CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 58


__ADS_3

" Apa yang sedang lo pikirkan ?" Tanya Zeanu membuyarkan lamunan Mona.


Mona teridam seraya menggelengkan kepalanya ia sendiri pun bingung dengan apa yang telah di ungkapkan Zeanu terhadap dirinya.


" Gue enggak bisa menjanjikan hal apapun buat lo,Karena yang gue tau perasaan itu setiap waktunya akan selalu berubah." Jawabnya dengan pelan.


" Lo mencintai Banny ?" Tanya Zeanu singkat.


Mona mendongkak dan menatap jauh ke sorot mata Zeanu yang sedang mencoba menyelami perasaanya dengan mempertanyakan perasaanya terhadap Banny.


" Entahlah !!" Balas Mona seraya membuang jauh pandangannya.Zeanu menghela ia merasa gamang dengan jawannya Mona ia seolah olah bisa menebak jika Mona mulai ada harapan terhadap Banny sahabatnya itu.


" Hallo !!" Sapa seseorang menyela di tengah-tengah keseriusan obrolan mereka.


Mona dan Zeanu secara bersamaan menoleh ke arah suara yang menyapa mereka.


Kinaya tersenyum penuh arti kearah mereka berdua dan menatapnya dengan penuh curiga sontak Zeanu dan Mona terlihat terkejut dengan kehadiran Kinaya yang secara tiba-tiba di tempat itu.


" Kinaya." Pekik Zeanu pelan.


" Apa kabar Zeanu ??" Sapa Kinaya seraya menatapnya dengan angkuh.


" Haii Kin !Gue baik-baik saja." Jawab Zeanu seraya menoleh Mona yang mulai tidak nyaman dengan kehadirannya Kinaya.


" Heii...,Lo tunangannya Banny kan ?,Kok ada disini bareng sama....," Ucapan Kinaya menggantung ia melirik sinis ke arah Zeanu dengan cepat Zeanu segera memotongnya.


" Kinaya jangan berpikiran macam-macam terhadap Mona,Dia teman gue." Balas Zeanu berusaha membela Mona.


" Oya....??Teman tapi mesra ya?." Ucap Kinaya meledeknya dengan nada sinis.


" Tapi gue denger barusan kalo gak salah lo menyatakan perasaan lo selama ini yaa..,? Dan itu artinya lo udah menghianati Banny donk sabahat lo !" Ucap Kinaya dengan bersikap angkuh.



" Kinaya lo tidak tau apa-apa dengan permasalahan ini jadi gue harap lo gak usah ikut campur." Ucap Zeanu menatap tidak suka ke arah Kinaya.


" Loh kenapa lo keberatan ?,Yahh gue gak habis pikir ya sama Banny,Kok bisa ia suka dengan ni perempuan gak beda jauh lah sama gue,Apa bedanya...,Tapi beda sii kalau gue jelas meninggalkan Banny secara terang-terangan karena ada yang lebih berani komit dari dia tidak diam diam seperti ini " Ucap lagi Kinaya yang semakin berani memancing amarahnya Zeanu dan Mona.



" Mba kinaya jaga mulut anda ya,Saya tidak kenal sama sekali dengan anda jadi anda jangan so tau dengan diri saya.Dan Saya pun tidak sejelek apa yang anda pikirkan." Ucap Mona yang sudah terpancing dengan ejekannya Kinaya.


" gimana gue gak berpikiran jelek sama lo,Lo berdua di tempat seperti ini berduaan lagi gue see yakin Banny tidak tau akan permasalahan ini,Dan itu artinya lo selingkuh dari Banny." Ucap Kinaya dengan nada sengit menatap galak ke arah Mona.


" Mba Kinaya anda boleh berpikiran jelek apapun itu tentang saya tapi ingat saya bukan tife perempuan yang sudah jelas-jelas menyakiti seseorang tapi berharap masih bisa balikan lagi.Memalukan !!" Balas Mona seraya berdiri.


Wajah Kinaya berubah merah rupanya kata-kata yang di ucapkan Mona sedikitnya ada yang mengena di hatinya.


Seakan akan Mona sedang menyindir dirinya sendiri yang memang ingin kembali ke pelukannya Banny.


" Mona lo tenang !" Sergah Zeanu seraya menghampirinya.


" Gue mau pulang !!" Cetus Mona dengan ketus lalu ia hendak melangkah.


" Mona tunggu !!" Sergah Zeanu seraya berusaha menahan langkahnya.


" Gue pulang sendirian saja !" Ucap Mona menatap tajam Zeanu.


" Mon lo pulang bareng gue ya,Biarkan Kinaya bicara gak usah di pedulikan." Ucap Zeanu berusaha membujuknya.


Mona menarik napas panjang dan menatap sebal ke ujung Kinaya yang berdiri.


" Sudahlah gue pulang sendiri Zean." Balas Mona seraya membalikan badannya ia berniat untuk meninggalkan Zeanu.


SREEETT......

__ADS_1


Tangan Zeanu menyambar tangan Mona dan menahannya untuk tidak pergi sejenak Mona tertahan lalu ia merasakan cekalan Zeanu kian kuat di pergelangan tangannya.


" Please !!" Ucap Zeanu menatap penuh harapan supaya Mona mengikuti pintanya.


Mona melipatkan bibirnya dalam-dalam seraya menatap penuh arti ke arah Zeanu.


Sorot mata Zeanu begitu dalam di rasa olehnya dan tatapan itu penuh arti di rasanya tatapan yang membuatnya ia merasa begitu nyaman jika berada di dekatnya.


Kinaya masih berdiri menatap penuh selidik ke arah gerak dan gerik Zeanu dan Mona yang masih terlihat berbicara dan ia pun berpikiran semakin yakin jika Mona akan menghianati Banny sang mantannya itu.


Tak lama Zeanu menghampirinya lalu menyambar jaketnya yang tersangkut di sandaran kursi itu tak lama ia mengeluarkan beberapa uang lembar dari dalam dompetnya di simpanya di atas nampan kosong lalu ia memilih pergi tanpa berbicara apapun lagi terhadap Kinaya.


Zeanu segera bergegas meninggalkan Kinaya yang sedari tadi memperhatikan gerak geriknya.


" Gue benar-benar tidak nyangka ya jika Banny bisa di khianati juga oleh sahabatnya sendiri." Ucap Kinaya cukup keras seolah olah perkataanya di tunjukan untuk dirinya.


Zeanu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Kinaya yang masih menatapnya dengan sinis.


" Ini bukan urusan lo !!" Balas Zeanu singkat ai pun kembali berjalan mendekati Mona.


Lalu mereka pun segera pergi meninggalkan Kinaya yang merasa kesal dengan sikap Zeanu yang tidak memperdulikannya.


" SIALAN !!" Umpatnya cukup keras.


" Lihat saja nanti,Gue bongkar penghianatan lo itu. " Ancamnya dengan menahan kekesalannya.


***********


MONA menatap jauh ke langit malam itu tatapannya menerawang ke atas awan putih yang bergumpalan di langit yang gelap.


Dia tidak menyangka jika kehidupannya yang di laluinya serumit ini ia terperangkap dalam dua hati satu cinta,Bagaimana tidak baru pertama kalinya ia merasakan jatuh cinta tapi langsung berada dikondisi yang tidak di harapkan.


Cinta itu datang bersamaan dan dia terperangkat dalam cinta dua hati.


Rasa itu datang bersamaan dan dua hati itu ingin saling memiliki meski memang cintanya sang Bos hanya bersandiwara tapi tidak menutup kemungkinan jika perasaan itu tumbuh seiring dengan perlakuan-perlakuan kecil yang diberikan secara langsung maupun tidak langsung terhadap dirinya.


Sementara itu ia sadar jika sosok Zeanulah yang lebih pertama mampu mengusik perasaanya hingga ia merasakan kenyaman yang sulit di artikan jika berada di dekatnya.


Mona menutup kedua matanya lalu ia pun larut dalam kegelisahannya ia mencoba mengikuti perasaanya yang menuntunnya ke arah rasa yang terkuat.


Sosok Zeanu muncul dengan segala kelembutannya yang terasa kian menguat di ikatan hati yang dia rasa.


Namun sekelebatan muncul bayangan seraut wajah yang tegas nan kaku itu datang mengahadangnya lalu seraut wajah itu menatapnya dengan terasa jelas dan nyata.


Sosok bayangan wajah itu yang tiada lain wajah Banny sang Bosnya sendiri.


Mona terhenyak lalu dengan cepat ia membuka kedua matanya dengan syok.


Matanya terbelalak saat bayangan wajah sang Bosnya itu muncul dengan tiba-tiba dan hal itu terasa begitu nyata di dalam pelupuk matanya.


" Kok malah Bos gue yang muncul sii." Ucap Mona seraya memejamkan matanya kuat-kuat.


Lalu di tatapnya kembali ke langit malam itu seakan akan wajah sang bosnya muncul dimana-mana dan menampakan di seluruh pandanganya.


" OH MY GOD !!!" Ucap Mona memekik.


Entah kenapa perasaanya kian gelisah tatkala banyangan wajah Banny sang bosnya kian terlihat dimana mana.


Lalu ia membalikan badannya lalu menatap ke seluruh ruangan kamarnya itu entah halu entah sugesti kenapa semuanya tiba-tiba yang di lihatnya terlihat wajah tampannya sang bos yang dinginnya itu.


Monapun mengucek-ngucek kedua matanya ia berharap bayangan wajah sang bosnya itu akan hilang namun bayangan wajah Banny kian jelas di benaknya hingga poster yang bergambarkan aktor idolanya saja berubah wajahnya menjadi wajah sang Bosnya itu.


Mona menggeleng frustasi sekiranya dia sudah merasa gila sendiri sehingga apa yang di lihatnya nampak wajah Banny semua.


" Kayanya gue butuh istirahat." Ucapnya berbicara senidri lalu ia mengusap wajahnya dengan pasrah di sambarnya handuk kecil yang tergantung dengan perasaan yang tak menentu ia pun menggeloyor menuju kamar kecil ia berniat untuk mencuci mukanya dan setelah itu beristirahat.

__ADS_1


" Mona !!" Terdengar dari balik pintu sang nenek memanggilnya Mona menahan langkahnya lalu membuka pintu kamarnya.


" Nenek.Belom tidur ?" Tanya Mona melongo.


" Belum." Jawab sang nenek seraya menerobos masuk ke dalam kamarnya Mona.


" Tadi nenek liat kamu pulang di antar Zeanu,Habis dari mana kalian ?" Tanya sang nenek duduk di tepi kasur.


Mona terhenyak mendengar pertanyaan sang nenek.


" Nenek liat dimana ?" Tanya Mona sedikit khawatir.Padahal dia sudah sengaja tidak turun di depan rumahnya tetapi sang nenek malah mengetahuinya.


" Nenek itu bukan anak kecil Mona,Yang bisa kamu bohongin tadi nenek liat kamu di antar sampai ujung jalan kan ?Dan kamu pura-pura jalan sampai halaman.Iya kan ?" Tanya sang nenek dengan menatap tajam Mona.


Mona terdiam ia tidak bisa lagi mengelak saat sang nenek tahu semuanya.


" Heemmm...,Tadi Mona habis ada acara kantor bareng Zeanu nek." Ucap Mona memilih berbohong agar sang nenek tidak terlalu khawatir denganya.


" Lalu nak Banny ?"


" Hmm,Banny juga ada acara nek,Jadi ia gak sempet anterin Mona pulang."


" Jangan di biasakan di antar pulang sama cowok lain Mona.Jaga perasaan nak Banny,kalau dia tau pasti dia akan cemburu."


" Tenang aja nek,Hmmm...,Banny itu bukan tife cowok pencemburu.Lagian Banny tak lama lagi akan ngelamar Mona kok."


" APA ???" Sontak sang nenek terbelalak mendengar ucapannya Mona.


" Kamu mau di lamar nak Banny ?Kok dia tidak ada bicara sama nenek.??" Tanya sang nenek dengan nyerocos.


" Nanti ia akan bicara sama nenek,Tenang aja." Ucap Mona seraya tersenyum hambar.


" Kita harus persiapan Mon !!" Pekik sang nenek dengan semeringah.


" Ini akan menjadi kabar yang sangat menggembirakan tante dan om kamu pasti akan bahagia mendengarnya." Ucap sang nenek dengan berbinar binar.


Mona terdiam ia hanya bisa tersenyum getir menatap kebahagian sang nenek yang tiada tara itu.


" Nenek tidak perlu uang banyak kamu kasih ke nenek,Mendengar seperti ini saja nenek sudah bahagia melebihi dari apapun.Akhirnya kamu akan di lamar juga dan pastinya kamu tak akan lama lagi menikah terus nenek akan punya cicit." Ucap sang nenek seraya merangkul hangat pundak Mona lalu di goncangkannya tubuh sang cucunya itu dengan bahagia.


Mona menatap haru ke arah sang nenek betapa tidak sang nenek sangat bahagia mendengar dirinya akan di lamar seorang lelaki.walaupun itu hanya sandiwara belaka.


" Besok nenek akan hubungi om dan tantemu biar mereka tau kalau kamu sudah dapet jodohnya dan mereka membatalkan perjodohan itu." Ucap lagi sang nenek dengan bahagia.


" Tapi nek !" Sela Mona menggantung.


" Tapi kenapa ?"


" Hmm...,Memang perlu di kasih tau om sama tante,Kalau nenek saja yang hadir gak masalahkan ?,Soalnya lamaran ini akan di adakan di kantor jadi yang hadir hanya rekan-rekan kerja semua saja nek." Jelas Mona dengan ragu.


" Loh memangnya keluarga besar kamu tidak di ikut sertakan ?" Tanya sang nenek dengan raut wajah heran.


Lalu sang nenek terdiam dan menudukan wajahnya dengan sedih.


" Nek !" Panggil Mona lirih ia mulai cemas ketika melihat raut wajah sang nenek berubah muram.


" Seandainya mamamu dan papahmu tau saat ini diri kamu tentunya mereka akan sangat bahagia.Tapi sayang nenek enggak tahu dimana keberadaan mereka sekarang ini." Ucap sang nenek dengan terisak sedih.


" Nenek..," Panggil Mona semakin iba melihat sang nenek yang sedih akan teringat kedua orang tuanya yang tak lain papahnya Mona anak pertamanya sang nenek.


" Nenek jangan sedih !,Meskipun papah dan mama tidak tau keberadaanya dimana tapi Mona berharap mereka akan baik baik saja." Uca Mona seraya memeluk erat sang nenek tak ayal itu membuat perasaan Mona ikut merasa sedih dan tak terasa lelehan air matanya mengalir deras membasahi pipinya.


Sang nenek tak berbicara ia hanya membalas rangkulan sang cucu tersayangnya dengan terisak lembut.


Mona diam-diam semakin bersalah atas dirinya yang telah memberikan kebahagian yang semu terhadap sang nenek.Karena dia yakin cepat atau lambat sandiwara ini akan terbongkar meski ia memang di jodohkan dengan Banny tapi itu hanya sebatas perjodohan saja yang mengharuskan ia ikut serta dalam sandiwara itu.

__ADS_1


__ADS_2