CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 61.


__ADS_3

fitting busana.


SETELAH selesai pertemuan dengan Zeanu Banny meminta Mona untuk ikut ke butik langganannya itu, ia berniat ingin memesan busananya untuk acara lamarannya nanti.


Mona tidak banyak bicara ia pun mengikuti perintah sang bosnya itu,di selang waktu yang tak banyak ia pun dengan cekatan merubah beberapa schedule yang akan di lakukannya hari ini hingga besok pagi,meski Banny tidak memerintahkannya namun dengan sigap ia merubah shedule yang akan di lakukan sang Bosnya itu.


" Untuk peninjoan lokasi cabang perusahan yang baru itu kamu cansel saja dan masukan ke jadwalkan besok,dan nanti untuk jam tiga sore kita akan ada pertemuan dengan wakil perusahan Property." Ucap Banny seraya berjalan di hadapan Mona.


" Note !Akan saya atur ulang waktunya pak ." Balas Mona seraya mencacat sesuatu di buku kecilnya dengan berjalan mengikuti langkah Banny.


" Untuk acara lamaran kita nanti apakah ada tambahan acara ?" Tanya Banny mengalihkan topik pembicaraan.


" Acara lamaran ?" Tanya Mona dengan ragu.


" Iya lamaran ?Kita sekarang lagi membicarakan hal itu Mona." Ucap Banny dengan penuh penekanan.


" Hmm...,Itu belum ada terpikirkan oleh saya pak ." Jawab Mona singkat.


" Heuuhh...,Cuman sandiwara saja harus ada perencanaan." Guman Banny pelan namun cukup terdengar oleh pendengaran Mona.


" Yang pasti keluarga besar saya tidak saya turut sertakan." Balas Mona tak kalah singkat.


" Apa ???" Tanya Banny menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Mona yang masih berjalan.


" Kenapa ?" Tanya Banny dengan heran.


" Untuk apa? Kan ini hanya sandiwara saja." Balas Mona dengan ketus.Entah kenapa kali ini ia merasa cukup punya keberanian untuk membalas ucapan sang bosnya itu.


" Mona !!" Panggil Banny seraya menyambar tangan Mona yang masih berjalan,Mona menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sang Bosnya.


"........." Mona terhenti lalu dengan spontan mengahadap ke arah Banny yang menatapnya dengan kaku.


" Kalau dari pihak kamu tidak ada keluarga yang turut serta apa kata papah saya nanti,dan pastinya orang-orang yang ikut hadir di acara lamaran nanti akan beranggapan lain dengan acara kita nanti bisa jadi mereka yang hadir menganggap semua ini hanya permainan." Jelas Banny menatap galak ke arah Mona.


Mona membuang wajahnya ia merasa sudah kebal jika Banny selalu bersikap tegas kepada dirinya.


" Terus ??" Tanya Mona membalas tatapan Banny dengan tak kalah tajam.


" Yaap kamu bawalah keluarga kamu untuk hadir di lamaran nanti." Ucap Banny seraya melepaskan tangan Mona.

__ADS_1


" Jika pihak keluarga saya hadir dan mereka mengetahui saya di lamar itu artinya mereka menganggap hubungan ini bukan main-main pak,dan saya tidak mau melibatkan mereka dalam sandiwara ini karena bagaimana pun juga saya tidak mau mereka kecewa dengan lamaran sandiwara ini." Ucap Mona dengan tegas.


" Dan bagaimana persaan mereka jika tahu kalau lamaran ini hanya sandiwara saja dan pastinya mereka akan kecewa saya bohongin." Ucap lagi Mona dengan nada kecewa.


Sejenak Banny terdiam apa yang di ucapkan Mona ada benarnya juga lalu ia terlihat berpikir keras untuk mencari solusinya.


" Ok! Begini saja,gimana kalau kita bersandiwara hanya tiga bulan saja alias 100 hari ?" Usul Banny menatap serius ke arah Mona.


" Maksudnya ?" Tanya Mona mengernyitkan kedua alisnya.


" Jadi kita bersandiwara selama tiga bulan,untuk bulan pertama kita lamaran lalu bulan ke dua kita menikah dan bulan ke tiga kita cerai." Jelas Banny dengan enteng.


" APA ??,Bapak gila kali yaa,Memangnya sandiwara kita akan semulus itu pak,Lalu bagaimana dengan perasaan papahnya anda pak ?" Tanya Mona menatap kian tajam.


" Yaa kan kita bisa memberi alesan ketidak cocokan untuk berpisah,Hal itu sangat gampang,Nanti saya atur rencananya kamu tenang saja." Ucap Banny seraya berjalan kembali.


" Intinya saya hanya mengabulkan perjodohan ini hanya untuk papah saya,Tidak ada yang lain paham !" Tandas Banny seraya melangkah.


Mona terdiam ia menatap kesal ke arah sang Bosnya yang berajalan itu,Begitu angkuhnya atas sikapnya itu dan mudah sekali bagi Banny mengatakan apa yang di kendakinya meski melukai perasaanya.


Mona menarik napas panjang ia tidak bisa berbuat banyak atas rencana sang bosnya itu karena dia sadar ia hanya sebagai alat untuk sandiwaranya sang bosnya itu.


Seandainya pak Wiguna tak sebaik itu kepada dirinya mungkin sudah dari awal dia menolak dengan perjodohan ini namun nasi sudah menjadi bubur ia harus bisa menikmati skenario ini.


" Hallo Banny !" Sapa seseorang menghadang Banny yang hendak bergegas menuju luar parkiran loby.


" Kinaya." Sebut Banny dengan raut wajah kaget melihat kedatangan Kinaya yang secara tiba-tiba di tempat itu.


" Kamu lagi ngapain disini ?" Tanya Banny menatap lurus Kinaya.


" Aku habis dari kantor Om ku yang tak jauh dari sini,Dan kebetulan tadi aku mampir juga kesini dan liat kamu." Jelas Kinaya seraya melirik Mona yang berada di belakangnya Banny.


" Kamu dari mana atau mau kemana ?"


" Aku habis ada pertemuan barusan di tempat ini dengan mitraku." Jawab Banny dengan bersikap dingin.


" Dengan Zeanu ?" Tanya Kinaya dengan menatap lembut Banny.


Banny menatap ragu ke arah Kinaya yang mengetahui aktivitasnya hari ini.Sorot matanya menyipit menatap curiga ke arah Kinaya yang masih tersenyum manis ke arahnya.

__ADS_1


" Kenapa aku tau,Barusan aku bertemu Zeanu di loby." Ucap Kinaya seraya mengubah posisi berdirinya sejajar dengan Banny.


Mona terdiam ia membuang semua pandangannya ke tempat lain dan ia pun sedikit menjauh dari dekat mereka.


" Oya Ban,Kamu yakin jika tunangan kamu ini baik baik saja dan tidak dalam menghiantaimu." Ucap Kinaya seraya menoleh Mona yang berdiri tak jauh darinya.


Mona membulatkan matanya ia tidak terpikirkan jika Kinaya akan berbicara hal itu kepada Banny.


" Maksud kamu ?" Tanya Banny ikut menoleh ke arah Mona yang menatap kaku kepadanya.


" Yaah aku berharap kamu bisa menyakinkan kembali hati kamu sebelum semuanya terlanjur."


" Kamu tidak usah berputar putar aku tidak suka hal itu." Ucap Banny dengan jutek.


" Kamu harus tau jika tunangan kamu ini ada bermain di belakang kamu bersama sahabat kamu itu Zeanu." Ucap Kinaya dengan menatap puas ke arah Mona.


Sontak Mona menatap kaget ke arah Kinaya yang mengatakan dirinya telah menghianati Banny.


Namun Mona hanya tersenyum sinis ke arah Kinaya yang seolah-olah Kinaya sedang mengadu akan perselingkuhannya itu.


Banny menatap aneh ke arah Kinaya yang mengatakan jika Mona telah menghianatinya.


" Beberapa hari yang lalu aku memperogi mereka jalan berdua dan Zeanu mengatakan perasaannya terhadap tunangan kamu itu,Aku sii tidak ada bermaksud apa apa,Hanya ingin kamu tidak kecewa kembali dengan penghianatan perempuan so alim ini." Ucap Kinaya dengan menatap puas ke arah Mona.


Mona hanya terdiam apa yang di katakan Kinaya tidak akan membua ia takut toh Banny bukanlah siapa-siapa dia jika Banny marah apa hak dia jika Zeanu mengatakan perasaannya kepadanya.


Banny menatap dalam ke arah Mona sorot matanya mengisyaratkan penuh arti.


" Sudahlah Kin,Kita baik-baik saja." Balas Banny yang enggan meladeni segala aduannya Kinaya.


" Banny ini semua tidak sebaik yang kamu pikirkan,Percayalah sama aku jika tunangan kamu itu sudah menghianati kamu." Lagi-lagi Kinaya berusa meracuni pikiran Banny untuk percaya dengan ucapannya.


" Kinaya apapun itu permasalahannya ini adalah urusanku bukan urusan kamu." Ucap Banny seraya melangkah meninggalkan Kinaya yang masih berusaha untuk menyakinkan Banny agar mempercayai ucapannya lalu akhirnya memutuskan hubungannya dengan Mona sang sekertarisnya itu.


Mona tak lama menyusul Banny dengan berjalan mengikutinya.


" Heh ! Lo,Lo bahagia ya Banny tidak percaya perkataan gue,Padahal sudah jelas lo menghianati dia." Ucap Kinaya menghadang Mona yang tidak sepatah katapun berbicara ke padanya.


" Lo jangan merasa bahagia dulu,Gue akan buktikan jika lo telah menghianati Banny." Gertak Mona menatap galak ke arah Mona.

__ADS_1


" Ini bukan urusan anda,MBA KINAYA !!!" Balas Mona seraya mendengus dan menyenggol kecil tubuh Kinaya yang menghalangi langakahnya itu.


" SHITT !!!" Pekik Kinaya geram ia merasa tidak puas dengan caranya itu.Padahal ia sudah sangat yakin jika caranya itu bisa mengagalkan hubungannya Mona dengan Banny sang mantannya itu.


__ADS_2