CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH Episode 207


__ADS_3

BANNY pergi meninggalkan koridor ruangan sang Ayah,menyalakan mesin mobil dengan kasar lalu ia lajukan dengan kecepatan tinggi,di dalam hatinya terus ia merutuki dua kebodohannya yang telah ia lakukan terhadap Mona dan Arnetta.


Begitu bodohnya ia membiarkan Mona pergi darinya hanya dengan masalah sepel dan kebodohan kedua ia telah mempercayai sepenuhnya akan segala ucapannya Arnetta yang telah menjerumuskannya untuk percaya segala hasutannya terhadap Mona.Makian terus terucap dari hatinya untuk dirinya,mana mungkin bisa ia melepaskan sosok seorang perempuan seperti Mona yang begitu di sanjungi oleh Ayahnya,dan Mona adalah perempuan yang terbaik pilihan ayahnya untuk dirinya,sang Ayah tau mana yang terbaik untuk dirinya,betapapun tidak sang Ayah telah mempercayakan sepenuhnya atas hidupnya kepada perempuan berhati baik seperti Mona.


Yaa selama bersama nya sosok perempuan itu tidak pernah menuntutnya sedikipun.


"Maafkan aku Mona,aku hanya bisa membuat kamu terluka selama bersamaku." desisnya berguman dengan perasaan semerawut menyebut wanita terkasihnya dengan perasaan sesal.


Banny menatap sepi laju kendaraanya.


Pikiran akan Arnetta yang telah mejebaknya tiba-tiba kembali memenuhi otaknya,ingatannya merangkai setiap kalimat yang di ucapkan Arnetta terhadap Mona,Logikanya terus menyusun semua kemungkinan,seseorang yang mengatas nama kan Aras mengirim foto-foto tersebut adalah hanya rekayasa belaka,jika benar Aras itu yang mengirimnya,lantas darimana Aras tau akan nomor WA baru dirinya,sedangkan dirinya nyaris bertahun-tahun tidak memiliki koneksi apapun denganya,begitupun Aras tidak menahui tentang dirinya.Lantas siapa di balik semua ini ???


Banny menggeleng,ini benar-benar rumit,lalu dengan bersamaan Arnetta memperlihatkan foto-foto yang dikirim oleh Aras,ia berdalih ia melihat foto-foto tersebut beredar luas di akun media sosial seseorang.


Seseorang siapa yang dia maksud ???


lagi-lagi Arnetta tidak menyebutkannya dengan jelas dan Banny pun hanya percaya begitu saja hingga Arnetta berhasil membuat nya cemburu buta bahkan lebih dari itu.


Banny kian meradang hal itu membuatnya terus menerus berpikir bahwa ini semua adalah memang jebakan untuk dirinya.


Fiks apa yang di katakan salah satu sahabata Mona benar,jika ada seseorang yang tengah merusak hubungannya dengan Mona,agar dirinya terkesan berpisah hanya karena sang istri berselingkuh.


Tapi......


Jebakan siapa ? Benarkah Arnetta ?? Banny kembali meragu.


Isi kepala pria itu kian di penuhi berbagai pertanyaan yang tak tersedia akan jawabnnya.Misteri tepatnya.


Benarkah apa yang Ayahnya bilang itu benar adanya jika di balik semua ini Arnetta lah pelakunya ???


Banny menarik napas panjang,ia harus bertemu dengan sekertarisnya tersebut lalu mempertanyakan hal ini.


Banny memacu kendaraanya dengan cepat ia berusaha untuk segera menemui sekertarisnya tersebut,di lihatnya jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya yang kekar,waktu menunjukan masih jam tiga sore itu artinya Sekertarisnya itu masih berada di kantornya dan sedang menunggunya kembali.


Tak berapa lama,sesampainya di kantor Banny segera berjalan menuju ruangannya,wajahnya terlihat berat hingga beberapa orang yang bertemu dengannya tak berani untuk berbicara,sekedar menyapapun mereka terlihat segan,dan para stafnya pun memilih hanya menganggukan kepalanya dengan penuh hormat.


Banny mendekati ruangan sekertarisnya tersebut,namun ketika ia hendak masuk langkahnya tertahan telinganya mendengar sekilas pembicaraan sekertaris dengan seseorang di ujung telepon.


Banny mengurungkan niatnya untuk segera masuk ruangan sekertarisnya tersebut,lalu perlahan ia memilih mengintip di balik pintu ruangan yang secara kebetulan tidak tertutup rapat,Banny memperhatikan sekaligus memperdengarkan pembicaraanya sekertarisnya tersebut.


" Kamu tidak tau dimana perempuan itu berada sekarang ?? Seharusnya kamu pantau terus dia." ujar Arnetta samar-samar,nada suaranya terdengar kesal.


Dahi pria berwajah tampan itu berkerut mempertanyakan perempuan yang di maksud oleh Arnetta,namun Banny berusaha terus memantaunya.


" Baiklah,kamu sudah bekerja dengan bagus,nanti aku akan transfer uangnya,namun ada satu pekerjaan lagi buat kamu." ujar Arnetta terlihat begitu serius,matanya terlihat mengawasi keadaan,ia terlihat khawatir jika ada yang menguping pembicaraanya,pikirnya bosnya sedang tidak ada di tempat leluasa baginya untuk berbicara dengan seseorang di ujung telpon.


" Kamu harus pastikan jika perempuan itu tersingkir dengan pasti,aku ingin dia pergi dari kota ini dan berharap dia tidak muncul lagi,apapun itu caranya." ujarnya terdengar sadis.


Lagi-lagi Banny di buatnya semakin penasaran,sebenarnya perempuan mana yang tengah di bahas oleh Arnetta,ia berusaha sabar untuk mengetahuinya.


" Ok,deal.Kita ketemu di taman pusat kota,aku akan mengirimkan beberapa orang untuk menemani aksimu,dan pastikan jika rencana ini tidak di ketahui orang lain." ucap Arnetta terdengar lebih serius seraya memelankan suaranya supaya tidak terdengar jelas keluar ruangan.


Banny semakin tak sabar ingin segera tahu rencana apa yang akan di lakukan Arnetta terhadap sosok perempuan yang tidak di sebut namanya.


Kembali Banny di buatnya pusing sekaligus resah,prasangkanya terus mengukir berbagai pertanyaan di benaknya.


Mungkinkah perempuan yang sedang di bahas Arnetta itu adalah Mona ??


Atau Arnetta hanya kebetulan saja sedang merencanakan seseuatu untuk orang lain ? Banny kian bingung.


Tapi jika itu benar Mona,kenapa Arnetta begitu tega melakukan hal itu hingga mau menyingkirkan Mona,kesalahan apa yang telah Mona perbuat hingga Arnetta berbuat setega itu.


Tapi sayang Banny tidak bisa bertindak gegabah dalam hal ini, menuduh Arnetta tanpa bukti,jika ia menuduhnya tanpa bukti maka dia yang akan menanggungnya.


Arnetta menutup sambungan telponya dan mengakhiri pembicaraanya,dengan tersenyum penuh kemenangan gadis cantik itu berguman, selangkah lagi ia pasti akan menyingkirkan seseorang yang di anggapnya saingan berat baginya.

__ADS_1


" Heuh !! tunggu saja Mona,kau akan tersingkirkan secara perlahan,pelan tapi pasti aku akan memilikimu mas." guman Arnetta dengan tersenyum licik.


Sontak Banny yang tengah memperhatikannya sangat terkejut,meski gumanan sekertarisnya itu terdengar pelan namun begitu jelas di telinganya,Arnetta melempar sebuah foto ke atas meja dengan sikap sedikit angkuh ia yakin semua rencananya akan berjalan mulus.


Ia telah berhasil membuat Mona terjebak dengan semua rencananya,mencari tahu segala informasi kesehariannya Mona,hingga kesempatan itu tiba pesta ulang tahun salah satu staf yang paling dekat dengan Mona disitulah Momen dimana Mona tersenggol seseorang yang telah di suruhnya hingga jatuh kepelukannya seorang pria,disitulah seorang paparazi yang telah ia bayar mengambil Moment tersebut sehingga kejadian itu terlihat begitu alami.


Arnetta tersenyum bahagia impiannya untuk merebut Banny dari Mona akan menjelma,tentu saja ia tidak terima jika sosok Mona begitu mudah mendapatkan seorang Banny hanya dengan sebuah perjodohan.Ini bukanlah sebuah kebetulan melainnkan Terencana,sosok Wiguna lebih memilih perempuan biasa menjadi istri dari Banny ketimbang dirinya yang seorang lebih dari segalanya.


Arnetta tersenyum sinis,menatap dengan jumawa.Sebentar lagi Mona akan ia singkirkan dan ia mampu bersanding dengan Banny tanpa ada alasan lagi.


Banny menatap tak percaya dengan atas apa yang di lihat dan di dengarnya,kebenaran itu terungkap begitu saja tanpa harus di mencari tahu akan sebenarnya.Wanita yang selama ini di anggapnya lugu ternyata berhati licik serta sadis.


Amarahnya tiba-tiba mendidih setelah tau sifat aslinya perempuan cantik sekaligus sekertarisnya tersebut.Selama ini ia telah menjadi duri di dalam daging.


Sontak saja han hal itu membuatnya naik pitam,wajahnya seketika memerah dengan napas yang menderu-deru.


" ARNETTA !!!" Serunya dengan suara tak biasa.


" Jadi semua ini adalah rencana busuk kamu !!" Banny menerobos masuk dengan kasar.Lalu ia menatap nyalang ke arah Sekertarisnya tersebut.


Arnetta terhenyak setelah kedatangan Banny yang secara tiba-tiba.


Sontak wanita cantik itu terlihat tak berkutik dengan sikapnya terlihat panik.


" Apa yang akan kau lakukan terhadap Mona ??" tanya lantang.


Arnetta terlihat gugup,seketika wajahnya terlihat pucat pasi.


" Mas sudah dengar semuanya,jadi selama ini yang mejebak Mona adalah kau!!" gertak Banny dengan amarah tinggi.


" Mas,mas,aku bisa jelaskan semua." ujar Arnetta terbata,raut wajahnya terlihat gugup dan panik.Ada perasaan ketakutan yang terpancar kuat dari sisi wajahnya.


Arnetta mendekati Banny.


" Mas tidak butuh semua penjelasanmu,kenapa kau lakukan semua ini kepada Mona?? Kenapa ??" bentaknya dengan menatap penuh wajah sekertarisnya itu.


" Jelaskan !!" ujar Banny murka.


Matanya menyalang hebat,amarahnya kian tak terbantahkan lagi,ini benar-benar sudah keterlaluan baginya.


" Mas,mas Banny salah paham." sanggah kembali Arnetta memelas.


" Salah paham bagaimana,sudah jelas kau menyebut nama Mona,bahkan kau barusan telah menelpon seseorang untuk mencari informasi tentang Mona,kau akan apa kan dia,Mas tidak menyangka kamu akan sebiadab ini." ujar Banny benar-benar gusar.


" Hentikan mas,aku tidak sebiadab itu !!mas tidak tahu permasalahan yang sebenarnya." balas Mona dengan menggertak balik atasannya tersebut,rupanya gadis cantik itu tidak terima jika Banny mengumpatnya dengan kasar.


" Ini lah yang sebenarnya terjadi,kau lah di balik semua kericuhan ini,kau yang membuat aku berpisah dengan Mona,kau yang menghasutku untul menceraikan Mona,kau.Kau memicu semua ini.Kenapa kau lakukan ini Arnetta ???" Hardik Banny dengan nada tinggi.


" Karena aku mencintaimu mas. !!" balas Arnetta cukup histeris.


Banny menggeleng dengan seluruh amarah yang menguasainya,alasan yang cukup klasik.


" Cinta ?? Cinta itu tak bisa lagi kau miliki.Dan sampai kapanpun tak akan kau miliki." rutuk Banny dengan amarah kian memuncak.


" Dari itu aku akan menyingkirkan Mona dari kehidupanmu mas,jujur saja aku tidak terima jika Mona harus hidup bahagia bersama mu mas,karena jauh sebelum Mona hadir akulah yang pertama mencintaimu mas,tapi mas gak peduli akan hal itu.Seharusnya mau tau jika aku mencintai mas lebih dari yang Mona beri." balas Arnetta dengan wajah memerah menahan tangis yang nyaris pecah.


" Cukup Arnetta ! Cukup,kesempatan mu untuk memiliki perasaan itu sudah berakhir,sudah berapa kali mas katakan jika mas tidak lagi menyayangimu sebagai kekasih melainkan seorang kakak terhadap adiknya." Ujar Banny.


" Itu tidak adil !! " pekik Arnetta menggeleng.


" Mas tidak peduli terhadap perasaanku yang selama ini aku tahan dalam diamku mas,mas tidak peduli dengan perasaanku yang selama ini aku simpan hanya untuk mas seorang." kembali Arnetta berkilah,mencoba memenangkan hati pria berparas tampan tersebut.


" Sudah mas katakan jika Mas menyayangimu sebatas adik mas sendiri dan itu tidak lebih,berapa kali lagi harus mas katakan kepadamu Arnetta,semua perasaan itu telah usai." ujar Banny menegaskan.


" Kasih aku kesempatan mas untuk...." sela Arnetta tak lantas.

__ADS_1


" Hentikan Arnetta,Mas kecewa bahkan lebih dari itu,atas apa yang kau lakukan terhadap Mona,kau tidak berpikir jika kau telah merusak hubungan mas dengan Mona.Bahkan sekarang mas harus kehilangan Mona." Banny semakin gusar.


Arnetta tersenyum perih dalam tangisannya.


" Kurasa ini adil,Mona harus merasakan apa yang aku rasakan Mas." ucap Arnetta.


Banny menggeleng menatap frutasi.


" Kamu benar-benar sudah gila !!" Hardiknya kesal.


" Aku lakukan semua ini tentunya beralasan mas !" kembali Arnetta membela dirinya.


" Kamu tidak punya hati Arnetta,perasaan kamu telah membutakan hati nuranimu." sela Banny benar-benar marah.


" Yaa aku telah gila,hatiku telah buta mas,semua telah di butakan atas perasaanku kepadamu mas." ucap gadis cantik itu terlihat histeris,kedua matanya terlihat berlinang oleh air mata.


Banny menggeleng,dirinya tak menyangka jika gadis yang pernah dulu ia taksir masih memendam perasaan yang begitu besar kepada dirinya.


" Cintaku hanya untuk Mona." desis Banny cukup dalam.


" Percuma mas,mas telah menalak dia." bantah Arnetta berguman.


" Ini semua gara-gara kamu,mas menyesal telah mengenalmu!" gertak Banny menatap tajam,Arnetta terpana mendengar ucapan pria tersebut,raut wajahnya berubah.


" Kalau bukan karena kau yang merusak hubunganku dengan Mona,tidak mungkin mas menalaknya,karena mas sangat mencintai Mona." ungkap Banny.


Tegas dan lantang suaranya menggema,menusuk dalam dan mencabik-cabik hati gadis cantik tersebut.


" Perlu kau ingat,mas sama sekali tidak mencintaimu waktu dulu Arnetta !!" ujar kembali Banny menegaskan.


" Hah "


Gadis cantik itu terperangah,ia terlihat berdecak sakit,tersenyum perih,sekuat hati menahan luka yang mengitu menyayat hatinya.Ucapan itu bak mata pisau yang menghujam ulu hatinya.


Arnetta terdiam menutup mulutnya.


" Jujur saja,dulu mas hanya merasakan cinta sesaaat saja,selebihnya mas tidak memiliki perasaan apapun terhadapmu Arnetta." ungkapnya lagi kian meruncingkan ucapanya.


Pengakuan yang lagi-lagi semakin meremukan hati gadis cantik itu,raut wajah Arnetta terlihat menahan sakit yang semakin dalam bibirnya bergetar hebat menahan rasa yang terlahir kuat dari hatinya.


Arnetta mengusap air matanya yang membanjir, pernyataan Banny jelas telah menyadarkan dirinya dari mimpi yang tak bertepi,ia korbankan selama ini perasaanya demi seorang Banny hingga ia lulus serjana dan berharap setelah lulus Banny akan kembali mendatanginya,mengubur semua keinginanya untuk mencari penggantinya hanya untuk menunggu sosok seorang Banny,tapi kenyataanya Banny justru menikah dengan gadis pilihan Ayahnya.


" Jadi mas,dulu perasaan mas hanya sesaat saja??" tanya Arnetta dengan suara serak tidak percaya.


" Ya "


Jawab Banny singkat.


Pengakuan yang lagi-lagi meremukan hati gadis cantik tersebut,Arnetta menyeka air matanya yang luruh di pipi merahnya,hatinya terasa remuk hancur mendengar pernyataan pria yang selama ini namanya selalu bernaung di palung hatinya yang dalam.


Pengakuan yang begitu sempurna mengiris sembilu.


Yaa Tuhan begitu bodohnya selama ini dirinya telah berharap banyak dari sosok Banny tapi nyatanya cintanya hanya sesaat untuk dirinya.Batin Arnetta menatap nanar ke arah Banny.


Rasa marah mulai mengkikis habis rasa yang selama ini ia pendam.


" Jadi cinta mas itu hanya sesaat." ulang kembali Arnetta dengan tulang terasa lunglai.


" Mas mencintai Mona,sebesar apapun kesalahan yang mas perbuat kepadanya, mas akan perjuangkan kembali." balas Banny tegas.


" Heh!" Arnetta tertawa miris.


" Tapi mas telah menalaknya dan itu artinya Mona tidak akan bisa kembali dengan begitu saja,karena mas pun telah mengusirnya,ada luka yang tak bisa ia sembuhkan begitu saja dari sikap mas itu." ujar Arnetta menatap penuh rasa benci.


Entah kenapa perasaan tuh perlahan terkikis hingga kini hanya ada perasaan dendam yang tersisa dan itu tak bisa ia sembunyikan lagi.

__ADS_1


" Mas akan kembali memperjuangkan nya." balas Banny dengan menatap penuh ancaman,jika dirinya bersumpah akan kembali membawa Mona kepelukannya.


Arnetta membuang jauh pandangannya dengan perasaanya yang begitu tersakiti.


__ADS_2