CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 30


__ADS_3

  MONA hanya memandangi makanan yang ada di hadapannya itu.


" Loh kok bengong?dimakan donk nasinya." Tiba-tiba Zeanu sudah berdiri di hadapan Mona yang terlihat tak berselera menyantap makan siangnya.


" Sahabat lo pada kemana ?"Tanya Zeanu dengan menatap kesekitarnya


Mona hanya menghela saat Zeanu duduk di hadapannya dan membuyarkan semua lamunanya.


" Tuh..!" Ucap Mona menunjuk dengan bibir mungilnya yang terlihat semakin mengerucut.Zeanu mengikuti arah yang di tunjukkan oleh Bibir Mona ke arah kedua sahabat Mona yang sedang makan siang dengan pasangannya masing- masing.


Zeanu mengangguk paham seraya tersenyum tipis seakan- akan ia tahu akar pemasalahan dari kegalauan yang sedang Mona rasakan saat ini.


" Gue tau,kenapa lo tidak berselera makan?karena gak bisa seperti mereka yaa ?" Ucap Zeanu menggoda Mona seraya menatap Mona yang di landa kesuntukan.


Mona melirik kaku ke arah Zeanu setelah dia sadar Zeanu tengah memperhatikanya,lantas Zeanu meuduh dirinya galau karena melihat kedua sahabatnya bersama pacarnya masing-masing.


" Lo ngomong apaan see ?" Taya Mona membulatkan matanya ke arah Zeanu.


" Eh gue tuh lihat dari tadi,kalau lo itu bengong terus kaya ayam ketelan karet." Ucap Zeanu seraya menahan tawanya.


" Orang lagi males makan kok." Ucap Mona berusaha menyembunyikan rona wajahnya yang mulai memerah.


" Lo cemburu yaa ?liat mereka sama pacar-pacarnya ?Ngaku aja dehh." Ucap Zeanu menggoda Mona.


Mona mendelik manja ke arah Zeanu yang merasa senang melihat ekspresi wajahnya semakin salah ekspresi.


 


" Lo tuh so tau ya ?" Ucap Mona mendilak kesal ke arah Zeanu yang masih tersenyum-senyum.


" Terus kalau bukan cemburu lo kenapa dari tadi raut wajah terlihat suntuk banget."


" Kan gue bilang gue lagi malas makan Zean." Sela Mona dengan cepat.


" Seriuss ??" Tanya Zeanu mencondongkan badannya ke arah Mona.


Bola mata Mona membulat saat melihat dengan jelas wajah Zeanu yang begitu bersih dan rupawan dengan kumis tipis yang menghiasi atas bibirnya.


" Ikhh Lo apaan see ?" Tanya Mona sembari tersenyum kecut dan segera mengalihkan pandangannya ke luar area kantin untuk menghindari tatapan lembut Zeanu.


 


TAPPP....


Pandangannnya terbentur kepada seseorang yang sedang berdiri menatapnya dengan ekspresi dingin,dalam posisi Kedua tangannya masuk ke saku celanaya seseorang itu menatap Mona lurus.


Dengan cepat Mona segera mengalihkan pandangannya dan bersikap pura-pura acuh Mona tak mau peduli dengan kehadiran seseorang itu,yang sehingga membuat seseorang itu terlihat terpaku memandanginya sedari tadi.


" Mon..." Panggil Zeanu menatap lekat wajah Mona.


" Ya." Jawab Mona cepat.


" Lo tar malam ada acara ?" Zeanu menatap serius ke arah Mona,dan itu cukup membuat Mona sekiranya menegang, melihat raut wajah Zeanu yang semakin serius menatapnya.


" Kenapa memang ?" Tanya Mona dengan menggeser sedikit bola matanya ke arah seseorang yang mulai mendekatinya.


Belum juga Zeanu menjawab pertanyaan Mona seseorang itu sudah menyela pembicaraannya dari belakang.


" Mona nanti malam saya terima undangan makan malam dari nenek kamu."Seseorang itu menyela dari belakang dan seseorang itu yang tiada lain adalah Banny yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka berdua,dan Bannypun kini berdiri di tengah-tengah mereka.


Zeanu mendongkak dan menatap tak percaya ke arah Banny yang berdiri di sampingnya itu dengan menatap dingin kepadanya.


Monapun tak kalah terperangah melihat Banny yang berdiri menghampirinya.

__ADS_1


 


" Ban.Maksud lo ?" Tanya Zeanu menatap penuh selidik ke arah Banny.


" Gue di undang makan malam oleh neneknya Mona."


" Seriuss Mon ?" Tanya Zeanu dengan penasaran


 lalu menatap lurus Mona yang masih melongo melihat sikap bosnya itu.


Mona kebingungan dengan sikap Banny yang mendadak menerima undangan makan malam dari sang neneknya. Padahal tadi siang sang bosnya itu terang-terangan menolaknya.


Mona tidak menjawab dia hanya melemparkan senyuman tipisnya dengan kaku.


" Mendingan lo duduk dulu !lo ceritakan sama gue kenapa nenek Mona bisa ngundang lo makan malam ?" Tanya Zeanu dengan menatap selidik.


" Lain kali gue cerita,soalnya gue sebentar lagi akan ada urusan penting Zean.Dan kamu Mona selesai makan siang ini, kita ada jadwal meeting." Ucap Banny seraya beniat melangkah kembali.


" Gue setadinya mau ngajak Mona jalan malam ini." Sela Zean dengan cepat langkah Bannypun terhenti seusai Zeanu berbicara,lalu ia pun menoleh Zeanu sahabatnya itu dengan tatapan tajam.


" Dia ada acara sama gue Zean." Jawab Banny dengan dingin, Zeanu hanya memicingkan sebelah matanya lalu melirik ke arah Mona yang masih dalam keadaan bingung menatap Banny tanpa ekspresi.


" Sejak kapan lo peduli dengan urusan seperti ini ?" Tanya Zeanu mengernyit,setidaknya Zeanu tahu betul akan karakter seorang Banny.


Banny terdiam dan ia memilih tak menjawab, ia hanya menoleh ke arah Zeanu dengan sedikit menarik ujung sudut bibirnya dengan tersenyum sinis.


" Ini urusan gue." Jawab Banny seraya melangkah meningggalkan Zeanu yang masih menanti akan jawaban pasti darinya.Mona masih melongo bak kambing ompong setelah melihat perubahan sikap sang Bosnya itu.


Mona segera memutar otaknya ia mulai memahami arti dari sikap yang telah di tunjukan oleh sang Bosnya itu kepada dirinya.Sikap Banny sedikit berbeda tatkala ia sedang bersama Zeanu,kenapa harus begitu ?pikirnya panjang,ia sendiripun merasa kebingungan atas perubahannya itu,bisa berubah sikap dalam hitungan beberapa menit.


Banny terkadang seperti terlihat jelause setiap kali ia sedang bersama Zeanu,bahkan Banny selalu menampkan ketidak sukaannya jika melihat dirinya sering ngobrol bersama Zeanu,dan hal itu membuat Mona semakin bertanya-tanya akan sikap bunglonnya yang di tunjukan oleh sang bosnya itu.


" Mon." Panggil Zeanu seraya menatap lekat Mona yang masih bengong.


" Bos lo kesambet apa dia ?"Tanya Zeanu menatap penasaran.Mona menggeleng tanda tidak mengerti.


Raut wajah Mona menegang setelah Zeanu menatapnya dengan penuh curiga.


" Nenek lo kenal sama Banny ?" Tanya Zeanu dengan tak sabar.


" Ceritanya panjang Zean." Ucap Mona dengan datar.


Dengan ragu Mona pun menceritakan kejadian kemarin sore ketika Banny mengantarkan ia kebandara hingga bosnya itu berpura-pura menjadi pacarnya dia.Entah angin apa yang bosnya itu melakukan hal itu.


Sontak Zeanu terkejut bukan main setelah mendengar semua cerita dari Mona,dan cerita itu membuatnya hampir tak percaya.


Karena dia tahu seperti apa seorang Banny itu,ada yang menjadi pusat perhatiannya terhadap sosok sahabatnya itu,Bisa seorang Banny melakukan hal itu,jelas-jelas mengakui dirinya sebagai pacarnya sekertarisnya itu?ada apa dengan dia?apa dia sudah frustasi menghadapi kenyataan hidupnya?pikir Zeanu menatap lepas Mona.


Lalu sesaat kemudian ia pun larut dalam isi pikrannya untuk menebak dari perubahan sikap sahabatnya itu yang dirasa tak wajar olehnya.Zeanu seperti mencium aroma ketidak beresan terhadap sikapnya Banny, karena dia paham betul akan karakter sebenarnya dari seorang Banny seperti apa.


"Ada apa dengan Banny ??Ko dia bisa-bisanya mau berpura -pura menjadi pacar Mona ?Apa jangan -jangan hati dia mulai terbuka oleh seorang Mona dan apa mungkin dia mulai jatuh cinta kepada Mona ?.Akhh Siiiitt !!"


Batin Zeanu berperang seraya menatap lurus ke arah Mona yang ada di Hadapannya.


Berbagai Pertanyaan terus bermunculan di pikirannya diam- diam Zeanu merasa cemburu dengan perubahan sikap sahabatnya itu.


..........................


 


HAMPIR sudah setengah jam Mona setia menemani Meeting sang Bos dengan raut wajah yang tak menentu Mona menyimak semua pembahasan di dalam metting tersebut


Tak beberapa lama kemudian Meetting berakhir dengan cekatan Mona pun segera merapihkan beberapa dokumen yang masih berserakan di atas meja.

__ADS_1


Mona berusaha untuk tidak mempertanyakan lagi masalah undangan makan malam sang Neneknya itu, Ia tidak akan berharap lebih dari perkataanya bosnya itu ketika pada jam makan siang tadi.Baginya,bosnya itu hanya ingin menghalangi ke inginan Zeanu yang akan mengajaknya untuk acara malam nanti.


Seraya merapihkan beberapa dokumen ia mencoba berpikir untuk mencari alasan lain ketika sang nenek mempertanyakan ketidak sediaanya Banny dalam memenuhi permintaannya itu.Mona tidak memperdulikan bosnya itu yang sedari tadi sedang memperhatikanya dengan sikap acuh tak acuhnya.


" Permisi pak saya duluan." Pamit Mona singkat dengan tanpa memperdulikan bosnya itu.Sontak sikap Mona setidaknya mengusik perasaanya Banny yang di rasanya sekertarisnya itu mengabaikan dirinya.


" Kamu kan sekertaris saya!Jadi kamu tunggu saya selesai dulu." Ucap Banny dengan menatap tidak suka ke arah Mona.


Mona terdiam lalu memutar kembali badannya dan menghadap ke arah sang Bos itu yang sedang menatapnya sedari tadi.


" Maaf pak." Balas Mona singkat.


Lalu ia kembali menyinpan kembali berkas-berkas di atas meja dengan perasaan sebal.Lagi lagi Mona di buatnya keki akan sikap Bosnya yang angkuh itu.


" Kenapa kamu diam saja ?" Tanya Banny melirik tajam Mona yang ada di sampingnya.


" Tidak apa-apa pak." Jawab Mona tertunduk.


Entah kenapa Mona tidak berani untuk menatap sorot mata tajam Banny yang menusuk tajam hatinya.


" Saya pulang bersama kamu." Ucap Banny datar.


" Apa Pak ?" Tanya Mona terperangah,lalu menatap kaget ke arah sang Bosnya itu.


" Saya paling tidak suka jika berbicara harus di ulang." Ucapnya ketus.


Mona terkatup dengan merapatkan bibirnya dengan rapat,dan ia pun hanya bisa menatapi satu persatu lantai keramik yang sedang ia pijaki dengan tatapan pasrah.


 


" Jam kantor selesai nanti,kamu temanin saya dulu ." Ucap Banny dengan wajah tegas.


" Maksud bapak ?" Tanya Mona kembali tidak paham akan perintah Bosnya itu.


" Mona.Nanti selesai jam kantor kamu temanin saya dulu di kantor." Ujar Banny dengan penuh penekanan di setiap perkataanya.


" Tapi pak,saya pulang jam empat sore..!" Ucap Mona dengan terbata-bata ia merasa takut sekaligus gelisah berbaur menjadi satu.


" Memangnya kenapa kalau kamu telat pulang ?" Tanya Banny menyoroti tajam sekertarisnya itu yang di rasa cukup aneh akan sikapnya itu.


" Tidak juga pak." Balas Mona pendek. 


" Kamu mau saya terima undangan makan malam nenek kamu atau tidak ?" Tanya lagi Banny dengan melirik judes ke arah Mona yang masih belum paham akan maksud dari perkataan dirinya.


 


" Ikutin saja perintah saya dan jangan banyak nanya lagi." Sela Banny dengan ketus lalu ia pun melangkah keluar meninggalkan Mona yang masih menatapnya dengan perasaan tak menentu.


Mona merasa serba salah di buatnya dan ia pun hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal dengan perasaan jengkel.


"Gerrrrrr...Kalo bukan Bos gue,udah gue maki maki tu orang Sombong amat !!.


Guman batin Mona dengan segera menyusul langkah sang Bosnya itu dengan cepat.


" Dan satu hal lagi.Aku paling tidak suka kalau protes di dalam hati." Ucap Banny dengan tanpa menoleh ke arah Mona yang sedang berjalan di belakangnya.


Mata Bulat Mona terbelalak ia merasa ketahuan sedang memaki sang bosnya di dalam hatinya.Wajahnya berubah pias menatap punggung Banny yang berjalan tak jauh darinya,tapi memang benar adanya setiap kali dirinya mengumpat sang bosnya itu,dalam waktu yang cepat bosnya langsung mengetahuinya.


Mona semakin tak berkutik ia pun bersumpah tidak akan mengumpat apapun lagi tentang Bosnya itu di dalam hatinya.


**********


Bersambung

__ADS_1


 


 


__ADS_2