CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
episode 05 Mona vs Manda


__ADS_3

KEESOKAN harinya. 


" Mon,kita makan siang yuk..!" Ajak Tamara menghampiri Mona yang masih sibuk di hadapan komputernya.


" Bentar lagi nee tanggung !" Jawab Mona sembari terus memainkan jari jemarinya di atas kayboard komputernya dengan piaway.


" Eh Btw lo kan ada janji sore ini ya sama pria tanpa nama tu." Sela Amel mengingatkan Mona.


" Ohh iya tuh hampir gue lupa,untung lo ingatin makasih ya beb." Ucap Mona dengan terperangah kaget.


" Jangan lupa Mapnya lo bawa kan ?" Sela lagi Amel mengingatkan kembali.


" Jangan bilang lo lupa bawa,wasalam deh tuh, janjian terus tar kerjaannya." Sela Tamara menimpali.


" Tuhh...!! " Ucap Mona sambil menunjuk Mapnya dengan ujung bibir yang mungil.


" Apa see ini sebenarnya tuh ampe gue jadi korban keganasan map ini.?" Ucap Tamara seraya meraih map yang berada di meja kerja Mona dengan tidak lupa membenarkan posisi poni pendeknya walaupun posisinya sudah rapi.


" Ehh jangan sembarangan buka-buka!tar ada apa-apanya loh.." Sela Amel menyergah tangan Tamara yang hendak merogoh dalam Map itu.


" Enggak ada apa-apa ko itu.Liat aja itu cuman lembaran gambar Desain doang ko." Ucap Mona yang masih asik menatap layar komputernya.


" Eeh jangan-jangan pria tanpa nama itu mau ngelamar kerja di sini lagi ?Itu ada bukti dari beberapa Desain dan cv pekerjaanya." Bisik Amel sembari menatap lurus Mona.


" Perusahan kita itu bidang logistik emang perlu ada staff bagian gituan." Sela Mona melirik Amel.


" Yaa desain logistik mungkin!" Sela Tamara dengan polos dan so tahu.


" Maksud lo logo perusahannya di desain gitu.?" Sela lagi Amel mencoba memperjelas ucapan yang di maksud oleh Tamara,dan mereka pun terlibat berargumen.


" Penting gak see ??" Lagi lagi Amel terlihat berpikir keras


" Udah-udah sii,ko kalian malah jadi bahas kerjaan tu cowok.." Ucap Mona menoleh kedua sahabatnya yang mulai sibuk menerka-nerka dari perkataan mereka masing- masing yang satu sama lain punya pandangan terhadap sosok pria tersebut.


 


" Oya Kalian mau nemenin gue lagi gak?" Tanya Mona membagi pandangannya ke arah kedua sahabatnya yang masih asik membahas masalah isi map itu.


Tamara dan Amel sejenak saling bertatapan lalu terdiam acuh,pura-pura tidak mendengar dengan apa yang di pertanyakan Mona.


Mona mengangkat kedua alisnya masih menanti jawaban dari kedua sahabatnya dengan memasang wajah tanpa dosa.


 


" OGAH !!"Ucap Tamara sembari cepat melangkah menuju kekubikelnya lagi.


" Gue gak mau gabut lagi gara-gara nungguin tu orang" Sela lagi Amel sembari menuju meja kerjanya dan meraih ponsel gengamnya.


Mona menghela kecewa atas penolakan yang kompak dari kedua sahabatnya itu.


"Eh !! Gue makan siang duluan aja yaa."Ucap Amel sembari melangakan keluar. Mona hanya melongo tanpa ekspresi melihat kelakuan kedua sahabatnya yang tidak mau lagi menemani dirinya untuk


bertemu dengan pria itu.


 


Mona masih menatap kosong kearah kedua sahabatnya yang memilih pergi meninggalkannya lalu pandangannya bergeser kepada map berwarna coklat muda itu yang terletak tidak jauh dari komuternya lalu dengan santai Ia mengambil map itu lalu dibukanya dengan perlahan.


Ada beberapa lembar kertas yang berada didalam map itu, yang di antaranya satu lembar sketsa lokasi denah pembangunan gedung beserta Matrialnya dan sebuah cv.


Mona hanya mengernyitkan kedua alisnya lalu berpikir keras tentang beberapa desain yang terlihat sangat mewah,tak berapa lama dia pun mengangguk-ngangguk pasti seolah-olah Ia sudah memahami hal tersebut.


Padahal Ia tidak paham sama sekali akan beberapa gambar desain yang berada di map itu.


Mona hanya berlaga so paham saja,lalu dengan cepat Ia mengembalikan lembaran kertas itu ke dalam map kembali namun dengan tidak disengaja sebuah poto berukuran kecil terjatuh dari dalam map itu.


Dengan cepat Mona segera mengambilnya lalu mengamati wajah yang berada di foto ukuran kecil itu dengan seksama,di balik foto itu ada sebuah nama yang tertulis dengan jelas.


" ZEANU ZAIMA !" Ucapnya pelan.


" So JEPANG banget nama ni orang,kaya temennya Naruto hee hee... " Celotehnya sembari terekekeh sendirian.


" Nama yang cukup unik.." Gumannya lagi dengan memajukan bibir mungilnya lima centi lebih maju,lalu ia pun memasukan kembali foto itu kedalam map dengan rapih.


************


 


MONA bergegas menuju tempat yang sudah di janjikan olehny pria itu semalam tadi.


setelah beberapa menit Ia mencari-cari akhirnya Ia menemukan keberadaan pria itu yang tengah asik memainkan ponselnya di ujung meja.


dengan perlahan Mona melangkah mendekatinya.


 


" Sorry gue telat.Hmm udah lama yaa ?"Tanya Mona dengan ramah,sikapnya tidak sejutek kemarin malam dan kali ini Mona memang bersikap lebih manis dan lebih sopan.


" Gimana see ko ngaret gini.. ?" Jawab pria itu dengan ketus.


Mona menahan napasnya lalu perlahan menghepaskannya ia berusaha untuk tenang karena ia sadar untuk kali ini dirinya yang terlambat datang.


Pria berparas manis itu bersikap percis seperti yang dilakukannya dirinya terhadap pria itu semalam.


" Kan gue minta maaf !Gue ada urusan sebentar.."Balas Mona dengan menahan emosinya agar tidak terpancing.


 


"Oke.Sebaiknya lo duduk dulu.!!" Ucap pria itu ramah lalu mempersilahkan Mona untuk duduk.


" Makasih ."Ucap Mona dengan tersenyum manias,mencoba untuk tidak terlihat tegang dan entah kenapa Mona memilih bersikap lebih sopan untuk pertemuan kali ini.

__ADS_1


" Gue tidak bisa lama ko, dan ini map lo gue balikin" Ucap Mona segera menyodorkan map milik pria itu.


" Lo gak pesan makanan dulu?" Tanya pria itu menatap hangta Mona.


" Makasih." Sela Mona singkat.


"Gue minta maaf gara-garamap lo ketuker pekerjaan lo jadi berantakan.."Ucap pria itu berbasa-basi. Mona menatap lurus pria itu yang mulai akrab.


" Oh.Gue juga minta maaf ." BalaaMona dengan canggung.


" Gue Zeanu..!" Ucap pria itu memperkenalkan dirinya.


" Gue udah tau hee..he.."Ucap Mona tersenyum kecil.


"Oya ?memang kita udah kenalan ?" Tanya Zeanu dengan mengernyitkan kedua alis tebalnya.


"Sorry tadi gue tidak sengaja membuka map lo,dan gue lihat ada foto lo serta nama lo yang tercantum di balik foto lo itu." Jelas Mona dengan tersenyum tipis. 


" Wahh lo curang buka-buka maaf gue." Balas Zeanu tersenyum menggoda Mona.


"Sorry gue gak sengaja,penasran aja jadi gue buka gak apa-apa kan ?" Tanya Mona sembari tersenyum simpul.


Rasa canngung pun tiba-tiba lenyap.


 


"Oke lah tidak usah di bahas,terus nama lo siapa ?" Tanya Zeanu menatap lurus Mona.


" Gue Mona." Ucap Mona sembari tersenyum manis.


" Awalnya gue pikir lo cewek galak dan judes nyatanya lo tidak seperti itu." Ucap Zeanu menatap Lembut Mona yang masih menatap malu-malu.


"Haa haha..., itu karna lo belum kenal gue saja." Balas Mona dengan tertawa kecil.


"Yaa ya,lo benar." Ucap Zeanu seraya tersenyum lebar kearahnya.


************


 


MONA berjalan tergesa-gesa seraya sesekali mengamati lembaran kertas yang ada di tangannya. 


" Mona !!"Panggil seseorang dengan suara cukup keras,dan itu mengejutkan Mona yang sedang berjalan terburu-buru. Lalu ia pun menoleh kearah suara yang memanggilnya. itu.


" Manda." Pekiknya menatap heran Manda yang memanggilnya secara tiba-tiba,padahal setahu dia Manda paling anti untuk menyapa bahkan menegor duluan dirinya.


 


" Lo dari mana?" Tanya Mona dengan jutek.


" Gue habis ngambil laporan pengiriman barang ada apa ya ?" Tanya Mona membalas Manda dengan tatapan datar. 


" Hmmm Kemaren pas lo salah kasih laporan itu,map siapa yang lo kasih kegua ?Tanya Monda menatap tajam Mona.


" Map yang isinya hanya desain berserta selembaran cv." Ucap Manda terlihat menatap tidak suka ke arah Mona.


"Ohhh...,itu ya ?yang bikin lo marah-marah gak jelas sama gue ?" Balas Mona dengan tanpa ekspresi.


" Ya,karena lo memberi laporan yang tidak jelas juga,sudah tau gue nunggu laporan deadline lo. !! "Jawab Manda singkat dan menatap sebal Mona.


" Itu bukan punya gue,itu punya orang yang kebetulan Mapnya ketuker sama map punya gue ?" Sela Mona tak kalah jutek.


" Teman lo apa sodara lo?,apa jangan-jangan ?"Tanya Manda menggantung menatap penuh selidik ke arah Mona.


" Intinya gue gak kenal dengan pemilik map itu! gue ulang lagi,kalau lo belum paham.jadi itu mapnya gak sengaja ketuker sama map gue ngerti ?" Jelas Mona mulai jengkel dengan sikap Manda.


" Oya ??" Tanya Manda semakin menyebalkan.


" Memangnya kenapa see?kepo banget deh."Tanya Mona yang terpaksa menatap juga ke wajah Manda.


" Tadi gue meeting sama bos gue,dan ia merencanakan akan membuka cabang perusahaan baru,dan ada wancana untuk pembangunan cabang perusahaan baru itu mempergunakan desain seseorang,terus gue tadi sempat liat desainya yang di perlihatkan bos sama percis dengan map yang lo kasih sama gue beberapa hari yang lalu,gue pikir itu map lo." Jelas manda dengan masih menatap judes Mona.


" Kalau itu map gue itu artinya gue gak perlu lagi kerja jadi bawahan lo."Jawab Mona menatap datar Manda.


" Jangan suka bermimpi deh lo berada di atas gue." Ucap Manda ketus.


" Kenapa see lo penasaran banget dengan orang yang punya map itu ?lo pikir gue ada hubungan apa sama si pemilik map ?"Tanya Mona seraya membuang muka. 


" Santai aja kali gue cuman nanya doang lo gak usah banyak nanya juga kali karena itu bukan urusan lo.." Ucap Manda menjawab dengan sengit.


" Lo yang nanya lo juga yang galak!! dasar anehhh." Guman Mona semakin kesal dengan sikap Manda yang kurang baik kepadanya.


" Ingat lo cuman bawahan jadi lo gak usah banyak Tingkah."Ucap Manda mendecih. Lalu ia pun berjalan dengan angkuh.


Mona tidak membalas ia hanya tersenyum kecut seraya menatap sebal langkah Manda yang mulai menjauh. 


" Dari dulu lo gak pernah berubah."Guman Mona dengan terlihat menghela napas panjang sembari terus memandangi langkah Manda yang hilang di telan koridor ruangan.


Rupanya Mona dan Manda sudah kenal lama mereka merupakan saingan berat dimasa kuliahan dulu.


Sepertinya Manda masih belum bisa berdamai dengan Mona,entah kenapa penyebab dari perang dinginnya mereka sehingga mereka belum bisa berdamai hingga saat ini.


Dan takdirpun menyatukan mereka di satu perusahan yang menjadi impian mereka bisa bekerja di perusahan yang bonavit.Persaingan semakin panas saat mereka bersaing mengincar sebuah jabatan.


Namun sayang keberuntungan lebih berpihak kepada Manda.


Manda lebih beruntung dari Mona sehingga Manda dengan mudahnya mendapat jabatan yang paling tinggi dari posisinya Mona entah karena Manda lebih berpenampilan menarik di banding Mona.


Dan Manda pun menjadi Sekertaris sang Bos tampan Banny yang baru beberapa bulan ini menjabat sebagai direktur utama perusahan TIRTA Logistic.


Namun tidak sampe disitu persaingan Manda berlanjut ke persoalan perasaan diam-diam Manda menaruh harapan besar terhadap sang Bos tampan dan berharap ia bisa dilirik oleh sang bosnya itu.

__ADS_1


Dengan Alasan paras cantik Manda yakin jika suatu saat nanti sang bosnya itu akan meliriknya,maka tidak heran jika ia sering perawatan kecantikan serta berpenapilan lebih modis dari Mona agar dia lebih menarik di mata sang bosnya itu.


Berbalik dengan Manda,Mona terkesan lebih cuek untuk masalah perasaan,Ia benar-benar bekerja dengan totalitas.


Tidak ada terpikirkan untuk bisa menarik simpati sang Bos tampannya itu.


************


 


SUANA begitu hening hanya terdengar beberapa suara pantulan dari layar komputer yang masih sedang digunakan oleh beberapa staff yang kebagian lembur sore ini.


Selang beberapa menit kemudian Pak Banny selaku pimpinan plus pemilik perusaan TIRTA LOGISTIC melintas ke ruangan tempat Mona dan kedua sahabatnya bekerja.


Mona dan kedua sahabatnya masih fokus kepekerjaannya masing masing.


" Ssttt." Pekik Amel yang menyadari akan kedatangan sang Bos itu,lalu ia pun segera memberi isyarat ke arah Mona yang tengah asik melototi layar komputernya dengan serius,Mona mendongkak dan menjulurkan kepalanya melongo menatap Amel.


" Itu,itu!!" Bisik Amel sembari menujuk sesuatu dengan bibirnya yang maju lima centi,ia menunjuk ke arah Banny yang sedang berjalan melewatinya.


" Apaan see ?" Tanya Mona sembari memandang ke arah bibir Amel.Mona terlihat tidak paham dengan apa yang di isyaratkan Amel lalu dengan bersamaan Tamara dan Mona menoleh ke arah Pak Banny yang berjalan melintasi kubikelnya mereka.


 


Seorang lelaki yang cukup Mona kenal terlihat berbincang akrab berjalan beriringan dengan Bosnya itu sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu hal dengan serius.


" Gue sih cocok banget dengan Disain itu." Ucap Banny dengan penuh wibawa berjalan dengan gaya memasukan kedua tangannya di saku celananya. 


" Bersyukur banget gue jika lo menyukainya,gue sebenarnya see sudah gue udah berniat dari beberapa hari yang lalu untuk kasih lihat Disain itu,cuman ada beberapa hal yang harus gue urus jadi ke tunda terus ."Jelas lelaki itu yang taiada lain Zeanu berjalan di sampingnya Banny.


Banny dan Zeanu melintasi beberapa staf yang masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing.Mereka hendak menuju ruangan Direktur Utama tanpa mempedulikan Mona dan berserta kedua sahabatnya yang sedang memperhatikannya dengan ekspresi tak percaya.


Terutama Mona yang sangat terperangah memperhatikan Zeanu yang berada disamping sang Bosnya itu.


" Mel.Itu kan cowok yang kemaren malam ketemuan sama Mona?ya kan Mon ?" Tanya Tamara setengah berbisik kearah Mona dan Amel.


" Iyaa Mon, itu cowok yang kemaren malam kan ?" Sela lagi Amel kembali menambahkan dengan memastikan pertanyaanya Tamara.


" Tu kan gue bilang apa,tu cowok ngelamar kerja disini ?"Sela Tamara dengan penuh keyakinan.


 


" Masa see ?tapi kok kayanya mereka berdua terlihat akrab banget ya ?." Tanya lagi Amel sembari terus memperhatikan Banny dan Zeanu yang memasuki lift.


" Tasi pagi si manda ada nanyai masalah map yang gue salah kasih itu,Jadi ada kemungkinan dia penasaran sama cowok itu,dan dia kira gue temenan sama tuh cowok makanya dia penasaran banget nayain pemilik map itu,gue tau sekarang."Ucap Mona terlihat yakin atas praduganya.


" Massa see si Manda ada nanya sama lo ?dia kan paling sombong dan so tengsin git, hujan badai lagi kalau itu benar." Tambah lagi Amel yang tau persis akan karakter Manda sang sekertaris Bosnya itu.


 


" Kalau gak salah denger si Manda ada bilang kalau Bos kita itu mau buka cabang perusahaan baru,nah mungkin desain pembangunannya menggunakan desain punya tu cowok." Jelas Mona sembari menatap giliran ke wajah sahabatnya.


" Tu kan !logistik kita pake desain dia."Ceplos Tamara polos.


" Pembangunannya memakai arsitektur desainnya tu cowok Tamara.." Sela Mona sewot.


" Iikhhh lo jangan kumat dehh."Sela Amel melirik kesal Tamara yang asyik membenarkan Poni pendeknya.


" Oh ." Ucap Tamara membulatkan mulutnya dengan tanpa beban.


" Tapi Mon,cute juga tuhh si pria tanpa nama itu." Ucap Amel sembari menatap genit.


 


" Zeanu." Sela Mona dengan memutarkan bola matanya ke atas.


" Lo kenal ??" Tanya Tamara dan Amel serempak seraya menatap tak percaya ke arah Mona.


" Kenal lahh." Ucap Mona dengan bangga lalu menatap kembali layar komputernya.


" Emangnya lo sudah kenalan sama si pria tanpa nama itu? " Tanya lagi Amel antusias.


" Ciiie dapet nomor teleponya dong ?"Sela Tamara seraya tersenyum penuh arti ke arah Mona.


" Tapi cuman kenalan doank see." Sela Mona dengan polos,dan dengan kompak Amel dan Tamara pun hanya tepuk jidat.


GUBRAG pingsang lagi*


" Kemaren bilang lo mau minta nomor teleponnya, gimana see ? Mona-Mona." Guman Amel terdengar frustasi.


" Jadi kerja kalian kaya gini??."Tiba-tiba Manda sudah berdiri di sela-sela kubikelnya antara Mona dan Amel.


Dengan cepat Mona berserta kedua sahabatnya segera membenarkan posisi duduknya dengan wajah tanpa berdosa. 


" Gosip saja." Ucap Manda dengan angkuh Mona dan Tamara serta Amel terlihat saling menahan tawa ketika melihat Manda berlalu tanpa mereka hiraukan.


 


" Mon pulang nanti kita nongkrong dulu ya."Bisik Amel sambil menjulurkan kepalanya ke atas pembatas kubikelnya. 


" Ngapain ?" Tanya Mona tak kalah pelan.


" Cerita si pria tanpa nama ituu."


" Zeanu Mel." Sela mona mendelik.


" ok.ok!Ucap Amel terlihat cengengesan.


" Ajak gue juga ya." Tambah Tamara sembari lagi-lagi membenarkan Poni pendeknya.


"Siip.."Ucap Mona mengacungkan ibu jarinya ke atas, dan merekapun terlihat merapihkan meja tugasnya masing masing.

__ADS_1


 


# bersambung #


__ADS_2