CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 63


__ADS_3

*Kantin kantor.


AMEL berserta Tamara terlihat begitu asyik menikmati santapan makan siang mereka.


Seperti biasa menu favorit Tamara baso kuah pedas sementara Amel ia memilih makan nasi rames kesukaannya.


" Tam !Kalau gue pikir-pikir si Mona beruntung juga yaa hidupnya,gak tanggung-tanggung ia di jodohkan dengan Anak Predsir." Ucap Amel membuka obrolan.


" Tapi yang namanya di jodohkan mana enak sii Mel." Bantah Tamara seraya meicicip kuah basonya yang masih terlihat asapnya mengepul.


" Yaa kalau gue mah di jodohin dengan cowok sekelas Pak Banny gak bakalan nolak lahh,makan ati pun gue jabanin hee...hee." Ucap Amel terkekeh-kekeh.


" Makan ati kok di rencanain !!" Balas Tamara singkat.


" Bukan di rencanain tapi gue jabanin." Sela Amel mendilak.


" Ya sama aja.Berarti lo itu berencana makan ati. "


" Terserah elo dah !" Guman Amel mulai jengkel dengan bantahannya Tamara.


" By the bus way lo putus sama cowok lo kenapa ?" Tanya Amel menoleh Tamara yang sedang bersemangat menyantap basonya meski dengan terlihat kepanasan.


Tamara terdiam lalu menoleh ke arah Amel yang masih menunggu jawabanya,sementara mulutnya Tamara dalam keadaan penuh dengan daging bulat itu yang akan siap-siapnya di kunyah.


" Loh kok jadi nanya kesitu ??" Jawab Tamara dengan mulut berisi penuh baso.


" Kan lo belum cerita masalah itu beb.?" Balas Amel seraya menyedot abis es tehnya.


Tamara memperlambat kunyahannya lalu ia meletakan garfu dan sendok di mangkoknya dengan pasrah.


Wajahnya berubah mendadak sendu namun tetap bersemangat mengunyah baso dengan penuh penghayatan.


" Melo-melo gitu aja lo masih bisa ngunyahh dasar aneh !" Guman Amel tersenyum lucu melihat sikap Tamara yang terkadang sikapnya selalu mengundang tawa.


" Bian selingkuhh !!" Jawab Tamara dengan nada sedih.


" HAH !! Selingkuh ???" Pekik Amel terhenyak.


" Cowok model dia bisa selingkuh juga ?Ampun emang ya cowok itu sama aja semua nya,emang pada nyebelin mereka tuh selalu saja nyakitin." Ucap Amel dengan suara yang mulai meninggi dan berapi-api mau tak mau beberapa staff lainnya yang sedang makan menoleh ke arah mereka.


" Guek kalo si Rendy sampe selingkuhin gue,Hem liatin aja !" Ucap Amel dengan barbar ia terlihat menyingsingkan lengan bajunya dengan penuh semangat.


" Mau di apain ?"Tanya Tamara dengan polos.


" Gue sunatin !!" Jawab Amel nyeplos.Sontak beberapa staf yang sedang makan siang di kantin kantor itu menoleh kembali ke arah omongan Amel yang terdengar sangat barbar.


" Lo dukun sunat juga ?" Tanya Tamara polos.


" Ikhh malah nanya serius lagi,Yak bukanlah !!!" Balas Amel jengkel sendiri dengan pertanyaan Tamara.


" Kan lo bilang lo mau sunatin si Rendy,memangnya si Rendy belum sunatan ya ?Haa...haaa..." Ucap Tamara malah tertawa lebar melihat sikap Amel yang memasang wajah tidak enak sendiri setelah mendengar perkataanya Tamara.


" Susah yaa kalau ngomong ama orang polos setengah bloon kaya gini" Ucap Amel geleng-geleng kepala.


" Haa...haa...,Orang kalau ketahuan selingkuh yaa lo putusin ini malah di sunatin Haa...haa..,Aneh juga lo" Ucap Tamara kian tertawa lebar.

__ADS_1


Amel merengutkan wajahnya dengan jengkel,ia merasa kesal sendiri atas sikap Tamara yang malah menertawakan dirinya dengan lucu.


" Terserah lo deh !!" Balas Amel dongkol sendiri.


" Tapi lo tahu dari mana kalau si Bian selingkuh ?" Tanya lagi Amel dengan penasaran.


" Heemm,Ceritanya panjang Mel." Jawab Tamara dengan siap-siap hendak menyuapkan kembali basonya.


" Lo kasih tau intinya aja !" Sela Amel dengan bersabar menghadapi sikap kepolosannya Tamara itu.


" Intinya si Bian selingkuh dan selingkuhan si Bian nelponin gue ." Jawab Tamara mulai terlihat menangis bombay.


" Kok bisa sii selingkuhan si Bian nelepon lo ?Dan tau dari mana pula selingkuhan Bian no telepon lo?" Tanya lagi Amel semakin penasaran.


" Ceritanya panjang Mel." Sela lagi Tamara dengan memasang wajah tak kalah sedih.


" Intinya aja Tam." Ucap Amel mulai erosi jiwa mendengar jawaban Tamara yang mengajaknya untuk berputar putar.


" Ikhh gue sebel ama lo lama-lama !!" Ucap Tamara melirik jengkel.


" Jawaban lo kaya penari balet." Ucap Amel dengan merasa bosan.


" Kok penari balet ?" Tanya Tamara heran.


" Jawaban lo berputar-putar !Kan lo tinggal kasih tau aja intinya bukan malah ngajak gue muter-muter bila perlu sekalian aja lo bawa gue keliling Monas.Repot banget. Ucap Amel ngebatin.


" Kan ceritanya panjang Mel." Sanggah lagi Tamara dengan jawaban yang sama.


" Lo kasih tau intinya aja,dan yang lo ceritakan itu bukan intinya lo malah mau cerita panjang lebar sama gue.Lo tau intinya gak seeh ?" Ucap Amel semakin jengkel.


" Gue punya sahabat macam lo tiga aja,Penuaan dini gue." Guman Amel dengan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal itu.


" Ada apa see kalian ribut banget ?" Tanya Mona yang baru datang menghampiri mereka,lalu ia pun duduk di sebelah Tamara yang sedang merenguk sembari tetap masih menikmati semangkok basonya tanpa memperdulikan Amel yang jengkel sendiri.


" Bu Oren jus satu ya !Sekarang ya bu !!" Seru Mona dengan lantang meminta di buatin orenjus kepada si ibu kantin.


" Aus banget kayanya ni !" Sela Tamara menoleh Mona.


" Iya aus gue abis muterin matahari." Ucap Mona seraya membetulkan blezer barunya itu.


" Rajin kali kau muterin matahari gak capek apa ?"


" Matahari cabang darmogot haa..haaa.." Sahut Mona seraya tertawa lebar.


" Is is iss blezeer baru ni yee !" Goda Amel dengan melirik Mona yang mengenakan blezer baru.


" Iya donk pak Banny loh ini yang beliin." Ucap Mona dengan memelankan suaranya.


Tamara dan Amel saling membagi tatapannya dengan syok.


" Ow ow...,gue rasa pucuk di cinta ulampun tiba,suit cuitttt..." Goda Amel dengan mesem-mesem ke arah Mona.


" Apaan sii !" Balas Mona dengan tersipu malu.


" Gue sii yakin kayanya ini bukan sekedar perjodohan saja yaa,tidak menutup kemungkinan jika lo berdua terkena sindrom Trisno jalaran kulino " Tambah Amel dengan menggerak-gerakan kedua alisnya dengan lincah.

__ADS_1


" Artinya apa itu Mel ?" Tanya lagi Tamara dengan penuh keluguuannya menatap polos Amel.


Amel menarik senyumannya dengan kecut saat Tamara bertanya padanya lalu ia pun memutarkan bola matanya dan melirik Tamara dengan lirikan jengkel atas sikap polosnya Tamara yang kian menyebalkan dirinya.


" Makanya Bian selingkuh dari lo.Lo si terlalu polos." Ucap Amel dengan kesal.


" Tuh kan lo bahas Bian lagi." Balas Tamara dengan nada sedih.


" Bodo amat !!" Sela Amel kesal sendiri.


" Kalian ada apa sii dari tadi tegang mulu gue perhatiin?" Tanya Mona menatap heran ke arah kedua sahabatnya itu.


" Biasa Mon ada yang lagi kambuh kepolosannya ini.Nih sahabat tercinta kita ini." Ucap Amel denga penuh penekanan.


" Eh iya,Lo putus kan sama Bian kenapa Tam?" Tanya Mona melirik Tamara.


" Ceritanya panjang Mon." Balas Tamara dengan menyesap lemon teanya.


" Intinya aja Tam." Sela Amel dengan cepat,rupanya ia merasa gatel bibirnya jika tidak ikutan komen.


" Bian selingkuh !" Jawab Tamara dengan raut wajah sendu.


" Yaa Ampunn Tam,Kok bisa sii ?Gue lihat Bian kayanya setia deh ama lo,buktinya aja lo di antar jemput teruskan sama dia ?" Tanya Mona seraya menyesap orenjusnya dalam-dalam.


" Yaa elah Mon bukan berarti yang sering antar jemput itu menandakan cowok setia.Buktinya cowok semodel Bian aja yang kelamar kelemer gitu bisa juga dia selingkuh apa lagi sekelas.....??" Ucapan Amel menggantung ia menatap kaget ke arah Banny sang Atasannya yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya Mona.


" Sekelas siapa Mel ?Sekelas pak Bany,atau Zeanu ?" Tanya Mona dengan santai.


Mata Amel menggerecep-gerecep memberi sebuah kode ke arah Mona untuk memberi tahu jika Banny berdiri tepat di belakangnya Mona.


" Lo kelilipan ya Mel ?" Tanya Tamara heran setelah melihat sikap Amel yang semakin aneh.


Tamara dan Mona tidak menyadari jika sang Bosnya itu sudah berdiri lama di belakangnya.


" Pak Banny Mon !!" Ucap Amel memberi tahu.Namun sayang Mona dan Tamara salah paham.


" Tapi pak Banny itu dia gak selingkuh,tapi di selingkuhin !" Jawab Mona dengan setengah berbisik.


" Sekelas pak Banny di selingkuhin ! Oh My GOD " Pekik Tamara dengan tak kalah histeris ia tak percaya jika sang Bosnya itu korban perselingkuhan.


Amel semakin terlihat tertekan raut wajahnya kian menegang ia bermaksud inging memberi tahu Mona jika sang bosnya itu sedang berada di belakangnya namun alur cerita mereka malah semakin nyambung dengan kode yang di berikan oleh Amel terhadap Mona.


" Maksud gue Pak Banny ada di belakang lo Mon " Ucap Amel setengah berbisik dan menunjuk ke arah Banny dengan ujung matanya.


" HAH !!!" Pekik Mona nyaris terloncat dari tempat dudukya bola matanya melotot nyaris keluar dari kelopak matanya itu,lalu dengan rasa takut di tolehnya sang Bosnya itu dengan wajah tanpa dosa.


" Habis selesai makan siang tolong kamu keruangan saya.!!" Ucap Banny dengan tegas lalu menatap Mona dengan sorot mata penuh ancaman.


" MAMPUS GUE !!"


Pekik Mona seraya memejamkan kedua matanya. sementara Amel dan Tamara tersenyum pasi lalu dengan bersamaan mereka tersenyum lebar dengan memperlihatkan barisan gigi-giginya.


Tak lama kemudian merekapun saling menahan tawa tatkala melihat raut wajah Mona semakin berubah pucat pasi.


" Wasallam lo Mon !!" Pekik Amel dengan meringis ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2