
Genap satu minggu sudah Vera tinggal bersama Sam, dia mulai lelah menghadapi sikap Sam yang begitu egois. Tidak ada lagi yang mampu dia lakukan, sudah berbagai cara dia lakukan tapi Sam tetap tidak mau melepaskannya. Hanya tinggal satu cara yang belum ia lakukan.
" Hanya tinggal satu cara ini, bila ini juga tidak, aku nggak tau harus berbuat apa lagi untuk menyadarkan Sam." Gumannya dalam hati.
Saat ini Vera berencana untuk mogok makan, dia juga berencana untuk tidak berbicara dengan Sam. Dia berharap Sam akan mulai simpati padanya dan melepaskannya karena dia tau Sam tidak akan tega melihatnya menderita.
Sam masuk kedalam kamar untuk mengajak Vera sarapan, dia terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Vera, dia takut Vera akan jatuh sakit karena semalam Vera tidak mau makan malam.
" Sayang ayo kita sarapan." Ajak Sam sambil duduk di tepi ranjang.
Vera tetap diam, dia tidak memperdulikan kata-kata Sam. Vera menutup tubuhnya dengan selimut.
" Sayang kamu kenapa? ayo bicara sama aku." Ucap Sam sambil membelai lembut rambut Vera.
Vera tetap bersikukuh tidak mau bicara dengan Sam. Sam yang mulai merasa geram dengan sikap Vera, memutuskan untuk keluar dari kamar Vera.
" Ada apa dengan Kak Vera? kenapa dia nggak mau bicara sama aku? apa lagi dia juga nggak mau makan. Kalau nanti sampai jatuh sakit gimana?" Gumannya dalam hati.
Sam mengambil makanan dan membawanya kekamar lalu dia letakkan diatas meja. Sam berjalan menuju ranjang.
" Sayang jangan seperti ini, kamu harus makan, aku nggak mau kamu sampai jatuh sakit." Ucap Sam. Terlihat jelas Sam sangat mengkhawatirkan Vera.
Vera sama sekali tidak menatap Sam, dia menatap kearah lain dan tetap diam. Sam keluar dari kamar dan dia berharap Vera akan mulai makan jika dia meninggalkannya sendiri.
Sam keluar dari rumah dan tidak lupa Sam mengunci semua pintu. Dia takut Vera akan melarikan diri dari Villa itu.
Sam pergi untuk membeli bahan makanan, karena stock yang dia beli sudah habis. Setelah selesai berbelanja Sam mampir kesebuah toko perhiasan, dia berniat memberikan sebuah cincin untuk melamar Vera.
Setelah selesai dengan segala urusannya Sam kembali ke Villa, dia masuk kedalam kamar untuk mengecek apa Vera sudah memakan makanan yang sudah ia siapkan.
Sam terkejut melihat makanan yang ia siapkan masih utuh diatas meja. Dia berjalan mendekati Vera yang masih tertidur diatas ranjang.
" Kak, kenapa kakak seperti ini? jangan menyiksa diri kakak sendiri, aku nggak sanggup melihatnya kak. Kakak makan dulu ya." Ucap Sam.
" Kak, apa kakak nggak bahagia selama tinggal sama aku? apa kakak nggak bisa mencintaiku seperti aku mencintai kakak?" Sambung Sam lagi.
Vera sebenarnya tidak tega melihat Sam seperti ini, tapi dia harus tetap melakukan rencananya. Dia hanya ingin Sam menyadari kesalahannya.
Vera bangun dari tidurnya dan turun dari ranjang. Dia berniat untuk pergi kekamar mandi, didalam kamar mandi ia menyalakan shower lalu menangis sekencang-kencangnya.
Sam yang mendengar tangisan Vera merasa cemas. Dia pun mulai mengedor-gedor pintu kamar mandi.
__ADS_1
" Kak, buka pintunya kak, aku mohon." Teriak Sam sambil terus mengedor-gedor pintu.
Sudah satu jam Vera berada didalam kamar mandi, selama itu pula Sam tak henti-hentinya berteriak memanggil Vera.
Dengan basah kuyup Vera membuka pintu kamar mandi. Sam yang melihat keadaan Vera langsung berlari mengambil handuk dari dalam lemari. Dia langsung menutup tubuh Vera dengan handuk.
" Kak, apa yang sudah kamu lakukan? nanti kakak bisa sakit." Ucap Sam sambil mengusap-usap tubuh Vera dengan menggunakan handuk.
Vera tetap diam seribu bahasa. Sam membuka semua baju Vera dan memakaikan pakaian yang kering. Vera hanya diam saja, dia tidak perduli Sam melihat seluruh tubuhnya, tubuh Vera seakan kosong karena pikiran Vera sekarang hanya memikirkan keluarganya.
Sam mendudukan Vera di tepi ranjang. Dia menatap wajah Vera yang sayu, dia tidak sanggup melihat keadaan wanita yang sangat dicintainya seperti sekarang ini. Terlihat sangat menyedihkan.
" Kak maafin aku, aku tau perbuatan aku ini salah, tapi aku mohon kak jangan pernah tinggalin aku, aku sangat mencintaimu kak." Ucap Sam sambil berjongkok didepan Vera.
Tatapan Vera kosong, dia tidak memperdulikan kata-kata Sam.
" Kakak mau apa dari aku, aku akan menurutinya aku nggak mau menyakitimu kak." Ucap Sam sambil menggenggam tangan Vera.
Vera menatap wajah Sam.
" Kakak makan ya." Ucap Sam mencoba untuk membujuk Vera.
" Kalau kakak nggak makan nanti kakak bisa sakit." Ucap Sam sedih.
" Aku lebih baik sakit dari pada harus terus menderita seperti ini." Ucap Vera pelan.
" Kak, jangan menyiksa diri kakak, aku mohon." Pinta Sam.
" Pergilah Sam, aku ingin sendiri."
" Nggak! aku nggak akan meninggalkan kakak." Tolak Sam.
" Aku bilang pergi ya pergiii!" Teriak Vera keras.
Baru pertama kali ini Sam melihat Vera semarah ini..
" Kak, apa aku salah jika aku ingin bersama dengan orang yang aku cintai? apa aku salah jika aku mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milikku?" Tanya Sam dengan berlinang air mata.
" Pergilah Sam." Pinta Vera.
" Kak, aku mencintaimu kak, cinta aku tulus kak."
__ADS_1
" Pergiiiiii...." Teriak Vera marah.
Sam berdiri lalu berjalan meninggalkan kamar. Hati Sam begitu sakit melihat keadaan Vera. Sam berniat membiarkan Vera sendiri, dia berharap esok Vera bisa kembali seperti biasanya. Sam menghabiskan waktunya untuk menonton tv dan tidak terasa waktu sudah mulai malam.
Sam membuatkan sup untuk Vera dan membawanya kedalam kamar. Dia melihat Vera yang sedang terlelap, makanan tadi pagi masih tetap utuh diatas meja. Sam meletakan sup diatas meja lalu berjalan menuju ranjang.
" Kak ayo bangun, makan malam dulu, dari kemaren kakak belum makan." Ucap Sam mencoba membujuk Vera.
" Pergilah Sam, aku belum lapar." Ucap Vera pelan.
" Nanti kakak bisa sakit."
" Aku nggak perduli!" Seru Vera.
" Kenapa kakak seperti ini? aku nggak sanggup melihat kakak seperti ini, jadi aku mohon kakak makan ya." Pinta Sam sambil mengatupkan kedua tangannya.
" Jangan perduliin aku, tinggalkan aku sendiri."
" Kakak marah sama aku, apa kakak membenciku?" Tanya Sam dengan serius.
" Pergilah Sam."
" Kak aku tau aku salah, aku minta maaf kak. Aku janji akan membawa kakak pulang, tapi kakak makan dulu ya, aku nggak mau kakak sakit." Bujuk Sam terus menerus.
" Udahlah Sam, jangan membohongi aku lagi, mana mungkin kamu akan melepaskan aku." Ucap Vera tidak percaya dengan omongan Sam.
" Aku serius kak, aku tau kakak sangat menderita selama tinggal bersamaku. Aku nggak bisa lagi melihat senyuman manis diwajah kakak, aku rindu canda tawa kakak yang dulu. Sosok yang penyabar dan penyayang dalam menghadapi sikap keras kepalaku, aku memang sudah egois kak, aku mementingkan egoku sendiri tanpa memperdulikan perasaan kakak. Aku minta maaf kak." Ucap Sam sambil menahan tangisannya.
Vera tidak tega melihat Sam menangis hanya karena sikapnya yang selalu mengacuhkannya.
" Sam, aku ingin kamu kembali seperti Sam yang dulu. Sam yang ceria dan yang bisa membuatku nyaman, aku nggak akan menyalahkan kamu. Aku tau semua ini kamu lakukan hanya untuk bisa bersamaku, tapi cara yang kamu gunakan salah Sam. Aku bukannya bahagia tapi aku malah semakin menderita, kamu boleh mencintaiku tapi bukan untuk memilikiku, karena aku sudah menjadi milik orang lain. Jangan hancurkan masa depanmu hanya untuk obsesimu itu." Ucap Vera sambil menghapus air mata Sam.
" Maafin aku kak, aku sudah membuatmu menderita." Ucap Sam menyesali perbuatannya.
" Aku akan memaafkanmu, asal kamu mau berjanji untuk kembali menjadi Sam yang dulu lagi."
" Baiklah kak, aku akan menjadi Sam yang dulu lagi dan aku akan mengantar kakak pulang. Aku tau kakak melakukan ini karena kakak sangat merindukan keluarga kakak.." Ucap Sam dengan menepiskan senyumannya.
" Kamu serius Sam! kamu nggak membohongiku kan!" Tanya Vera terkejut.
šššš
__ADS_1