CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 44


__ADS_3

 


BANNY masih memandangi wajah Kinaya perempuan yang telah lama menempati hatinya sehingga ia sulit untuk melupakannya walau sudah bertahun tahun lamanya. 


Perempuan yang pernah mengisi renung relunghatinya dengan segala kasih dan sayangnya.


" Ban.!" Panggil Kinaya dengan lembut.Banny menatap Kinaya yang raut wajahnya berubah datar lalu Kinaya tersenyum tipis ke arahnya.


" Kalo ada waktu hmm," Ucapan Kinaya menggantung ada keraguan yang timbul dalam hatinya ia merasa tidak enak hati dengan maksud hati yang akan di utarakannya.


Kinaya memandangi Bamny kian dalam dan ia pun membandingkan sosok Banny yang dulu dengan Banny yang sekarang. Banny memang sudah mengalami banyak perubahan,Sikap dan gayanya telah berbeda dengan Banny yang 10 tahun lalu,Banny terlihat lebih gagah dan fisiknya semakin tegap dan berwibawa.


Kinaya menyesali akan perbuatannya dulu yang telah mencampakan seorang Banny dengan begitu saja dan ia malah memilih mengejar cintanya seorang Sultan yang telah membuat ia mampu berpaling dari Banny.


" Kalau ada waktu bole aku minta waktu kamu Ban." Ucap Kinaya dengan meremas remas jari tangannya dengan penuh kegelisahan.


" Waktu ?Untuk apa ?" Tanya Banny dengan tatapan yang begitu dingin.


Kinaya sejadi jadi merasakan ada kecanggungan dengan sikap Banny kepadanya,memang perubahan sikap yang sangat menonjol yang telah terjadi pada diri seorang Banny.


" Hmmm...,Untuk sekedar ngobrol saja Ban." Ucap kinaya dengan ragu.


" Liat saja nanti yaa,Kalo aku tidak sibuk." Ucap Banny dengan tegas.


" Sibuk ??" Tanya Kinaya menatap dalam Banny.


" Yaa sekarang akulah yang memegang perusahan papahku."Balas Banny dengan bangga.


Kinaya tertunduk ia mencoba menenangkan pikirannya atas dugaannya yang semakin yakin bahwa Banny kini sudah sukses dan mapan sepeninggal dia tinggalkan.


Banny tersadar saat Mona belum ada kembali kesisinya setelah beberapa menit yang lalu pamit untuk mengambil minuman.


" Sorry yaa Kin,Sepertinya aku harus nyusul Mona." Ucap Banny seraya mencari cari sosok Mona di antara kerumunan para undangan yang hadir.


" Oh iyaa silahkan Ban." Balas Kinaya dengan raut wajah kecewa.


Dia hanya mampu melihat langkah Banny yang meninggalkannya dengan tatapan penuh penyesalan.


Banny mencari cari Mona dengan perasaan cemas.


Banny menerobos beberapa tamu undangan yang menghalangi langkahnya dan.....


TAPP....


Pandanganya tertuju pada satu meja yang terlihat Mona dan Zeanu sedang mengobrol dengan begitu akrab.


Entah kenapa perasaan Banny selalu merasa tidak suka jika Mona dekat dengan Zeanu,Banny pun sedikit penasaran atas kehadiran Zeanu di pesta itu.Banny menatap lurus searaya mendekati mereka dengan perasaan cemburu yang mulai menganggu perasaannya.


" Mona !" Panggil Banny dengan menatap tajam ke arah Mona.


Zeanu dan Mona menoleh ke arah Banny yang memanggil.


" Haii Ban!," Ucap Zeanu seraya berdiri.


" Zean rupanya lo hadir juga di pesta ini ?" Tanya Banny dengan sorot mata yang tajam.


" Nando temen gue,Dan dia ngundang gue di pesta nikahannya.

__ADS_1


" Oh lo kenal sama Nando ?"


" Kenal lahh,Nah lo lagi ngapain disini ?"Tanya balik Zeanu.


" Memangnya Mona tidak bilang sama lo kalo dia disini bareng gue ?" Tanya balik Banny seraya menatap Mona dengan tajam.


" Ada see tadi bilang,makanya gue temenin soalnya dia kaya orang ilang di pesta orang." Ucap Zeanu melirik Mona.


" Lo kenal Nando juga ?"


" Gue di undang sama pak Gatot,bokap mempelai perempuannya.karena Dia mitra kerja gue di perusahan." Jelas Banny dengan lagi lagi melirik Mona.


" Pantesan Mona gak bisa nemenin gue ke acara ini,Dia udah di pesen ama lo." Ucap Banny dengan sedikit menggoda Banny.


Banny hanya tersenyum tipis seraya melirik Mona yang hanya diam saja sedari tadi.


" Emang lo ada ngajak dia ?" Tanya Banny dengan kembali melirik Mona dengan lirikan tajam.


" Yaaa.....Wajarlah secara Mona bukan cewek lo kan ?jadi gue masih bisa berkesempatan untuk ngedeketin dia.iya kan ?" Ucap Zeanu dengan tanpa basa basi lagi ia langsung mengatakan apa yang ada dalam perasaannya.


Ucapan Zeanu sekiranya telah membuat Banny semakin panas akan perasaannya entah kenapa ia selalu merasa Zeanu seolah olah sedang menantangnya untuk bersaing mendapatkan Mona.


Mona tertunduk ia dapat melihat sekilas di raut wajah Banny ada perubahan ekpresi yang memperlihatkan ketidak sukaannya terhadap adanya kehadiran Zeanu.


" Yaa kalo lo mau di temenin Mona gue juga gak akan larang kali Zen." Ucap Banny dengan nada bicara yang terdengar kaku dan sinis.


" Telat.Mona udah nemenin lo,Tapi kalo dia mau pulang bareng sama gue gue gak bakalan nolak." Ucap Zeanu melirik Mona sambil menggodanya.


Mona mendongkak dan menatap Zeanu dengan perasaan heran.


" Saya pulang bareng pak Banny saja Zean,Hmm sorry yaa." Ucap Mona dengan ragu.


Banny menatap penuh bangga ke arah Zeanu setelah mendengar keputusan Mona yang memutuskan pulang dengannya.


" Ok! Gak apa apa." Ucap Zeanu mengangguk pelan.


" Sorry Zean.." Ucap Banny dengan tersenyum penuh kemenangan.


" Its Ok." Jawab Zeanu dengan singkat dengan tersenyum kecewa.


 


" Ok kalo gitu gua cabut duluan ya,soalnya gue udah cape juga nee istrahat pulang Ban." Pamit Zeanu seraya menoleh Mona yang mencoba menatapnya dengan ragu.


" Sip,Lo mau malmingan ya ?"Tanya Banny dengan menyeringah kaku.


" Gue malmingan ?cewek aja gak punya,mau sama siapa gue malmingan sama mbok mu." Balas Zeanu seraya melirik ke arah Mona dengan terkekeh.


Banny lagi lagi merasa tidak nyaman dengang lirikan yang di lemparkan Zeanu ke arah Mona entah kenapa ia merasa takut akan Zeanu suka terhadap Mona.


Sementara Mona hanya tersenyum tidak pasti ke arah Zeanu yang masih melirik lirik dengan penuh arti.


" Ok Mon gua duluan ya." Pamit Zeanu dengan tersenyum lembut Mona hanya mengangguk tidak menjawab.


" Ok Ban gue duluan." Ucap zeanu seraya membenarkan jam tangannya.


" Ok !" Jawab Zeanu singkat.

__ADS_1


Zeanu melangkah meninggalkan Banny dan Mona yang masih mengantarkan dengan tatapan.


" Kamu mau pulang sekarang ?" Tanya Banny seraya menoleh Mona yang masih memandangi langkah Zeanu.


" Ehem.." Tiba tiba Banny mendehem cukup keras sehingga Mona sedikit terkejut.


" Eh iyaa Pak." Sahut Mona dengan menatap Wajah Banny yang pura pura membuang wajahnya.


" Kenapa di liatin terus ?kamu nyesel pulang gak bareng dia." Ucap Banny dengan ketus.


" Bapak bicara apa see ?" Balas Mona dengan mendilak kesal.


" Kita pulang." Ucap Banny dengan melangkah tanpa menghiraukan Mona yang masih terlihat kesal menatap sang Bosnya.


Perlahan lahan dengan perasaan sebal Monapun mengikuti langkah Banny.Meski perasaannya mulai dongkol terhdap sikap dinginnya sang Bos.


Mona tersenyum tipis saat ia teringat kembali ekspresi sang Bosnya ketika ia menyaksikannya dekat dengan Zeanu Ia pun mencium aroma aroma kecemburuan yang ia rasakan ketika Banny melihat ia sedang memandangi Zeanu.


Entahlah Mona merasakan hal yang berbeda akan reaksi wajah sang Bosnya setiap kali Zeanu berada dekat dengan bersamanya.


*********


MONA terdiam menatap keluar jendela mobil dengan melamun panjang,Tidak terpikirkan olehnya jika sandiwarannya ini akan berbuntut semakin panjang dalam hidupnya.


Banny terus menerus melibatkan dirinya dalam sandiwaranya yang mengakui dirinya sebagai kekasih bahkan tunangannya.


Mona menatap dengan frustasi ke arah luar jalanan.


Banny menoleh ke arah Mona dan memperhatikan raut wajah Mona yang terlihat termenung.


" Mona." Panggil Banny dengan pelan.


Mona menoleh lalu menatap Banny tanpa bicara.


" Makasih." Ucap Banny singkat.


" Atas apa pak ?" Tanya Mona dengan ekspresi wajah heran.


Banny menoleh Mona yang sedang menatap dengan tatapan yang polos ke arahnya.


Banny menggeleng entah kenapa ia merasa begitu nyaman di samping Mona walaupun hanya sekedar duduk berdua saja.Entah kenapa perasaan itu tiba tiba saja membuncah dalam dadanya sehingga perlahan lahan mengusik rasa yang tak pernah terjama kini muncul tak terkendali.


Rasa kesal itupun berubah menjadi rasa suka.


Banny kembali merasakan debaran demi debaran yang kian menggoncang jantung hatinya setelah sekian lama perasaan itu mati suri.


" Makasih atas apa pak ?" Lagi lagi Mona bertanya dengan menatapnya polos.


" Lupakan !!" Balas Banny dengan ekspresi datar.spontan Mona mendadak memoyongkan bibir mungilnya dengan sedikit maju beberapa senti.


Sejenak hening mereka larut dalam pikirannya masing masing,mencoba merasakan perasaan yang sedang ia membuncah didalam hatinya mereka pada saat ini.


Mona hanya terlihat meremas remaskan jari jemari tagannya dengan gelisah sedangkan Banny terus fokus ke laju kemudinya.


*******


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2