Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Kamu bukan pengganggu


__ADS_3

Alex membawa masuk Chelsea ke dalam ruangannya. Chelsea begitu terkejut saat melihat Betrand ada di ruangan itu, “kamu!” serunya.


Betrand melambaikan tangannya, “hai Chel, lama kita tidak bertemu,” sapanya.


Chelsea menatap Alex, “kenapa dia ada disini?” dia lalu beralih menatap Betrand, “apa kamu ingin mempengaruhi Alex lagi untuk menjadi lelaki buaya darat!”


Betrand dan Alex sama-sama mengernyitkan dahinya, “buaya darat!” seru mereka bersamaan.


“Apa maksud kamu? Aku tidak mengerti.” Betrand tidak terima Chelsea menuduhnya telah mempengaruhi Alex untuk menjadi diri Alex yang dulu lagi.


“Tidak perlu aku jelaskan, kamu sudah tahu dengan apa yang aku maksud.”


Alex tidak ingin melihat Chelsea dan Betrand berdebat, dia pun mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka, “sayang, kenapa kamu datang ke kantor aku? bukannya kamu tidak pernah datang ke kantor aku, tapi kenapa sekarang kamu ada disini?”


Chelsea lupa dengan tujuannya datang ke kantor Alex, dia tidak mungkin mengatakan jika dirinya sangat ingin melihatnya, bisa besar kepala nanti pria itu, “aku datang kesini karena Mama yang menyuruhku. Mama memintaku untuk mengantarkan makan siang untukmu, karena biasanya Kania selalu mengantarkan makan siang untuk Kak Veon ke kantornya.”


Alex melihat paper bag di tangan Chelsea, “apa itu makanan buat aku? apa kamu yang memasaknya sendiri?”


Chelsea mendengus kesal, ‘apa sekarang Alex ingin mengejekku di depan Betrand? Bukannya dia sudah tahu kalau aku tidak pandai memasak?’ umpatnya dalam hati.


Chelsea memberikan paper bag itu kepada Alex, “aku tadi mampir di restoran, jadi aku membeli makanan itu, maaf, karena kalau kamu kecewa itu bukan masakan aku.”


Alex tersenyum, dia lalu mengambil paper bag itu, “kamu mau datang kesini mengantar makan siang untukku saja aku sudah sangat bahagia, itu berarti kamu masih peduli padaku.”


“Aku kesini bukan karena keinginan aku, tapi karena Mama yang memaksaku, jadi jangan terlalu senang dulu!” Chelsea sengaja berbicara seperti itu agar dirinya tidak merasa malu karena telah membuang egonya hanya untuk bisa bertemu dengan Alex.


Alex mengangguk, dia tahu jika Chelsea hanya mencari alasan saja. Baru dua hari Alex mengabaikan Chelsea tapi dia sudah menunjukkan perhatiannya, dan itu sangat membuat Alex bahagia.


Betrand mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, dia lalu menggerakkan jarinya untuk menulis pesan dan lalu dia kirim kepada Alex.


Alex yang baru saja meletakkan paper bag itu ke atas meja, lalu mengambil ponselnya dari saku celananya, dia lalu membuka pesan yang dikirim oleh Betrand. Alex penasaran kenapa sahabatnya itu mengirimkan pesan, padahal mereka berada di ruangan yang sama.


Lex, ingat rencana kamu, jangan tunjukkan perhatianmu yang berlebihan, karena itu akan membuat rencana kamu gagal


Alex mengernyitkan dahinya, dia lalu mengetikkan balasan untuk Betrand dan mengirimnya. Betrand langsung membuka balasan pesan dari Alex.


Sepertinya Chelsea sudah mulai peduli, ini baru dua hari, dia sudah berubah sikap sama aku (ALEX)


Baru segitu saja kamu sudah luluh, apa kamu tidak ingin memiliki Chelsea sepenuhnya (BETRAND)


Lalu apa yang harus aku lakukan? Dua hari mengacuhkan Chelsea, itu sungguh sangat menyiksaku (ALEX)


Tahan beberapa hari lagi, aku yakin Chelsea akan menjadi milikmu sepenuhnya, bukan hanya hatinya tapi jika jiwaa dan raganya (BETRAND)


Alex menghela nafas, dia menatap Betrand lalu mengangguk pelan.


Chelsea merasa curiga dengan tingkah Alex yang sejak tadi sibuk dengan benda pipih di tangannya, “apa aku sudah mengganggu kamu? Sepertinya kamu sedang ada janji dengan seseorang.”

__ADS_1


Alex memasukkan ponselnya di saku celana nya, “em...aku hari ini memang ada janji dengan seseorang, tapi karena kamu datang kesini, jadi aku membatalkannya.”


“Apa dia seorang wanita?” tanyanya sambil mengernyitkan dahinya.


Betrand memberi kode kepada Alex untuk menganggukkan kepalanya, dan Alex langsung melakukan apa yang diminta Betrand. Alex bisa melihat perubahan ekspresi wajah Chelsea.


“Jadi sekarang aku jadi pengganggu disini.” Chelsea berbicara dengan nada kesal.


Alex mengajak Chelsea duduk, kemudian dia meminta Betrand untuk meninggalkannya berdua dengan Chelsea. Betrand menganggukkan kepalanya, dia lalu beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Alex.


“Kamu bukan pengganggu disini.” Alex lalu mengeluarkan kotak makan dari dalam paper bag, “kamu bela-belain datang kesini untuk mengantarkan makan siang untukku, tentu saja aku harus menghargai niat baikmu.”


“Aku kesini juga karena Mama yang memaksa ku,” cebiknya.


Alex tersenyum, “walaupun begitu, aku tetap menghargai niat baik kamu.” Pria itu lalu memberikan kotak makanan itu kepada Chelsea, “sekarang kamu makan juga, aku tahu kamu juga belum makan.”


‘Kenapa dia malah memberikan makanan itu kepadaku? Apa dia tidak akan menyuapi makan seperti biasanya?’ gumamnya dalam hati.


“Kenapa? apa kamu ingin aku suapi?” godanya


Chelsea berdecak, “siapa juga yang mau disuapin sama kamu, aku bisa makan sendiri.” Wanita itu lalu mengambil kotak makanan itu dengan kasar dari tangan Alex.


“Syukurlah, karena aku tidak bisa menyuapimu makan.” Alex lalu mengambil kotak makan satunya, “aku juga harus menghabiskan makanan ini secepatnya, karena siang ini aku ada meeting penting.”


“Meeting!”


Alex menganggukkan kepalanya, “iya, kenapa kamu terkejut seperti itu? apa jangan-jangan kamu ingin aku temani hari ini?” godanya.


Alex memberikan segelas air putih kepada Chelsea, dia lalu menepuk-nepuk punggung Chelsea, “kamu ini kenapa? tidak seperti biasanya kamu makan dengan terburu-buru seperti itu.”


Chelsea menepis tangan Alex, dia lalu meletakkan gelas dan juga kotak nasi itu ke atas meja, “jangan pedulikan aku.” wanita itu lalu beranjak dari duduknya, “maaf kalau aku sudah mengganggumu, aku lebih baik pulang sekarang.”


Alex menarik tangan Chelsea saat dia ingin melangkahkan kakinya, “tunggu dulu, apa kamu marah sama aku?”


“Marah! Untuk apa aku marah sama kamu? Memangnya kamu melakukan kesalahan apa, hingga aku harus marah sama kamu!” serunya kesal.


Alex menghela nafas panjang, dia lalu beranjak dari duduknya, “yakin kamu sedang tidak marah sama aku?”


Chelsea menepis tangan Alex, “aku mau pulang.”


“Kamu kesini naik apa?”


“Aku tadi diantar supir, tapi aku sudah menyuruhnya untuk pulang.” Chelsea berharap Alex akan mengantarkannya pulang setelah mendengar apa yang dia katakan.


Alex sebenarnya ingin sekali mengantar Chelsea pulang, tapi dia harus bertahan sedikit lagi agar rencananya berjalan lancar, “maaf, aku tidak bisa mengantarkan kamu pulang, bagaimana kalau aku pesankan taksi?”


Mendengar apa yang dikatakan Alex, membuat darah Chelsea semakin mendidih. Dia semakin yakin Alex sudah tidak lagi peduli padanya, “tidak perlu, aku bisa memesannya sendiri.” Wanita itu lalu melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan Alex.

__ADS_1


Saat Chelsea ingin membuka pintu, tiba-tiba pintu itu diketuk dari luar. Chelsea lalu membuka pintu itu, dia melihat seorang wanita dengan pakaian seksi tengah berdiri di depan pintu, “ada apa?” tanyanya ketus.


Alex melangkahkan kakinya menuju pintu, dia melihat Siska sedang berdiri di depan Chelsea, “ada apa, Sis?” tanyanya.


“Maaf, Pak. Di depan ada bapak Zaki, beliau ingin bertemu dengan anda.”


Alex dan Chelsea saling menatap, mereka sama penasaran apa yang di lakukan Zaki di sana. Alex menyuruh Siska untuk mempersilahkan Zaki masuk.


“Baik, Pak.” Siska sedikit membungkukkan tubuhnya sebelum berlalu pergi dari hadapan Chelsea dan Alex.


“Sayang, kenapa kamu masih berdiri disitu, bukankah tadi kamu ingin pulang? Atau jangan-jangan kamu ingin bertemu dengan mantan kekasihmu itu?” sindirnya. Alex merasakan sakit saat mengatakan kata-kata itu.


“Lex, bolehkah aku disini, aku ingin tahu apa yang mau di lakukan Zaki di kantor kamu.”


Alex tersenyum, “apa kamu mulai mencemaskan aku? atau kamu sedang mencemaskan Zaki, kamu takut aku akan menyakiti mantan kekasih kamu itu,” sindirnya.


“Bukan seperti itu, aku harus bilang berapa kali sama kamu, kalau aku dan Zaki tidak ada hubungan apa-apa?”


Alex menatap ke arah pintu, dia melihat Zaki sedang berdiri di depan pintu itu. pria itu mempunyai ide untuk membuat Zaki semakin menjauh dari Chelsea.


Alex menarik tubuh Chelsea ke dalam dekapannya, “aku mau bukti.”


Chelsea menatap kedua mata Alex, “bukti, bukti apa yang kamu inginkan?”


“Cium aku sekarang juga.”


Chelsea membulatkan kedua matanya, “apa?”


“Kalau kamu tidak mau, itu berarti kamu masih mencintainya.”


“Aku akan melakukannya, jika itu bisa membuatmu percaya kalau aku dan Zaki sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.”


Alex menganggukkan kepalanya, dia menyungingkan senyumannya sambil melirik ke arah Zaki yang masih diam mematung sambil menatap ke arahnya.


Chelsea lalu melingkarkan kedua lengannya di leher Alex, dia pun bersiap-siap untuk mencium bibir Alex. Tapi Alex menutup bibir Chelsea dengan jari telunjuknya, hingga membuat Chelsea membulatkan kedua matanya.


Chelsea mendengus kesal, “apa yang kamu lakukan? Apa kamu ingin mempermainkan aku!”


Alex menggelengkan kepalanya, dia lalu menangkup kedua pipi Chelsea dengan kedua telapak tangannya, “aku ingin kamu membuktikan lebih dari ini.”


Chelsea membulatkan kedua matanya, “a—apa maksud kamu?”


“Aku ingin kamu melakukan kewajiban kamu sebagai seorang istri yang selama ini belum kamu lakukan. Aku akan menunggunya.” Alex lalu menatap Zaki, “oh...Tuan Zaki, silahkan masuk.”


Chelsea membulatkan kedua matanya, dia lalu membalikkan tubuhnya dan menatap Zaki yang sedang berdiri di depan pintu ruangan itu, ‘sejak kapan Zaki berdiri di situ? Apa dia mendengar dan melihat semuanya?’ gumamnya dalam hati.


~oOo~

__ADS_1




__ADS_2