
" MON !!" panggil seseorang cukup keras.
Mona yang tengah berjalan menoleh ke arah suara yang memanggil dirinya.
Di lihatnya Yola berlari kecil menghampirinya.
Mona tersenyum datar menyambut kedatangan teman lamanya tersebut.
" Hey Yol." balas Mona tersenyum.
" Elo baru pulang ? " tanya Yola tersenyum ramah.
" Iya." balas Mona mengangguk.
" Lo dari mana ?" tanya Mona menatap temannya dengan tak biasa.
" Tadi gue habis ada acara,pertemuan dengan beberapa dokter rumah sakit,dan kebetulan tempatnya tidak jauh dari kantor om gue jadi gue sekalian mampir sebentar." jelas Yola terlihat mengatur napasnya.
" Kebetulan,gue baru pulang nih, nebeng pulang yaa?" tanya Mona seraya tersenyum kecil.
" Aman lah." sahut Yola tesenyum ceria.
" Eh Mon,tadi om gue ada bilang sama gue jika di hari pertama lo kerja lo datang siang ya,apa itu bener ?" tanya Yola menatap tak enak hati.
Mona terdiam,raut wajahnya berubah.
" Gue minta maaf ya Yol,tadi pagi ada sedikit urusan penting jadi gue agak terlambat datang ke kantor om lo." ucap Mona terlihat bersikap lain.
" Om gue sih memakluminya Mon,tapi gue harap kejadian ini tidak terulang lagi ya,soalnya lo masih baru kerja di kantor om gue,sorry ya Mon." ucap Yola tersenyum tak enak hati.
" Oh,gak apa apa Yol,seharusnya gue yang minta maaf,di hari pertama gue gawe gue gak ontime.next gue akan berusaha untuk lebih di siplin lagi Yol,sory ya Yol,mungkin om lo berpikiran jika gue udah bersikap seenaknya,tapi percayalah gue emang lagi ada sedikit problem jadi tadi tuh gue kesiangan masuk kantor." ucap Mona dengan penuh rasa sesal.
" It's ok,gue maklumi kok,cuman gue kasih tau aja,Om gue tuh orangnya emang di siplin banget,dari pada nanti elo kenapa-napa,makanya gue kasih tau dari sekarang." ucap Yola sedikit menahan perasaanya,ia tak enak jika harus bersikap tegas kepada temannya tersebut.
" Ya gak papa sih Yol,kita emang di tuntut harus di siplin dan profesional dalam bekerja.Om lo benar kok." ucap Mona membenarkan dengan tersenyum.
" Hmm sorry ya Mon,gue jadi gak enak hati nih nyampein nya.Tapi kalau om gue nanya ini lagi,gue omongin baik-baik deh alasan elo kenapa kesiangan di hari pertama lo kerja." ucap Yola tersenyum.
" Gak papa Yol santai aja,Makasih banyak loh lo udah ngingetin gue,gue jadi gak enak." ucap Mona dengan wajah memerah.
Yola hanya mengangguk dengan tersenyum lembut.
" Ngomong-ngomong lo mau balik bareng gue kan ? Yuuk !! mobil gue parkir disana." ucap Yola seraya menunjuk ke arah mobil yang terpakir tak jauh dari tempat tersebut.
" Gak papa nih gue nebeng ?" tanya Mona semeringah.
" Ya elah kaya ama siapa aja sih ." ucap Yola berseloroh.
Mona tersenyum hangat.
Tak lama mereka pun berjalan beriringan menuju parkiran kendaraan tersebut.
" Mona !!"
panggil suara pria menahan langkah Mona maupun Yola mereka berdua menengok secara bersamaan ke arah suara pria tersebut.
Mona terkejut ketika melihat keberadaan Angkasa di tempat tersebut.Matanya membulat sempurna dan menatap dengan penuh tanya.
Mona berharap pria itu tidak akan mengajaknya pulang bersama.
Yola yang berdiri di sampingnya memperhatikan pria itu dengan seksama.
" Mas Angkasa,kok ada disini ??" tanya Yola dengan cepat.
melihat yola mengenali Angkasa Mona semakin menatap heran,kedua alisnya terlihat mengkerut,kenapa Yola dan Angkasa saling mengenal ??
batinnya menatap heran keduanya.
" Elo kenal dia ? " tanya Mona dengan sedikit ragu menatap keduanya secara gantian.
Yola menoleh lalu mengangguk pelan,begitupun Angkasa ia turut mengangguk dengan tersenyum-senyum.
" Dia adik sepupu ku Mon." decak Angkasa pelan.
" Apa ???" pekik Mona terkejut.
Sejak kapan teman kuliahnya ini memiliki kakak sepupu seganteng ini ??? Mona membatin.
Selama ini dirinya hanya mengenal Yola sebatas teman biasa saja tidak se akrab amelia dan Tamara,dari itu ia tidak percaya jika Angkasa adalah kakak sepupu nya yola.
Mona sibuk dengan suara hatinya.
Mona melongo menatap tak percaya ke arah kedua orang tersebut,sepertinya dunia ini begitu sempit baginya.
Sekenario macam apa ini ? ternyata Yola memiliki hubungan erat dengan Angkasa,pria yang kini tengah gencar mendekatinya.
" Terus ?? " tanya Mona masih terlihat tak percaya.
__ADS_1
" Teruss gue sama mas Angkasa ya sodraan lah Mon,nahh om gue itu adalah papahnya Mas Angkasa,bos lo sekarang ini." ucap Yola menjelaskan.
Mona semakin ternganga-nganga di buatknya,ia sedikitpun tidak mengira jika dirinya kini bekerja di kantor perusahaan orang tuanya Angkasa.
" Jadi ???" ucap Mona terbata,rasa kagetnya belum sirna.
" Jadi kamu bekerja di perusahaan papahku ??" tanya Angkasa menyela dengan semeringah.
Mona menutup mulutnya dengan salah satu tangannya dengan perasaan shok,hampir ia tidak bisa berkata-kata lagi.
Yola semakin menyeringai bahagia dengan ekspresi penuh.
" Oh my God !! Kok bisa sih ?? " pekik Mona menggeleng-geleng,namun sejurus kemudian menatap penuh rasa curiga ke arah Angkasa.
Melihat reaksi Mona menatapnya tak biasa Angkasa segera membela diri,ia paham jika Mona sedang berpikir buruk tentangnya.
" Plis,Kamu jangan berpikir buruk tentangku,aku tidak tau jika Yola mengenalimu dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata kamu bekerja di kantor papahku.Aku benar-benar tidak tahu menahu soal ini." ungkap Angkasa terlihat menjelaskan secara detail.
" erusahaan orang tuaku ya memang lagi membutuhkan orang untuk bekerja di kantornya,ternyata kamu Mon." ucap Angkasa segera menjelaskan agar Mona tidak salah paham dengannya.
Yola yang sedari tadi memperhatikan mereka ikut terperangah, ternyata Mona cukup mengenali sosok kakak sepupunya tersebut.
" Yola itu teman aku kuliah dulu kas." ucap Mona seraya menoleh ke arah Yola yang masih terheran-heran.
" Oya ??" balas Angkasa ikut tak percaya.
" Mas Angkasa memangnya udah kenal lama sama Mona ? " tanya Yola menimpali dengan kerutan cantik di kulit dahinya.
Angkasa menatap dengan penuh arti ke arah Mona.
" Hmmm,,"
Angkasa terlihat hendak berkata sesuatu namun dengan cepat Mona membulatkan matanya sekaligus memberi sebuah isyarat,ia berharap jika Angkasa tidak memberi tahu akan keadaan dirinya.
" Hmm,dulu mas pernah bekerja sama dengannya Yol ?? " ucap Angkasa tersenyum dengan penuh arti ke arah Mona.
" Oya ??,serius ? " tanya Yola histeris.
" Tepatnya di perusahaan tempat dulu gue bekerja,yaa gitu Yol." sela Mona memotong cepat pembicaraan Angkasa,ia tidak ingin jika Yola mengetahui status dirinya.
Mona menatap kembali Angkasa dengan penuh isyarat,Angkasa terlihat heran atas sikapnya,namun ia mencoba menuruti permintaan gadis tersebut.
" Yakin ???" tanya Yola menggodanya.
Mona semakin menahan napas,Yola justru menyorotinya dengan bersikap lain.
" Yakin banget." jawab Mona singkat.
" Plis deh Yol,elo jangan menuduh gue yang enggak-enggak." ujar Mona sedikit gusar.
" Dan kebetulannya lagi neneknya Mona berteman baik dengan nenek kita." sela Angkasa.
Yola semakin mengernyit lalu menatap penuh selidik.
" Masa sih ?? tapi..." sela Yola tak lantas,ia seperti mencoba mengingat sesuatu di keplanya.Mona mengernyit penasaran atas sikap temannya tersebut.
" Perasaan dulu elo gak pernah cerita kalau nenek elo berteman baik sama nenek gue ?" tanya Yola berseloroh.
" Ya karena kita tidak pernah mengetahui hal itu,udah gitu elo pun gak pernah berjumpa dengan nenek gue." ucap Mona beralasan.
" Iya juga ya." Yola menimpali dengan menangguk-angguk.
" Lagian gue juga mana tahu jika nenek kita berteman baik,dulu kita temenan juga gak terlalu akrab kan yol,elo hanya sebatas sehay sehey doang sama gue,udah gitu elo pernah selek ama gue gara-gara masalah cowok,jadinya elo rada-rada aneh juga ama gue. ujar Mona dengan sikap polosnya.
Yola tertawa lebar mendengar cerita masa lalunya di bahas,ingatannya pun berhasil mampu mengenang kembali masa-masa kuliah dulu di ibu kota.
Angkasa tersenyum-senyum melihat sikap kedua perempuan tersebut.
" Wahahaa haa haa,,kita pernah selek yaa gara-gara cowok,sialan emang !!" guman Yola dengan tertawa-tawa sekaligus menahan rasa malu,cerita masa lalunya di bahas tuntas oleh Mona.
" Aku rasa ini bukan sebuah kebetulan,karena hidup ini bukan hanya sekedar kebetulan saja,melainkan sudah di atur oleh sang pemilik takdir,Tuhan sudah atur sedemikian rupanya untuk perjalanan kehidupan kita." ucap Angkasa menimpali,memandang penuh rasa ke arah Mona.
Mona tertunduk,tak mampu membalas tatapan pria tampan tersebut.
Yola terlihat mesem-mesem seraya tersenyum-senyum penuh arti melihat sikap keduanya.
" Eheem !!"
Yola berdehem cukup keras lalu melirik Mona dengan penuh arti.
Keduanya terlihat salah tingkah.
" Eh mas by the way,ngomongin nenek nenek kita,bukannya dulu mas Angkasa pernah cerita,bahwa mas mau di jodohin sama cucuknya teman nenek, jangan-jangan elo Mon cucu yang di maksud nenek gue,Mas Angkasa juga pernah bilang sama yola, jika mas Angkasa akan di jodohkan dengan cewek kota pilihan nya nenek.Nahh jagan-jangan cewek yang di maksud mas Angkasa beneran Mon." ujar Yola menebak-nebak dengan sikap so tahunya.
Raut wajah Mona sontak memerah menatap tak tenang ke arah Angkasa.Namun Angkasa justru terlihat bersikap sebaliknya,ia hanya terlihat santai dalam menyikapinya.
" Kurang lebih seperti itu." ucap Angkasa tersenyum penuh arti ia tidak menepis tuduhan adik sepupunya tersebut.
__ADS_1
Mona mendelik ke arah Angkasa dengan rona malu.
" Plis kas ,!" Desis Mona terlihat gusar.
Mulut Yola menganga tak percaya,ini baginya benar-benar hal yang paling sulit di percaya.
" Seriuss,,??? Waaa ini benar-benarmengejutkan sekali.Tapi....," ucap Yola menggantung di tengah-tengah keterkejutannya dan sejurus kemudian ia terlihat memicingkan kedua matanya lalu menatap penuh tanya ke arah keduanya.
" Tapi kenapa ? " tanya Angkasa heran atas reaksi adik sepupunya tersebut.
" Tapi kenapa kalian gak menikah saja sih,bukannya kalian sudah di jodohkan? So mau nunggu apa lagi ?? Dan lo Mona,nantinya akan jadi kakak sepupu gue dong hee hèe." celoteh Yola seraya terkekeh.
Mona menarik napas panjang,entah kenapa ia menjadi salah tingkah dan sedikit gugup mendengar celotehannya Yola,Rona wajahnya pun memias menatap tak berdaya ke arah Angkasa.
" Tunggu waktunya saja." ucap Angkasa seraya menoleh ke arah Mona dengan pasti.
Mona semakin membulatkan matanya,jawaban pria itu menjadi sebuah pernyataan yang cukup meresahkan hatinya.
Mona terlihat menatap tak enak hati,lelucon apa ini ?? mampu mengantarkan dirinya ke perasaan yang lain,dia tau jika Angkasa tidak sedang berkata lelucon kepadanya,ia paham kemana arah dan tujuann perkataan pria tersebut.
" Gue Aamiin yahh !" sambung Yola dengan terlihat tersenyum penuh arti,berharap apa yang di katakan kakak sepupunya itu akan menjadi sebuah kenyataan.
-------------
Perlahan Yola mengemudikan kendaraan roda empatnya dengan sangat hati-hati, Mona duduk di sampingnya dengan berusaha untuk tenang,ada banyak pikiran yang kini sedang meronrong di dalam kepalanya,terlebih mengenai Angkasa yang masih memiliki hubungan dekat dengan Yola teman lamanya tersebut.
Sebelum ia memutuskan pulang bersama Yola,sepuluh menit yang lalu Angkasa memintanya untuk pulang bersaman,akan tetapi ia menolak dan memilih pulang bersama Yola,ia sengaja melakukan hal itu guna menghindari hubungan intensiv dengan Angkasa.
Bukan tanpa alasan ia menolak ajakan tersebut,justru ia berusaha untuk memberi jarak agar pria itu tidak terlalu berharap banyak kepada dirinya,dia sadar kondisi saat ini mampu mengundang laki-laki lain untuk peduli kepadanya.
Mona terdiam dengan berbagai pikiran di kepalanya,ia berharap Yola tidak banyak bertanya mengenai masalah pribadinya.
" Mon,jadi elo udah kenal lama ya sama mas Angkasa ?." tanya Yola mengawali pembicaraanya sekaligus membuyarkan semua lamunan panjangnya.
Mona menoleh Yola yang mengemudi di sampingnya.
" Kurang lebih lah." jawab Mona singkat.
Yola terlihat tersenyum-senyum penuh arti,antara belum mempercayai dan mencurigai dirinya memang beda tipis.
" Kok bisa ya kalian saling kenal ?gue benar-benar gak nyangka banget loh jika kalian itu udah kenal lama,udah gitu kalian mau di jodohkan lagi,benar-benar ini sebuah kebetulan." ujar Yola menatap lurus ke arah jalan.
" Alur cerita hidup ini tak ada yang tau Yol." balas Mona tersenyum.
Yola mengangguk-ngangguk dengan tersenyum penuh misteri.
" Eh By the way,elo sudah maried belum sih ?? " tanya Yola nyeplos begitu saja.
Deg.
Pertanyaan yang begitu horor.
Mona tertegun mendengar pertanyaan temanya tersebut,Mona belum sempat menjawab Yola sudah kembali berbicara.
" Alhamdulillah gue udah maried Mon,dan gue udah di kasih putry kecil yang begitu lucu." ujarnya lagi dengan tersenyum bahagia.
Mona menoleh dengan perasan serbasalah,baginya pernyataan sekaligus pengakuan temannya itu yang sudah menikah serta di karuniai seorang anak membuatnya kembali terluka hatinya,tentu saja hal itu mampu mengingatkan akan kondisi pernikahaanya saat ini,sudah di pastikan pertanyaan itu akan selalu muncul di setiap obrolan.
Mona meredup menelan kuat ludahnya,sejauh ini Mona berusaha menutupi status pernikahan dirinya.
Melihat Mona hanya memilih diam Yola terlihat menoleh namun sejurus kemudian ia kembali fokus ke laju kemudinya.
" Kok lo malah diem sih ?? Jangan bilang lo masih betah menjomblo,plis deh Mon,ini udah tahun berapa ?jangan bilang elo masih betahh sendirian." ucap Yola sedikit bercanda.
Mona tersenyum pahit, rasanya ia tidak perlu menjelaskan apapun tentang pernikahannya terhadap temannya tersebut.
" Kalau enggak elo terima aja sih perjodohan ini,so lo gak mesti canggung-cangung lagi ama calon suami lo tar,secara elo udah kenal deket kan sama mas Angkasa." celoteh Yola nyerocos.
" lagian mas Angkasa orangnya baik loh,mandiri lagi,masih muda aja ia sudah memiliki tiga perusahaan.Keren kan." puji Yola dengan bangga ia mempromosikan kakak sepupunya tersebut.
Mona tersenyum enteng.
" Gue tidak segila itu melihat matery seorang pria Yol." balasnya pelan.
" Ya ya,ya.Gue ngerti tapi kan sejauh ini realita kehidupan gak bisa tanpa materi,pilihan hanya dua kalau gak kurang duit yaa kurang kasih sayang." ucap Yola dengan gelak tawa.
Mona terdiam kembali entah kenapa ingatannya di ingatkan kembali kepada sosok Banny yang nyaris tak ada kekurangan satu pun di matanya,baginya sosok pria itu begitu sempurna dimatanya tapi hanya karena seorang Arnetta rumah tangganya kini di ambang perceraian.
" Mon,lo baik-baik aja kan ?" tanya Yola mulai resah atas sikap diamnya Mona.
" Tentu !! " balas Mona dengan cepat ia berusaha menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya.
" Tunggu apa lagi Mon,kesempatan itu gak datang dua kali,tapi elo merasa nyaman gak sih deket sama mas Angkasa.Secara mas Angkasa itu sosok laki-laki yang humble romatis and pleksibel gitu." puji Yola semakin antusias.
Mona menoleh temannya tersebut,diam-diam ia membenarkan ucapan temannya tersebut jika sosok Angkasa memang sedikit membuatnya nyaman,namun saat ini ia tak mungkin begitu saja membuka peluang untuk pria lain di hatinya selain Banny.
" Yaa akan gue pertimbangkan." balas Mona dengan enggan menyikapinya.
__ADS_1
" Jangan kebanyakan nimbang-nimbang ribet nanti nya." ujar Yola dengan santai.
Mona hanya terdiam enggan untuk menimpali ucapan temannya tersebut,baginya membina kembali hubungan yang baru tidak semudah membalikan telapak tangannya,ia butuh proses untuk menata kembali hatinya yang masih hancur berantakan.