
" SIANG Arnetta !" sapa Zeanu tersenyum manis.
Arnetta menoleh lalu tersenyum semeringah setelah tau siapa yang menyapanya.
" Mas Zean,kemana saja? Baru keliatan lagi." tanya Arnetta tersenyum ceria.
" Yah aku sedikit sibuk ada beberapa pekerjaan yang sedang aku tangani." jawab Zeanu tersenyum lembut.
" Oh baguslah mas,semoga saja pekerjaannya tambah lancar ya mas." balas Arnetta lembut.
" Thaks ya.By the way lama tidak bertemu sepertinya aku melihat kamu semakin berbeda." ujar Zeanu seraya menilik penampilan gadis cantik tersebut,dari ujung kaki hingga ujung kepalanya,tapi kenyataanya Arnetta memang sedikit lebih berbeda dari biasanya.
Kedua pipi Arnetta merona sesaat Zeanu memuji akan penampilan dirinya.
" Ah mas Zeanu lebay,aku tidak merubah penampilanku,perasaan seperti ini saja kok dari kemarin." sergah Arnetta menepis pujian pria berwajah kalem tersebut dengan tersipu-sipu.
" Oya ?? tapi sungguh kali ini kamu terlihat cantik sekali." puji kembali Zeanu menggodanya,tatapannya semakin menggoda gadis cantik tersebut.
Sontak Arnetta semakin salah tingkah di buatnya.
" Saya mohon mas Zean jangan berlebihan,sesuatu hal yang berlebihan itu tidak baik." ucap kembali Arnetta dengan mengulas senyuman.
" Jika ucapanku benar maka kurasa itu tidak berlebihan,jika benar adanya kamu memang semakin hari semankin menarik." kilah Zeanu semakin gencar membuat gadis cantik itu semakin salah tingah.
Lagi-lagi Arnetta di buatnya tersanjung dengan kata-kata yang di ucapkan Zeanu dalam menggombalinya.
" Kurasa mas Zean memang terlalu berlebihan,membuat hidungku kembang kempis hi hi hi..," Arnetta tertawa kecil.
" Mudah bukan membuat seorang wanita bahagia,cukup hanya dengan memujinya." celoteh Zeanu dengan mengerlingkan matanya.Arnetta tertunduk dengan tersenyum penuh arti.
Entah kenapa perasaannya menjadi tak karuan setelah pandangan pria itu semakin membuatnya tak berdaya.
" Oya Ane,Siang ini aku mau mengajak kamu makan siang bersama,boleh kan ??aku mendapat tender yang lumayan cukup besar,jadi apa salahnya aku mengajak kamu untuk makan siang bersama,gimana ?hanya sebuah perayaan kecil saja." ujar Zeanu menatap lepas gadis cantik tersebut.
Wajah gadis itu terlihat semakin semeringah,tatapannya begitu cemerlang.
" Oya,pasti itu menyenangkan,tapi..." Arnetta menjeda ucapannya dengan raut wajah sedikit kecewa.
" Tapi kenapa ?? " tanya Zeanu cepat.
" Tapi sepertinya aku tidak bisa." balas Arnneta singkat.
Ia melipatkan bibir tipisnya dengan manja.
" Kenapa ? " tanya Zeanu menanti cemas.
" Siang ini mas Banny mengajakku untuk makan siang bersama." jawabnya tampa beban.
Zeanu mengernyit,ia merasa cukup heran ketika mendengar sahabatnya itu mengajak Arnetta makan siang bersama.
" Banny mengajakmu makan siang bersama ? " tanyanya sedikit heran bercampur penuh rasa curiga.
" Ya, dia memintaku untuk menemaninya makan siang." jelas kembali Arnetta.
Sontak hal ini memancing reaksi Zeanu yang tak biasa.
Heran bercampur penasaran Zeanu berusaha untuk menanggapinya secara wajar.
" Tumben sekali dia mengajak kamu makan siang bersama,tapi ajakan ini secara pribadi atau memang karena kebetulan mau keluar karena alasan sebuah pekerjaan saja ?" tanya kembali Zeanu menegaskan.
" Hmm sepertinya secara pribadi." jawab Arnetta pasti,sekilas Zeanu menangkap gelagad tak biasa antara sekertaris cantik itu dengan sahabatnya sendiri.
" Ow," mulut Zeanu membentuk salah satu hurup vokal,kepalanya terlihat mengangguk-angguk sepertinya ia tengah menyimpulkan sesuatu.
"Ok,kalau begitu aku punya ide,bagaimana jika kalian aku ajak makan siang bersama ??" tanya Zeanu dengan cepat.
" Tapi....," ucapan Arneta menggantung.Sebelum Arnetta berbicara kembali Zeanu terlebih dahulu sudah melangkah seraya berbicara.
" Biar aku yang berbicara dengan Banny." ujar Zeanu seraya berjalan meninggalkan Arnetta yang hanya melongo.
Zeanu bergegas menuju ruangan Banny yang tak jauh dari ruangan sekertarisnya tersebut,di lihatnya Banny tengah termenung seorang diri,dua hari sudah Mona tidak pulang ke Apartemennya dan tidak ada kabar darinya,meski ia telah mengusirnya namun entah kenapa ada perasaan menyesal diam-diam menyelinap di dalam hatinya.
Lama Banny larut dalam lamunan panjangnya mengabaikan kedatanganya Zeanu, entah kenapa pikirannya melayang jauh entah kemana,meski raganya sedang bekerja namun pikirannya tak lagi bersamanya.
" Broo !!" sapa Zeanu mendekat ke arah meja Banny.
Sontak Banny terkejut setelah Zeanu berhasil mengejutkan dirinya secara tiba-tiba.
" Shiitt !!" gumannya terdengar begitu jengkel.
Zeanu terkekeh melihat sikap ekspresi tak biasa sahabatnya tersebut.
" Kau Zean !!" desis Banny terdengar kesal.
" Hei bro,sepertinya kau terkejut sekali." tanya Zeanu seraya mengambil duduk di hadapan sahabatnya tersebut.
" Gue paling benci di kejutkan !!" ujar Banny melengos menyembunyikan perasaan jengkelnya.
" Harus berapa lama lagi gue berdiri di depan pintu sana,sementara lo tidak menyadari jika gue sudah berdiri lama di depan pintu,sepertinya ada yang kau pikirkan bro ?" balas Zeanu terkekeh.
Banny membuang wajahnya dengan perasan sedikit tertekan.
" Ada apa ?" tanya Banny datar.
" Serius sekali pertanyaan lo,apakah elo kini sedang sibuk ?" tanya Zeanu cukup terganggu dengan sikap Banny yang sedikit ketus.
" Gue rasa mood gue hari ini sedikit terganggu." ujar Banny pelan seraya menyugar rambutnya yang rapih.
" Sehingga lo mengajak makan siang sekertaris cantik lo demi memulihkan bad mood lo itu,what up broo ?" tanya Zeaanu menyindir halus.
__ADS_1
Banny terdiam lalu ia pun mengalihkan pandangannya ke arah wajah sahabatnya tersebut lalu menatapnya dengan berbagai perasaan.
" Yaa ya ya,elo pasti bertanya-tanya gue tau darimana akan hal ini,tanpa harus lo katakan gua bisa menebaknya." ujar Zeanu menggoda sahabatnya tersebut.
Lagi-lagi Banny tidak menjawab ia yang merespon dengan air muka yang tak biasa.
" Tadinya hari ini gue berencana mengajak makan siang Arnetta,tapi dia menolak ajakan gue,dan dia bilang elo akan mengajaknya makan siang bersama,jadi sekarang apa salahnya gue ajak lo berdua untuk makan siang bersama,so demi menjaga kenyamanan seseorang." ucap Zeanu dengan menatap tenang sahabatnya tersebut.
Wajah Banny terlihat bereaksi lain.
" Menjaga kenyaman seseorang,maksud elo?" tanyanya heran,kulit dahinya berkerut alami.
" Yaa secara elo kan akan makan siang bersama sekertaris cantik lo itu,bisa jadi di luaran sana tentunya akan ada banyak netizen yang akan memperhatikan gerak gerik lo berdua,jika hal ini sampai ketelinga istri lo bagaimana perasaan Mona. ?" tanya Zeanu tersenyum penuh arti.
Banny menggeleng,perasaanya kembali semakin resah mengingat akan keberadaanya Mona,kenapa Zeanu harus mengingatkan hal itu.
" Mona pergi dari Apartemen." ucapnya lirih.
Zeanu tercekat mendengar ucapan sahabatnya yang begitu mengejutkan.
" Apa ?? Mona pergi dari Apartemen ??, maksud lo apa," tanya Zeanu menegakan posisi duduknya.
Banny terdiam,sejujurnya ia tak ingin bercerita hal ini kepada siapapun,termasuk Zeanu sahabatnya,namun pada akhirnya permasalahan ini akan di ketahui banyak orang termasuk Zeanu,ia tidak mau ambil resiko jika Zeanu tau tentang hal ini dari orang lain.
Zeanu masih menatap Banny dengan menanti berbagai penjelasan.
" Mona gue usiir !" ucap Banny setelah menarik napas panjang memberanikan diri untuk berkata jujur.
Sontak kedua mata Zeanu membeliak terkejut mendengar pertanyaan sahabatnya tersehut.
" APA ?" Zeanu terlihat shok.
apa-,apaan ini?,ada apa ini,lo sudah gila apa mengusit istri lo sendiri ?" tanya Zeanu terlihat shok.
" Gue terlibat permasalahaan yang cukup rumit dengannya." jawab Banny dengan nada yang cukup pelan namun Zeanu mampu mendengarnya.
" Tapi Ban,tak semestinya elo sampe usir dia,terus elo tau dimana Mona sekarang ?" tanya kembali Zeanu sedikit khawatir.
Banny menggeleng dengan masa bodoh,kini Zeanu yang menggeleng di rasanya sahabatnya ini sudah tidak waras.
" Gila lo ya Ban,logika lo dimana sehingga lo tega mengusir Mona,memangnya lkesalahan apa yang sudah Mona perbuat hingga elo sampai hati mengusir dia." tanya Zeanu dengan suara mulai meninggi.
Entah kenapa ia merasa tidak terima jika Banny harus mengusir Mona.
Perkara ini berhasil membuat perasaan nya bercabang.
" Dia sudah menghianati kepercayaan gue Zean !!" ucap Banny singkat matanya terlihat menatap kecewa.
Kedua alis tebal Zeanu mengernyit menatap sarkatik ke arah sahabatnya tersebut.
" What ??? Apa lo bilang,dia menghianati lo ? Mona menghianati lo ?? Heuh gue gak percaya." desis Zeanu sinis.
Sejenak Zeanu memperhatikan gambar yang ada di dalam ponsel tersebut kedua matanya terbelalak,ia mencoba memperhatikannya dengan seksama.
" Apa yang akan elo lakukan jika lo berada di posisi seperti itu?" tanya Banny dengan puas setelah menunjukan foto-foto tersebut.
Zeanu menggeleng,Banny terbakar api cemburu sehingga membutakan hatinya.
" Gue akan bertanya secara baik-baik akan hal ini tanpa harus berbuat di luar logika,karena gue yakin jika Mona tidak serendah itu." ucap Zeanu seraya mengembalikan ponselnya tersebut.
Banny terdiam menyoroti dalam wajah sahabatnya tersebut.
" Tapi," ucapan Zeanu menggantung lalu wajahnya berekpresi heran.
" Tapi kenapa Mona bisa kenal dengan Sultan ??" tanya Zeanu pelan.
Banny menghela,pertanyaan yang membuat semakin sakit kepalanya.
" Lo tau jika akhir-akhir ini perusahaan Sultan ingin sekali bekerja sama dengan perusahan gue,dia mendatangi langsung kantor cabang perusahaan gue,dan dia meminta Mona untuk menerima kerja samanya tersebut.Tapi gue menolak tanpa kompromi." jelas Banny angkuh.
Zeanu menyoroti sahabatnya itu tak biasa,rupanya Banny masih menyimpan demdam lamanya terhadap Sultan.
" Lo masih dendam terhadapnya ?" tanyanya menatap tajam,jawaban pasti akan keluar dari mulutnya Banny.
" Gue belum bisa melupakan perlakuannya." jawab Banny penuh keyakinan.
Zeanu tersenyum sinis,kurasa sahabatnya belum bisa memaafkan sepenuhnya kesalahan Sultan dalam kehidupannya.
Kisah cinta segitiga yang membuatnya trauma untuk berdamai denga sosok pria tersebut.
" Itu masa lalu lo Ban,gak ada gunanya lo bawa- bawa kembali dalam kehidupan lo sekarang,percuma lo bersikap keras terhadap Sultan Mona tidak akan pernah tau siapa Sultan sebenarnya,lalu peduli apa Mona jika Sultan adalah laki-laki yang pernah membuat Kinaya berpaling dari lo lalu menikah dengannya,Mona tidak akan mempersalahkan hal itu karena itu bagian dari masalalu lo,justru Mona akan mempersalahkannya jika lo bersikeras menyembunyikan siapa sebenarnya Sultan darinya, Mona pasti akan semakin curiga jika elo sengaja menutupinya semua itu,bahkan elo terkesan masih memiliki perasaan dendam terhadap Sultan." jelas Zeanu cukup kritis.
Banny terdiam tak bergeming.
" Jika elo masih memiliki dendam terhadap Sultan,itu artinya selama ini elo belum bisa melupakan Kinaya,kau masih merasa jika Sultan merampas ke bahagiann lo." kembali Zeanu menegaskan.
" Gue hanya tidak ingin Mona tahu masa lalu gue tentang laki-laki yang telah merampas kebahagiann gue dan bagaimana sakitnya hati ini di hianati,tapi nyatanya laki-laki itu merampas kembali kebahagiann gue,dia kembali menghancurkan kehidupan gue dengan cara yang sama masuk ke dalam kehidupan gue.Itu yang selalu gue takutkan selama ini.tapi nyatanya terulang kembali." Balas Banny dengan seringai sinis.
" Dan elo percaya jika semua ini atas rencananya Sultan?? " tanya Zeanu menantang.
" Kenapa tidak ?? Tak hanya permasalah kehidupan gue,Sultan pun mengintai semua karir gue di perusahaan gue ini,jelas ia masih memiliki niat buruk atas kehidupan gue." jawab kembali Banny dengan penuh keyakinan.
" Dan elo tidak memberi kesempatan kepada Mona untuk menjelaskan dengan apa yang elo tuduhkan terhadap dirinya ?" Tanya Zeanu semakin kritis.Zeanu begitu peduli terhadap keadaan Mona.
" Gue tidak akan memberi ampun kepada pelaku penghianat." Balas Banny dengan menegakan kepalanya.
" Sekalipun itu hanya kesalapahaman." sambung Zeanu menatap tajam.
" Salah paham ??elo bilang ini salah paham,ini semua sudah terbukti Zean,apa lo pikir itu semua hanya fiktif belaka ?? malahan yang mengirim semua foto-foto itu Asistennya Mona, Aras,pasti dia terlibat dalam rencana buruk ini!!" jelas Banny dengan nada emosi
__ADS_1
" Arass ??? " lagi-lagi Zeanu di buat tercengang-cengang dengan pernyataan sahabatnya tersebut.
" Elo masih ingat pria brengsek itu ? " tanya Banny terlihat berapi-api.
" Tentu saja gue masih mengingatnya,tapi...." ucapan Zeanu menggantung rupanya dia belum paham dengan keterlibatan Aras di permasalahan ini.
" Aras bukannya Kakak Kinaya,lalu Asisten ?Asisten siapa yang lo maksud ?" tanya Zeanu semakin rumit.
Banny kembali menghela,penjelasannya kian semakin melebar.
" Aras kembali kerja di perusahaan gue,tepatnya di cabang perusahaan,bokap gue yang meminta dia untuk bekerja kembali,bokap merasa jika Aras berkompeten dalam perusahaan gue,dulu karena dia bermasalah sama gue saja terpaksa gue pecat,tapi nyatanya bokap gue masih membutuhkan segala kompetensi yang dia miliki,jadi setuju gak setuju bokap gue tetap menempatkan dia di cabang perusahaan gue bersama Mona." jelas Banny mulai sedikit pelan akan nada bicaranya,amarah membuat jantungnya terasa bedetak lebih cepat dan itu membuat dadanya terasa sakit.
" Jadi ?,elo berkeyakinan jika Aras kembali berulah dengan cara menghadirkan Sultan untuk merusak kembali kehidupan elo ?" tanya Zeanu mencoba menebaknya.
" Kenapa tidak ?? Siapa tau dia masih merasa dendam dengan sikap gue yang telah memecat dirinya tanpa hormat." balas Banny sedikit angkuh nada suaranya penuh penekanan.
" Itu artinya elo percaya jika semua ini adalah jebakan Aras dan Sultan yang ingin menghancurkan kehidupan elo ?? " tanya Zeanu beralibi.
" Jebakan ?? " Banny mengernyit.
" Yaa,sebuah jebakan.Jika elo merasa semua ini adalah sebuah jebakan Aras dan Sultan,untuk apa elo mempercayai foto-foto tersebut hingga elo sampai hati usir Mona,lalu logika lo dimana broo ??" tanya Zeanu dengan penuh penekanan di setiap kalimatnya.
Banny menelan ludah,perkataan Zeanu terasa membungkam mulutnya.
" Seharusnya elo bisa mempertahankan Mona jika elo yakin ini adalah sebuah jebakan,bukannya elo malah mengusir Mona dari Apartemen lo,ini artinya elo sudah kemakan jebakan mereka." jelas kembali Zeanu dengan semakin lantang.
Perasaanya benar-benar geram melihat sikap sahabatnya tersebut.
" Gue rasa elo lebih pintar dalam berbagai teori,tapi lemah dalam sebuah perasaan." ucap Zeanu begitu dalam.
Habis sudah Banny di kuliti rasa bersalah oleh Zeanu sahabatnya sendiri.
" Tapi yang gue lihat di foto itu Mona begitu akrab dengan laki-laki pecundang itu,hingga laki-laki itu merangkul mesra,biadab sekali bukan,dan bisa jadi Mona sudah terjerat akan daya pesonanya Sultan,kita tidak tahu akan hati seseorang." Banny berkilah berusaha melindungi dirinya sendiri.
Zeanu menggeleng,tentu saja ia tidak setuju dengan tuduhan yang di layang kan Banny untuk Mona.
" Itulah pentingnya konfirmasi,elo bisa kan bertanya secara baik-baik akan permasalahan ini,tidak langsung bermain hakim sendiri." Zeanu menatap gusar.
" Jadi elo menyalahkan gue sepenuhnya ?" tanya Banny kian di persalahkan.
" Menurut elo?? " Zeanu menantangnya.
Banny melengos merasakan dirinya kian serbasalah,apa yang di katakan Zeanu tentu ada benarnya juga,hanya pecundang yang tidak bisa mengakui kesalahannya.
" Gue tidak menyalahkan elo,tapi gue menyayangkan sikap gegabah lo itu yang tega mengusir Mona." sambung Zeanu kembali dengan suara rendah.
Banny menghela merasakan tamparan itu semakin keras di hatinya.Betapa tidak ia di butakan dengan amarahnya sehingga dirinya tidak mau menerima kebenaran itu.
Banny menyugar rambutnya yang rapih,lalu meremasnya dengan perasaan frustasi,nasi sudah menjadi bubur.
" Dan gue telah menalaknya !!" desis Banny lirih.
" APA !!"
Sontak Zeanu terkejut setengah mati mendengar pernyataan dari sahabatnya itu hingga tak sadar ia bangkit dari tempat duduknya.
" Elo gilaa yaa ?? Hanya karena salah paham seperti ini elo tega sampai menalak Mona," Zeanu berdiri dengan meradang.
Banny menarik napas panjang perasaanya kian bercampur aduk.
Zeanu memijit keras dahinya lalu menghembuskan napasnya dengan kasar,ia benar-benar tak percaya mendengar sahabatnya akan menceraikan Mona.
" Ban,gue rasa elo laki-laki yang paling sadis yang pernah gue temui,elo tidak berpikir dua kali dengan keputusan elo itu,elo benar-benar keterlaluan !!" ucap Zeanu dengan begitu lantang suaranya kini terdengar bergetar menahan perasaan yang tak biasa.
" Apapun yang menjadi keputusan gue,maka itulah yang terbaik buat gue !" sergah cepat Banny,ia tidak ingin tersudutkan dengan opini sahabatanya tersebut.
" Tapi tidak terbaik bagi Mona,ia belum tentu bersalah Ban,gue yakin ini hanya kesalah pahaman saja,gue yakin elo akan menyesalinya karena lo bertindak segegabah ini." ujar Zeanu nyerocos,rasa kesal serta marah berbaur menjadi satu di benaknya,setega itu sahabatnya berani menalak Mona.Perempuan yang setengah mati ia coba melupakan demi sebuah persahabatan.
Selama ini Zeanu berusaha untuk tidak berharap lebih dari perempuan itu,ketidak mungkinannya untuk memiliki membuat Zeanu berusaha untuk melupakannya.
Banny terdiam,tertampar dengan kata-kata yang di ucapkan sahabatnya tersebut,bagaimanapun tidak Zeanu pernah memiliki perasaan yang sama terhadap Mona.
Namun kini perempuan itu telah ia sia-siakan begitu saja.
" Gue harap elo bisa berpikir secara utuh,tampa ada perasaan marah di hati elo,lo pikir secara baik-baik tentang keputusan elo ini,karena gue yakin Mona tidak seburuk apa yang elo tuduhkan ,!" ujar Zeanu seraya melangkah meninggalkan Banny yang masih terdiam,ia memilih pergi agar amarahnya mampu terkendali.
Zeanu melangkah cepat meninggalkan ruangan sang Ditektur muda,tak henti-hentinya ia mengumpat di dalam hatinya akan sikap sahabatnya tersebut.Bukankah dia sudah berjanji jika ia akan memastikan jika Banny akan membuat Mona bahagia,tapi nyatanya sahabatnya itu justru memberinya sebuah duka yang dalam.
Hati Zeanu di landa keresahan yang begitu hebat tentu saja ia sangat mengkhwatirkan akan ke adaan Mona yang entah berada dimana saat ini.
" Mas Zean !" panggil Arnetta menyella di tengah-tengah kecepatan langkahnya.
Langkah pria itu terhenti lalu menoleh ke arah Arnetta yang berdiri tak jauh darinya.
Gadis cantik itu menatapnya cemerlang,matanya terlihat berbinar-binar,namun sayang sepertinya Zeanu sudah kehilangan selera untuk sekedar membalasnya dengan senyuman.
" Hmm gimana mas,mas Banny bersedia makan siang bersama ?" tanya Arnetta dengan penuh percaya diri,Arnetta berharap akan ada jawaban yang menyenangkan untuk hatinya.
" Maaf Ane,sepertinya aku kehilangan selera untuk makan siang bersama." balas Zeanu ketus.
Arnetta terheran-hetan atas jawaban yang di berikan Zeanu.
" Loh mas,kenapa ?? " tanya nya penuh rasa penasaran.
" Tidak apa-apa,permisi !! " pamit Zeanu singkat lalu pergi meninggalkan Arneta.
Arnetta melongo melihat sikap Zeanu tersebut,tentu saja ia heran melihat sosok wajah yang selalu mengulas senyuman itu kini menyurut,sikap pria berwajah kalem itu berubah sedikit asam,sehingga berhasil membuat Arnetta bertanya-tanya.
Arnetta menoleh ke arah ruangan bosnya,dengan perasaan ragu ia terlihat kebingungan,entah apa yang telah terjadi di antara kedua pria tersebut sehingga suansa berubah sedikit tegang.
__ADS_1
Arneta menatap panjang punggung Zeanu yang kini menghilang di lorong ruangan tersebut.