CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH Episode 206


__ADS_3

MATA Banny terpaku kepada sosok pria yang sedang berdiri membelakanginya,badannya yang renta itu masih terlihat berdiri tegap,dari cara pria itu berdiri dapat di pastikan jika pria yang kini usianya telah hampir separuh baya itu masih terlihat sehat bugar walau sesekali ia menggunakan kursi roda untuk membantunya berjalan.Badannya yang cukup berisi serta dibalut penampilannya yang begitu rapih membuatnya terlihat begitu wibawa.


Banny berdiri di balik pintu yang terbuka cukup lebar,seorang pria dengan perawakan tegap namun terlihat ringkih itu tengah menatap hening ke arah luar ruangan yang berdingdingkan kaca,raut wajahnya terlihat mengguratkan kesedihan serta kekecewaan yang begitu dalam.


Belum lagi Banny membuka mulutnya untuk menyapa sosok pria tersebut,justru pria itu langsung menaui akan kehadirannya dan pria tua itupun langsung melayangkan sebuah pertanyaan yang menekan perasaan putranya.


" Kenapa kamu lakukan semua ini ?" tanya pria itu tanpa menggeser sedikitpun sikap posisi tubuhnya,serta tatapannya ke arah sang putra yang baru saja tiba di kediamannya.


Banny terdiam dengan batin penuh berbagai pertanyaan,namun sepertinya dia memahami kemana akan arah dari pertanyaan sang Ayah kepada dirinya,ini adalah menyangkut kepergian Mona,Banny menghela dapat di pastikan jika sang Ayah telah mengetahui permasalahan yang tengah di hadapinya.


Sang ayah menyalahkan sepenuhnya atas sikapnya yang begitu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.


Perlahan Banny berjalan mendekati ke arah posisi berdiri sang ayah.


" Pah,Banny tidak paham apa maksud dari ucapan Papah,Banny melakukan apa ?? Banny tidak mengerti pah." ujar Banny berbalik bertanya.


" Kamu tidak menyadari akan kesalahanmu ?" tanya pria itu dingin.


" Maaf pah,kalau Banny boleh tahu sebenarnya ada apa papah memanggil Banny kesini ?" tanya Banny mengalihkan pembicaraan.


" Ini mengenai Mona." balas Wiguna singkat.


Banny menghela napas sesuai tebakannya sang Ayah telah mengetahui semua,tapi darimana sang Ayah mengetahui hal ini ? Pikir Banny menatap heran.


" Papah tidak menyangka jika kamu setega itu terhadap Mona,apa salah Mona sehingga Mona kau usir? " tanya Wiguna sedikit geram.


Banny mendehem pelan berusaha untuk tetap tenang.


" Mona telah menghianatiku pah." balas Banny pelan.


" Dan kamu percaya jika Mona melakukan hal itu ?" tanya kembali Wiguna.


Banny terdiam menatap hampa,selama ini ia tidak memberikan kesempatan bagi Mona untuk menjelaskan semuanya,baginya apa yang di lihatnya sungguh kenyataan yang buruk.


" Papah menyayangkan sikap ceroboh kamu dalam permasalahan ini,seharusnya kamu tidak bertindak berlebihan seperti ini." jelas Wiguna menyayangkan sikap gegabahnya sang putranya tersebut.


Banny tertunduk dengan perasaan bersalah.


" Banny tau pah,ini semua salah Banny,Banny terlanjur marah pah." balas Banny lirih.


" Kenapa kamu tidak berusaha untuk memperbaikinya, dan mencari Mona untuk menyelesaikan permasalahan ini,kenapa kamu malah justru menalak Mona,laki- laki macam apa kamu ini ? " ujar pria tua itu terlihat murka,nada bicaranya sedikit meninggi.


Banny tertunduk ia tak lagi mampu berbuat apa-apa.


Wiguna membalikan badannya lalu menghadap lurus ke arah putranya yang berdiri tak jauh darinya,Wiguna mendekati putranya tersebut,


Prakkk....


Pria yang usianya tak lagi muda itu terlihat melempar sebuah map berwarna coklat kehadapan Banny yang tengah berdiri dengan sikap tak berdaya.


Banny memandangi map tersebut dengan terkejut.


" Lihat lah isi map tersebut,dan kamu akan tahu siapa penyebab kericuhan ini." ujar Wiguna dengan suara berat.

__ADS_1


Banny terlihat linglung belum memahami apa yang di sampaikan sang Ayahnya.


" Maksudnya apa ini pah ?" tanya Banny menatap semakin tak mengerti.


" Lihatlah !!" titah Wiguna menatap datar.


Banny perlahan mengambil map coklat tersebut lalu perlahan membuka map tersebut,tanganya mengambil beberapa lembaran foto lalu di lihatnya foto-foto tersebut yang tak asing baginya.


Dahi pria tampan berwajah dingin itu mengkerut menatap tak mengerti ke arah foto-foto tersebut,sejurus kemudian ia terlihat terperangah.


" Papah dapat darimana foto-foto ini ?" tanya Banny menatap kian heran,raut wajahnya terlihat semakin bodoh.


Pria yang berbadan tegap itu kembali membalikan tubuhnya lalu berjalan sedikit menjauh dari putranya dia mengambil posisi tangannya di masukan kedalam saku celananya lalu menghembuskan napasnya secara kasar.


Banny masih sibuk dengan pikirannya akan keberadaan foto-foto Mona bersama Sultan,bisa-bisanya foto ini ada di tangan sang Ayahnya.Berbagai pertanyaan memenuhi isi kepalanya.


" Sekertaris kamu yang memberikan semua foto-foto tersebut." ujar Wiguna pelan.


Sontak Banny terkejut bukan main mendengar pernyataan dari sang Ayahnya.


" Apa ?? " Banny tercengang,tiba-tiba saja deburan jantungnya terasa bedebar begitu hebat,apa yang telah terjadi ? Banny menatap tak mengerti.


" Maksud Papah Arnetta ?? " ucapnya terbata.


Antara shok sekaligus penasaran bercampur aduk di benaknya.


" Ya !!,Arnetta memberikan foto-foto tersebut dan dia juga menghasut Papah untuk membenci Mona dengan menuduh Mona berselingkuh." jelas Wiguna mulai terlihat tenang,ia berusaha untuk tidak melibatkan emosinya dalam persoalan ini.


Banny semakin tak mengerti.


Wiguna menatap hampa,sepertinya putranya tersebut tidak percaya jika Arnetta melakukan semua ini.


" Sebelum Arnetta datang menemui Papah Mona terlebih dahulu telah datang menemui papah dan menjelaskan semua permasalahan yang sedang terjadi,Papah mendengar semua cerita Mona dengan perasaan iba,Papah percaya jika Mona tidak serendah itu,papah mengenal Mona lebih dari itu,dulu dia adalah seorang mahasiswi yang memiliki atitude yang baik,jadi apa yang di katakan sekertaris kamu itu tentang Mona tentu saja Papah tidak mempercayainya." terang Wiguna dengan tenang.


" Jadi Mona ada menemui Papah ? " tanya Banny tersentak.


" Yaa,dia pamit untuk pergi dan mengabulkan semua permohonan cerai kamu,dia bersedia bercerai dengan kamu dengan tidak menuntut apapun dari kamu,bahkan dia menyerahkan kembali jabatan perusahaan mu,itu artinya Mona merupakan perempuan yang memiliki sikap pribadi yang baik,tidak seburuk apa yang kau tuduhkan selama ini." jelas Wiguna menekankan.


Banny kian tercenung lidahnya terasa kelu dan perasaanya kian tertampar keras dengan semua pernyataan sang Ayahnya.


Entah kenapa perasaannya kini di hantui rasa bersalah,sepatal itukah kebodohan yang telah ia lakukan hingga Mona tak mungkin kembali ke pangkuannya.


" Lalu foto-foto itu ? " tanya Banny polos.


" Bany,Bany,kamu terlalu percaya dengan apa yang kamu lihat selama ini,jika Mona benar-benar berselingkuh dengan pria lain mana mungkin dia akan datang kesini dan menjelaskan semuanya,bahkan ia bersumpah jika dirinya tidak pernah menghianatimu dia bersumpah jika dia tidak melakukan perselingkuhan itu." kembali Wiguna menjelaskan dengan raut wajah marah.


" Papah yakin jika semua ini adalah sebuah jebakan seseorang ?" ujar Wiguna dengan mengutarakan persepsinya.


" Jebakan ?? Papah mengira semua ini jebakan ?? " tanya Banny menatap hampa,entah kenapa separuh kepercayaan dirinya memudar hingga membuat dirinya terasa kian gamang.


" Yaa, Mona di jebak agar kau percaya dengan apa yang terjadi kepada dirinya,sehingga hubungan kalian pun di buatnya merenggang,dan seseorang yang menjebak kalian itu telah berhasil membuat kalian berpisah." ucap Wiguna dengan terlihat menarik napas panjang.


Banny kian dilema,pernyataan sang Ayah tak berbeda jauh dengan salah satu sahabatnya Mona,Lalu apa yang harus dia lakukan,mencari orang yang telah menjebaknya ??? Untuk apa ??

__ADS_1


Semua itu tidak membuat Mona bisa kembali dalam waktu yang cepat,


Banny menatap hening,namun isi kepalanya terasa di penuhi berbagai perdebatan.


Benarkah sosok Arnetta di balik permasalahan ini,tapi rasanya tidak mungkin jika gadis selugu itu berani bertidak sebajingan itu ???


Banny kian di liputi perasaan bimbang,antara percaya dan tidak membuatnya kian meradang.


" Papah tidak menuduh siapapun,tapi bukan berarti Arnetta lepas dari permasalahan ini." ujra Wiguna seraya merebahkan tubuhnya ke sandaran sopa,perasaanya terasa lelah mendapati putranya akan berpisah dengan menantu pilihannya.


" Jujur saja Papah tidak membela Mona di sini,tapi satu hal yang perlu kau ketahui,tidak lah mungkin seseorang itu berani memburuk-burukan Mona jika tidak ada keperluan lain di dalamnya." jelas Wiguna menatap dalam putranya.


Pikiran Banny semakin di liputi rasa bimbang,bertanya pada diri sendiri,apa yang di inginkan Arnetta di balik permasalahan ini ?jika benar dalang di balik semua ini dia ? Lalu apa tujuan Arnetta melakukan semua ini ? Lagi-lagi Banny di buatnya semakin penasaran.


Tapi.....


Belum saja ia usa berpikir kembali Banny di hinggapi perasaan tak percaya,mana mungkin semua ini Arnetta yang melakukannya,pasti ada orang lain di balik semua ini yang memanfaatkan keluguan Arnetta,simpulnya membatin.


Rasanya tak henti-hentinya pikiran dan perasaannya di terjang berbagai pertanyaan yang membuatnya semakin rumit.


Banny menghela napas,tak ada keputusan terbaik di tengah masalah yang begitu pelik,tanpa harus ada bukti yang kuat.


" Banny tidak mungkin secepat itu menuduh Arnetta tanpa bukti pah,dan menuduh dia berperan penting di balik semua permasalahan ini." ujar Banny resah.


" Tidak menuduh secepat itu ?? tapi kamu mampu mempercayai semua foto-foto yang kamu lihat dengan begitu saja,sehingga kamu pun sampai hati mengusir Mona dari Afartemen tanpa memberi kesempatan Mona untuk menjelaskannya,logika kamu dimana?? Jujur saja papah kecewa atas sikap kamu itu." ujar Wiguna dengan kalimat penuh arti.


Sontak perkataan sang Ayahnya membungkam persepsinya selama ini,dan kalimat tersebut mampu menohok hatinya.


Pernikahan ini sesungguhnya hanya dialah yang tahu awal ceritanya seperti apa,tanpa sedikitpun sepengetahuan sang Ayahnya, pernikahannya dengan Mona berawal dari sebuah drama,tak hanya kali ini saja Banny akan menceraikan Mona,tapi kenyataan perasaanya berubah seratus delapan puluh derajat,nyatanya dia memiliki perasaan yang tak biasa terhadap gadis pilihan Ayahnya tersebut,tapi kali ini ia tidak bisa menyembunyikan lagi keretakan rumah tangganya yang baru saja di binanya.


" Banny berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini tanpa perpisahan pah,Banny mengakui kesalahan Banny tapi bukan berarti Banny harus kehilangan kesempatan untuk membuat Mona kembali." ucapnya dengan lirih.


" Papah tidak bisa menjamin Mona akan kembali kepadamu,karena Papah sudah tahu pernikahan kalian hanya sebatas sandiwara saja." jelas Wiguna menatap penuh arti.


Sontak saja hal itu membuat Banny terkesiap,sang Ayah telah mengetahui semuanya tentang pernikahann dirinya dengan Mona,di tengah rasa keterkejutannya Banny benar-benar di buatnya semakin tak berdaya.


Banny menatap tak percaya.


" Mona sudah cerita semuanya tentang pernikahan kalian,Papah sadari Papah terlalu memaksakan kehendak papah sendiri sehingga mengorbankan perasaan kalian masing-masing,Terutama Mona,selama ini dia begitu menjaga perasaan Papah sehingga dia rela mengorbankan seluruh perasaanya untuk kecewa." ujar Wiguna dengan perasaan penuh sesal.


Banny terdiam merasakan ucapan sang Ayah terasa mencabik-cabik perasaanya.


" Selama ini kebaikan Papah di balas Mona dengan mempertaruhkan perasaanya hanya demi membuat Papah bahagia,nyatanya dia pertaruhkan semua itu." ungkap kembali Wiguna dengan perasaan sedih.


Banny semakin terdiam tak mampu lagi mengelak ataupun sekedar menyanggah apa yang menjadi pernyataannya sang Ayah,selama ini ia telah abai.


" Dari awal Mona bisa saja meminta berpisah dengan kamu,tapi keinginannya untuk balas budi ia mempertahankan perasaan yang tak seharusnya ia pertahankan,Papah bersalah terlalu memaksakan kehendak papah,jika pada akhirnya Mona benar-benar terluka dengan sikap kamu." ujar Wiguna dengan wajah terlihat begitu kecewa.


Rasanya Banny tidak bisa lagi membayangkan kesalahan kesalahan apa yang telah ia lakukan terhadap Mona,dan ia menyadari itu hingga membuat dirinya mengutuk keras akan segala perbuatannya terhadap Mona.


Banny menyadari jika Mona bisa saja meminta berpisah, dan meninggalkan begitu saja,tapi rasa balas budi yang begitu besar,hingga tak ingin membuat murka sang Ayah,dan alasan itu membuatnya bertahan hingga kini Mona benar-benar pergi dari kehidupannya.


" Papah bersalah besar telah menjodohkan Wanita terbaik dengan putra Papah yang sama sekali tidak memiliki hati dan perasaan,sehingga dengan mudahnya kamu melakukan hal ini." Ucap Wiguna dengan perasaan kian hancur.

__ADS_1


" Maafkan Banny pah !!" ujar Banny berdeku,seluruh tubuhnya terasa tak bertulang lemas tak berenergi dengan atas apa yang kini tengah menimpanya,semua terasa kian hancur setelah apa yang di takutkannya terjadi.


Wiguna terdiam memperlihatkan perasaanya yang begitu kecewa,ada perasaan sesal yang besar di hatinya,ia berharap putranya akan benar-benar menyayangi gadis pilihanya namun nyatanya justru gadis itu tergores luka dalam atas sikap dan perbuatan putranya tersebut.


__ADS_2