Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Bonus Chapter


__ADS_3

Jae Gun meletakkan ponselnya di meja lalu melangkah ke ranjang dan menjatuhkan dirinya.


"Aku harus apa Jung? ujar Gun menatap foto Jung Song di langit kamar nya.


Tok...tok...tok...


"Gun Bibi masuk ya" Ucap Bibi Wong dari balik pintu.


"Masuklah Bi, pintunya tidak Aku kunci" Seru Gun.


Bibi Wong membuka pintu dan masuk, Ia duduk di sebelah Gun. dan mengusap kasur sambil dan tersenyum sendu melihat foto Jung Song yang ada di segala sudut kamar Gun.


"Ada apa dengan mu hari ini Gun?! tanya Bibi Wong menatap Gun yang setengah berbaring itu.


"Bi, jika bibi ingin membahas Sung Gi aku sedang tidak ingin mendengarnya...


"Aku tidak membahas Sung Gi, aku membahas mu...


Gun mendesah lalu mengangkat satu lengan dan menutupi wajahnya.


"Apa kau merindukannya...


"Selalu Bi setiap detik aku merindukannya, aku mencoba untuk tidak memikirkannya dan mencari kesibukan tapi sialnya, semakin aku mencoba tidak memikirkannya aku malah semakin merindukannya" Lirih Gun...


"Bibi tahu ini sedikit lancang dan tak berperasaan, tapi apa kau tak ingin membuka hatimu untuk yang lain Gun...


ada keheningan sesaat ketika Bibi Wong selesai berbicara


"Maaf kan aku Bi, aku akan mengganggap perkataan Bibi tadi tidak pernah terjadi.

__ADS_1


"Gun... Bibi melakukan ini bukan hanya untuk mu, tapi juga untuk Sung Gi...


"Emangnya Sung Gi kenapa Bi?! Gun bangun dari kasurnya dan menatap tajam kepada Bibinya dengan mata yang memerah.


"Gun.... lirih Bibi wong.


"Semua orang mengasihi dan menyayanginya, bahkan Jung Song meninggalkan begitu banyak Video untuknya... sementara Aku, ia tidak meninggalkan apa pun untuk ku Bi... Gun memukul dadanya.


"Jung Song meninggalkan Sung Gi untuk mu Gun, Sung Gi itu adalah bukti bahwa dia begitu mencintaimu dan juga mengasihimu... kamu yang selama ini menutup diri dan menyalahkan diri sendiri...


"Cobalah untuk berdamai dengan dirimu sendiri Gun... Ujar Bibi Wong


Gun menarik nafas serta mengerjapkan dalam kedua matanya.


"Sudahlah Bi, aku lelah mau istirahat.. Bibi keluarlah" Gun membalikkan badannya.


Bibi Wong mengangguk dengan senyuman sedih...


Gun menjatuhkan badannya di laintai, ia duduk dan bersandar pada kaki ranjang tempat tidurnya dengan tangannya satu memegang kepalanya.


Ia mengerti, apa yang di maksud Bibi Wong, Sung Gi juga kedapatan beberapa kali oleh Gun memandangi teman-teman seumur dengan nya yang bermain dengan Ibu mereka. ketika Ia menjemputnya sepulang sekolah.


Ia pun tahu, kerap berapa kali Bibi Wong dan juga Tuan Hae Jae sering memperkenalkan beberapa wanita di pesta kepada Gun. Namun tetap saja ia tidak bisa membuka hatinya.


Baginya Jung Song adalah satu-satunya wanita dalam hidupnya. Tidak bisa di gantikan dengan yang lainnya.


*****


Woooee... woooeeeaa...

__ADS_1


"Ssshhh, Jangan menangis sayang Mama mu sebentar lagi datang... Hae Ran masih lama kah?! pekik Jhi Yu


"Sebentar lagi kak..." balas Hae Ran memekik.


Setelah beberapa menit...


Zrasss... "Ah, legahnya" Ucap Hae Ran begitu keluar dari kamar mandi.


"Kau tidak apa, kenapa lama sekali? Tanya Jhi Yu khawatir.


"Kak, apa kau pernah buang air besar berdiri?!


"Berdiri?! maksudmu?


"Aku sakit perut dan saat aku mau duduk aku takut sekali kalau jahitannya akan terbuka jika aku duduk" Ujar Hae Ran


"apakah masih sakit?! tanya Jhi Yu


"Masiihh Kak" Hae Ran Menangis, kini Mi so pun ikut menangis juga membuat Jhi Yu kebingungan...


"Aiisshhh, kenapa kamu juga ikut nangis..."


Jhi Yu mendekap Hae Ran untuk menenangkannya.


***


Terimakasih semuanya...


sehat selalu ya di masa corona wae ini...

__ADS_1


dan selamat menjalani Puasa...


Tetap jaga hati, pikiran, dan tingkah laku ya genks... Dan jangan lupa vote serta cintanya dunks... aku padamu semua para pembaca šŸ™šŸ™


__ADS_2