
"Apa ia masih marah karena masalah semalam" pikir Raka bingung hingga akhirnya pikirannya tertuju pada kejadian saat dihotel itu." Aah " ucapnya mengeram frustasi.
Jika memang itu alasan mengapa sikap Desi berubah maka Raka belum bisa memberikan penjelasan apapun, karena ia sendiri masih bingung apa yang sebenarnya terjadi antara ia dan Jessi malam itu.
Saat ini ia masih menyuruh thom mencari tahu kebenarannya, walaupun ia sudah tahu bahwa dirinya dijebak tapi tentu Desi tidak akan mudah mempercayainya mengingat istri pertamanya itu melihat sendiri bagaimana ia dan Jessi saat itu dalam keadaan sadar saling mencumbu satu sama lain walaupun Raka sebenarnya dalam pengaruh obat! tapi jika dilihat dari belakang yang mereka lihat adalah sepasang kekasih yang saling melepas rindu dengan saling memuaskan dahaganya.
" Mas airnya sudah siap,kamu cepat mandi dan jangan lama-lama kita harus segera turun pasti mama sudah menunggu dibawah untuk sarapan bersama" ucap Desi memecah lamunan Raka.
" Ia sayang" dengan pasrah Raka berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Desi setelah memastikan suaminya itu sudah masuk kekamar mandi ia dengan segera menyiapkan pakaian dan segala kebutuhan suaminya yang lain.yang akan digunakan pria itu kekantor.
***
Sementara itu nyonya Maria dan Jessi yang sudah bangun dan rapi dengan pakaian mewah mereka pun lantas menuju kearah ruang makan,mereka dapat melihat ada begitu banyak hidangan makanan yang tersedia dan sepertinya juga sangat enak.
"Bi Mirna" panggilannya pada kepala pelayan
" Ia nyonya"
" Apa putraku semalam sudah pulang" tanyanya
" Ia nya,tuan muda sudah pulang" balas bi Mirna
Mendengar itu nyonya Maria pun tersenyum.
" Nak tunggu apa lagi,cepat ke atas bantu Raka bersiap-siap" ucapnya menoleh pada menantunya itu.
" Tapi ma, mbak Desi juga pasti sudah pulang"
sahut Jessi karena ia merasa tidak mungkin jika istri pertama suaminya itu belum pulang, dan Raka juga tidak mungkin membiarkan begitu saja pasti pria itu akan mencari dan membawa kembali istrinya pulang.itulah yang ada dalam pikiran Jessi mengingat semalam pria itu pulang saat mereka sudah tertidur, dan Jessi yakin penyebab Raka pulang terlambat bukan karena lembur tapi karena Desi.
Sedangkan Maria yang mendengar penuturan menantu keduanya itu, Maria merutuki dirinya bagaimana bisa ia melupakan menantu pertamanya itu.
" bi Mirna apa Desi juga sudah pulang" tanyanya lagi pada kepala pelayan itu.
" Ia nyonya " jawab bi Mirna lagi
Hal itu membuat Maria mengeram marah,rencana akan kembali susah lagi dengan hadirnya wanita itu.
' kenapa wanita itu harus kembali lagi, bukannya bagus jika dia tidak usah pulang ' batin wanita paruh baya itu.
Sedangkan Jessi yang melihat raut wajah mertuanya yang kesal mengerti jika wanita tua itu sangat kesal sekarang dan penyebabnya adalah Desi.dan
Pagi ini Jessi tidak akan membuang kesempatan ia sudah menyiapkan rencana untuk membuat Desi semakin panas dan cemburu padanya.
***
__ADS_1
Sementara dikamar utama
Selesai membersihkan diri dan berganti baju dengan pakaian kerjanya Raka kemudian berjalan kearah Desi yang sedang sibuk mencari jam tangan untuknya.
" Sayang"
" Ada apa"
Jawabnya tanpa menoleh kearah suaminya itu.
Membuat Raka dengan segera menyodorkan dasi yang ada ditangannya kearah wajah istrinya itu.
" Pasangkan dasinya" ucapnya sarat akan perintah.
membuat Desi langsung menoleh kearahnya, apa pria ini tidak bisa memasangnya sendiri selalu saja dirinya.gerutunya dalam hati
"Sudah" ucapnya tapi tidak mendapatkan jawaban apapun dari Raka,suami tampangnya itu justru menatapnya dengan intens hingga sesuatu yang lembut menyentuh keningnya,ya Raka memberikan ciuman di keningnya.
" Terimakasih"
" Hem" sahut Desi dengan deheman-nya, lalu bergegas keluar dari kamar ia tidak ingin Raka sampai melihat semburan merah diwajahnya.
" Sayang jam tangan untukku mana" teriaknya saat melihat istrinya itu berlalu begitu saja.
Tapi tidak didengar oleh Desi karena ia sudah berlari begitu saja, hingga akhirnya Raka terpaksa memilih jam tangan sendiri! Setelah itu ia menyusul Desi yang sudah keluar lebih dulu.
***
" Dari mana saja kamu" ucap Maria,mengangagetkan Desi yang baru sampai dimeja makan itu.
" Dari kamar ma" sahutnya dengan cepat, membuat Maria mengeram marah.
" Bukan itu maksud pertanyaan ku! Maksudku adalah dari mana saja kamu seharian kemarin tidak pulang hah" ucapnya dengan suara meninggi
" Dari rumah teman" balas Desi masih terdengar santai saat mengerti arah pembicaraan mertuanya itu.
Maria yang kembali ingin mengeluarkan suaranya terhenti saat mendengar perkataan menantu keduanya.
" Maafin aku ya mbak, ini pasti karena aku dan mas Raka sehingga mbak Desi tidak pulang kemarin" ucap Jessi ikut nimbrung percakapan ibu mertua dan istri pertama suaminya.sedangkan Desi yang mendengar perkataan madunya itu memutar bola matanya malas.
" Apa maksud kamu Jes?" Tanya Maria pada menantu keduanya itu
" Ehm itu ma, setelah acara pertunangan anak om Wisnu aku dan mas Raka memutuskan menginap dihotel tapi saat itu mbak Desi datang dan tidak sengaja melihat kami sedang.."Jessi tidak meneruskan ucapannya karena ia yakin ibu mertuanya itu pasti sudah mengerti.
Dan benar saja tidak berselang lama terlihat senyum bahagia mekar diwajah cantik wanita paruh baya itu.
" Jadi kalian sudah.." tanyanya memastikan, tapi tidak dijawab oleh Jessi wanita itu malah menunduk malu membuat Maria semakin yakin jika apa yang ia pikirkan benar terjadi." Ah syukurlah pasti sebentar lagi mama akan punya cucu "seru wanita paruh baya itu girang.
__ADS_1
" Ia ma, tapi" sahut Jessi, menggantung ucapannya dan menatap kearah Desi yang terlihat santai memakan makanannya.
" Sudahlah tidak ada tapi-tapian, yang perlu kamu perhatikan sekarang adalah menjaga kesehatan kamu! Supaya kamu bisa cepat hamil" potong wanita paruh baya itu" dan kamu Desi kamu tidak usah bersikap kekanak-kanakan ingat kalian berdua adalah istri Raka jadi wajar saja jika Raka juga tidur bersama Jessi" lanjutnya penuh penekanan tanpa menatap kearah Desi.
Sedangkan Desi hanya diam saja menunggu kedatangan suaminya tidak menanggapi perkataan madu dan ibu mertuanya ia menganggap keduanya tidak ada, selama mereka tidak melewati batasannya maka Desi akan mendiamkannya saja.tapi jika mereka sudah kelewat batas maka Desi tidak akan memberikan ampunan untuk mereka.
Tanpa mereka sadari dibalik ruangan itu ada seseorang yang memperhatikan percakapan mereka dan mengepalkan tangannya geram.
***
Hy gays ini adalah episode terpanjang yang ku tulis hari ini,dan diepisode berikutnya kita akan mulai masuk keinti dari cerita ini Oky. Sedikit bocoran yang berharap Jessi tidak hamil maaf yeh soalnya disini author dengan berat hati mengatakan harapan kalian tidak dikabulkan karena Jessi akan hamil hehehe. Dan itu sudah memang masuk dalam ril cerita yang author buat yang pasti ada banyak rahasia yang akan terkuak didalamnya jadi ikuti terus kisahnya hanya disini oky.
Dan author ucapkan banyak terimakasih kepada kalian semua yang sudah mau mampir untuk membaca cerita author yang tidak seberapa ini love you kalian semua π₯°ππ
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like dan Votenya βΊοΈπππ komen juga boleh hehehe
Walaupun komennya pedas tapi author tidak akan kehilangan mood untuk tidak melanjutkan ceritanya karena bagi author komen yang pedas lebih membangkitkan semangat author untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dalam cerita ini dan untuk membantu pikirin author terbuka hehehπβΊοΈ
Tapi satu yang pasti author paling benci jika karya yang ia tulis mati-matian dianggap hasil jiplakan atau plagiat karya penulis lain.disini saya mau menegaskan bahwa cerita yang saya buat ini murni dari hasil pemikiran saya sendiri! Jadi kedepannya saya harap tidak ada yang komen ke-gitu yaπβΊοΈ
__ADS_1
Bye bye