CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 132


__ADS_3

ZEANU berdiri di ambang pintu menatap lurus Banny yang tengah sibuk dengan beberapa file dihadapannya hingga tidak menyadari akan kehadirannya yang sedari tadi memperhatikannya.


" Siang Bann !" Sapa Zeanu dengan penuh penekanan.


Pria tampan itu menoleh, sesaat ekpresinya berubah datar ketika mengetahui kehidaran sahabatnya itu.


Banny pun menghentikan pekerjaanya lalu menatap tajam ke arah Zeanu.


" Ada apa ?" Tanyanya dengan menatap dingin.


" Sorry,gue ganggu waktu kerja lo." Ucap Zeanu perlahan menghampiri meja kerja sang sahabat.


" To the point saja." Balas Banny menatap beku.


" Gue minta maaf atas kejadian kemarin. " Ucap Zeanu singkat.


Pria tampan itu tersenyum sinis lalu memalingkan wajahnya dengan penuh cemooh ke sisi lain.


" Gue sudah melupakannya." Ucapnya dengan enteng.


" Jujur saja Ban,dalam masalah ini gue sangat keberatan jika elo menyia-nyiakan perasaan sekertaris lo itu,dan kontek keberatan gue disini bukan karena gue mencintai Mona,tapi itu lebih ke sikap gue sebagai kakaknya Mona merasa keberatan jika elo masih mempertahankan ke inginan lo untuk menikahi Mona jika pada akhirnya elo akan menceraikannya,ayo lah Ban !elo pikirkan kembali ke inginan elo itu." Ucap Zeanu dengan berusaha untuk tenang.


" Jadi elo merasa keberatan ? " Tanya pria itu dengan mendecih.


Banny menarik napas panjang lalu ia pun duduk di hadapan pria tersebut.


" Ya.Dan perlu gue ingatkan lagi agar elo mengartikan keberatan gue disini hanya sebagai seorang kakak terhadap adiknya,dan itu tak lebih. " Jelas Zeanu menatap lurus sahabat sekaligus fatner kerjanya tersebut.


Banny mendecih lalu tersenyum sinis menyoroti sahabatnya itu dengan perasaan tidak suka.


" Elo gak usah munafik !hubungan elo dengan Mona itu bukan hubungan kandung,dan hal itu bisa terjadi sebuah pernikahan,jadi wajar jika gue ngerasa elo ngebela sekertaris gue itu bukan karena hubungan sodara saja ,melain kan perasaan cinta lo." Jelas pria itu menatap tajam,seolah-olah ingin merobek semua isi hatinya Zeanu.


" Terserah apa pun itu anggapan lo,kali ini gue gak ingin berdebat atau pun berselisih lagi dengan lo,gue kesini hanya mau minta maaf,dan menegaskan kembali jika perasaan gue terhadap Mona hanya sebatas kakak adik saja." Ucap Zeanu berusaha mengendalikan perasaan amarahnya yang mulai muncul kembali.


Banny terdiam menatap penuh selidik ia mencoba menelah arti dari pernyataan sahabatnya itu.


" Kenapa elo tidak percaya akan hal itu,apakah elo merasa cemburu jika gua ingin melindungi perasaan adik gue,dan elo takut jika Mona berhenti mengagumi lo?" Ucap Zeanu dengan tandas.


Banny tercekat lalu menatap kian tajam,pria berfaras tenang itu mengangkat tinggi bahunya yang telah berhasil membuat perasaan seorang Banny tidak berkutik.


" Hmm cemburu ?" Ucapnya sinis sekaligus senyumannya mengandung sebuah sindiran.


" Kalau bukan masalah cemburu,kenapa elo tak sepercaya ini dengan penjelasan gue?seolah-olah lo menolak ke benaran atas perasaan gue?ah sudahlah Banny sudah saatnya elo membuang jauh perasaan gengsi elo itu terhadap Mona,karena saat ini tak hanya Mona saja yang hadir di kehidupan elo melainkan Arnetta akan membuat hidup elo semakin rumit.Dan bukankah elo dulu juga pernah menginginkan seorang Arnetta ?" Tanya Zeanu menatap dalam.


Banny terdiam,tertegun dengan apa yang di ucapkan sahabatnya itu.


" Ini bukan urusan lo." Ucapnya dengan nada ketus.


" Tentu ini bukan urusan gue,tapi setidaknya gue adalah sahabat elo,hanya mengingatkan saja perasaan tak seharusnya elo permainkan jika elo memang tidak bisa mencintai Mona seharusnya elo jujur terhadap bokap elo agar perasaan Mona tidak tersakiti dengan pernikahan ini,karena gue yakin jika elo melakukan hal ini akan ada du hati yang tersakiti." Jelas kembali Zeanu dengan mencoba memasuki pikiran pria tampan itu.


Banny terdiam mempertimbangkan perasaanya tersebut.


" Gue membela Mona karena gue sangat mencintai dia,gue peduli terhadap dia,tapi jujur gue gak bisa melakukan hal itu karena gue dan dia sudah jadi sodara Ban,jadi hal yang bisa gue lakukan hanya meminta sama elo,jika memang elo mencintai Mona,jadikan sandiwara ini menjadi sebuah kenyataan,tapi jika sebaliknya gue harap elo menolak perjodohan ini,gue yakin Mona tidak akan tersakiti hatinya jika sandiwara ini berakhir." Jelas Zeanu berusaha meminta kebijakan hati seorang sahabatnya.


Banny mendesah pelan merasakan perasaannya yang kian tak menentu,apa yang telah di katakan Zeanu setidaknya membuatnya sadar jika Mona layak untuk di cintainya,tapi sepertinya egonya masih saja bertolak belakang dengan perasaanya.


" Gue tidak ingin membuat bokap gue kecewa atas penolakan perjodohan ini." Banny menimpali dengan menatap dingin.


Zeanu menggeleng pelan setelah mendengar ucapan sahabatnya tersebut membuat otaknya terasa mendidih.


Berurusan dengan seorang Banny tiap hari memang tak mudah,dan hal itu membuat ubannya kian bertambah.Terlebih lebih ia harus menghadapi keras kepalanya yang melebihi karang di lautan benar-benar harus ekstra sabar dalam mempengahdapi perasaanya tersebut.MENYEBALKAN !!


Rutuknya dengan perasaan gusar.


Zeanu tersenyum penuh ironi dengan perasaan jengkel kian menyeruak.


" Elo gak ingin bokap lo kecewa,lalu apa kabarnya dengan perasaan Mona ??,apa hati cewek itu terbuat dari adonan tepung yang bisa lo buat sepleksibel mungkin ,itu hati bro bukan adonan tepung." Ucap Zeanu dengan merasa jengkel sendiri atas sikap sahabatnya itu.


" Gue harap elo bisa mempertimbangkan kembali ke inginan lo untuk menikahi Mona hanya untuk sekedar kepentingan ego lo semata,sorry gue tidak bermaksud untuk mengatur perasaan elo,tapi ingat di sini ada hati yang sudah terlanjur mencintai elo." Ucap Zean dengan penuh penekanan.


Banny terdiam,di rasanya ucapan sahabatnya itu terasa cambuk yang pedih menampar hatinya.


Pria itu menghela menekan kuat bolpoin yang di gengamnya apa yang di katakan sahabatnya itu benar,tak ada yang salah jika ia merubah ke inginan untuk mencintai gadis itu dengan sepenuh hatinya.


" Sekarang lo hadirkan Arnetta di perusahan elo,itu artinya elo membuka luka baru di hati Mona." Ucap Zeanu seraya memandangi pria tampan itu dengan perasaan tertekan,sepertinya Banny memang benar-benar berbakat menambah segala sesuatunya bertambah rumit.


" Lo tahu darimana Arnetta kerja disini ?" Tanya Banny terhenyak.


" Bann,meski elo gak cerita,gue bisa melihat jika Arnetta ada disini,bukankah itu perempuan yang elo sukai juga kan ?" Ucap Zeanu menatap dengan penuh selidik,berharap Banny mengatakan hal yang sejujurnya.


Banny lagi-lagi terdiam namun rahang pipinya yang tegas terlihat semakin kontras di sisi wajahnya.


" Bukan gue yang meminta dia kerja di perusahan gue,bokapnya yang meminta dia untuk bekerja disini." Balas Banny menatap kaku.


" Dan itu artinya perasaan elo akan flasback terhadap Arnetta." Ucap Zeanu menatap penuh penekanan.


" Gue rasa perasaan gue sudah berubah terhadapnya." Sela Banny dengan cepat menyangkal tudingan Zeanu.


Zeanu kembali menggeleng dengan tersenyum hampa.


" Dan elo mulai mencintai Mona ??" Tanya Zeanu dengan cepat menyerang sahabatnya itu dengan pertanyaan yang cukup membungkam mulutnya.


" Usul gue,jika elo mantap dengan perasaan elo mencintai Mona,elo masih ada kesempatan untuk merubah pernikahan itu menjadi pernikahan yang sakral,mencintai lewat perjodohan itu gue rasa bukan hal yang buruk." Jelas lagi Zeanu dengan berusaha menyakinkan perasaan nya sahabatnya tersebut.


Banny lagi-lagi tidak bisa berkutik dengan ucapan sahabatnya itu yang terasa mencecar perasaanya.


" Sebelum semuanya ini berakhir,lakukan apa yang seharusnya elo lakukan." Imbuhnya kembali.


Zeanu bangkit dari duduknya dan berdiri di hadapan pria tampan itu dengan tatapan seolah-olah ingin menghakiminya.Banny mendongkak dan membalas menatap sahabatnya itu dengan melemah,ia berusaha untuk menyingkirkan perasaan egonya yang terkadang akan membawa dirinya ke sebuah penyesalan.


Yaah tak bisa di pungkiri jika dirinya memang sudah yakin jika Mona adalah perempuan yang bisa membuatnya nyaman serta bahagia.

__ADS_1


" Gue balik kantor !sekali lagi gue minta maaf jika gue sudah bikin elo kesal atau pun benci,tapi perlu lo ingat gue sebagai sahabat elo menginginkan hal yang terbaik buat elo." Ujar pria berwajah tenang itu menyisiri raut wajah sabahatnya itu yang kian berubah air mukanya.


Tanpa menunggu lama lagi Zeanu pun meninggalkan Banny yang masih tertegun,membiarkannya untuk intropeksi diri atas perasaan nya yang selama tertutup dengan keegoisannya.


**********


Pria pemilik hidung tegak itu terlihat sedang menikmati secangkir kopi panas di sebuah kafe yang tak jauh dari kantornya tersebut.


Siang ini Angkasa memilih untuk santai dan menghambiskan waktu senggangnya dengan duduk menyendiri dengan suguhan secangkir kopi panas favoritnya,sejenak ia menghindar dari runtinitas yang selalu memadati pikirannya.Pandangannya menatap lepas ke ruangan kafe tersebut berbaur dengan para pengunjung yang datang silih berganti.


Entah kenapa pikirannya kembali tertuju kepada sosok seorang gadis yang kini telah banyak menyita perhatiannya.Pria yang memiliki karismatik tinggi itu belum yakin jika gadis yang tengah ada di hatinya itu akan menikah dengan sang pria yang menjalin kerja sama dengan dirinya dan sekilas itu memang bukan sesuatu yang salah, apalagi pria itu adalah calon suami dari gadis yang ia sukai.Namun yang menjadi permasalahannya ia merasa ada yang tak biasa dalam hubungan tersebut.


Tatapan pria itu semakin resah karena sampai detik ini ia belum bisa menemukan jawaban yang pas atas kegelisahannya tentang teka-teki pernikahannya gadis itu.


" Hei !!" Sapa seseorang dengan lembut dan sapaan itu berhasil membuyarkan semua pikirannya.


Angkasa menoleh ke arah suara itu di lihatnya seorang perempuan cantik berdiri menatapnya dengan cemerlang.


" Hei Kinaya,gimana keadaan kamu ?kamu sudah sehat ?" Tanya Angkasa menatap hangat perempuan yang menyapanya tersebut.


" Alhamdulillah,seperti apa yang kamu lihat,aku sudah baikan." Balas perempuan cantik itu tersenyum merekah.


" Syukurlah." Balas Angkasa singkat.


" Kamu sendirian ?" Tanya Kinaya seraya mengedarkan tatapanya kesekeliling pria itu.


" Yap,kebetulan aku lagi pengen duduk santai dan menghilangkan rasa penat akan rutinitas yang membekukan otak ini." Ucap Angkasa tersenyum tipis.


Kinaya merespon ucapan pria itu dengan tersenyum tipis.


" Boleh aku duduk ? " Pinta Kinaya menunjuk kursi yang kosong.


" Tentu saja !silahkan." Jawab Angkasa dengan ramah.


" Makasih ." Ucap perempuan cantik itu yang duduk tak jauh dari Angkasa.


Sekilas Angkasa melihat Kinaya memang sosok perempuan yang menarik,tak hanya faras nya yang cantik,gaya berpakaiannya pun terlihat sangat modis dan sedikit berani.


Angkasa dapat melihat jelas belahan baju perempuan itu sedikit rendah hingga ia dapat melihat pucuk yang menyembul dari belahan baju itu.


Angkasa mencoba mengalihkan pandangannya untuk tidak mendarat di pemandangan yang membuat otaknya traveling.


" Kamu dari mana atau mau kemana ?" Tanya Angkasa mengulas senyuman khasnya.


" Aku,habis ketemuan dengan seseorang dan tak sengaja lihat kamu disini,jadi aku tertarik mampir." Ucap Kinaya tersenyum simpul.


" Ketemuan ??" Tanya Angkasa penasaran.


" Yaa barusan aku habis ketemuan dengan seseorang." Kinaya menjawab dengan matanya tertuju penuh ke dalam wajah pria berkarismatik tersebut.


" Wahh,spesial sepertinya." Balas Angkasa tersenyum manis.


" Mantan ??? " Tanya Angkasa dengan mengulang.


" Yaa,tepatnya mantan suami ." Ucap Kinaya tersenyum kaku.


" Jadi kamu sudah menikah ? " Tanya Angkasa semakin antusias,dan pertanyaan itu sengaja lontarkan untuk memancing sisi pribadi perempuan cantik tersebut.


" Yaa,tapi sayang pernikahan itu hanya bertahan di tahun ke tiga." Ucap Kinaya dengan lirih.


Angkasa mengela dan menatap dengan ekpresi iba.


" Sorry,aku ikut prihatin." Ucapnya pelan.


" Terimakasih." Ucap Kinaya dengan tersenyum getir.


Angkasa menatap dalam ke arah wajah perempuan cantik tersebut,dan pikirannya berhasil membuat penasaran akan cerita Kinaya yang sesungguhnya,apa kah semua ini ada hubungannya dengan Banny,pria yang sedang menjalin hubungan kerja sama dengan dirinya.


Apa mungkin Banny adalah mantan suami dari Kinaya?


Berarti Kinaya sudah ketemuan dengan Banny ?


dan tidak di ragukan lagi jika foto perempuan inilah yang ada di unggahannya Banny.


Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benaknya,dan teka-teki ini semakin membuatnya kian penasaran.


Dia rasa ini adalah kesempatan untuk dirinya mengetahui lebih jauh tentang sosok seorang Banny atau pun Mona.


" Oya Angkasa,makasih banyak atas pertolongan kamu waktu itu,andai kamu tidak membawaku cepat ke rumah sakit entah apa yang terjadi kepadaku." Ujar perempuan itu menatap dengan seksama wajah pria itu.


" Sama-sama Kinaya,tapi kan gak cuman aku doang yang nolongin kamu,ada Mona.Ia juga ikut andil dalam nolongin kamu hingga ia mau antar kamu ke rumah sakit." Jelas Angkasa.


Kinaya sesaat terdiam saat nama gadis itu di sebut oleh Angkasa,meski Mona sudah berbuat baik padanya namun entah kenapa ia masih benci terhadap sosok gadis itu.


" Dia teman kamu kan ?" Tanya Angkasa menatap dalam Kinaya.


Ia berharap jika Kinaya bisa bercerita tentang seorang Mona.


" Dia bukan teman aku." Jawab Kinaya dengan datar.


Angkasa mengernyit lalu menatap Kinaya dengan berbagai pertanyaan,dan hal itu mampu membuat rasa penasaran yang kian bertambah besar.


" Loh bukannya Mona bilang sendiri jika kamu adalah temannya, itu sebabnya ia membawa kamu ke rumah sakit." Jelas pria itu menatap tak mengerti.


Kinaya terdiam kembali seolah-olah dirinya enggan untuk membahas gadis yang paling di bencinya itu.


" Mona itu tunangan mantan kekasih aku." Ucap Kinaya dengan pelan.


" Mantan kekasih ? " Tanya Angkasa menatap sepersekian detik untuk menghindari tatapan perempuan itu yang mulai menatapnya dengan intens.


" Tunggu,tunggu !aku belum paham dengan apa yang kamu sampaikan barusan ini,kok mantan kekasih?sedangkan tadi kamu bilang kamu habis ketemuan dengan mantan suami,bisa kamu jelasin" Tanya Angkasa kian penasaran.

__ADS_1


Untuk sesaat perempuan cantik itu terdiam menatap dengan berbagai perasaan ke arah Zeanu,pria yang baru ia kenal lewat insiden kecil beberapa minggu yang lalu.


Tapi Kinaya yakin jika pria yang ada di hadapannya ini tidak sejahat apa yang ia pikirkan.dan tidak ada salahnya jika ia bercerita tentang perasanya itu untuk men


" Sorry aku terlalu lancang ingin tahu akan permasalahan hidup kamu." Ucap Angkasa berbasa-basi setelah melihat raut wajah perempuan itu terlihat ragu untuk memulai cerita.


" Enggak apa-apa.it's ok." Ucap Kinaya tersenyum hambar.


" Aku pernah menjalin hubungan dengan seorang pria,namun aku menghianatinya.Dan aku menikah dengan orang lain." Ucap perempuan itu dengan perasaan penuh sesal.


" Jadi ?? " Tanya Angkasa menggantung.


" Jadi sekarang mantan kekasih aku sudah tunangan dengan gadis lain,dan itu Mona." Jelas Kinaya dengan raut wajah terlihat sedih.


" Aku yang pernah menghianatinya kini hanya bisa menyesali hal itu." Ucap Kinaya dengan suara mulai parau.


" menyesal ?? " Tanya Angkasa menyela.


" Yaa menyesal telah menyia-nyiakan orang yang paling mencintai aku,dan aku yang bodoh sangat berambisi untuk mengejar sebuah materi yang ternyata semua itu hanyalah semu semata." Jelas Kinaya dengan menatap perasaan berat,sorot matanya terlihat penuh penyesalan.


" Jadi kamu mengejar seseorang yang lebih mapan dari pacar kamu itu ?" Ucap Angkasa semakin tertarik akan ceritanya Kinaya,padahal ia sudah mengetahui siapa pria yang di maksud oleh Kinaya.


" Tepatnya seperti itu ? " Ucap Kinaya membenarkan.


" Kadang pandangan kita selalu melihat seseorang dari sebuah materinya,realistis memang,tapi tidak semua kebahagiaan itu bisa terjamin dengan sebuah materi." Imbuh Angkasa dengan lugas.


" Kamu benar,dan penyesalan akan selalu datang terlambat.Untuk bisa kembali ke hatinya kurasa itu tidak mungkin karena dia sudah menutup hatinya untuk ku." Jelas Kinaya dengan perasaan sedih yang mendalam.


Angkasa mencoba memancing lebih dalam penuturan perempuan cantik tersebut sejauh mana teka-teki ini akan terkuak.


" Alasannya apa mantan kamu tidak bisa menerima kamu kembali,bukannya dia sangat mencintaimu ?" Tanya Angkasa menatap penuh Kinaya.


" Dia akan menikah dengan perempuan pilihan orang tuanya." Jelas Kinaya dengan menatap sedih.


Ada segurat duka yang terlihat nyata dari raut wajah perempuan cantik itu,tatapannya terlihat sangat kelam rasa penyesalan sepertinya membuat dirinya sangat tertekan hingga depresi.


Angkasa menghela,kini rasa penasaranya itu terjawab sudah jika Mona adalah gadis yang di jodohkan dengan Banny,itu lah mengapa sebabnya Mona begitu pun Banny tidak saling memasang foto masing-masing di beranda media sosialnya tersebut,dan sudah di pastikan jika mereka memang tidak saling mencintai.


" Jadi mereka tidak saling mencintai ?" Tanya Angkasa menatap penasaran berusaha terus melepaskan rasa penasaran yang mengganjal di pikirannya.


" Sepertinya begitu,dan mereka pun melakukan sandiwara pertunangan hingga pernikahan nanti,karena mantan kekasihku tidak ingin melihat orang tuanya kecewa,karena ini semua dia lakukan atas desakan orang tuanya." Jelas Kinaya menatap nanar.


" Apa ??jadi mereka hanya bersandiwara ?Tapi ka kamu tau darimana ?" Tanya Angkasa dengan perasaan shok.


" Aku tau cerita semua ini dari sahabatnya mantan aku,dan aku sangat berharap mantan kekasihku itu mau menerima aku kembali setelah sandiwara pernikahannya selesai,karena pernikahan mereka tidak akan lama,hanya untuk formalitas saja." Jelas Kinaya dengan perasaan yang sulit di artikan.


Angkasa menghela,TUHAN memang maha baik,menunjukan segala tanpa harus bersusah payah dia mencari informasi ini, dan itu artinya ia masih bisa berkesmpatan untuk mengambil hati seorang Mona.


Yaa jika ini adalah cara TUHAN mempertemukan dengan jodohnya maka ia sangat berharap dia datang di waktu yang tepat.


" Sorry ya kin jika aku terlalu ingin tahu akan permasalahan pribadi kamu." Ucap Angkasa menatap iba.


" Gak apa-apa Kas,setidaknya beban ini sedikit berkurang,jujur saja penyesalan ini perlahan seperti akan membunuh perasaan ku sendiri." Ucap Kinaya dengan tertunduk dalam.


" Kamu jangan putus asa,perasaan seseorang itu akan selalu berubah kapan saja dan kita tidak akan pernah tahu hal itu kapan akan terjadi." Ucap Angkasa memberi semangat Kinaya supaya tidak putus asa.


" Percuma saja kas,aku rasa mantan aku memang sudah mengubur dalam cintanya terhadap aku,dan gadis itu sudah berhasil menyingkirkan perasaan dia terhadap aku. " Ungkap Kinaya bernadakan kecewa.


" Hmmm,kalau boleh tau siapa Mantan kekasih kamu itu ? " Tanya Angkasa seraya menyeruput air kopinya yang mulai dingin,dari panas hingga dingin cerita ini belum usai.


" Banny,seorang pengusaha muda yang kini tengah naik daun. " Ungkap Kinaya dengan perasaan berat.


" Oya,saya pernah dengar nama pengusaha muda itu. " Angkasa Menyela,dan berpura-pura untuk tidak mengenalinya secara langsung.


" Pasti,karena sekarang ini perusahaan milik orang tuanya telah di ambil alih sepenuhnya oleh dia,dan sekarang dia menjadi seorang pengusaha muda yang sukses." Ucap Kinaya datar.


" Apa kah ini ada hubungannya dengan alasan kamu ingin kembali, karena mantan kamu itu sudah mapan ?" Ucap Angkasa bertanya dengan penuh sindiran halus.


Kontan saja pertanyaan itu menohok perasaanya sekaligus tamparan hebat bagi perempuan cantik itu.


" Tidak seperti itu Kas,aku menyesali semua perbuatan ku atas ketololan aku yang pernah mencintai seseorang Sultan karena sebuah materi semata,dan aku tidak mendapatkan itu semua,yang kudapat hanya perlakuan buruk dari pria itu." Jelas Kinaya menatap lepas ke luaran kafe tersebut dengan perasaan frustasi.


Sontak pernyataan Kinaya berhasil membuat Angkasa terhenyak kembali saat mendengar sebuah nama yang sangat ia kenali di sebutnya oleh Kinaya.


" Sultan ??,jadi kamu... ? " Tanya Angkasa menatap shok.


" Dia lah mantan suamiku,laki-laki yang tidak punya rasa tanggung jawab,menyesal aku menikah dengan nya." Ucap Kinaya membuang jauh pandangannya keluar sana dengan amarah yang tertahan dan tak terasa mata itu pun terlihat berkaca-kaca.


Oh TUHAN !! apakah ini sebuah kebetulan ataukah memang Takdir.Angkasa menatap lurus wajah yang sedang berpaling darinya,menyembunyikan semua kesedihannya.


Raut wajahnya sektika memerah menahan perasaanya yang kian bergemuruh di dadanya.


" Jadi kamu adalah mantan seorang Sultan ? " Tanya Angkasa masih menatap tak percaya.


Kinaya mengangguk pelan seraya mencoba menahan air matanya yang tak lama lagi akan jatuh di pipinya.


Angkasa menghela napas nyaris beberapa kali dan entah kenapa pikiran pria tersebut di ingatkan kembali ke beberapa minggu yang lalu di saat ia mengundang Banny untuk makan malam dan tanpa di duga Banny mempertanyakan seorang Sultan,dan itu sebabnya Banny tidak terlalu respek saat dirinya membahas banyak tentang Sultan.


Ternyata mantan istri pengusaha kaya itu adalah mantan kekasihnya dulu.


Yaa dia memahami itu sekarang.


Angkasa mengangguk-nganggukan kepalanya seolah-olah ia sudah memahami atas kejadian semuanya.


Jadi ini lah mantan seorang Sultan yang seorang Model itu,Kinaya memang cantik untuk seukuran seorang model,kaki yang jengjang serta tubuh yang ideal membuat pandangan para lelaki begitu di manjakan akan ke indahan tubuhnya.


Dalam berpenampilan pun Kinaya ini memang terbilang sangat berani dalam memperlihatkan ke molekan tubuhnya,yaa namanya juga mantan Model,di rasa wajar jika dia berpenampilan seperti itu,hanya itu kelebihan yang bisa ia tunjukan.


Paras yang cantik dengan bola mata kecoklatan nyaris membuat perempuan itu sempurna,memang jika pada kenyataanya tak ada yang sempurna,namun pada kenyataanya sosok Kinaya mampu mendapatkan itu semua.Dan tak ada salahnya jika seorang Sultan maupun Banny mampu terpikat akan pesona kecantikannya.


Namun sayang,terkadang modal cantik saja tidak bisa menjamin seseorang bisa hidup bahagia.Dan ini adalah sedikit gambaran jika kecantikan itu tidak bisa menjamin baik buruk nya hati seorang perempuan.

__ADS_1


__ADS_2