Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Andrew


__ADS_3

" Aku senang melihat akhirnya kamu sudah bisa kembali pada diri mu sendiri, berhenti bersikap seperti orang lain hanya karena masalah rumah tangga yang terus menerus datang menerpa ingat setiap masalah pasti akan ada jalan keluarnya." Jelas Gita membuat Desi terharu dan memeluk sahabat baiknya itu.


" Makasih Gita, jika bukan karena kamu yang menyadarkan ku! Mungkin Selamanya aku akan menjadi wanita bodoh dengan mudanya diperalat ibu mertuaku, dan sedikit banyak beban yang ku rasakan berkurang selama ini karena ada kamu yang menjadi teman curhat ku"


" Hei sejak kapan kamu tahu berterima kasih?" Sahutnya bercanda


Plak


" Auh"


ringis Gita saat menerima tumpukan pada lengannya


" Kamu tuh bisa-bisanya bercanda, aku itu serius tahu" kesal Desi


" Oke-oke maaf ya Des, jangan ngambek ya" goda Gita


Membuat keduanya tertawa bersama.


***


Sementara itu ditempat lain


Suara teriakan kesakitan terdengar akibat penyiksaan yang mereka rasakan membuat mereka berteriak memohon ampun


Cetas


"Ampuni kami tuan, tolong lepaskan kami! " Teriak beberapa orang yang dicambuk seperti seekor hewan


" Katakan siapa yang menyuruh kalian" bentak keras seorang pria yang sedang berdiri menatap tajam kearah orang- orang yang menurutnya hanya bisa menjadi sampah tak berguna.


Salah satu diantara mereka akhirnya membuka suara karena sudah tidak tahan dengan penyiksaan yang dilakukan oleh para pria berbadan kekar dengan wajah sanggar menatap mereka ditambah lagi satu sosok pria yang mereka yakini adalah pemimpin atau bos besar dari sekelompok orang yang menyiksa mereka terlihat dari tatapan tajam yang mengintimidasi.sungguh mereka menyesal ternyata pria yang mereka jebak itu bukanlah orang sembarang.


" Ampuni kami tuan, kami hanya diperintahkan oleh seorang wanita yang memberikan imbalan begitu besar sehingga kami gelap mata dan menerima permintaannya" jawab panjang lebar pria itu


Membuat satu cambukan kembali mendarat ditubuhnya yang sudah melepuh karena banyaknya Bekas cambukan dan goresan pisau ditubuh.


Sedangkan pria yang dipanggil tuan itu menatap tajam kearah pria berambut pirang kriting yang menjawab pertanyaannya,ia menelisik tajam mencari kebenaran Dimata pria itu apakah yang dikatakannya benar atau bohong.dan ia bisa melihat bahwa pria itu berkata jujur terlihat dari tubuhnya yang sudah pasrah menerima hukum dari anak buahnya dan juga ia mengucapkannya tanpa ada keraguan sedikitpun.


" Tuan aku sudah berkata jujur, tolong lepaskan kami" pinta memohon pria itu mewakili kawan-kawannya.


" Heh kamu ingin dibebaskan" sahut pria itu dengan tatapan tajam sambil menyeringai licik"mimpi saja kamu! Kalian cincang tubuhnya dan berikan pada ikan piaraan ku, sepertinya ikan-ikan ku itu akan sangat menyukai santapan malam yang diberikan kepada mereka" lanjutnya tanpa belas kasian, ikan piaraan yang dimaksudnya adalah ikan piranha.


"Tuan"


Seru asistennya setelah mereka berada diruang kerja tuanya di markas besar mereka yang disediakan khusus untuk mengeksekusi setiap penghianat atau penjahat yang berani mengusiknya.


" HM"


" Seperti yang dikatakan pria itu, bahwa yang menyuruhnya adalah seorang wanita yang sudah saya selidiki dari awal adalah nyonya Jessica"


" Berhenti memanggilnya nyonya dihadapanku" potong pria berkuasa itu dengan rahan mengeras geram.

__ADS_1


" Maaf tuan"


" HM, lanjutkan"


" Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut saya menemukan bahwa wanita itu( Jessi ) tidak sendiri tuan ada orang luar Yang membantunya!" Lanjut asistennya itu yang tidak lain adalah Thomas


Dan pria berkuasa itu adalah Raka Sachdev Bramantyo pria berhati dingin dan kejam yang tidak segan menghabisi lawannya tanpa ampun.


" Siapa?"


" Maaf tuan saya belum mengetahui siapa yang membantu wanita ( Jessi ) itu! saat ini kami masih berusaha menyelidikinya, sepertinya orang itu cukup berkuasa sehingga kami tidak muda melacak identitasnya" terangnya sedikit merasa bersalah karena tidak bisa melacak siapa orang yang membantu Jessi.


" Hm" tampak pria itu terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu hingga ia kembali membuka suara


" Tambahkan beberapa anggota terbaik dan jangan lupa panggil Daniel juga untuk ikut menyelidiki orang yang telah membantu wanita ****** itu, aku ingin secepatnya tahu siapa orang yang berani bermain-main dengan ku" ujarnya dengan penuh penekanan.


" Baik tuan" sahut Asistennya cepat.


Setelah itu Asisten pribadinya itu pun berlalu dari hadapannya,tidak lama setelah itu pintu ruang kerjanya kembali terbuka.


Ceklek


" Ada apa" ujarnya saat mengira yang kembali masuk adalah asistennya.


" Hei hei, ini gue bukan asisten loh itu" sahut seorang pria dengan nada mengejek membuat Raka yang mengenal suara itu lantas mendongak kepalanya untuk melihat pria tersebut.


"Andrew" bukannya menjawab Raka malah menyebut nama pria yang sedang berdiri dihadapannya.


" HM"


Mendengar tanggapan sahabatnya itu membuat Andrew mendengus kesal, ternyata sahabatnya itu tidak pernah berubah sama sekali.


" Hah sudah lah tidak ada gunanya bicara dengan loh." Dengus Andrew kesal sambil berjalan menuju sofa diruangan itu.


Raka bangkit dari duduknya dan menyusul sahabatnya itu duduk di sofa panjang yang ada di ruangannya.


" Ada apa kamu kesini" tanyanya to do points


" Ya elah bro memang kalau gue kemari harus ada alasannya gitu" balasnya sinis.


" Gue serius" sahutnya penuh penekanan membuat Andrew mendengus kesal


" Ok.ok gue Kemari setelah mendengar kabar dari Daniel kalo semalam loh katanya ngilang, tapi gue rada nggak percaya bagaimana bisa bos besar seperti loh hilang makanya gue nyariin loh sampai kemari" timpalnya panjang lebar " dan kenapa bisa ada masalah ke gini! Pokoknya hari ini loh mesti jelasin"lanjutnya serius


" Hah" sejenak Raka menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaannya sahabatnya itu.


" Jessi sudah kembali"ujarnya


"Are you serious"tanya Andrew terkejut


"Yes"

__ADS_1


" Oh no setelah sekian lama ia pergi begitu saja, sekarang malah seenaknya kembali! Lalu apa kamu mau memaafkannya, ingat Raka kamu sudah punya istri yang baik seperti Desi."ucapnya dengan nada serius" jika kamu sampai melakukan itu maka kamu akan menyesa...?"


" Aku sudah menikahinya" potong Raka


Sukses membuat Andrew syok.


" What, apa kamu sudah gila hah"bentaknya pada sahabatnya itu


" Apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan Desi jika ia mengetahui kamu telah mengkhianatinya" lanjutnya tidak percaya


" Desi sudah tahu,dia yang memaksa ku untuk menikah lagi" jelasnya


Semakin membuat Andrew pusing dengan jalan pikiran sepasang suami-istri itu.


"Aku sungguh tidak percaya dengan jalan pikiran kalian" Sahutnya


" Huh sudahlah tidak perlu membahas tentang rumah tangga ku, ada hal yang lebih penting yang ingin aku bicarakan dengan mu" ujarnya setelah menghela nafas panjang


Andrew yang mendengar perkataan sahabatnya mengerti jika saat ini Raka akan membahas masalah yang serius dengannya.


" Katakanlah,aku mendengarkannya"ucap Andrew serius


" Tentang kembalinya Jessi, aku merasa ada sesuatu yang sedang mereka rencanakan" ucap Raka setelah diam beberapa menit


" Mereka siapa"


" Ada orang lain yang menyuruhnya untuk masuk kedalam keluarga BRAMANTYO, ntah apa yang mereka inginkan tapi satu yang pasti Jessi hanya sebuah bidak catur yang mereka kerahkan untuk mengelabuhi ku" terangnya panjang lebar


Andrew mengangguk paham ia sangat salut pada Raka karena pria itu tetap bisa tenang menghadapi setiap masalah yang ada dan juga instingnya begitu kuat terhadap sesuatu hal dan itu tidak pernah melesat.


Waktu yang sudah mau pagi itu, mereka habiskan untuk menyusun rencana dan strategi apa yang harus dilakukan untuk melawan musuh Raka kali ini, karena banyak musuh diluar sana yang terus berusaha mencari celah untuk menumbangkan kekuasaannya sebagai pengusaha no satu yang sukses.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next Sampai sini dulu ya gays πŸ₯°πŸ˜Œ

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Votenya β˜ΊοΈπŸ™πŸ˜˜


__ADS_2