CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 67


__ADS_3

BANNY menghempaskan tubuhnya ke atas kasur empuknya lalu menatap pasrah ke langit-langit kamarnya ia sedang berperang dengan perasaanya sendiri.


Bayang Mona kembali muncul di pelupuk matanya ketika sedang menggunakan baju kemeja miliknya itu,rambutnya yang basah terurai panjang serta kulit wajah yang bersih tanpa polesan make up itu membuat Banny semakin terpesona akan di buatnya.


Mona lebih cocok nerpenampilan tanpa make up sisi naturalnya dalam dirinya lebih cantik di banding perempuan-perempuan di luar sana yang bermake sangat tebal.


Banny memejamkan matanya lalu di raupnya wajah dia dengan kedua tangannya dengan perasaan gelisah,Banyangan wajah Mona tak mau pergi dari ingatannya seperti sedang menari-nari menggodanya, entah kenapa bayangan itu semakin kuat berada dalam otaknya tatkala Mona yang mengenakam kemeja putih itu semakin menggoda liar akan naluri ke laki-lakiannya.


Jantungnya berdebar hebat serta perasaanya kian gelisah ada rasa yang semakin hebat mengisi di relung hatinya yang dulu pernah hampa tapi kini sosok itu telah meracuni seisi pikirannya.


" Sebenarnya apa yang harus gue raguin dari sosok dia ?Mona wanita yang bisa membuat gue nyaman dan dia juga sosok yang bisa membuat gue bisa jatuh cinta lagi." Ucapnya seraya terus mengusap-ngusap wajahnya dengan perasan stress.


Tak lama ia terbangun lalu mengubah posisinya menjadi duduk lalu di topangnya kepala dia dengan kedua tangannya seraya gelisah.Dan benar saja bayangan sosok seorang Mona tak mau lepas dari ingatannya.


" Huuuppp !!" Desahnya dengan penuh kegelisahan yang kian dalam seakan-akan banyangan Mona yang memakai baju kemeja putih tadi itu menarik pikirannya untuk masuk ke dunia fantasi yang penuh sensasi,otak nakalnya bekerja dengan cepat hal wajar jika ia merasa normal bila tergoda dengan kemulusan tubuh Mona yang di perlihatkannya dengan tidak sengaja.


Banny menggeleng dengan perasaan stress dia tak mampu menyingkirkan pikiran nakalnya tentang sosok Mona yang kian membelenggu pikirannya.


***********


ke esokannya.


MONA membuka matanya perlahan-lahan lalu di liatnya jam yang menggantung di dinding kamarnya waktu masih menunjukan jam 06:00.WIB.Itu artinya masih ada waktu beberapa menit untuk menyinhkirkan rasa ngantuknya yang masih melekat di matanya.


Dengan rasa malas dan rasa ngatuk ia berusaha menyibakan selimutnya lalu di bentangnya kedua tangannya dengan lepas entah kenapa ia merasa badannya kaku semua.


Mona menatap dirinya kearah cermin dengan masih menggunakan baju sang bosnya yang melekat di tubuhnya itu.Ia pun tersenyum lembut saat mengingat kembali sikap dan ekspresi sang bosnya itu saat melihat dirinya yang seski memakai baju kemejanya itu.


Lalu di sentuhnya baju sang bosnya itu dengan pelan entah kenapa tiba-tiba perasaanya menjadi alay saat ia merasakan kebahagiaan yang penuh arti ketika ingat kejadian tadi malam.


" Huaaaciihhh !!" Tiba-tiba Mona bersin dengan kencang.

__ADS_1


" Aduh idung gue kok tiba-tiba mampet." Gumannya seraya menurunkan kakinya lalu duduk di tepi tempat tidurnya.


" Badan gue pegel semua ini." Ucapnya lagi seraya mengulet dan ia pun memaksakan diri menuju kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Mona sudah rapih lalu ia menuju ruang makan untuk sarapan pagi.


" Pagi nek !" Sapa Mona seraya duduk tak jauh dari neneknya.


" Semalam kamu pulang jam berapa ?" Tanya sang nenek dengan menuangkan teh hangat untuk Mona.


" Semalam Mona pulangnya telat nek." Jawab Mona seraya mengerak-gerakan lehernya yang terasa kaku.


" Memangnya kamu semalam dari mana ?"


" Biasa nek,Banny meminta Mona kerumahnya karena papahnya ingin ketemu Mona."


" Oya ?,Mau membahas tentang lamaran itu ya ?Bagaimana tuh jadinya ?" Tanya sang nenek semeringah.


" Dalam dua minggu ini lamaran akan di gelar nek dan semua persiapan lamaran Banny yang urus nek.Jadi kita tinggal terima beres aja."


Mona terdiam lalu ia menyeruput teh hangatnya dengan terlihat ragu seolah-olah ia sedang mencari alasan untuk jawaban dari pertanyaan sang nenek.


" Hmmm,Nek Mona tidak mau merepotkan nenek jadi Mona serahin semuanya ke pihak keluarganya Banny." Balas Mona dengan hati-hati.


" Lah keluarga kita ?Om tantemu tidak di udang ?Ini adalah moment paling berharga buat keluarga kita Mon." Ucap sang nenek menatap penuh selidik ke arah Mona.


" Tapi nek dari pihak Banny juga tidak terlalu banyak yang di libatkan hanya kekuarga besarnya saja serta keluarga inti." Balas Mona menyakinkan sang nenek.


" Loh kenapa ?Bukannya ini kebahagiaan yang harus di hadiri banyak keluarga Mon,Kesannya kaya lamaran sandiwara saja diam-diam melaksanakannya." Ucap sang nenek dengan raut wajah kecewa.


Sontak membuat Mona terhenyak dengan ucapan sang neneknya itu.

__ADS_1


" Nenek ini bicara apaan sii ?,Maksud Banny bukan begitu dia hanya ingin proses lamarannya tidak terlalu mewah seseerhana mungkin saja yang pentingkan berkesan." Balas Mona seraya menyuapkan sepotong roti kemulutnya.


" Ya sudah kalau lamaran hanya sederhana itu,nenek harap pas kamu nikah nanti acaranya akan mewah dan di hadiri banyak tamu undangan,Termasuk om dan tante mu."


" UUHUKkk !! "


Sontak Mona terbatuk-batuk hingga butuh air untuk menelan semua makananya yang mengganjal di tenggorokannya itu.


" Huaaacihhhhh !!" Di tambah lagi bersen.


Sang nenek menatap heran atas reaksi dari sang cucunya itu yang terlihat kaget dengan ucapannya.


" To yo ndok,makan sing alon-Alon bae untung saja kamu tidak keselek wis kamu minum dulu to." Ucap sang nenek dengan logat bahasa jawanya yang kental.


" Nenek sii bahas pernikahan Mona segala jadinya Mona kesek." Ucap Mona merengut.


" Itu tandanya nenek ikut bahagia jika kamu menikah nanti." Balas sang nenek seraya tersenyum lembut.


Mona terdiam ia merasa bersalah di balik kebahagiannnya sang nenek.Ia menyadari jika kebagagian yang ia berikan kepadan sang nenek hanya kebahagiann yang semu.


Mona memencet-mencet hidungnya dengan riskan ia menahan sesak di dalam hidungnya.


" Kamu lagi gak enak badan ndok ?" Tanya sang nenek menatap wajah Mona yang mulai memerah.


" Gak papa nek,Mungkin hanya masuk angin doang." Balas Mona seraya mengelap mulutnya dengan tisu.


" Jaga kesehatan kamu.Jangan sampe pas hari lamaran nanti kamu malah sakit." Ucap sang nenek dengan tersenyum cemas.


" Ikh nenek nih pikirannya ya." Ucapnya mendelik manja.


" Mona berangkat dulu ya nek." Pamit Mona dengan menyambar tasnya yang berada di atas meja lalu merangkul hangat sang nenek.

__ADS_1


" Hati-hati ya Mon." Balas sang nenek dengan tersenyum lembut.


Mona tidak menjawab hanya membalasnya dengan ssnyukan simpulnya lalu ia pun segera berangkat.


__ADS_2