
AMEL menghela napas lega setelah tau siapa yang memanggil sabatanya tersebut.
Mona menatap langkah pria tersebut berjalan mendekatinya.
" Zean." pekiknya cukup terkejut atas kehadiran Zeanu yang secara tiba-tiba.
Kenapa Zeanu tau dirinya ada di tempat sahabatnya ??
Mona sibuk bertanya-tanya di dalam hatinya,namun tak lama ia baru ingat jika dulu Zeanu pernah mengantarnya ke tempat ini,jadi wajar saja jika Zeanu tau akan tempat dimana kini ia berada.
" Mon,gue mencari elo dari kemarin,nomor WA lo tidak aktif." ucap Zeanu dengan sedikit mengatur laju napasnya.
Diam-diam Zeanu mendatangani kontrakan salah satu sahabatnya Mona,karena ia yakin jika Mona berada di tempat sahabatnya tersebut.
Mona tersenyum kaku ia berusaha untuk bersikap sewajarnya tanpa memperlihatkan rasa kesedihannya.
" Kamu nyariin gue ? Ada apa ?" tanya Mona berpura-pura semeringah.
" Di sosmed beredar isu perselingkuhan elo dengan seorang duda pengusaha muda yang kaya raya,dia Sultan,mantan suaminya Kinaya mantan kekasih Banny." ujar Zeanu menegaskan.
Mona melipat bibirnya tipis,tanpa Zeanu perjelas ia sudah tau semuanya.
" Aku tau itu !" ujarnya dengan datar
" Dan tepatnya gue melihat foto-foto itu di beranda pribadi Arnetta." sahut Zeanu menatap dalam.
Mona menggeleng dan itu membuatnya terkejut,ia tidak menyangka jika Arnetta akan melakukan hal itu.
" Tidak seharusnya Arnetta melakukan hal itu,ia tidak tau apa-apa tentang foto-foto tersebut." ujar Mona resah.Lagi-lagi ini bukan persoalan biasa,orang yang tak tau permasalahannya justru ikut campur dalam persoalan pribadinya. Berita ini bukan hanya sekedar isapan jempol belaka melainkan berita yang tidak ada kebenarannya sama sekali,dan kabar ini telah menyebar luas dengan begitu cepatnya.
" Bagaimana bisa Arnetta membuat kabar itu di sosmednya,sementara dia tidak tahu percis akan kebenarannya.Tentunya ini akan membuat nama baik lo serta Banny akan buruk sekali." ujar Zeanu dengan cemas.
Mona menatap resah.
" Tapi darimana Arnetta mendapatkan foto-foto tersebut ?" tanya Zeanu kian penasaran.
" Entah,hingga saat ini aku belum tahu siapa yang telah menyebarkan foto-foto tersebut." balas Mona penuh pikiran.
Zeanu sesat beusaha berpikir keras dan mencoba menerka-nerka.
" Tidak usah di pikirkan,aku baik-baik saja kok Zean." sela Mona tersenyum tipis walaupun hatinya terasa pedih teriris.
Pernyataan Zeanu setidaknya berhasil membuatnya bertanya- tanya atas sikap sekertaris suaminya yang telah menyebar luaskan berita bohong tentang dirinya,ada tujuan apa Arnetta melakukan hal itu ?batinya dengan risau.
" Gue tau, saat ini elo sedang berpura-pura baik.Tapi kenyataanya elo sedang tidak-baik saja Mon." ujar Zeanu cepat.
Mona tercenung mendengar kalimat yang di ucapkan pria berparas sederhana tersebut,pria ini selalu merisaukan ke adaanya sama halnya dengan kedua sahabatnya yang begitu peduli terhadapnya.
Mona menghela napas lalu menoleh ke arah kedua sahabatanya yang masih berdiri di halaman rumahnya memperhatikannya sedari tadi dengan rasa ingin tahu.
Mona kembali mengalihkan pandangannya ke arah Zeanu yang berdiri tak jauh di sampingnya lalu tersenyum hampa.
" Elo selalu bersikap sok tahu akan ke adaan ku." balas Mona datar.
" Gue sudah tahu semuanya Mon,imbas dari gosip murahan itu Banny ngusir elo kan ? bahkan dia pun menalak elo ?gue orang pertama kalinya yang merasa kecewa atas sikapnya Banny terhadap elo." ujar Zeanu berempati.
Mona tertunduk,kali ini ia tidak bisa mengelak lagi bahkan menepis semua kenyataan yang terjadi dan ia pun pasrah tak ingin bersembunyi lagi dari perasaannya yang telah hancur.
__ADS_1
" Gue hanya butiran debu di antara lautan pasir,semua bisa terhempas hilang begitu saja,bahkan lenyap tak berjejak." jawabnya lirih suaranya terdengar parau.
" Gue yakin Banny sudah salah paham atas semua ini," ujar Zeanu menatap nanar ke arah gadis yang selalu ada di dalam hatinya selama ini.
Mona tersenyum pahit sekuat apapun Zeanu menolong dirinya semua itu hanya akan berakhir sia-sia,dirinya sudah menyerah dan tidak ingin lagi memperjuangkan sesuatu hal yang tak di hargainya.
" Aku sudah tidak mau memperdulikan hal itu lagi,karena apa yang aku perjuangkan semuanya pasti akan sia-sia.Mungkin inilah saatnya aku harus melepaskan semuanya,termasuk perasaan ini,perasaan yang selama ini aku agung-agungkan, aku harus mampu melepaskannya secara perlahan." jelas Mona dengan nada bicara yang begitu berat,tak ada lagi raut wajah kebahagiaan di benaknya.
Zeanu terpana menatap dengan berbagai perasaan,ia begitu paham atas apa yang di rasakan oleh perempuan yang hatinya selalu ia jaga.
" Mona,gue pernah berjanji sama lo,jika gue akan membuat elo dan Banny bahagia apapun itu caranya," tungkas Zeanu menatap lebih serius.
Mona tersenyum hampa.
" Tidak Zean,aku sadar jika Mas Banny bukanlah kebahagiaan ku semata,ada sesuatu hal yang telah membuka mata hatiku yang selama ini tertutup cinta butaku.Perlahan tapi pasti cinta itu tidak akan bisa di paksakan karena cinta tidak selamanya harus saling memiliki,kadang adakalanya kita harus mencintai dalam diam,dan kadang pula kita mencintai hanya dalam cerita." ucap Mona tersenyum getir,ia berusaha untuk tetap tegar walau hatinya remuk.
" Tapi gue yakin apa yang Banny tuduhkan sama elo itu tidaklah benar." balas Zeanu.
Mona menarik napas panjang lalu menatap pria itu dengan perasaan rumit.
" Aku tidak suka di hianati,begitupun sebaliknya aku tidak suka menghianati,apa yang di tuduhkan di media sosial tentang aku,aku rasa itu semua hanya fitnah belaka." Mona menjelaskan tentang dirinya.
" Elo harus jelaskan semua ini Mon,masih ada waktu untuk memperbaiki semuanya,gue rasa kalian masih memiliki perasaan yang sama." Zeanu berusaha meyakinkan perasaan Mona.
" Sepertinya sudah terlambat,sorry Zean aku sudah menyerah dan tak ingin lagi mempertahankan apa yang selama ini aku pertahankan." balas Mona dengan tersenyum ringkih.
Tin...Tin... Tin....
Suara klakson mobil tiba-tiba menyela di antara obrolan mereka,Mona menoleh ke arah suara klason tersebut.
Sebuah taksi online pesananya sudah tiba.
" Tunggu Mona,adakah waktu untuk kita berbicara. Sebentar saja." ucap Zeanu memelas.
" Maaf kan aku,aku harus segera pergi." jawab Mona tegas.
" Tapi...." Ucapan Zeanu menggantung.
" Tenang saja Zean,aku pastikan jika aku akan baik-baik saja." ujar Mona tersenyum,ia pun segera bergegas melangkah pergi meninggalkan Zeanu dengan perasaan nya yang kecewa.
Zeanu tidak mampu menahan langkahnya meski memang dia sebenarnya ingin menahan nya.
Mona segera menaiki taksi online tersebut dan membiarkan Zeanu memandanginya hingga ia duduk dengan baik dalam taksi tersebut.
Mobil taksi perlahan melaju meninggalkan pelataran rumah kontrakan sahabatnya Mona.
Zeanu terpaku menatap kendaran tersebut yang perlahan meninggalkannya,kedua sahabat Mona hanya mampu memandangi mengantarnya dengan penuh perasaan.
Mona menyandarkan punggungnya di sandaran jok mobil taksi online tersebut,pikirannya melayang entah kemana.
Keputusan yang di ambilnya sekarang ini sudahlah bulat jika ia akan menerima gugatan cercerai yang di layangkan oleh Banny terhadap dirinya,dan itu ia akan terima dengan lapang dada,mencoba mengiikhlaskan apa yang telah terjadi meski kebenaran sedikit pun tak berpihak kepadanya.
Mona menatap lepas ke arah luar jendela mobil yang melaju membelah jalanan,perlahan perasaanya melepaskan semua isi hati yang menganjal di hatinya,memulai hidup baru dengan status singgle yang akan segera di sandangnya memang tak tak semudah membalikan telapak tangan.Perpisahan yang begitu menyakitkan dan itu harus ia alami,meksi berpisah dengan cara yang tak biasa.
Terpaksa ??
Yaa semua ini adalah terpaksa,terpaksa dengan ke adaan yang tak memungkinkan bagi dirinya untuk mempertahan kan perasaan nya selama kurang lebih seratus hari ia pertahankan.Ini lah jalan terbaik yang Tuhan berikan untuk berpisah.
__ADS_1
Tak sekali ini saja Banny membuatnya menangis karena sebuah perpisahan,jauh sebelum perasaan itu bersemayang di hati pria angkuh tersebut,Mona terlebih dahulu sudah merasakan perasaan seperti ini,Perceraian yang tak kunjung terjadi dengan alasan sebuah perasaan kerap mewarnai gejolak hatinya,sebelumnya Banny memintanya untuk menyepakati sebuah perjanjian untuk menikahinya lalu memintanya untuk menjadi istrinya hanya dengan hitungan seratus Hari lalu berencana akan menceraikannya,namun justru perasaan pria pemilik wajah tampan itu berputar haluan mengasihi dirinya hingga begitu dalam,drama berunjung sebuah percintaan Banny memutuskan untuk membatalkan perceraiannya.
Namun kini perceraian itu kembali menghadang biduk rumah tangganya yang belum lama ini ia bina,kesalah pahaman ini telah menghancurkan segalanya.
Tak terasa buliran bening meniti di kedua pipinya lalu mengalir deras menganak sungai,Mona menyeka air matanya mencoba menata hatinya yang hancur,betapapun tidak Banny adalah sosok laki-laki yang pernah memberinya rasa nyaman serta kebahagiaan walau hanya sesaat.
" Mbak !!" tiba-tiba sang supir taksi online tersebut mengejutkannya dan berhasil membuyarkan semua lamunannya.
" Iya pak !!" jawab Mona terperangah,lalu kemudian ia segera merapihkan wajahnya dari air mata yang lolos dari persembunyiannya.
" Sepertinya motor itu mengikuti kita mbak." ucap sang sopir seraya sesekali mengamati dari arah kaca spion.
Mona menoleh kebelakang memastikan ucapan sang sopir tersebut,Mona memperhatikan pengendara motor itu dengan seksama.
Bola matanya membulat setelah ia memperhatikan betul pengendara motor tersebut yang tiada lain Zeanu yang tengah membututinya secara diam-diam.
Mona mengernyit dengan penuh tanda tanya,kenapa Zeanu diam-diam mengikutinya.Mona tak ingin membahas jauh masalah dirinya terhadap teman prianya tersebut.
" Pak,tolong bisa cepat sedikit ?" ucap Mona meminta sang sopir itu mempercepat laju kendaraanya.
" Baik mbak." balas sang sopir sigap.
Tak lama sang sopir taksi online tersebut memacu kendaraanya cukup kencang,Mona berharap Zeanu tidak mengikutinya hingga ke rumah neneknya,ia sudah tidak ingin membicarakan kembali akan permasalahan dirinya dengan Banny,semua telah berakhir sebagaimana Banny ketika mengusirnya pergi.
Mona menoleh kembali ke arah pengendara motor tersebut,ia berharap Zeanu akan kehilangan jejak,dengan lincah sang sopir itu mengendari mobilnya hingga tepat beberapa menit kemudian ia mampu lolos dari lampu merah yang tiba-tiba menghadang,meski sedikit ugal-ugalan namun Mona mencona menikmati laju kendaaraan tersebut,hingga meninggalkan jauh beberapa kendaraan di belakangnya terpaksa harus berhenti karena lampu merah termasuk Zeanu,ia tak mampu mengejar kecepatan taksi online tersebut yang memacu kendaraannya cukup tinggi,mobil yang di tumpangi Mona pun melesat jauh.
Mona menarik napas panjang setelah tahu kendaraan Zeanu terhenti oleh rambu-rambu lalu lintas dan tertinggal jauh,ia dapat bernapas lega dan memuji kelihaian sang supir taksi tersebut yang begitu profesional dalam mengoprasikan kendaraanya hingga mampu lolos dari kejaraanya Zeanu.
" Makasih banyak ya pak,walau pun perasaan saya cukup tegang !" ujar Mona mengelus dada.
Sang sopir tersenyum kecil.
" Sama-sama mbak,maaf ya mbak tadi ngebut sekali." ujar sang sopir dengan garuk-garuk kepalanya.
" Yang penting bisa lolos pak." balas Mona menatap lega.
" Kalau boleh tahu itu pacarnya mbak ya ?" tanya sang sopir tersenyum enteng.
Mona terengah mendengar pertanyaan dari sang sopir taksi online tersebut.
" Bu bukan pak,dia kawan saya." balas Mona terbata.
" Pacar juga gak papa mbak,yaa namanya juga hubungan pasti akan ada pasang surutnya." ujar sang sopir taksi online tersebut tersenyum- senyum.
Mona mengernyit melihat sikap sang sopir taksi tersebut bersikap sok akrab dengannya.
Mona menilik sang sopir tersebut,usianya memang tak terlalu tua,tapi bukan berati berusia remaja,hanya saja di lihat dari stayle nya sang sopir itu terlihat begitu trendy,wangi farpumnya menguar di dalam ruangan mobilnya yang begitu rapih dan bersih.
Wajah sang sopir itu terlihat begitu cerah,rambutnya yang mengkilap menambah kesan jika ia adalah sosok laki-laki yang berpenampilan perfect.
" Kalau pacaran lempeng-lempeng saja gak seru juga mbak,gak ada sensasinya,berantem,salah paham itu hal biasa,jutru itu yang akan menguatkan hubungan kalian." ujar sang sopir itu dengan penuh keyakinan.
Mona tersenyum ngambang,ia tak menyangka jika sang sopir taksi online itu memperhatikan dirinya,tapi rasanya ia tak perlu menjelaskan apa yang tengah ia rasakan saat ini,ia punya alasan untuk tidak menjelaskan tentang diriya,ia pun hanya mengangguk-angguk kan kepalanya mengiyakan semua ucapan sang sopir taksi tersebut.
" Yang sabar saja mbak,saya juga dulu pernah muda,merasakan apa yang mbak rasakan,tapi toh pada akhirnya kita berpisah juga,mungkin gak ada takdirnya kali ya mbak." ujar sang sopir itu seraya terkekeh menjawab seluruh pertanyaan nya sendiri.
Mona tersenyum lucu menatap sang sopir tersebut melalui kaca spion.
__ADS_1
Entah kenapa Mona merasakan hal ini pernah ia alami,yaa seperti dejavu tepatnya ketika dia pergi dari Apartemen Banny,dan hal ini terulang kembali.
Mona tersenyum hampa terkadang hidup begitu unik mengulang ke jadian yang pernah kita alami dengan adegan yang begitu menyerupai,dan hal itu pun terulang dengan begitu miripnya hanya waktu dan tempatnya yang berbeda.