CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
episode 19~ Luka lama 1


__ADS_3

 


AMEL dan Tamara sedang asyik memperhatikan sesuatu di ponsel miliknya Tamara,mereka masih terus fokus sembari sesekali berdecap kagum kearah beberapa gambar yang mereka lihat di layar ponselnya tersebut.


" Huufff..."


Tiba-tiba Mona menghempaskan tubuhnya di sopa tepat di samping mereka duduk. 


" Yaa Ampunn gue kagett !" Pekik Amel dengan segera menyembunyikan ponselnya ke dalam saku blezernya lalu ia menoleh Mona yang baru datang.


" Kenapa sih Mon,kayanya bete banget..?"Tanya Amel menoleh.


" Punya bos,cuek banget.." Jawab Mona dengan bersikap malas.


" Kenapa lagi sih.?" Sela Tamara menimpali.


" Massa dia pergi ke luar kota gak ngasih tau gue,Guekan gini-gini juga Sekertarisnya." Terang Mona seraya merengut.


Amel dan Tamara saling bertatapan seraya tersenyum tipis.


 


" Cieeh ada yang kesal nih." Sela Tamara dengan menggeser duduknya ke tepi sopa.


" Yaa iyalahh tar kalau ada apa-apa,gue juga yang di salahin.." Sahut Mona makin tertekuk wajahnya.


" Iyaa juga sih,seharian tadi gue gak liat Doi.Emang Big Bos kita lagi kemana see ?" Tanya Amel penasaran.


" Gak tau gue."Sela Mona acuh.


" Lah lo kan sekertarisnya ?" Tanya Amel dengan heran.


" Yaa kan,lo pasti nanya gitu,makanya gue sebel,Lo gak nyimak ucapan gue apa ?" Sela Mona mendelik kesal.


" Mungkin ada urusan lain kali Mon ?"Sela Amel mencoba untuk berbaik sangka.


" Kalo ada urusan kantor gue pasti di teleponin,mana hari ini ada agenda sama Zeanu untuk acara tanda tangan kontrak." Tubuh Mona terlihat goyang-goyang karena emosi.


" Atau dia lagi liburan kali sama yayang honeynya.." celoteh Tamara dengan enteng.


Mona menoleh cepat kearah Tamara lalu mengkerutkan dahinya dengan penuh telisik.


 


" Massa sih cowok sejutek dia punya pacar.." Tanya Mona dengan tak percaya.


" Yee kenapa tidak? dia ganteng kok semua perempuan yang normal pasti naksir pak Bos,Kecuali....."Ucapan Amel menggantung Ia melirik ke arah Mona dengan ragu


" Kecuali gue gitu ??" Tiba-tiba Mona memotong pembicaraan Amel dan menatap keki ke arah sahabat nya itu yang hanya cengengesan.


" Haaa...haa... !! Sentimen banget sih lo.." Sela Tamara terkekeh kekeh melihat sikap sensi nya Mona.


" Kemarin sore gue pulang di anterin pak Bos.." Ucap Mona dengan wajah bangga.


Amel dan Tamara sejenak menatap kaku dan saling melempar pandangan satu sama lain dengan ekpresi wajah tidak percaya.


" Lo jangan haluu..."Sela Amel melengos.


" Serius !Yah kalian kaga percaya."Ucap Mona mencoba meyakinkan kedua sahabatnya itu.


" Lo jangan bercanda deh Mon,Lo boleh berhalu jadi Bos kek jadi apa kek,Tapi jangan halu kalau Bos kita anter lo pulang." Tamara menambahkan dengan mimik muka nyeleneh.


" Serius Tam,Kalau lo berdua gak percaya tanya deh sama pak Eko,dia liat gue percis duduk di samping Pak Banny.." Jelas Mona dengan antusias menjelaskan nya.

__ADS_1


Kedua sahabatnya saling menoleh bersamaan.


" Yang bener sih Mon ?? tumben sih ? pak Banny sebaik itu sama lo.."Tanya Amel memberondong nya.


" Hehe...hehe.., Kalau kata Zeanu bos gue lagi baik,makanya nganter gue pulang." Sela Mona terkekeh. 


Amel dan Tamara saling melempar tatapan keki seraya mengangkat tinggi kedua pundaknya. 


" Gue rasa si Mona kena sindrom Mel.."Bisik Tamara pelan.


" Iya.Sindrom cinta Tam."Balas Amel dengan di iringi tertawa lucu.


" Tapi gue rasa,nih anak setelah jadi Sekertaris mulai kebuka deh tuh auranya.."Sela lagi Amel dengan setengah berbisik melempar candaan nya.


" Haa..haha..,Aura apa sih ?"Tanya Mona dengan cuek.


" Aura jodohnya.." Sahut Amel seraya tertawa lepas.


Mona hanya merengut manja menatap ke arah Amel,lalu ia pun tak lama ikut tertawa meski terasa hambar.


" Iya juga ya ? Kemaren di antar Zeanu berangkat kerja sekarang di antar pulang sama Bos.curiga gue ?" Tambah lagi Tamara mengiyakan perkataan Amel sembari meng angguk-angguk kecil seperti sedang memahami sesuatu.


" Apaan siih kalian,suka banget menghubung-hubungkan sesuatu dengan hal kebetulan .Semua itu cuman kebetulan saja beb." Jelas Mona sembari mencari seseuatu di dalam tasnya.


" Gue rasa setelah menjabat jadi Sekertaris itu ada manfaat nya,kayanya tuh jabatan nya ada keramatnya bisa ngegaet dua cowok sekaligus.heran kan gue ?" sela lagi Amel tak mau kalah mencandai sahabatnya itu.


" Lebay, lebay."Ucap Mona dengan terus mencari-cari sesuatu dari dalam tasnya.


" Gue rasa,gue masih belum bisa tertarik sama siapapun, you know !!" Jelas Mona dengan tetap mencari- cari sesuatu di dalam tasnya tersebut.


" Lo lagi cari apa sih dari tadi grasak grusuk mulu deh?" Tanya Amel terheran- heran melihat tingkah sahabatnya tersebut.


" Duhh padahal gue dari rumah udah nyari-nyari Id cart gue. di tas juga gak ada nih kemana ya... ?"Ucapnya Mona tengah kebingungan dan terus mencoba mengingatnya lagi.


" Lo dari pagi gak ada pake itu..?"


" Lo gak pake itu juga gak apa apa lah,Sekertaris mah bebas.." Sela Amel santai.


" Ikh tar ketauan Pak Menejer gue kena tegor lagi.." Ucap Mona sambil terus mengingat ngingat Id cartnya. Seingatnya ia terakhir kali menyimpannya di tas.


" Sumpah gue lupa !!"


" Lo orangnya kan teledor kalau naroh barang suka asal."Ucap Amel terlihat ikut bingung.


" Tapi gue kan gak asal naroh otak ."Ucap Mona dengan sempat-sempatnya mencandain sahabatnya tersebut.


Amel serta Tamara hanya terlihat menggeleng sembari menghela napas panjang melihat sikap konyol sahabatnya itu.


**************


JARUM jam telah menunjukan pukul 07.55 menit Mona bergegas meluncur dengan kecepatan yang tak terkendali.


Hari ini Ia bangunnya kesiangan dan sepertinya Ia bakalan telat masuk kantor, lalu dengan cepat ia pun segera bergegas menuju ruangannnya.


Sesampai di ruangananya Mona dikejutkan oleh kehadiran Manda yang sedang Duduk manis di kursinya.


Mona membuka perlahan pintu ruangannya dengan tetap menatap lurus kearah Manda.


" Halo..!!Kenapa lo ko terkejut ?apa karna gue udah masuk lagi ya ?"Ucap Manda menatap Acuh.


" Kenapa masuk ruangan gue ?"Tanya Mona dengan menatap tajam Manda.


 

__ADS_1


" Ruangan lo ??helooow sejak kapan ini ruangan lo !Lo jangan mimpi lo bisa kerja di ruangan ini.Dan perlu lo tau ruangan ini khusus orang-orang cerdas kaya gue." Jelas Manda dengan congkah.


" Manda gue lagi gak pengen ribut.Jadi sebaiknya lo pindah dari ruangan gue.." Ucap Mona dengan mencoba menahan emosinya.


" Loh lo berani ngusir gue.Siapa lo ?"Tanya Manda dengan berdiri seraya bertolak pinggang.


" heeeh !! Lo gak usah halu deh.Ini jelas-jelas ruangan gue dan ini apa juga barang-barang lo di taroh sembarangan di meja gue lagi. Najis..!!"Ucap Manda mendecih sinis lalu ia pun menggeser serta mendorong barang-barang kepunyaan Mona hingga berjatuhan di lantai.


 


" Hentikan Man !Lo gak usah kasar kaya gitu.Lo itu udah gak jadi sekertaris pak Banny lagi." Seru Mona dengan membentak keras, kali ini ia benar-benar sudah marah setelah melihat kelakuan Manda yang di rasa sudah kelewat batas.


" Apa lo bilang ? Lo jangan-jangan masih bermimpi Ya?"Ucap Manda menghampiri Mona sembari nunjuk- nunjuk ke arah batang hidungnya.


Sontak membuat Mona menjadi naik pitam.


" Gue paling gak suka lo nunjuk-nunjuk gue.." Sergah Mona dengan menepis telunjuk Manda yang mengarah ke wajahnya.


 


" Ada apa ini ?" Tiba tiba Pak Hendra selaku Menejer di perusahan Banny menghampiri Mona yang sedang ribut dengan Manda.


Beberapa staff berbondong-bondong mendatangi ruangan Mona dan menyimak kedua gadis tersebut sedang berselisih paham,dan tak terkecuali Amel sertaTamara ikut menyaksikan pertengakaran Mona dengan Manda.


" Pak Hendra tolong kasih tau mantan Sekertaris pak Banny ini untuk tidak masuk keruangan saya dengan tanpa seijin saya." Jelas Mona dengan tesenggal-senggal menahan emosinya yang hampir pecah.


" Ehh halu banget see lo yee.Sok sok'an bilang Mantan.." Ucap Manda geram.


" Ok tenang,tenang.Biar saya jelasin semuanya.."Ucap pak Hendra seraya melerai pertengkaran antara Mona dan Manda.


" Gue penasaran pengen nonton ampe akhir Tam.pengen liat muka tuh si ratu nyamuk kaya gimana setelah dia tau dia udah gak menjabat jadi Sekertaris lagi.."Sela Amel di tengah keseriusannya yang anteng menyaksikan perselisihanya sahabatnya tersebut.


" Ho'oh.."Balas Tamara singkat.


" Bu Manda mohon maaf sebelumnya dari pihak perusahaan belum ada konfirmasi terhadap ibu terkait adanya pergantian Sekertaris,di karenakan Kami masih menjaga kode etik ." Jelas pak wandi menatap dalam Manda yang masih menatap galak ke arah Mona.


" Maksud pak Hendra..?"Tanya Manda sambil memandang pak Hendra dengan tidak suka.


" Dari pihak perusahan kami sepakat untuk tidak memberi tahu ibu sebelum ibu benar-benar pulih dan kembali bekerja di perusahaan ini.Baru setelah itu kami akan memberi tahu,bahwa Pak Direktur sudah memutuskan untuk tidak memakai lagi ibu Manda sebagai Sekertarisnya Pak Banny.dan dari pihak perusahaan tidak sampai memberhentikan bu Manda.Karena Bu Manda masih bisa bekerja dibagian pendataan barang produksi."Jelas pak Hendra dengan tegas dan lugas.


" APAA....!!!" Manda terkejut bukan main.


Seperti ada sebuah petir menyambar dirinya di siang bolong.


Ini adalah sebuah pukulan keras bagi dirinya.Raut wajahnya terlihat begitu syok karena ia tidak menyangka jika penyambutan pertama ia masuk kerja kembali dengan situasi seperti ini,dan ia pun di berhentikan dengan begitu saja dari jabatannya tersebut.


" Pak Hendra tidak bisa seperti itu dong !! Ini jelas merugikan saya.Dan ini semua pasti permainan lo kan Mona ?" Tanya Manda menatap kesal ke arah Mona.


" Keputusan ini Pak Direktur yang buat Bu Manda,bukan bu Mona." Sela pak Hendra cepat.


" Mana sekarang pak Banny nya ?saya jelas tak terima dengan keputusan nya ini,ia pasti keliru dalam membuat keputusan ini."Ucap Manda terlihat emosi dan menatap penuh kebencian terhadap orang yang sudah lama di bencinya.


Mona mengangkat dagunya seolah-olah Ia memperlihatkan kekuasaannya kini.Ia merasa puas telah menggeser posisi seorang Manda dengan sangat Mudah.


" Jadi anda silahkan keluar ibu Manda yang terhormat! " Ucap Mona menatap congkah.


" Lo benar benar licik !memanfaatkan situasi dsn kelemahan gue."Ucap Manda geram sekali.


" Yessss...!!" Amel terlihat puas dengan sikap Mona yang mulai bisa melawan Manda.


" Awas yahh gue balas !!" Ucap Manda dengan mendengus galak ke arah Mona yang tersenyum penuh kemenangan.


" Makasih banyak Pak Hendra atas pertolongannya. Saya gak tau harus ngapain ngadepin amukan perempuan jutek itu.." Ucap Mona tersenyum tipis ke arah pak Hendra.

__ADS_1


" Sama sama bu Mona.Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu bu Mona." pamit pak Hendra seraya keluar dari ruangan nya Mona.


Mona menghela dan tersenyum lega ke arah Amel dan Tamara yang dari balik pintu kaca mereka memperhatikan dirinya seraya mengacungkan dua jempol untuk dirinya.


__ADS_2