CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH... episode 36


__ADS_3

 


MONA menggeser posisi duduknya untuk memastikan lagi warna yang cocok untuk sang Bosnya.


" Silver saja pak di paduin kemeja hitam di dalamnya akan lebih elegan." Ucap Mona seraya menoleh ke arah Banny yang tak sengaja sedang memandanginya sedari tadi.


 


Banny merasa terciduk akan tatapannya yang di ketahui Mona.Ia segera menggeser pandangannya ke arah warna yang di tunjuk Mona.


" Warna yang cucokk." Sela Yonce seraya melirik dengan penuh arti ke arah Mona.


" Gimana Yon ?" Tanya Banny menatap ragu sang Disainernya.


" Bagus.Boskuh keliatan makin maskulin kayanya." Ucap Yonce mengiyakan pendapat Mona.


" Ok." Jawab Banny mengangguk angguk kecil.


Banny berdiri dan merogoh ponsel yang berbunyi nyaring seseorang memanggilnya lewat telpon.


" Oia Yon..,Kamu tolong buatkan gaun yang cantik buat dia." Ucap Banny seraya menoleh Mona.


 


" Haah..." pekik Mona melongo kaget begitupun Yonce menoleh Banny dengan tak kalah kaget.


" Maksdunya sekertaris Boskuh ini di buatkan gaun juga gitu ?" Tanya Yonce dengan diliputi rasa penasaran.


Banny mengangkat tangannya,Pertanda meminta Yonce untuk berhenti s berbicara.wajahnya datar seraya mengangkat panggilan dari telponnya.


 


" Hallo !!" Sapa Banny seraya melangkah agak menjauh dari tempat duduk Mona dan Yonce.


 


Yonce serta Mona saling berpandangan dan menatap ke arah Banny yang sudah berdiri lumayan jauh dari mereka.


 


" Sis.Kamu sejak kapan jadi sekertaris Boskuh ?" Tanya Yonce duduknya mendekati Mona.


" Hmmm,Sekitar tiga bulanan ada lah Mas,Eh,Pak.." Ucap Mona terlihat serba salah memanggil Yonce.


" Kamu lucu deh,panggil aku Yonce saja." Sela Yonce dengan ramah.


" Pak Banny sering ia buat baju disini ya?" Tanya Mona dengan sikap canggungnya.


 


" Yeess...,beliau paling senang kalo aku buatkan jas and busana busana resmi lainnya." Ucap Yonce dengan energik.


 


 


" By the way bus way.. kamu ada some thing spesial ya sama my Boskuhh.?" Tanya Yonce dengan senyum menggoda dan menatap penuh selidik.


" some thing spesial ?,maksudnya ?" Tanya balik Mona mengerutkan kedua alisnya.


" Kalian beruda pacaran gitu !" Ucap Yonce memperjelas pertanyaannya dengan gemas melihat keluguan Mona.


 


 


" Oalah...Masy yonce ada ada saja.Enggalah aku kan cuman Sekertaris pak Banny saja,Gak lebih." Ucap Mona dengan tersipu sipu malu dan Mona menjawab dengan kata kata yang benar benar polos.


 


" Beneran nii ?,Soalnya Kamu doank loh Sekertaris yang di bikin gaun.terus kamu di ajak kesini lagi,Biasanya kan Boskuh itu suka datang sendiri." Jelas Yonce dengan semeringah. 


 


" Akh Mas yonce ngada ngada,Kebetulan saja kali aku di ajak kesini Mas." Ucap Mona berusaha tidak merasa geer dengan ucapan Yonce yang memancing ke ingin tahuannya.


" Serius cinta.Dulu sekertarsi yang sebelom kamu itu, ada tuh yang pernah di bawa kesini tapi itu juga hanya kebetulan saja karena habis ada acara Boskuh jadi cuman mampir gitu kesininya buat ambil baju pesanannya Boskuh.tapi seingat aku Boskuh gak ada dia memperkenalkan Sekertarisnya padaku padahal sekertarisnya yang dulu itu termasuk cantik loh." Ucap Yonce mengingat ngingat kejadian beberapa tahun yang lalu. 


Mona menatap datar ke arah Yonce yang sedang mengingat ngingat sosok wajah sekertaris lamanya Banny.Dan ia pun mengangguk angguk kecil dan paham betul siapa yang di maksud oleh Yonce tentang sekertaris sang bosnya itu.


 


" Yaa ..ya.. Saya tau itu Mas,Bu Manda sekertaris bapak yang dulu itu,ia memang cantik dan modis lagi." Ucap mona dengan tertunduk dengan sedikit berubah ekspresi wajahnya.


 


Rupanya apa yang telah di katakan Yonce membuatnya Mona tersadar akan siapa dirinya,dia sudah pernah berusaha untuk bisa mengikuti gaya ala Manda,Tapi ia hanya mendapat sebuah kekecewaan dari bebrapa pihak atas penampilannya itu.


Yonce menatap tak enak ke arah Mona sekilas ada raut wajah kesedihan yang tersirat dalam benaknya Mona.


 

__ADS_1


" Sory sory !! What everlah,cantik itu relatif yaa yang penting kan inerbeautynya kan.Manja deh." Ucap Yonce menghibur Mona agar tidak terlihat sedih lalu ia beranjak dan mengambil beberapa majalah model gaun di atas meja.


 


" It's ok,Jika Boskuh suka sama kamu,why not kan ?" Ucap lagi Yonce dengan genit ia merasa bersalah atas ucapan yang telah ia lontarkan sehingga membuat Mona menjadi berkecil hati.


 


" Ok bebss,Kamu mau model yang mana ?" Tanya Yonce seraya membuka beberapa lembar majalah berisi model model gaun yang cantik.


" Hmm,,Yang biasa aja lah mas,Aku gak pede juga kalo harus pake baju yang wah,Tar kebanting sama mukaku yang jelek ini."


 


" No , No !!, Kamu tidak jelek oke..kamu itu nice." Sela Yonce dengan cepat ia berusaha membangkitkan kepercayaan dirinya Mona.


 


Mona tersenyum hambar dan bola matanya melirik lirik beberapa model baju yang sangat indah.


Ini adalah pengalaman pertama kalinya ia melihat begitu banyak model baju yang cantik cantik dan itu akan di buatkannya untuk dirinya.


 


" Say ayo mau yang mana ?" Tanya Yonce dengan gak sabar.


" Ini aja mas." Ucap Mona dengan menunjuk sebuah gaun panjang dengan berlengan pendek yang sedikit ada aksen bunga di bagian perutnya.


" No beb...itu Norak." Jawab Yonce pelan.


 


Mona terdiam matanya masih melirik beberapa model yang ada di majalah itu.


" Ok ! you wait." Ucap Yonce dengan berbahasa so inggris.Ia berdiri dan melangkah menuju beberapa gantungan gaun yang terpajang di lemari koleksinya lalu ia memilih beberapa baju yang pas dan cocok untuk Mona.


 


" Nah...,Ini say sepertinya cocok buat kamu." Ucapnya dengan semeringah.


 


Mona membulatkan bola matanya setelah melihat gaun bernuansa silver dengan model gaun selutut dan bagian dadanya terbuka.


 


" Ah enggak..aku tidak pede memakai gaun itu." Ucap Mona memalingkan wajahnya dan bergidik.


" Boskuh,Sekertarismu seleranya rendah.Baju secantik ini ga mau pake." Bisik Yonce dengan wajah gusar.


" Gimana Mon kamu suka ?"


" Aku tidak suka pakean yang seksi." Balas Mona dengan tertunduk.


 


Banny dan Yonce saling bertatapan dengan ekspresi wajah penuh lelucon.


 


" Kenapa kamu tidak suka seksi ?Bukannya seorang perempuan itu akan terlihat menawan jika berpenampilan seksi." ucap Banny dengan menatap dingin Mona.


 


Mona mengangkat pandangannya dan menatap lurus Sang Bos.


 


" Menawan itu tidak harus terlihat seksi." Jawabnya dengan wajah datar.Banny tersenyum sinis melihat raut wajah Mona yang mulai tidak nyaman.


" Ya sudah.Yonce terserah dia saja yang pasti dia tidak mempermalukanku di pesta nanti." Ucap Banny seraya meraih jasnya.


 


Ada yang terusik di dalam perasaan Mona tatkala Banny berbicara hal itu kepadanya.Begitu rendahnya selera ia di mata sang bosnya ia memang bawahannya tetapi tidak seperti itu juga ia harus mempermalukan Bosnya di acara pesta yang pastinya penuh dengan kemewahan itu.


 


" Boskuh,sebentar aku ingat sesuatu,ada rancangan gaunku yang di pesan pelanggananku namun di cansel di karenakan ada sedikit masalah.sepertinya cocok buat kamu Sis." UcapnYonce menghampiri Banny yang memasang wajah suntuk.


 


" Atur saja Yon,Pokonya aku serahin semuanya sama kamu." Ucap Banny seraya melangkah menuju pintu.


" Bisa di atur Boskuhh." Ucap Yonce dengan tersenyum manja.


 


Mona terdiam seraya berdiri di belakang Banny dengan wajah terlihat tidak berselera.


Entah kenapa ucapan Banny yang beberapa menit lalu mengusik hatinya.

__ADS_1


 


" Ok Yon,Besok habis meeteng aku kesini ya.Thank's buat semuanya." Ucap Banny seraya memegang gagang pintu butik Yonce.


" Kapan pun Boskuh perlu sesuatu,Aku siap." Balas Yonce dengan penuh rasa bangga serta manja.


" Ok !" Jawab Banny singkat dan ia segera melangkah menuju mobil mewahnya Mona menggangguk dengan tersenyum hambar ke arah Yonce tanda untuk berpamitan pulang.Yonce hanya membalas dengan lambaian tangan yang lemah gemulai.


 


Banny sudah memegang setir kemudinya dengan menatap arah parkir mobilnya yang hendak keluar sementara Mona masih terdiam menatap kosong ke arah jalanan.Selang beberapa menit kemudian mobil Banny sudah meluncur meninggalkan pelataran butik langganannya.


Banny melirik Mona yang masih terdiam dengan tatapan tidak pasti entah apa yang ada dalam pikirannya sehingga Mona terlihat termenung.


" Kenapa ?" Tanyanya dengan singkat.


Mona menoleh Banny yang bertanya dengan tidak menolehnya.


" Tidak apa apa." Jawab Mona seraya tertunduk.


" Kamu masih mikirin Zeanu." Ucap Banny dengan melirik kecil.


" Tidak." Jawab Mona singkat.Diam diam Banny cukup penasaran dengan sikap Mona yang sedikit berubah.


" Kamu saya antar pulang." Ucap Banny singkat dan nada bicaranya terdengar sedikit meninggi.


" Tidak usah pak." Jawab Mona dengan cepat.Banny melirik dengan cepat atas penolakan penolakan Mona terhadap dirinya.


 


" Kenapa ?"


" Saya masih ada perlu di kantor."


" Perlu ?? Sama siapa ?" Tanya Banny dengan penasaran.


" Ada perlu apa ?" Tanya lagi Banny dengan wajah terlihat tidak suka.


" Hanya masalah pekerjaan saja ?" jawab Mona pelan. Entah kenapa ia merasa malas untuk menjawab semua kekepoan sang Bosnya.


 


" Semua jadwal sudah kamu urus dan atur kan pekerjaan apa lagi ?" Tanya Banny semakin penasaran di buatnya.


 


" Saya cuman ada sedikit perlu saja sama teman temaan saya pak."


" Oh.Teman kamu apa Zeanu.?" Tiba tiba Banny menoleh Mona dan menatapnya dengan tersenyum sinis.


Mona menoleh Banny dengan menatap dalam ia merasa ada yang aneh dengan sikap Banny yang tanpa di sadariny.Kenapa Banny tiba tiba penasaran dengan apa yang akan di lakukannya.


 


" Bapak nanya apa ngajak berantem ?" Celoteh Mona dengan memasang wajah benar benar kesal.


Banny tersenyum lucu melihat wajah Mona yang mulai terlihat geram dan kesal kepadanya.Mona mengernyitkan kedua alisnya ketika dia melihat sang Bos malah tersenyum lucu kearahnya.


" Kok bapak malah tersenyum gitu Memang saya kelihatan lucu ya.?" Tanya Mona sengit.


" kamu lucu memang orang bertanya di bilang ngajak berantem.yang ngajakin kamu berantem itu siapa ?" Tanya Banny dengan geleng geleng.



" Kan bapa tadi nanya saya,saya jawab tapi bapak kok seolah olah tidak percaya atas jawaban saya itu, yaa itu see namanya ngajak berantem." Ucap Mona dengan perasaan jengkel.


Banny hanya menggeleng kecil seraya tersenyum geli melihat tingkah Mona sang sekertarisnya yang terlihat keki kepada dirinya.


Mona menyadari sedari tadi sang Bosnya mulai terasa akrab dengan dirinya.Kekakuannya dan ke diginannya entah kenapa sirna begitu saja dari sikapnya.


" Kok malah berhenti pak ?" Tiba tiba Mona tersadar saat mobil sang Bosnya sudah berhenti.


" Kamu gak liat ini dimana ?" Tanya Banny dengan kembali jutek.


Mona menjulurkan kepalanya ke arah luar.


Mobil Banny berhenti di pelataran kantornya.


" Udah sampe ia pak.?" Tanya Mona dengan tersenyum hambar.


Banny melengos membuang pandangannya Mona mulai bersikap polos lagi.


" Terimakasih yaa Pak." Ucap Mona seraya membuka pintu mobil Banny seraya bergegas keluar dari mobilnya.


Banny menatap langkah Mona yang perlahan lahan meninggalkan dirinya entah kenapa perasaanya menjadi gelisah tidak karuan saat Mona melenggang jauh memasuki ruangan kantornya lagi.


Banny menghela dan kembali melajukan mobilnya.


Bersambung....


 

__ADS_1


__ADS_2