
" Anak papa yang ganteng ini harus tidur ya..ini udah malam,Veon tidur sama oma dan opa.." ucap Dion.Dion mengusap puncak kelapa Veon.
" Ayo sayang kita tidur..nanti oma akan bacain dongeng buat Veon.." Ucap Serly mencoba untuk membujuk Veon.
" Opa juga mau menemani Veon tidur.." Santo ikut membunjuk Veon.
" Nggak mau..Veon maunya tidur sama mama dan papa.." ucap Veon.Veon langsung memeluk Vera.
" Tapi sayang mama dan papa kan harus..." Vera menatap Dion dengan tajam...
" Ya udah sekarang Veon tidur sama mama dan papa.." Ucap Vera sembari tersenyum menatap Dion.Vera tidak mau membuat Veon sedih.
" Tapi sayang..kitakan mau...
Vera tidak mengubris ucapan Dion.Vera mengandeng tangan Veon dan melangkah meninggalkan meja makan.
" Ma..bantuin Dion dong Ma..katanya mau punya cucu lagi,kalau kayak gini gimana mau punya cucu lagi.." Ucap Dion.Dion meminta Serly untuk membantunya membujuk Veon agar mau tidur dengan mereka.
" Kamu ini ya..kayak baru pertama kali aja..bukannya kalian udah menikah selama satu minggu lebih..apa belum puas malam pertamanya.." Goda Santo.
" Malam pertama apanya..puas darimana..Dion aja belum melakukannya.." Gerutu Dion.Ia mengerucutkan bibirnya karena kesal..
" Gagal lagi deh.." Bathin Dion.
" Kok bisa....!!! " Seru Santo dan Serly bersamaan.
" Ya kan waktu itu Vera lagi berhalangan..ini Dion baru mau melakukannya malah ada si pengganggu kecil itu.." Ucap Dion sambil terus mengerutu.
" Papa kasian sama kamu..ya kamu sabar aja.." Ucap Santo.
" Ma..bantuin Dion dong Ma.." Rengek Dion sambil menarik ujung baju Serly.
" Sayang..kamu tau kan Veon itu seperti apa..kalau dia punya kemauan harus dituruti.." Ucap Serly.Ia sebenarnya kasian sama Dion tapi ia juga nggak bisa berbuat apa apa karena Veon kalau udah punya kemauan nggak bisa ditolak.
Dion mengambil nafas dan membuangnya kasar.Dion berdiri dan berjalan meninggalkan meja makan.Dion menaiki tangga dan berjalan menuju kamarnya.
Dion membuka pintu kamarnya,ia melihat Vera tidur disamping Veon.Dion menutup pintu dan melangkahkan kaki menuju ranjang.
Dion mengusap puncak kepala Veon dan merebahkan tubuhnya disamping Veon.
" Veon senang deh...akhirnya Veon bisa tidur sama papa dan mama.." Ucap Veon sambil mencium pipi Dion dan Vera.
" Mama juga senang bisa tidur sama anak mama yang ganteng ini.." Ucap Vera sambil memeluk Veon.
" Udah sekarang Veon harus tidur.." Ucap Dion.Dion menarik selimut untuk menutupi tubuh Veon.
__ADS_1
Veon memeluk tubuh Vera dengan sangat erat..tak berselang lama Veon akhirnya terlelap.
" Sayang.." Bisik Dion.Dion mencolek lengan Vera.
" Apa ?.." Ucap Vera pelan.
" Kita pindah aja kekamar Veon..kita lanjutin yang tadi.." Ucap Dion pelan.Vera melihat Veon yang tertidur lelap sambil memeluknya erat.
" Tapi..aku nggak bisa gerak..aku takut nanti Veon akan terbangun.." Ucap Vera.Dion memasang wajah cemberut.Dion berharap Vera akan terbujuk olehnya.
" Yang sabar ya sayang..bukannya aku nggak mau tapi keadaan nggak memungkinkan.." Ucap Vera.Vera sebenarnya nggak tega melihat Dion cemberut seperti itu.
" Ya udah deh.." ucap Dion kesal.Dion membalikan tubuhnya membelakangi Vera.
" Sayang..jangan ngambek dong..kalau kamu ngambek jelek tau.." Goda Vera.Dion tetap diam tak mengubris omongan Vera.
" Maafin aku ya sayang.." Imbuhnya.Dion tetap diam.Vera merasa semakin bersalah.
" Sayang.." Ucap Vera pelan.Vera mencolek lengan Dion.Dion tetap tidak bergeming.
" Gimana ini..kalau Dion sampai ngambek bisa berabe .." Bathin Vera.
" Sayang.." Ucap Vera lagi.Vera kembali mencolek lengan Dion.
" Bantu aku untuk menyingkirkan tangan Veon dari badan aku.." Ucap Vera pelan.
" Kamu serius..!! " Ucap Dion.Dion membalikkan badannya dan menatap Vera.
" Iya..tapi jangan sampai Veon bangun ya.." Ucap Vera sembari tersenyum.
Dion mengangkat tangan Veon dengan sangat hati hati.Dion menyuruh Vera untuk bangun.
Vera mencoba turun dari ranjang dengan pelan pelan.Dion meletakkan kembali tangan Veon dengan hati hati..
" Sekarang kita pindah kekamar Veon.." Ucap Dion.Dion mengandengan tangan Vera.
" Tapi nanti kalau Veon bangun gimana ? " Ucap Vera cemas.Vera takut kalau nanti Veon terbangun dan mencarinya.
" Nanti biar mama yang urus.." Ucap Dion sambil menarik tangan Vera.
Dion membuka pintu dengan sangat hati hati..Vera dan Dion keluar dari kamar..Serly dan Santo yang lagi asyik menonton tv melihat tingkah Dion dan Vera yang lagi mengendap endap keluar dari kamar mereka.
" Kalian lagi ngapain ? " Teriak Santo.
Vera dan Dion terkejut mendengar teriakan Santo.
__ADS_1
" Sayang kamu kekamar duluan..aku mau bicara sama papa dan mama.." Ucap Dion.Dion berjalan menuruni tangga dan menghampiri Serly dan Santo.
Dion meminta tolong sama Serly dan Santo untuk menjaga Veon.
" Kamu tenang aja..mama dan papa akan jagain Veon.." Ucap Serly.
" Makasih ya Ma..Dion kekamar dulu.." ucap Dion sambil berjalan menaiki tangga.
" Dasar..itu anak nggak sabaran banget.." Ucap Santo sambil menatap kepergian Dion.
" Sama aja..papa dulu juga kayak gitu.." Sindir Serly sembari tersenyum menatap suaminya.
" Buah itu jatuh nggak jauh dari pohonnya.." Imbuhnya.
ā
ā
ā
Dion membuka pintu kamar dan masuk kedalam kamar.Dion mengunci pintu..takut jika nanti ada pengganggu lagi.Dion menghampiri Vera yang sedang duduk ditepi ranjang..
Dion menatap wajah cantik Vera.
Dion senang akhirnya dia bisa menikahi wanita yang sangat dia cintai.Dion masih tidak percaya Vera sekarang berada dihadapannya.
Butuh waktu lama Dion bisa mendapatkan Vera kembali.Walau begitu banyak rintangan tapi Dion tak pernah menyerah karena bagi Dion Vera adalah hidupnya.
" Kenapa kamu menatapku seperti itu ? " Tanya Vera binggung.
" Aku masih nggak percaya sayang akhirnya aku menikah denganmu.Sekarang kamu sudah menjadi istriku yang sah.Ini bagaikan mimpi bagiku bahkan sekarang kita akan menyatukan cinta kita seutuhnya.." Ucap Dion dan tanpa sadar air mata menetes membasahi kedua pipinya.
" Ini bukan mimpi sayang,aku udah menjadi milik mu seutuhnya.." Ucap Vera sambil mengusap lembut pipi Dion.
" Sayang aku minta maaf jika selama ini aku udah menyakiti hati kamu.Aku tau kesalahan aku sangat sulit untuk kamu maafkan.." Ucap Dion.Dion menggenggam tangan Vera dan mengecup punggung tangan Vera.
" Siapa yang bilang ? kalau aku nggak memaafkan mu,apa aku akan mau menikah denganmu..!! aku udah memaafkan kamu sayang buktinya sekarang aku ada disini sebagai istri kamu.." Ucap Vera sembari memperlihatkan senyuman manisnya.
" Sayang..Kamu yakin ingin melakukannya ini denganku..." Ucap Dion sambil menatap wajah Vera.
Vera hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda ia setuju.Dion mengecup kening Vera dengan sangat lembut..
" Terimakasih karena kamu sudah memaafkan aku dan menerima aku sebagai suami kamu,aku janji akan membahagiakan kamu dan tak akan aku biarkan kau bersedih lagi.." Ucap Dion sambil memeluk Vera.
šššš
__ADS_1