CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 41


__ADS_3

 


SETELAH acara makan malam selesai Mona berpamitan untuk pulang karena ia sudah berjanji kepada sang nenek untuk tidak pulang larut malam.


 


Seusai pamitan Mona segera bergegas menuju kamar yang tadi di jadikan tempat menukar pakaiannya namun sepertinya ia malah terlihat kebingungan dan lupa akan ruangan yang di maksudnya.


Mona terlihat kebingungan mengamati beberapa ruangan yang ada dihadapannya ada dua ruangan dengan warna pintu yang sama,Rupanya Mona lupa untuk menandainya tadi ketika dia menukar pakaiannya.


Akan tetapi ada beberapa kemungkin yang membuat Mona linglung bisa jadi di karenakan terlalu banyaknya ruangan yang sama sehingga Mona merasa pusing sendiri ia susah untuk mengingat ruangan yang tadi.


 


" Kamu cari apa ?" Tanya Banny dengan tiba tiba mengejutkan Mona dari keseriusannya.


" Hmm,Kamar yang tadi Pak soalnya disana ada baju saya yang tertinggal pas tadi saya ganti baju." Jelas Mona dengan wajah tidak enak.


 


 


" Ini baju kamu!" Ucap Banny menyodorkan sebuah coverbag yang berisi baju Mona.


 


" Lalu baju ini pak ?" Tanya Mona sembari menatap baju yang dikenakan di badannya.


 


" Buat kamu,Anggap saja itu bayaran atas pekerjaanmu." Ucap Banny dengan gayanya yang dingin.


" Pekerjaan saya ?"Tanya Mona menatap penuh tanya ke dalam wajah Banny dengan sikap polosnya.


" yaa..,Kamu sudah bersedia berpura pura menjadi pacara saya,Walau pun semua itu hanya sia sia saja.Bukannya bisa membatalkan perjodohan Tapi saya malah dapat restu dari papah." Ucap Banny dengan nada suaranya sedikit gusar.


" Maaf pak,Bukan maksud saya untuk mengacaukan semua rencana bapak.yang dikarena Saya sudah lama mengenal papahnya anda,jadi...." Ucapan Mona menggantung.


" Jadi karena papah saya kenal kamu jadi saya harus menerima perjodohan ini ?" Ucap Banny menatap begitu tajam.


" Tidak seperti itu pak,Bapak salah paham." Ucap Mona membalas tatapannya Banny ia mulai merasa serbasalah atas sikap dan pernyataan yang di ucapkan Banny.


" Bapak bisa menolak perjodohan ini kok pak,dan bila perlu biar saya saja yang menjelaskan semuanya atas permasalahan ini kepada papah anda ,agar papah anda menjodohkan bapak dengan orang lain saja." Balas Mona dengan bersikap lugu.


" Kamu jangan bertingkah konyol,Justru saya membawa kamu kehadapan papah saya agar papah saya tidak menjodohkan saya dengan siapa pun,tapi rencana itu gagal semua.Ternyata perempuan yang akan di jodohkan dengan saya itu adalah kamu." Ucap Banny dengan nada ketus.


 


Mona terdiam ia merasa benar benar dilema atas permaslahannya,Kini permasalahan itu menjadi semakin semerawut berbaur dengan kisah sandiwaranya.


 


" Sudahlah nanti akan saya pikirkan lagi rencana lain agar perjodohan ini benar benar batal." Ucap Banny dengan menatap Mona dengan sorot mata yang menakutkan.


" Ayo Kamu saya antar pulang." Ucap Banny seraya melangkah hendak menuju keluar.


" Saya pulang sendiri saja pak" Sela Mona dengan cepat.


" Kamu menolak saya antar pulang ?" Ucap Banny dengan masih membelakangi Mona.


" Saya tidak mau merepotkan bapak." Balas lagi Mona dengan tak kalah singkat nada bicaranya seolah olah mulai terdengar kesal.


 


Monapun melangkah berniat akan mendahului Banny yang masih berdiri membelakanginya.namun dengan secepat kilat tangan Banny segera meraih tangan Mona dan mencekalnya dengan erat.


 

__ADS_1


" Saya paling tidak suka di bantah." Ucapnya dengan sorot mata yang tajam menarik tangan Mona cukup kuat.


 


Sontak membuat Mona terlihat ketakutan dan seketika raut wajah Banny mulai terlihat menatap galak ke arah Mona.Lalu Banny pun dengan cepat menarik tangan Mona untuk mengikuti langkahnya Monapun dengan tanpa perlawanan mengikuti langkah cepat Banny.


*********


Keesokan harinya.......... 


MONA terlihat sibuk mengurus beberapa dokumen pekerjaannya ia berusaha untuk menyelesaikan secepat mungkin agar siang ini semua pekerjaannya rampung semua,dikarenakan besok adalah hari weekend.Beberapa acara yang akan di lakasanakan siang ini sedemikian rupa telah di susunya dengan rapih dan ada beberapa hasil laporan dari beberapa staf yang lain sudah Mona mkirim langsung ke email sang bos dengan begitu rapih.


Setelah acara Meeting selesai beberapa menit yang lalu Mona segera mengatur beberapa jadwal acara yang akan di lakukan oleh sang Bos,Setelah pukul 15 lebih 15menit Mona sudah mengosongkan beberapa jadwal acaranya Banny di karenakan menjelang sore nanti ini Banny sudah harus pergi ke sebuh acara pesta pernikahan dari seorang Mitra kerjanya.


Dan dengan apa yang sudah di janjikan Banny Mona harus turut serta untuk menemaninya ke acara kepesta tersebut.Tak berlangsung lama Banny dan Monapun menuju ke butiq yang telah mereka pesan dua hari yang lalu.


Dengan di sambut hangat oleh Yonce Banny segera menukar bajunya dengan tanpa bertanya ini itu lagi Banny hanya ingin langsung disiapkan saja keperluannya oleh Yonce dengan tanpa banyaj bertanya lagi.


Banny memang tipe orang yang tidak suka berlama lama dan membuang waktu untuk hal yang tidak berguna.


Banny masih memandangi penampilannya di cermin ia terlihat begitu sangat gagah dan menawan.ia terus mencoba mematuti seluruh penampilannya yang nyaris begitu sempurna.


Banny memang terlihat sangat gagah serta begitu sangat tampan Warna pilihan Mona memang sangat cocok ia kenakan di warna kulitnya.


" Yon..,Gimana Mona sudah siap belom?,Saya tidak mau terlambat hanya gara gara menunggu perempuan dandan." Ucap Banny dengan nada bicaranya yang ngehas kaku dan dingin.


 


" Sabar donk Boskuh,anda kan tidak mau sekertarismu mempermalukanmu atas penampilannya." Sahut Yonce di balik ruang fittingroom.


 


Banny tidak menjawab di hanya menghela dan kembali menatap ke cermin seraya mengamati kembali penampilannya.


Tak lama Mona dan Yonce keluar dari ruangan fittingroom lalu Banny menoleh ke arah Mona yang berada di samping Yonce.


Nyaris Banny dibuat tak berkedip tatkala menatap Mona dengan penampilannya yang tak biasa,kecantikan Mona yang mampu membuat Banny terkesima serta terpesona melihatnya.


 


" Gimana boskuhh ?Apakah Boskuh suka dengan penampilan sekertarismu ini,Ternyata dia cantik loh, padahal cuman di poles dikit saja auranya langsung bertebaran,akyu saja suka liatnya Boskuh." Ucap Yonce dengan manja dan sesekali membenarkan rambut Mona yang terurai rapih.


 


Banny tidak menjawab ia hanya mengangguk kecil seraya menyunggingkan senyuman tipis kini rasa kaku itu bercambur takjub.


 


" Aku tau,Kalau Boskuh tidak menjawab berarti Boskuh suka iyaa kann ?jadi tidak ada komentar apapun okee." Ucap Yonce dengan gaya manjanya seraya mengedipkan matanya ke arah Mona dengan manja.


 


Mona hanya terdiam dia tidak berbicara sepatah katapun dia hanya tersenyum tipis dan ia hanya bisa patuh atas segala perintah dan kemauan sang bosnya.


" Ok ! kita pergi sekarang karena saya tidak mau terlambat." Ucap Banny seraya mengalihkan pandangannya ke arah yang lain,Yonce hanya tersenyum senyum manja melihat sikap Banny yang terlihat terkesima melihat penampilan sekertarisnya walaupun Banny tidak berkata sekalipun tapi Yonce bisa memahaminya.


Yonce yakin jika Banny mulai ada rasa yang spesial terhadap Mona meskipun banny tak berbicara hal itu namun Yonce paham bisa merasakannya dari sorot mata Banny ketika menatap panjang ke arah Mona.


" Ok,Semoga menyenangkan pestanya Boskuhh." Balas Yonce dengan gaya luwesnya.


" Makasih ya mas Yonce.." Ucap Mona dengan tersenyum manis dan penuh hormat.


 


" Sama sama Cantik.." Balas Yonce dengan hangat seraya merangkul pundak Mona yang sedikit telanjang.


................

__ADS_1


TIDAK lama kemudian Banny dan Mona sudah tiba di sebuah gedung yang mewah dengan dekorasi pelaminan yang sangat begitu megah.


 


Nuansa malam ini begitu mengagumkan di bagian ruangan balroom suasana sudah ramai dengan para tamu undangan yang sudh hadir memenuhi ruangan dengan berbagai busana yang terkesan sngat mewah dan glamor.


Banny membukakan pintu mobil untuk Mona dan meminta untuk segera turun meski dengan sedikit kerepotan akan gaunya tapi Mona berusaha untuk lebih hati hati dalam bersikap.jelas saja ia tidak mau mempermalukan sang bosnya di kalangan para tamu undangan yang hadir terlebih lebih di kalangan para mitra mitra perusahann Banny yang super elit.


Tiba tiba saja ada rasa bangga menyelinap didalam hati Banny dikarenakan Mona bisa menemaninya dengan berpenampilan yang sangat begitu elegan. entah kenapa perasaannya muncul akan begitu merasa nyaman berada di samping Mona.


Mona berjalan di belakang Banny dengan berhati hati ia berusaha berjalan senyaman mungkin dengan mengenakan sepatu hak tinggi. 


" Gandeng tangan saya !" Ucap Banny memerintahkan Mona untuk menggandeng tangannya.


" Haahh.." Mona nyaris memekik dengan terkejut.


" Jangan protes !!ikutin perintah saya."Ucap Banny setengah berbisik seraya menatapnya dengan tajam. 


Lalu tak menunggu lama Mona pun segera meraih tangan Banny dan menggendengnya dengan semesra mungkin.


Dengan perasaan yang tak menentu Mona berusaha untuk tidak melepaskan gandengan tangnnya dan hal ini merupakan untuk yang pertama kalinya Mona bisa menggandeng tangan sang Bosnya,semua ini terjadi di luar perkiraannya dan situasi ini membuat ia merasa canggung.namun Mona berusaha untuk menyembunyikan perasaanya agar terlihat lebih tenang meski rasa gerogi melandanya.


Sekujur tubuhnya bergoncang hebat yang sedang Mona rasakan. Ini semua memang serasa mimpi bagi dirinya sekian lama didalam hidupnya Mona nyaris tidak pernah menggandeng seorang pria namun sekalinya ia menggandeng pria itu adalah Bosnya dia sendiri.


Banny menoleh kembali ke arah Mona yang berjalan mengiringinya Mona berjalan dengan penuh keanggunan. entah kenapa malam ini Banny merasakan hal yang lain terhadap Mona di dalam hati kecilnya ia memuji akan kecantikan seorang Mona yang begitu natural.


Raut wajah Banny berubah sedikit lebih manis tatkala Mona menatap kembali dirinya yang tengah menatapnya dengan lembut.


Dan merekapun seketika saling berpandangan tak menentu lalu larut dalam perasaannya masing masing yang mulai mengusik perasaanya di dalam hati mereka.


 


" Hallo Nak Banny!" Sapa seorang laki laki dengan ramah seraya merangkul erat Banny.


" Hallo pak Gatot." Jawab Banny seraya melepaskan pelukannya.


" Terimakasih sudah datang di pesta pernikahan anak saya." sambut seorang lelaki hampir sebaya dengan papahnya menyambut dengan ramah, laki laki yang kira kira hampir berusia sekitar 60an itu terlihat begitu akrab dengan Banny.


 


" Sama sama pak,Semoga pernihakahan putri Bapak menjadi keluarga yang sangat bahagia." Ucap Banny dengan penuh hormat.


" Aamiin.Terimakasih doanya." Ucap Pak Gatot seraya menepuk nepuk pundak Banny.


" Ini calon kamu Nak Banny ?" Tanya pak Gantot sembari menoleh ke arah Mona yang tersenyum senyum tak pasti ke arahnya.


" Oh ! Ya pak ." Sahut Banny dengan singkat.


" Cepat menyusul yaa." ucap Pak Gatot dengan di selingi bercanda.


" Doakan saja pak." balas Banny dengan tersenyum datar lalu menoleh ke arah Mona dengan penuh isyarat.


Mona kembali tersenyum dengan kaku Sandiwaranya semakin rumit dan kebohongan demi kebohongan mereka lakukan.


Mona menatap penuh ke arah Banny,ia masih bingung dengan sikapbsang bosnya kenapa sang bosnya suka sekali berpura pura atas semu ini sekalipun dalam kondisi saat saat seperti ini.


Apakah ia merasa gengsi masih menjomlo juga sampai saat ini atau.....,entahlah Mona merasa bingung dengan sikap Atasanya itu.


Kenapa juga Banny harus mengakui dirinya adalah calon istrinya,Kan dia bisa berkata yang sejujurnya kalo dirinya adalah sekertarisnya.Bukan berkata yang tidak ada kebenarannya karna Mona yakin kebohongan ini yang akan menjadi boomerang bagi dirinya maupun Bagi Banny sendiri.


Pikiran Mona sibuk sendiri rasanya ia mulai risau dengan sikap Banny yang selalu bersandiwara akan hubungan dengan dirinya.


" Silahkan Nak Banny nimatin hidangannya." Ucap Pak gatot seraya meyalami beberapa tamu undangan yang datang menghampirinya.Banny tidak menjawab ia hanya tersenyum dan kembali berjalan untuk mencari untuk tempat duduk.


........


bersambung

__ADS_1


 


__ADS_2