Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Kecemburuan Vera


__ADS_3

Dion masuk kedalam kamar dan melihat Vera sedang menangis..Dion berjalan mendekati Vera..


" Sayang maafin aku.." Ucap Dion sambil memeluk tubuh Vera.Vera semakin menangis dalam pelukan Dion..


" Kamu boleh pukul atau tampar aku tapi jangan tinggalin aku lagi karena aku nggak akan sanggup hidup tanpa kamu.." Imbuh Dion sambil mempererat pelukannya.


" Aku nggak akan meninggalkan kamu tapi saat ini hati aku sakit banget..kenapa Tantri menceritakan semua itu ke aku..kenapa juga kamu harus melakukan itu sama Tantri.." Ucap Vera disela tangisannya.


" Maafkan aku sayang..aku yang bodoh bisa jatuh dalam perangkap Tantri.." Ucap Dion.Dion sangat membenci Tantri,kenapa dia harus menceritakan semanya kepada Vera.


" Kamu nggak bodoh sayang tapi kamu memang membutuhkan Tantri buktinya kamu selalu memintanya untuk melayanimu.." Ucap Vera.Vera melepaskan pelukan Dion.


" Sayang please maafin aku..aku tau aku salah..saat itu yang aku fikirkan hanyalah nafsu aku..aku nggak bisa mengendalikan diri aku..tapi itu semua udah berlalu sayang..sekarang hanya kamu yang aku inginkan.." Ucap Dion.Dion menggenggam tangan Vera.Ia tak ingin kehilangan Vera lagi.


" Sayang tolong tinggalkan aku sendiri..aku nggak mau meluapkan emosi aku ke kamu.." Ucap Vera.Vera melepaskan tangannya dari genggaman tangan Dion.


" Nggak..aku nggak akan meninggalkanmu,kalau kamu mau meluapkan emosi kamu luapkan semuanya ke aku..kamu mau tampar aku silahkan aku akan menerimanya dengan senang hati.." Ucap Dion.Vera merasa bersalah karena telah menyalahkan Dion..


" Sayang maafin aku..aku nggak bermaksud untuk menyalahkan kamu,aku hanya terbawa emosi..aku nggak suka mendengar Tantri menceritakan hubungannya denganmu..hati aku sakit banget.." Ucap Vera.Ia mencoba menahan airmata yang sudah memenuhi kedua matanya.Ia tidak ingin menangis didepan Dion.


" Sayang..itu semua sudah berlalu jangan kamu ingat ingat lagi..yang terpenting sekarang aku sudah menjadi milikmu dan kamu menjadi milikku..kita nggak akan terpisahkan lagi jangan kamu dengarkan omongan Tantri dia hanya ingin menghancurkan pernikahan kita.." Ucap Dion.Dion melihat airmata dikedua mata Vera.Dion mengecup kening Vera dan memeluknya.


" Sayang..jangan pernah melakukan kesalahan itu lagi karena aku nggak akan lagi sanggup menahannya.." Ucap Vera.Vera menumpahkan semua airmatanya dalam dekapan Dion.Vera sudah nggak bisa lagi menahan rasa sakit yang ia rasakan.


" Nggak mungkin aku melakukan itu lagi sayang karena yang aku inginkan cuma kamu.." Ucap Dion.Dion melepaskan pelukannya dan menghapus airmata Vera.


Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )


" Ma..Pa..bukain pintunya.." Ucap Veon.


" Sayang jangan sedih lagi ya..aku mencintaimu.." Ucap Dion sambil mengecup kening Vera.


" Bukain pintunya kasian Veon menunggu diluar.." Ucap Vera.Vera menghapus sisa airmatanya.Ia tidak ingin Veon melihat airmatanya.


" Tapi kamu senyum dulu dong.." Ucap Dion.Vera menatap Dion dan mencoba untuk tersenyum.


Dion berjalan menuju pintu dan membuka pintu.Dion berjongkok didepan Veon..


" Anak papa udah bangun ya.." Ucap Dion.Ia langsung mengendong Veon.


" Udah Pa..oma menyuruh mama dan papa untuk sarapan.."


" Baik sayang tapi Veon harus membujuk mama ya.." Ucap Dion.Dion menatap Vera dan mengajak Veon masuk kekamar.


" Mama kenapa Pa ? "


" Mama lagi sedih sayang..kamu bujuk mama ya agar mau sarapan sama kita.." Ucap Dion.Veon menganggukan kepalanya.


Dion menurunkan Veon dari gendongannya,Veon berjalan menghampiri Vera..


" Mama kenapa ? " Tanya Veon sambil memeluk Vera.


" Sayang..mama nggak papa kok.." Ucap Vera sambil memangku Veon.


" Mama jangan sedih lagi..Veon akan selalu menemani mama.." Ucap Veon.Veon mencium pipi Vera.

__ADS_1


" Makasih ya sayang.." ucap Vera sambil memeluk Veon.


" Ayo kita sarapan Ma..Veon mau makan sama mama.."


" Baiklah sayang.. ayo kita sarapan.." Ucap Vera sambil mengendong Veon.


Mereka keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan..Vera mendudukan Veon dikursi..Dion duduk disamping Vera.


" Kamu kenapa sayang,kok mata kamu sembab ? " Tanya Serly.Serly melihat kedua mata Vera sembab dan merah.


" Nggak papa kok Ma.." Ucap Vera sambil mengambilkan makanan untuk Dion.Vera meletakan piring yang telah berisi nasi,sayur dan lauk didepan Dion.


" Makasih ya sayang.." ucap Dion sambil mencium kilas bibir Vera.


" Sayang..kamu apaan sih..kan malu dilihat mama dan papa.." Ucap Vera pelan.Ia menatap Tantri yang kini tengah menatapnya.


" Kenapa harus malu..kamu kan istri aku tercinta.." aucap Dion sambil menarik tangan Vera hingga Vera jatuh dalam pangkuannya.


Tantri yang melihat susana ini menjadi semakin tidak senang..


" Ehemm..hemm...mau sampai kapan kalian mau seperti itu.." Goda Santo.


" Sayang lepasin aku..malu tau.." Ucap Vera yang kini wajahnya sudah bersemu merah.


" Aku akan lepasin kamu asal kamu mau mencium aku.." Ucap Dion.Dion semakin erat memegang pinggang Vera.


" Kok gitu...nggak mungkin aku mencium kamu disini.." Ucap Vera pelan.


" Kalau nggak mau kita makan seperti ini aja.." Ancam Dion.


" Sayang kamu ini kayak anak kecil aja.." Goda Serly seraya tersenyum melihat tingkah anaknya yang kayak anak kecil merengek minta cium.


" Biarin aja..aku ingin bermanja manja sama istri aku yang cantik ini.." Ucap Dion sambil mencium pipi Vera.


" Mama..Veon mau makan.." Rengek Veon.


" Sayang cepetan..kamu nggak kasian sama Veon.." Ucap Dion lalu tersenyum.


" Ya ya..tapi kamu harus tutup mata kamu.." Ucap Vera.Dion mulai memejamkan matanya dan Vera mencium kilas bibir Dion.


" Udah lepasin aku.." Ucap Vera.


Bukannya melepaskan Vera tapi Dion malah memegang dagu Vera dan mencium kembali bibir Vera..


" Ahhh...puas..." Ucap Dion.Dion melepaskan pelukannya.


Serly dan Santo hanya tersenyum melihat tingkah Dion..sedangkan Tantri seakan sedang kebakaran jenggot.


" Sayang...." Teriak Vera kesal.


" Maaf..habis aku udah nggak tahan ingin mencium bibir kamu.." Ucap Dion sambil tersenyum manis.


" Pokoknya malam ini kamu nggak akan dapat jatah.." Ancam Vera.Vera duduk disamping Veon.


" Jangan dong sayang..maafin aku ya.." Ucap Dion.Dion menggenggam tangan Vera.Dion takut Vera benar benar akan membuktikan ancamannya.

__ADS_1


" Nggak perduli.." Ucap Vera.Ia melepaskan tangan Dion.


" Dion..dion..baru nggak dapat jatah aja sudah kayak cacing kepanasan.." Goda Santo sambil memasukan makanan kemulutnya.


" Apa papa juga betah kalau nggak dikasih jatah sama mama..? " Tanya Dion lalu mengerucutkan bibirnya sambil menatap Vera.


" Papa kamu malah lebih parah dari kamu.." Ucap Serly lalu tersenyum menatap suaminya.


" Tu kan..papa aja juga gitu.." Sindir Dion.


Vera nggak memperdulikan rengekan Dion,Vera sedang asyik menyuapi Veon..


" Sayang..malam ini Veon tidur dikamar mama ya.." Ucap Vera sambil melirik Dion yang sedari tadi cemberut.


" Ok Ma..Veon mau tidur sama mama dan papa.." Ucap Veon senang.


" Veon sayang..kamu mau cepetan punya adik nggak ? "


" Mau Pa.."


" Kalau Veon mau cepetan punya adik..Veon tidurnya sama oma dulu Ok.." Ucap Dion.Veon menganggukan kepalanya.Dion tersenyum menatap Vera.


Vera menatap tajam kearah Dion..


" Udah udah..ayo makan dulu..nanti ributnya terusin aja dikamar.." Goda Serly.


" Mama..." Teriak Vera kesal.


" Mama kan juga pengen cepet punya cucu lagi.." Ucap Serly sambil tersenyum.


" Yess...banyak yang mendukung aku sayang..pokoknya malam ini aku mau jatah aku.." Ucap Dion senang.Dion memasukan sesuap makanan kemulutnya.


Tantri udah nggak tahan mendengar obrolan mereka.Kupingnya terasa panas..


" Ma..Pa..Tantri mau pergi dulu.." Ucap Tantri.


" Kamu mau kemana ? " Tanya Santo.


" Tantri mau menemui mama Tantri..." Ucap Tantri.


" Apa kamu akan menginap disana ? " Tanya Dion lalu megunyah makanan dalam mulutnya.


" Kenapa ? apa kamu udah kangen sama aku ? " Tanya Tantri lalu menyungingkan senyuman.


" Nggak..aku senang jika kamu mau tinggal disana kalau perlu nggak usah balik lagi kesini.." Ucap Dion ketus.Tantri tidak senang mendengar ucapan Dion.Tantri berdiri mendekati Santo dan Serly.


" Ma..Pa..Tantri berangkat dulu.." Ucap Tantri sambil mencium tangan Serly dan Santo.


Sambil menahan emosi Tantri berjalan meninggalkan meja makan..


" Sayang kasian Tantri.." Ucap Vera.Vera tau Tantri merasa tersingung karena ucapan Dion.


" Tantri nggak perlu kamu kasihani dia pantas diperlakukan seperti itu.." Ucap Dion lalu memasukan makanan kemulutnya.


🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2