahan Mona menghampiri kedua sahabatnya yang sedang asik bercerita mengisi waktu sebelum kerja di mulai.


" Mel...!" Sapa Mona dengan terlihat ragu.


Amel beserta Tamara menoleh ke arah suara yang menyapanya dengan bersamaan.


" Mon...!"Pekik Amel dengan terlihat menatap semeringah ke arah Mona


" Gue...,"Ucap Mona menggantung ia berniat ingin berbicara sesuatu namun entah kenapa bibirnya terasa berat.


" Heyy !!Kok lo udah ganti gaya lagi see..."Tiba tiba Manda menyela dengan tersenyum sinis dan melirik kedua sahabat Mona dengan tatapan sebal.Manda yang baru tiba di kantor langsung memancing amarah kedua sahabatnya.


Mona menoleh ke arah Manda dengan tatapan tidak suka.


" Kenapa juga ni ratu nyamuk harus nongol di kala pagi buta,Bikin rusak udara pagi saja.."Guman Mona didalam hatinya dengan geram.


Mona mlengos berusaha untuk tidak tertarik dengan cemoohan Manda yang di layangkan kepadanya.


" kenapa lo gak dandan lagi ? Takut kaya ondel ondel lagi ya ? Kasiann niat mau cantik tapi gagal.heuum..." Ucap lagi Manda dengan tersenyum sinis dan menatap Mona dengan penuh ke bencian.



" Heh lo bisa gak see jaga mulut lo tu ! Ataw mau gue lakban.." Tiba tiba Amel langsung maju kehadapan Manda seraya mendorong tubuh manda dengan kesal.


Mona dan Tamara kaget dengan sikap Amel yang sudah terpancing amarahnya ketika mendengar sahabatnya di Hina oleh Manda.


" Heyy...!!Kenapa lo yang sewot ?Gue kan gak ngajak lo ngomong! dan Kenapa lo yang marah ? atau jangan jangan lo gak terima sahabat lo yang norak ini gue kata katain.." Ucap Manda dengan merapihkan bajunya yang terlihat kusut seusai di tarik Amel lalu mendorongnya dengan kasar.


" Lo sebaiknya jaga ucapan lo,Atau gue garuk muka lo itu biar lo tau rasanya kena cakaran gue dan gak bakalan ilang walau pake skincare semahal apapun.." Ancam Amel dengan sorot mata yang galak.


" Udah Mel udah !" Sergah tamara sembari melerainya Amel untuk tidak bersikap Arogan.Beberapa staf yang baru datang ke kantor cukup tersita dengan perhatiannya ke arah mereka.


" Ow ow !!Galak banget see lo.Ok lahh seengganya gue seneng liat sahabat lo itu yang mukanya gak bisa di apa apain lagi. Alias jelek mutlak !!So soan mau nyaingin gue huuuh" Guman Manda mendengus puas seraya melangkah pergi meninggalkan Mona dan kedua sahabatnya dengan menatap panjang Langkah centilnya Manda.


Sementara Amel masih terlihat menahan emosinya sembari meronta ronta agar lepas dari cekalan Tamara yang menghalanginya serta memeganginya dengan erat.


" Euhhh brengsekk !!"Umpat Amel dengan kesal dia menghepaskan amarahnya ke udara.


sementara Mona terlihat terdiam menatap sikap Amel yang begitu keras membelanya.


" Mel,, Tam.." Panggil lagi Mona dengan pelan


Amel dan Tamara menatap datar ke arah Mona yang masih berdiri di hadapannya.


" Gue minta maaf yaa atas kejadian kemaren,Gue udah salah paham sama lo berdua."Ucap Mona dengan suara terbata bata.

__ADS_1


Raut wajah Amel tiba tiba berubah sendu menatap lekat wajah Mona begitupun Tamara dirinya melihat dengan terharu tatkala Mona meminta maaf atas kehilafannya kepada mereka. Momen ini sangat menyentuh hati mereka dan setidaknya membuat mata mereka terlihat basah.


Amel tak menjawab ia hanya bisa merangkul Mona dengan tersenyum getir.


" Gue seneng kalo lo berdua baikan lagi.."Ucap Tamara dengan menangis bombay.


" Lo bisa berubah penampilan lo,Tapi gak kaya kemaren Mon gue bisa bantu lo kalo lo mau merubah penampilan." Ucap Amel semeringah.



" Iyaa.Gue minta maaf ia beb gue kebawa emosi.." Ucap Mona dengan merangkul Amel lagi.


" Kalian pada ngapain see masih pagi udah bikin drama ajah ?kerja kerja." Bu silvi menegor Mona dan sahabatnya dengan tak lama Bu Silvi berlalu kembali.


Amel dan Mona pun tersenyum simpul sembari menatap bu Silvi yang melintas di hadapan mereka.


~ RAUT wajah Mona terlihat lega serta dengan penuh semangat ia mengerjakan pekerjaannya.


Mona menatap lekat ke arah layar laptopnya yang tiba tiba muncul foto Banny dengan pose begitu Menawan.


" Lohh ko ada galery Boskul see di sini...?" Tanya Mona dengan sedikit penasaran beberapa gambar di kliknya dan di zoom olehnya.


Dia pun menatap lekat dengan tidak berkedip sedikitpun ia terlihat berdecap kagum dengan apa yang dilihatnya.Lantas ia tersenyum tipis sembari memandang lekat Foto sang Bosnya yang ada di layar laptopnya itu.


Mona berpikir sejenak,ia yakin jika laptopnya itu pernah di gunakan oleh Manda sebelom dirinya mempergunakannnya dan ia pun berpikir jangan jangan Manda memang menaruh hati kepada sang Bosnya itu..


"*yaa yaa...,Gue yakin ratu nyamuk ini ada hati sama Boskul*.." Guman Mona dengan raut wajah ekspresi penuh kepastian.


Mona kembali menatap foto Banny dengan makin lekat,Di tatapnya dalam seraya tersenyum manis.



" MONNA...!!" Tiba tiba Banny sudah berdiri di hadapannya dengan menatap tajam.


" Ehhh iyaa pak." Ucap Mona terlihat terkejut bukan main dengan repleks diapun segera menutup laptop dengan cepat.


BLEEEEPPP.....


Mona tersentak seperti melihat sesuatu yang menakutkan dihadapannya,Dan ia menatap dengan ragu ke arah Banny seraya membulatkan mata belonya.


"Ada apa ??" Tanya Banny yang heran menatap reaksi Mona yang terlihat syok plus ketakutan.


" Bisa saya liat laptopnya ??"Tanya Banny sembari menghampiri ke arah meja Mona.


Mona tidak menjawab ia terlihat gemeteran seluruh badanya,tiba tiba saja ia merasakan suhu badannya panas dingin dan kepalanya mendadak vertigo serta di landa komplikasi yang luar biasa yang sedang dia alami.


Mona menatap tegang ke arah Banny yang semakin dekat menghampiri mejanya.


" Hmm. tidak pak.hmm Anu....," Ucap Mona benar benar terlihat gugup dan gelagapan.


Seperti seorang pencuri yang ketahuan sang tuan rumah.


Banny semakin penasaran di buatnya ketika ekspresi Mona semakin pucat pasi.di raihnya laptop Mona lalu di putar menghadap ke arahnya,Perlahan lahan Banny membuka laptopnya dan menatap penuh layar laptop.


Mona semakin terlihat menegang matanya terlihat merem merem ayam dengan ketakutan luar biasa yang menderanya serta merta ia merasa kebelet pipis menahan ketakutannya.

__ADS_1


" *OH MY GOD.., Mudah mudahan ini mimpi buruk gue. bangun donk bangunn* *Mona*..." Ucap dalam hati Mona berbisik sembari komat kamit seakan akan sedang membaca mantra ilmu penghilang.


Banny menatap lurus kearah ke raut wajah Mona yang masih terlihat tegang.


Banny dengan sedikit penasaran menatap lurus layar laptopnnya lalu Banny terlihat tersenyum lucu saat melihat apa yang ada di layar laptopnya hanya ada beberapa gambar gambar animasi Doraemon.


Mona memicingkan mata ke kiri dan kekanan,Seolah olah ia mengintip sedikit ke arah layar laptopnya dan ia pun berharap foto foto Banny bisa berubah dengan sendiri.


" Bocil banget see nonton gituann" Ucap Banny sembari mundur dan mengalihkan pandangannya ke arah yang lain


" Lima belas menit lagi persiapan pertemuan di luar kota.." Ucap Banny sembari meninggalkan Mona yang terlihat melongo tak percaya ke arah layar laptopnya yang tiba tiba foto Banny sudah terganti dengan gambar Doraemon.



" Sumpahhh gue gak percaya...!" pekikny dengan terihat luar biasa lalu ia pun nampak mengucek ngucek matanya berusaha menyimak kembali gambar ya ada di layar laptopnya itu.


" Perasaan tadi Foto orang judes,Kenapa jadi berubah Doraemon ?Tapi...,selamat selamat.."Ucapnya sembari mengelus dada dengan perasaan lega



" Siang Mon...!" Tiba tiba Zeanu sudah berdiri di ambang pintu ruangan mona dengan menyunggingkan senyuman manisnya.


" Zean.... " Sapa Mona dengan segera merapihkan laptopnya.


" Kenapa Ko wajah lo pucat baget,lo baik baik aja kan ?" Tanya Zeanu menghampiri Mona yang masih di landa kepanikan.



" Tidak ada apa apa.its ok !!" Ucap Mona dengan tersenyum pasi.


" Lo jadi ikut pergi ?"


" Iya beberapa menit lagi jalan persiapan udah ok semuanya kok."


" Oh baguslah..."


" Lo ikut juga ?"


" Ya iyalah ini kan proyek pertama gue dari Banny.." ucap Zeanu dengan antusias menatap lurus ke arah wajah mona.



" Kita pergi bertiga ?" Tanya Mona menatap balik Zeanu.


" Gue pergi sendiri Pake Motor gue.." Jawab Zeanu sembari duduk di ujung kursi sambil menghadap ke arah Mona.


" Loh kenapa gak bareng sama kita aja Zean kan lebih cepat..?"


" Tidak lah di mobil aja lo udah berdua tambah supir. gak lah gue lebih seneng pake motor.."


" Ok kita ketemuan dimana ?"


" Langsung kelokasi aja.Gue udah di kasih alamtnya ko.."


" Ok.Gue ke ruangan Pak Banny dulu ya mastiin dia udah siap apa belom." Ucap Mona seraya berdiri.

__ADS_1


" Ok..!!" Jawab Zeanu dengan ikut berdiri dan melangkah mengikuti Mona keluar ruangan.


__ADS_2