CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH Episode 120


__ADS_3

MONA terpaku menatap lepas ke luaran sana seorang diri,ia berkali-kali menghembuskan napas kasar dan berusaha sabar menunggu kedatangan Zeanu mau pun Banny sang bosnya.Dan perasaanya sudah terlebih dahulu di hinggapi perasaan cemas bercampur gelisah,betapa tidak hal ini ia alami jika harus menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana nanti bosnya tersebut akan memutuskan hubungan kerja yang sudah lama di bina dengan sahabatnya sekaligus fatner kerjanya Zeanu.Rasanya ia merasa tak tega harus melihat kesedihan yang akan di rasakan oleh Zeanu,seperti dia menyaksikan raut wajah Tora yang di berhentikan begitu saja dari pekerjaannya.


Ah rasanya ia tak bisa membayangkan bagaiamana reaksi pria tampan tersebut ketika bosnya memutuskan hubungan kerjanya,rasanya tak semudah itu ferguso,dirinya harus menahan ketidak relaan melihat sodara sambungnya tersebut harus kena imbas dari sikap diktaktornya seorang Banny.


Sejauh ini dirinya tidak tahu pasti alasan sesungguhnya apa yang menyebabkan bosnya berubah pikiran.


Adakah hal lain yang membuat dia kecewa dengan pekerjaan nya Zeanu.Dirasa mereka baik-baik saja selama ini tapi entah kenapa pria dingin berwajah tampan itu justru merubah semua perencaannya tersebut.


Mona menghela lalu menahan sesak yang kian menghimpit perasaanya.


" Siang Mon." Sapa Zeanu yang baru tiba di tempat yang sudah di janjikan oleh Mona.Pria itu membagikan pandangannya keseluruh tempat tersebut yang terasa begitu tenang dan nyaman namun tak setenang perasaan gadis yang yang tengah menunggu dirinya.Zeanu tersenyum penuh arti ke arah gadis tersebut dan berpikir sesaat karena tak seperti biasanya Banny memilih pertemuannya di luar area ruangannya yang tertutup, dan kali ini ia memilih pertemuannya di adakan di luar area ruangan lantai tiga.Nyaris bersampingan dengan ruangan kantin perkantorannya, hanya tersekat oleh dinding kaca.


Mona menoleh ke arah pria berwajah tenang itu yang menghampi dirinya,sorot matanya menatap hangat ke arah dirinya meski selintas ia melihat kecemasan yang menggelayuti faras tampan-nya tersebut.


" Ada apa Mon ?kok ini tiba-tiba Banny meminta kita ngadain pertemuan,adakah hal penting yang akan di bahas di pertemuan dadakan ini?" Tanya Zeanu dengan nada resah.


" Siang Zean ! silahkan elo duduk dulu,gak enak banget datang-datang langsung neror gue." Jawab Mona tersenyum pasi.


" Bos elo mana ?" Tanya Zeanu seraya membagikan pandangannya ke seluruh pelosok area tersebut.


" Lagi ke kamar kecil." Balas Mona seraya menatap kembali Ipad-nya.


" Kenapa mendadak sekali pertemuannya?ini di luar skejul gue loh." Ucap Zeanu seraya menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dengan santai.


" Untuk permasalah ini alangkah bainya pak Banny yang akan menyampaikannya." Ucap Mona dengan wajah kurang bersemangat.


" Ok,baiklah gue tunggu Banny saja." Ucap Zeanu mengangguk pelan.


" Gimana mama ? " Tanya Mona menatap lurus pria berwajah tenang itu.


" Mama baik-baik saja,lusa kita semua akan mengadakan acara makan bersama,nenek lo harus ikut hadir juga ya !" Ucap Zeanu mengajak Mona untuk hadir.


" Ada acara apa sih,kayanya seru banget." Sela Mona melirik pria tersebut.


" Tidak ada, kita hanya ngumpul aja,yaa biar kebersamaan kita terjalin lebih erat lagi." Terang Zeanu seraya tersenyum lembut ke arah gadis tersebut.


" Gue gak nyangka juga Zean, jika elo akan menjadi bagian dalam keluarga gue,yaaa meski perasaan gue dulu pernah ada suka sama elo,Hee...heee." Ucap Mona dengan tersipu.


Zeanu mengernyitkan alisnya dan tersenyum dengan penuh lelucon.


" Akhirnya elo mengakui juga perasaan elo itu,mungkin jika kita tidak di takdirkan sebagai sodara, bisa jadi elo masih menahan perasaan lo itu hingga saat ini dan entah kapan elo bisa mengakuinya." Ucap Zeanu menyeringah hangat.


" Ikhh geer,dasar emang." Sela Mona mendelik manja.


Zeanu hanya tersenyum tipis dengan menatap lekat sang adik sambung nya tersebut.


" Tapi Bos lo sudah tahu akan hubungan kita ini ?" Tanya Zeanu menatap datar Mona.


Mona terdiam tidak langsung menjawab dan tepat di saat bersamaan Zeanu selesai bicara seorang pria tengah berdiri menatap dirinya dengan sebuah prasangka buruk yang memenuhi isi kepalanya.


" Memangnya kalian ada hubungan apa ?" Tanya suara pria itu dengan sorot mata yang beku menyela di tengah-tengah obrolan Zeanu dan Mona.


Dengan bersamaan Mona dan Zeanu menatap shok ke arah Banny yang sepertinya mendengar jelas percakapan mereka.


" Ban." Panggil Zeanu dengan wajah memias.


" Ada sesuatu hal yang kalian tutupi selama ini kan ?" Tanya Banny dengan nada bicara sangat kaku,raut wajahnya berubah tidak mengenakan.


" Oya maaf pak,pertemuanya akan segera di mulai,karena kita sudah menunggu bapak dari tadi." Ucap Mona sengaja menglihkan perhatian sang bosnya.


" Jangan mengalihkan pembicaraan,jelas saya tidak suka,jawab dan jelaskan kalian ada hubungan apa ?" Tanya pria itu semakin menatap galak ke arah mereka berdua.


Mona dan Zeanu saling bertatapan ada isyarat yang tersirat dari raut wajah gadis itu,jika ia tidak menginginkan permasalahan ini di ketahui bosnya tersebut.Entah kenapa Mona merasa tidak terlalu penting jika bosnya tersebut harus mengetahui sisi pribadinya.


Zeanu masih menatap resah ke arah gadis tersebut,sementara Banny sepertinya sudah terbakar oleh perasaan cemburu yang membutakan mata hatinya.


" Ban,ini tidak seburuk apa yang elo pikirkan, " Ucap Zeanu seraya berdiri bangkit dari duduknya.


" Jika ini tak seburuk apa yang gue pikirkan,kenapa kalian berdua terkesan menutupi permasalahan ini dari gue,apakah memang di antara kita sudah saling menjaga jarak sehingga elo tidak bisa lagi terbuka sama gue." Ucap pria itu menatap kian penuh amarah.


Zeanu menghela lalu menatap lurus ke arah sahabatnya itu.


" Bukan seperti itu Ban,ada hal yang tak bisa kita katakan sepenuhnya sama elo,karena ini merupakan privasi keluarga gue dan Mona,jadi gue rasanya terlalu pribadi untuk mengatakan hal ini dan Mona juga merasa keberatan jika hal ini gue cerita ke elo." Jelas Zeanu berusaha meminta pengertiannya Banny.


Gadis itu terdiam berharap jika bosnya itu bisa memaklumi perasaanya.


" Jadi elo pikir masalah ini gue gak berhak tau ? " Tanya Banny semkin penasaran,bukannya memaklumi justru ke ingin tahuannya membuat ia buta akan perasaaanya.


" Sorry Ban,ada hal yang bisa gue ceritakan ke elo,tapi ada hal yang tak bisa...." Ucapan Zeanu menganntung,tepat dengan bersaam Banny segera menyela.


" baiklah,gue sengaja mengadakan pertemuan ini,gue ingin bilang sama elo jika hubungan kerja gue dan elo akan segera berakhir." Tungkasnya dengan menatap penuh ancaman.

__ADS_1


Sontak ucapan itu terasa bagai petir yang menyambar di siang hari,bola matanya yang teduh itu terkesiap menatap tak percaya ke arah pria yang ada di hadapannya, yang dengan mudahnya mengatakan hal di luar perkiraanya.


Selanjutnya Zeanu terlihat menatap penuh tanya ke arah sahabatnya tersebut.Keputusan yang sangat menyakitkan.


" APA !!! "


" WHY ???" Tanya Zeanu menatap dengan berbagai perasaan.


Mona terdiam perasaan-nya sejadi-jadi terbelenggu,apa yang di takutkannya kini terjadi dan apa yang di cemaskanya pun terbukti.Gadis itu menunduk dengan perasaan sedih yang kian bernaung di relung hatinya.


Zeanu masih menanti alasan sahabatnya memutusakan hubungan kerjanya.


" Semudah itu elo memutuskan hubungan kerja hanya karena kesalah pahaman ini ?" Tanya Zeanu berdiri tegak menatap dengan perasaan kecewa.


" Gue tidak bisa bekerja sama dengan seorang penghianat." Balas Banny singkat.


" PENGHIANAT ??? " Dahi pria berwajah tenang itu mengerut semakin menatap tak mengerti.


" Siapa yang telah menghianati lo ?" Tanya Zeanu menatap tajam ke arah sahabatnya tersebut yang serta merta membuat dirinya tersulut oleh amarah ketika sahabatnya itu menuduh dirinya sebagai penghianat.


" Apa perlu gue menunjuk orang yang sudah bersikap tak ubahnya seperti penghianat." Ucap Banny mendecih sinis.


Zeanu menggeleng menatap tak mengerti ke arah sahabatnya itu yang mulai tak mengenali dirinya sebagai sahabatnya.


" Man,elo berapa lama kenal sama gue,sejak kapan gue punya hati sebusuk itu dan gue berani menghianati elo,gila aja gue." Ucap Zeanu dengan berusaha bersikap tenang,namun di setiap kalimatnya penuh dengan penekanan.


Zeanu sadar dirinya tak bisa menghadapi seorang Banny hanya dengan emosi karena itu bisa patal,dirinya sangat paham akan sisi emosionalnya seorang Banny.


" Jika dulu gue sangat mengenali akan perasaan elo,rupanya kali ini gue sama sekali tidak mengenali perasaan elo itu,karena perasaan elo itu sudah di butakan oleh cinta seseorang." Ujar pria dingin itu menoleh ke arah Mona yang menatap ke arah dirinya dengan penun ke tegangan.


Zeanu tercekat ia lalu menatap kembali Banny dengan sorot mata kian bingung.


" Di butakan cinta ???cintanya siapa yang membutakan perasaan gue ?" Tanya Zeanu berusaha meluruskan permasalahannya dengan setenang mungkin.


Banny terdiam ia menoleh ke arah Mona dengan berbagai perasaan.


Rasanya amarahnya kian mendidih melihat ke egoisan sang sahabatnya yang terlalu naif menuduh dirinya semafia itu.


Setelah melihat sikap Banny yang secara tidak langsung,pria berwajah tenang itu bisa menyimpulkan sesuatu yang tak di pahami oleh Mona.


Banny menuduh dirinya ada bermain hati tanpa sepengetahuannya dengan sekertarisnya tersebut.


Meski ya,dulu dirinya pernah menyukai gadis tersebut,tapi untuk tidak kondisi saat ini.


" Maafkan gue Mon,semua ini gue jelasin,karena ini semua ini menyangkut pekerjaan gue juga." Ucap Zeanu menatap nanar ke arah Mona.


Gadis itu terlihat hanya pasrah dan tertunduk kian dalam.


" Banny,gue dengan Mona tidak ada hubungan spesial apapun,karena gue sama dia bersodara." Jelas Zeanu menatap puas ke arah sahabatnya yang cemburu akan dirinya dengan sekertarisnya itu.


" Heuuhh....,are you sure ?? " Ucap Banny tak percaya ,ia memalingkan wajahnya kian penuh ironis.


" Perasaan cinta itu tak mungkin bisa di rubah hanya sekedar ikatan sodara saja,memangnya apa bukti kalian hanya hubungan persaudaraan saja." Terang pria itu bersi keras dengan keyakinanya.


Zeanu menggeleng,tak habis pikir akan tuduhan kerasanya Banny terhadap dirinya.


" Yahh,setadinya gue tidak ingim mempublikasikan masalah privasi gue maupun Mona,tapi demi menyelamatkan pekerjaan gue yang selama ini gue bina bersama elo,gue perjelas jika Mona adalah adik sambung gue.Nyokap dia dengan bokap gue menikah.Paham Ban !!!" Ucap Zeanu dengan menghentakan napasnya dengan kasar.


Pria yang ada di hadapan Zeanu itu terdiam tak lagi bisa berbicara setelah dirinya merasa tertohok dengan pernyataan sahabatnya itu,dan itu terlihat dari ekspresinya yang berubah menatap canggung.Wajah dingin itu hanya mengulas senyuman yang sulit di gambarkan oleh lawan bicaranya.


Mona terdiam menyaksiakan ketegangan yang sedang berlangsung,namun kenyataannya ia merasa minder jika bosnya tersebut harus mengetahui sisi pribadi kehidupannya yang kelam.


Banny menoleh ke arah gadis tersebut dengan perasaan rasa bersalah.


Prasangkanya telah keliru menilai hubungan sahabatnya itu dengan sang sekertaris pribadinya.Tentu saja keputusannya ini adalah imbas dari perasaan cemburu yang terlalu buta terhadap sekertarisnya itu.


" Dan kenapa gue selalu mengingatkan elo agar bisa menjaga perasaan Mona,karena gue tak ingin dia terluka atau pun kecewa.Karena jujur saja gue bisa menjaga dia hanya sebagai seorang kakak,bukan sebagai seorang kekasih." Jelas Zeanu terlihat tenang.Meski terdengar ironi,namun ia berusaha untuk mengesampingkan perasaanya yang terasa perih di sanubarinya.Dan kenyataan itulah yang memaksakan dirinya mengubur dalam perasaanya terhadap Mona.


Kecewa ??


Yaa,ia sangat kecewa harus merasakan cintanya sepihak dan patah hati secara sepihak.Rasa itu tak mungkin ia teruskan jika dirinya kini telah menjadi seorang kakak bagi gadis yang amat dia cintainya.


Banny tercenung memaknai semua ucapan yang telontar dari mulut sahabat sekaligus fatner kerjanya dengan penuh rasa.


Betapa bodohnya dirinya di kuasai perasaan yang membutakan amarahnya.Entah kenapa ia merasa tak ingin kehilangan sosok Mona dari kehidupannnya sebagai mana ia pernah kehilangan sosok Kinaya di saat ia sedang sayang-sayanganya.


Banny mengela lalu menatap dalam ke arah sahabatnya tersebut.


" Elo masih belum percaya ?" Tanya pria itu menatap dingin.


Banny terdiam tak bergeming menahan rasa malu yang mulai merongrong perasaan angkuhnya.

__ADS_1


" Dan apa perlu gue ajak elo kerumah gue dan mendengar semua cerita tentang kisah bokap gue dan nyokapnya Mona?" Tanya Zeanu menyoroti pria itu dengan kian tajam.


Berurusan dengan seorang Banny memang tidak bisa secara klise harus dengan real tanpa ada yang bisa luput dari pemahamannya.Itu lah sebabnya sosok Banny mulai di segani bagi kalangan perusahan yang akan menjalin hubungan pekerjaan dengan pemilik tunggal PT Tirta logistic tersebut.


Bagi seorang Banny menjalin sebuah hubungan pekerjaan dengan dirinya harus benar-benar transparan tidak boleh ada yang di sembunyikan,dan satu hal jangan pernah coba-coba untuk menghianati dirinya karena urusan bisa menjadi panjang.Sosok Banny bukan seperti pria lainnya yang bisa begitu saja memaafkan kesalahan orang lain, sehingga ia bisa saja berbuat sesuatu di luar perkiraan mereka jika mereka bersalah kepadanya dengan menggunakan kekuasaan yang di milikinya.


Banny masih terdiam mengabaikan pernyataan sahabatnya itu.


Wajah Zeanu terlihat memerah menahan kemarahan sekaligus kekecewaan yang mendalam atas tudingan dirinya sebagai penghianat.


" Jadi elo masih menganggap jika gue menghianati elo ?" Tanya Zeanu menatap lurus sahabatnya tersebut.


Banny mengangkat wajahnya dan menyipitkan matanya ke arah sahabtanya itu.


" Kenapa elo beranggapan jika gue akan menghianati elo dengan mencintai sekertaris elo ini ?apa itu artinya elo mulai mencintai Mona ?" Pertanyaan Zeanu sekaligus mewakili rasa penasaran dari sebagian besar perasaannya gadis tersebut yang selama ini menjadi sebuah harapan yang semu.


Mona terhenyak lalu menatap ke arah Zeanu dengan berbagai perasaan yang berkecambuk.


Pria itu begitu kritis akan keadaanya dan menauhi akan sisi terdalam perasaanya.


Banny mendegus pelan,ia menyamarkan perasaanya dengan tersenyum sinis ke arah sahabatnya tersebut,dan pertanyaan itu terasa di bencinya.


Ia paling sulit jika harus di tanyai tentang perasaanya itu.


Tak mudah bagi dirinya untuk mengatakan perasaanya terhadap perempuan yang di maksud oleh sahabatnya tersebut dan itu hanya bisa membuatnya terasa rendah.


Tapi bukanlah seorang Zeanu yang tak tahu kelemahan sang sahabatnya tersebut,maka ia pun akan memaksa pria itu untuk mengakui perasaanya.


" Cinta tak hanya sekedar mempertankan sebuah ke egoisan saja,melainkan mempertahnkan sebuah perasaan yang seutuhnya dengan mampu mengakui perasaan yang sesungguhnya,tidak seperti seorang pecundang yang diam-diam mencintai tapi tidak bisa mengakuinya.Itu keliru." Ujar Zeanu melirik dengan ujung sudut matanya.


Banny menatap dengan dingin tanpa ekspresi apapun.


" Jangan di bodohkan dengan perasaan gengsi karena itu bisa menjadi boomerang dalam sebuah kehidupan,dan akan seperti ini,pikiran buruk elo menuduh secara keji jika gua seorang penghianatan.Heuhh.." Ucap Zeanu mendecih sinis.


Merasa tak terima mengingat dirinya di tuduh sebagai seorang penghianat.


Wajah dingin itu berubah merah pernyataan Zeanu kembali menohok ulu hatinya.


Sialan !!


Ingin sekali Banny mengumpatnya,namun tentu saja ia punya cara untuk menyikapi pernyataan sahabatnya itu,dan ia memilih bersikap diam demi menjaga eksitensinya sebagai seorang atasan di hadapan gadis tersebut.


Tidak mungkin ia merealisasikan keinginanya untuk mengakui sebuah perasaan terhadap sekertarisnya tesebut di hadapan Zeanu sahabatnya.Ia tidak mau imagenya terkesan pudar hanya karena ia dengan terang-terangan mengakui perasaanya jika ia mencintai seorang Mona.


" Tidak semudah itu." Ucap Banny datar.


Sontak jawaban itu meruntuhkan perasaan Mona yang kian memudar,prasangkanya semakin yakin jika pria dingin berwajah tampan itu sama sekali tidak ada perasaan apa pun terhadap dirinya.


Dan kehadiran Arnetta si gadis muda yang cantik itu menjadi alasan kuat sebagai kekasih baru nya pria tersebut.


Mona tertunduk tiba-tiba saja ada aliran bening bermuara di pelupuk matanya,padangannya berubah ngeblur saat air mata memenuhi kolam matanya dan.....


Air mata itu pun menitik perlahan ke pangkuannya.


" Heeuuhh,,elo memang tidak pernah bisa berubah,meski itu sudah kehilangan,tapi masih saja sikap elo itu tetap angkuh." Ucap Zeanu mendecih.


" Sorry gue sudah berpikiran buruk tentang elo." Ujar Banny mengalihkan pembicaraanya dan menatap dingin ke sang lawan bicara.


Zeanu memalingkah wajahnya dengan geram,sosok sahabatnya ini belum bisa merubah akan sikapnya.


" So,elo masih tetap memutuskan hubungan kerja ini ?" Tanya Zeanu mengangkat bahunya tinggi.


" Sorry.Dan lupakan itu." Ucap Banny dengan enteng.


" Elo hanya bilang sorry doang,asal elo tahu jika elo tidak bisa mengakui perasaan elo sendiri,elo akan berkesempatan untuk kehilangan kembali orang yang elo cintai." Jelas Zeanu dengan penuh penekanan.


Dagu runcing yang di tumbuhi bulu-bulu tipis itu terangkat tinggi,tatapan elangnya menyorot tajam ke arah wajah sahabatnya tersebut.Rahangnya menyembul tegas di ujung sudut pipinya.


Pernyataannya yang di ucapkan Zeanu kali ini di rasa tak main-main lagi baginya.


Tepat sebelum Banny berbicara,Mona beranjak terlebih dahulu dari tempat duduknya dan memilih berlari meninggalkan dua pria tersebut.


Mendengarkan perdebatan mereka hanya menambah kian buruk perasaanya,karena ia sudah merasa tak tahan dengan situasi buruk yang meracau dalam pikirannya.


" Monaa !!" Panggil Zeanu terkejut melihat Mona memilih pergi dan tak menghiraukan panggilannya.


Banny ikut menoleh ke arah Mona yang berlari menjauh darinya.Sekilas ia terlihat terpukul atas sikap sekertarisnya tersebut dan hati kecilnya berkata lain tentang perasaan gadis tersebut.


" Ini yang gue takutkan,jika Mona menutup kembali perasaanya untuk seorang lelaki,sebagai mana elo pernah trauma dengan sebuah perasaan.Selamat siang Banny pratama wiguna." Ujar pria itu menyebut nama sahabatnya itu dengan sempurna dan penekanan yang cukup tegas.


Banny tercenung menatapi langkah sahabatnya yang berjalan cepat untuk mengejar Mona,sementara dirinya entah kenapa sekujur tubuhnya mendadak kaku untuk bergerak,sulit rasanya ia melangkahkan kakinya untuk mengejar gadis tersebut.

__ADS_1


__ADS_2