Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Bekal makan siang


__ADS_3

Chelsea dan Vika akhirnya sampai di kantor Alex. Saat ini Chelsea dengan sangat percaya diri melenggangkan tubuhnya saat berjalan melewati meja receptionist. Dia sekarang tidak butuh persetujuan wanita itu untuk bisa masuk ke ruangan Alex.


Vika yang melihat sikap aneh Chelsea pun mengernyitkan dahinya, dia memutuskan untuk menyapa karyawan yang menjaga meja receptionist terlebih dahulu sebelum akhirnya menyusul Chelsea saat wanita itu berteriak memanggil namanya.


“Chel, kenapa kamu tadi bersikap seperti itu sama wanita itu?”


Chelsea berpura-pura tidak paham dengan pertanyaan Vika, “wanita mana maksud kamu?”


“Karyawan yang menjaga meja receptionist tadi, kalau tidak salah saat aku membaca ID Cardnya tadi namanya Sisil.”


“Aku tidak suka sama wanita itu!”


Vika mengernyitkan dahinya, “kenapa? apa dia membuat masalah sama kamu? Atau jangan-jangan dia mempunyai hubungan dengan Alex?”


Pintu lift terbuka.


“Jangan bicara sembarangan kamu!” Chelsea lalu keluar dari lift itu dan di ikuti oleh Vika, “wanita itu bukan selera Alex!”


“Memang kamu tahu wanita seperti apa selera Alex?” sindirnya.


Chelsea menghentikan langkahnya, “apa kamu ingin memancing kemarahan aku?” tanyanya dengan sorot mata yang tajam.


Vika menyengir kuda sambil menggelengkan kepalanya, “aku tidak mau mati disini,” ucapnya lirih.


“Aku tidak akan membunuhmu, tapi aku akan membuangnya ke kandang buaya, biar tubuh kamu di makan sama buaya!” Vika membulatkan kedua matanya, dia tidak menyangka Chelsea mendengar ucapannya.


Chelsea menatap seorang gadis muda yang tengah berdiri saat melihatnya datang, “apa Alex ada di dalam?”


Siska menganggukkan kepalanya, “ada, Bu. Apa perlu saya memberitahu Bapak Alex kalau Ibu ada disini?”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku akan langsung masuk saja.” Wanita itu lalu melangkahkan kakinya menuju ruangan Alex dan diikuti Vika.


“Chel, gila itu cewek, pakaiannya minim kayak gitu. Apa kamu tidak takut Alex akan tergiur saat melihat kemolekan tubuh cewek tadi. Bukankah selama ini kamu tidak pernah memenuhi kebutuhan biologis Alex?”


Chelsea membulatkan kedua matanya, sebenarnya apa yang dikatakan Vika sempat membuatnya takut, tapi dia berusaha untuk menyangkalnya, “Alex sudah berubah, dia sudah tidak tergoda dengan cewek manapun.”


“Memangnya kamu tahu? Kamu kan tidak selalu berada di dekat Alex.”


“Jangan memanas-manasi aku!” Chelsea lalu membuka pintu ruangan Alex.


Alex dan Betrand yang sedang mengobrol begitu terkejut dengan kedatangan Chelsea dan Vika. Bukan hanya kedua pria itu, Vika juga sangat terkejut saat melihat Betrand juga ada di ruangan itu.


“Chel, kenapa kamu tidak bilang kalau ada Betrand disini?” tanyanya pelan.


“Aku juga tidak tahu kalau ada Betrand disini.” Chelsea lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Alex, tapi tidak dengan Vika, dia tetap berdiri di depan pintu ruangan itu.

__ADS_1


Alex menyuruh Betrand untuk menghampiri Vika, dia berharap sahabatnya itu bisa segera menyelesaikan masalahnya.


“Kalau begitu aku keluar dulu.” Betrand lalu beranjak dari duduknya, “sudah mulai peduli sekarang,” sindirnya saat berpapasan dengan Chelsea.


“Bukan urusan kamu!” Chelsea terus melangkahkan kakinya mendekati Alex, “mau apa Betrand kesini?” tanyanya saat sudah berada di depan Alex.


“Kan tadi aku sudah bilang sama kamu, aku ada perlu dengan Betrand.” Alex lalu melihat paper bag yang dibawa Chelsea, “apa kamu membawakan aku makan siang lagi?”


Chelsea menganggukkan kepalanya, dia lalu mengalihkan tatapannya ke arah pintu, dia melihat Betrand sedang berbicara dengan Vika, setelah perdebatan kecil, akhirnya Betrand berhasil membawa Vika pergi depan pintu.


“Sayang, apa yang kamu lihat?”


Chelsea kembali menatap Alex, “kamu menyuruh Betrand membawa Vika kemana?”


Alex tersenyum, “kamu tidak perlu cemas, Vika akan baik-baik saja.” Pria itu lalu beranjak dari duduknya dan mengajak Chelsea untuk duduk di sofa.


“Kamu kan tahu bagaimana Betrand sudah menyakiti Vika selama ini?”


“Sama seperti aku, aku juga sudah sangat menyakiti kamu, tapi kamu mau memberikan aku kesempatan kedua, meskipun dengan tidak tulus,” sindirnya dengan senyuman di wajahnya.


“Jangan samakan kamu dengan Betrand. Betrand kan memilih wanita lain untuk dia nikahi!”


Alex tersenyum, “jangan bahas mereka, aku mau tahu makanan apa yang kamu bawa untuk aku.”


Chelsea lalu mengambil kotak bekal makan siang dari dalam paper bag, “semoga kamu suka, aku memasaknya sendiri.”


“Kenapa? kamu tidak percaya? Kamu tidak ingin memakannya? Kamu takut aku akan meracuni mu dengan rasa masakan aku yang tidak enak!” serunya kesal.


Alek menggelengkan kepalanya, sepertinya kali ini dia salah bicara, “sekarang tunjukkan makanannya, aku sudah tidak sabar ingin mencicipinya. Aku harus menghargai niat baik istri aku, ini untuk kedua kalinya kamu membuatkan makanan untuk aku.”


Chelsea lalu membuka kotak bekal makan siang itu, “aku yakin ini lebih enak dari yang pertama.” Wanita itu lalu memberikan kotak bekal makan siang itu kepada Alex.


Alex tidak segera mengambil kotak makan siang itu dari tangan Chelsea, “aku mau kamu menyuapi aku makan,” pintanya.


Alex terkejut saat Chelsea tidak menolak permintaannya, dia lalu membuka mulutnya saat Chelsea menyodorkan satu suapan ke mulutnya. Pria itu mengunyah makanan itu secara perlahan, mencoba untuk merasakan rasa makanan itu.


Chelsea dengan jantungnya yang berdegup kencang, sudah tidak sabar menunggu apa yang akan dikatakan Alex tentang masakannya, “bagaimana?” tanyanya saat melihat Alex sudah menelan makanan yang ada di dalam mulutnya.


“Em...gimana ya, aku bingung harus berkata apa, aku takut kamu nanti...”


Chelsea menutup mulut Alex dengan jari telunjuknya, “jangan bicara, aku sudah tahu apa yang akan kamu katakan. Aku sadar diri kok, aku bukanlah istri yang baik untuk kamu, memasak saja aku tidak bisa,” ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.


Alex tersenyum, dia lalu menangkup kedua pipi Chelsea dengan telapak tangannya, “memangnya kamu tahu apa yang akan aku katakan? Aku kan belum selesai bicara, bagaimana kamu bisa berpikiran seperti itu?”


Chelsea menepis tangan Alex, “aku sudah tahu, kamu pasti mau bilang kalau makanan buatan ku rasanya aneh, ya kan!”

__ADS_1


“Makanya, kalau ada orang yang sedang bicara itu jangan di potong, dengerin dulu sampai selesai, baru kamu boleh berkomentar.”


Chelsea mengerucutkan bibirnya, “memangnya tadi apa yang ingin kamu katakan?”


“Aku tadi ingin bilang, aku bingung harus berkata apa, aku takutnya nanti kamu besar kepala dan tidak ingin belajar memasak lagi, karena kamu sudah merasa puas dengan hasil kamu ini.”


Chelsea tersenyum, “jadi kamu ingin bilang kalau masakan aku enak?” Alex menganggukkan kepalanya, dia lalu membuka mulutnya lagi.


“Dasar!” Chelsea lalu kembali memasukkan satu sendok makanan ke dalam mulut Alex.


“Aku juga akan menyuapi mu.” Alex lalu mengambil kotak bekal makan siang satunya dan membukanya. Pria itu lalu mengambil satu sendok makanan lalu dia sodorkan di depan mulut Chelsea, “buka mulut kamu,” pintanya.


Mereka pun akhirnya saling menyuapi satu sama lain sampai makanan itu habis tidak tersisa sedikitpun.


Chelsea merasa senang karena Alex ternyata menyukai masakannya, “besok aku akan bawakan menu yang lain untuk makan siang kamu.” Wanita itu lalu merapikan kotak bekal makan siang itu dan memasukkannya kembali ke dalam paper bag.


“Apa kamu besok akan datang kesini lagi untuk membawakan aku bekal makan siang?” tanyanya terkejut. Jika itu memang benar, Alex akan merasa sangat bahagia.


“Hem...aku akan membawakan mu bekal makan siang setiap hari.”


Alex menggenggam tangan Chelsea lalu mengecupnya, “terima kasih.”


“Untuk apa kamu berterima kasih, itu sudah menjadi kewajiban aku sebagai istri kamu.”


Alex merasa sangat bahagia, setiap Chelsea mengatakan kata istri di setiap ucapannya. Pria itu lalu menangkup kedua pipi Chelsea dan mendaratkan ciuman di bibir tipis itu. Alex mencium bibir tipis itu cukup lama.


Bahkan kini kedua tangan Chelsea sudah melingkar di leher Alex, sedangkan tangan Alex beralih di kedua pinggang Chelsea dan menarik tubuh itu akan semakin melekat di tubuhnya.


“Maafkan aku, aku hampir saja melanggar kesepakatan kita.” Alex mencoba menahan dirinya.


Chelsea hanya diam, sebenarnya dia merasa kesal, karena tiba-tiba Alex mengakhirinya. Tapi dia merasa gengsi jika harus meminta Alex untuk melakukannya lagi.


“Untuk apa minta maaf, seharusnya aku yang minta maaf, karena aku tidak bisa menolak saat kamu melakukan itu.” Chelsea mencoba untuk menutupi rasa malunya, dia pun lalu beranjak dari duduknya, “kalau begitu aku pulang dulu, aku tidak mau mengganggu pekerjaan kamu.”


Alex menarik tangan Chelsea, “aku akan mengantarmu pulang.”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku bisa pulang bersama dengan Vika,” tolaknya.


“Kalau begitu aku akan membantu kamu untuk mencari Vika, mungkin Betrand membawa Vika ke kantin atau ke restoran di dekat sini.”


Karena terlalu fokus dengan Alex, Chelsea sampai melupakan Vika dan juga Betrand. Wanita itu pun langsung setuju, dia juga tidak akan meninggalkan Vika bersama dengan Betrand. Mereka pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Setelah kejadian tadi, Chelsea dan Alex sama-sama merasa canggung. Tidak ada percakapan diantara mereka, suasana menjadi hening.


~oOo~


__ADS_1



 


__ADS_2