Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Aku kan menunggu


__ADS_3

Vera dan Dion berdiri...


"Beri tepuk tangannya untuk kedua mempelai." ucap Rio.


"Silahkan menikmati hidangan yang tersedia sambil mendengarkan suara emas sang penganti pria." ucap Rio.


Lantunan musik mulai terdengar..Dion menggenggam tangan Vera..Dion mulai bernyanyi..


šŸ’“šŸ’“ Satu tambah satu dikurang satu


Itulah cintaku


Dua dikurang satu


Cintaku untukmu


Bila ada cinta datang padaku


Janganlah cemburu


Karena ku takkan selingkuh


Ku kan setia padamu


Satu cinta hanya untuk kamu saja


Satu cinta takkan terbagi dua


Karna cinta ku bukan cinta biasa


Karna cinta aku bisa gilaaa


Kalau kau tak percaya cintaku


Belahlah dadaku


Sungguh ku cinta padamu


Honey I Love You..


Satu cinta hanya untuk kamu saja


Satu cinta takkan terbagi dua


Karna cinta ku bukan cinta biasa


Karna cinta aku bisa gilaaa


Satu cinta hanua untuk kamu saja


Satu cinta takkan terbagi dua


Karna cinta ku bukan cinta biasa


Karna cinta aku bisa gilaaa


Auauauauau...auauauau...


Oh honey ku cinta padamu..


Auauauauau..auauauau..


Oh honey ku sayang padamu..


Dion mencium tangan Vera..Para tamu undangan bersorak surai sambil bertepuk tangan..


Setelah berjam jam berdiri sambil menyalami para tamu undangan akhirnya acara resepsi selesai. Dion dan Vera masuk ke dalam kamar.


"Sayang kamu mandi duluan aja.." ucap Dion sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Ya udah deh.." ucap Vera.


Vera mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi, setelah setengah jam Vera selesai mandi.


"Sayang sekarang giliran kamu mandi.." ucap Vera sambil mengambil pakaian didalam lemari.


Dion turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Setelah selesai berpakaian Vera keluar dari kamar..


"Suamimu mana sayang?" tanya Mila.


"Dion lagi mandi Ma.." ucap Vera sambil duduk dimeja makan.


Tak berselang lama Dion keluar dari kamar..


"Malam Ma.." sapa Dion sambil duduk di samping Vera.


"Kalian pasti sudah lapar kan, ayo kita makan malam dulu."


"Baik Ma," ucap Vera dan Dion bersamaan.


"Ini sayang," ucap Vera sambil menaruh makanan didepan Dion.


"Makasih sayang," ucap Dion.


"Rencananya kalian mau tinggal disini berapa lama?" Tanya Mila.


"Kalau Dion terserah Vera Ma," ucap Dion sambil menguyah makanan.


"Mungkin seminggu Ma, setelah itu baru ke rumah Dion," ucap Vera sambil memasukan satu suapan kedalam mulutnya.


"Kenapa nggak sebulan aja?" tanya Mila.


"Kasian Veon Ma..aku nggak tega meninggalkan dia lama lama.." ucap Vera.


"Oya Dion, Mama mau ngasih tau kamu sesuatu," ucap Mila sambil melirik anak gadisnya.


"Apa itu Ma?" Tanya Dion penasaran.


"Kamu harus bersabar ya, karena kamu harus berpuasa selama 5 hari," goda Mila.


"Puasa untuk apa, Ma?" Tanya Dion bingung.


"Puasa untuk tidak menyentuh istri kamu," ucap Mila pelan.


"Maksudnya gimana Ma, Dion nggak mengerti?"


"Walau Dion pernah menikah tapi Dion nggak pernah menyentuh Tantri, Ma," ucap Dion sambil menatap gadis yang kini sudah sah menjadi istrinya.


"Kamu serius! kok bisa gitu?" tanya Mila terkejut.


"Dion nggak pernah melakukan hal itu karena Dion nggak menginginkannya, Dion hanya menginginkan Vera, dalam pikiran dan hati Dion hanya ada Vera," sahut Dion sambil menggenggam tangan istrinya.


"Mama ngapain sih nanyain hal kayak gitu, itukan urusannya Dion," ucap Vera kesal.


"Apa kamu sudah tau itu sayang?" tanya Mila penasaran.


"Ya..Dion udah cerita sama Vera," sahut Vera sambil menguyah makanan.


"Aku kasian sama kamu Dion, setelah menikah sama Vera kamu masih harus menahannya karena sekarang istri kamu lagi kedatangan tamu," sindir Mila.


"Mama udah!" Seru Vera kesal.


"Maksudnya kedatangan tamu siapa, Ma?" Tanya Dion bingung.


"Istri kamu lagi kedatangan tamu bulanan, jadi kamu masih harus puasa selama 5 hari," jelas Mila.


"Oo itu, Dion akan sabar menunggu Ma, sampai Vera benar-benar siap," ucap Dion sambil tersenyum kearah Vera.


"Aku udah kenyang, aku mau ke kamar dulu," ucap Vera kesal.


"Sayang kok buru-buru," ucap Dion.


"Sudah sana kamu ikutin istri kamu, dia kalau ngambek bisa berabe nanti."


"Dion ke kamar dulu ya Ma," ucap Dion sambil mengejar Vera.


Vera masuk ke dalam kamar dan diikuti oleh Dion.


"Sayang kamu marah ya sama aku?" Tanya Dion sambil duduk di samping Vera.


"Aku cuma sebal aja, kenapa kamu harus menanggapi omongan Mama, aku kan malu."


"Kenapa harus malu sayang, itukan wajar."

__ADS_1


"Tapikan nggak harus di omongin didepan Mama juga."


"Sayang aku tau kamu belum sepenuhnya bisa menerima aku, aku nggak akan marah kok, aku akan bersabar menunggu sampai kamu bisa sepenuhnya menerima aku sebagai suami kamu," ucap Dion sambil memeluk tubuh Vera.


"Maafin aku."


"Kenapa harus minta maaf, kamu mau menikah sama aku aja aku sudah bahagia," ucap Dion sambil mempererat pelukannya.


"Aku janji aku akan berusaha untuk menerima kamu sebagai suami aku sepenuhnya dan bila sudah saatnya aku akan melakukan kewajiban aku sebagai istri kamu," ucap Vera sambil melepaskan pelukan Dion.


"Aku akan menunggunya," ucap Dion sambil mencium kening Vera.


Terdengar suara ponsel Vera berbunyi.


Vera mengambil ponsel dari atas meja dan melihat siapa yang menelfon.


"Siapa sayang?" tanya Dion penasaran.


"Sam."


"Coba kamu angkat," pinta Dion.


"Beneran aku boleh menjawab panggilan ini?" tanya Vera.


"Iya boleh..tapi di louspeaker ya," sahut Dion sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


Vera menjawab telfon dari Sam.


"Halo Sam," sahut Vera.


"Halo kakak cantik, kakak lagi ngapain nie?" tanya Sam nan jauh di sana.


"Aku lagi mau tidur."


"Ya kok udah mau tidur, aku kan kangen sama kakak."


"Ya kan disini udah malam Sam."


"Aku kangen banget sama kakak, aku ingin mendengar suara kakak yang merdu."


Dion merasakan cemburu dihatinya..Dion bangun dari tidurnya dan memeluk Vera.


"Kakak kok diam aja?" tanya Sam.


Vera tidak bisa menjawab pertanyaan Sam karena saat ini Dion sedang asyik menggoda Vera dengan menciumi pipi Vera.


"Sayang..hentikan," ucap Vera pelan.


"Kak..kakak lagi ngapain sih?" tanya Sam lagi.


"Maaf Sam aku udah ngantuk banget ini,kita sambung besok lagi ya," ucap Vera sambil mematikan telfon.


Vera mendorong tubuh Dion..


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Vera kesal.


"Memangnya aku ngapain ? aku kan cuma mencium istri aku, apa itu salah," sahut Dion sambil tersenyum.


"Ya nggak..tapikan tadi kamu sudah berjanji mau menunggu sampai aku benar-benar siap."


"Aku kan cuma mencium pipi kamu." Ucap Dion bingung.


"Terserah kamu, aku mau tidur," ucap Vera sambil merebahkan tubuhnya.


"Maafin aku ya sayang, aku janji nggak akan melakukan itu lagi, habis tadi aku cemburu mendengar percakapan kamu sama Sam."


"Kan tadi kamu yang ngizinin aku untuk menjawab telfon dari Sam, kenapa kamu harus cemburu?" tanya Vera heran.


"Karena aku sangat mencintaimu, aku nggak ingin kehilangan kamu lagi," ucap Dion sambil memeluk Vera.


"Aku kan sudah jadi istri kamu,mana mungkin aku meninggalkan kamu."


"Aku tau, ya udah ayo kita tidur," ucap Dion sambil mempererat pelukannya.


Vera tertidur dalam pelukan Dion.


🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2