
Vera, Dion, Serly, dan Santo sedang sibuk mempersiapkan acara ulang tahun Veon.
"Wah anak Mama ganteng banget memakai baju ini," puji Vera.
"Anak siapa dulu dong, Papa nya aja juga ganteng kayak gini," ucap Dion membanggakan diri.
"Siapa yang bilang kamu ganteng."
"Jadi aku nggak ganteng ni," ucap Dion sambil memeluk Vera dari belakang.
"Nggak!"
"Beneran aku nggak ganteng," ucap Dion sambil mencium leher Vera.
"Sayang, lepasin nggak! ada Veon disini," ucap Vera.
"Bilang dulu aku ganteng nggak.." ucap Dion sambil terus menciumi leher Vera.
"Iya kamu ganteng, suami aku pokoknya yang paling ganteng."
"Nah itu baru benar, teman kamu aja bilang aku ganteng banget kok," ucap Dion senang
"Jadi kamu senang di puji sama Neti," ucap Vera cemburu.
"Ya iyalah, siapa juga yang nggak senang di puji," goda Dion.
Dion sengaja menggoda Vera yang saat ini sudah mulai cemburu..
"Ya udah sana kamu sama Neti aja," ucap Vera cemberut.
"Beneran, kamu nggak marah kan?" goda Dion.
"Terserah!" ucap Vera marah.
Dion memeluk Vera dengan sangat erat..
"Aku cuma bercanda sayang, aku hanya suka kalau dipuji sama istri aku yang cantik ini," bisik Dion ditelinga Vera.
"Bohong," ucap Vera cemberut.
"Beneran sayang, buat apa aku bohong, bagiku kamu adalah segala-gala nya, aku nggak mau kehilangan kamu lagi, sulit tau mendapatkan kamu, butuh perjuangan," ucap Dion.
"Ma..Pa..ayo kita keluar.." rengek Veon sambil menarik tangan Vera.
"Iya sayang..maaf ya sayang harus menunggu lama ini semua gara gara papa kamu.." ucap Vera sambil menatap tajam kearah Dion.
"Kok aku.." ucap Dion.
"Ya iyalah, siapa suruh bikin aku cemburu," ucap Vera.
"Iya-iya maaf, aku kan cuma bercanda, aku senang deh melihat kamu cemburu itu berarti kamu sangat mencintaiku," ucap Dion.
"Udah ayo kita keluar, kasian udah pada nungguin.." ucap Vera sambil mengandeng tangan Veon.
"Sini Papa gendong aja," ucap Dion sambil mengendong Veon.
"Jangan marah lagi ya..aku minta maaf.." ucap Dion sambil mencium pipi Vera.
"Jangan diulangi lagi.." ucap Vera.
"Siap sayang.." ucap Dion.
__ADS_1
Mereka keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tamu..Serly,Santo,Mila dan Neti sudah menunggu diruang tamu..
"Ini dia yang berulang tahun sudah datang.." ucap Serly.
"Ya udah ayo kita mulai acara tiup lilinnya.." ucap Mila.
"Sekarang kita nyayikan selamat ulang tahun untuk Veon.." ucap Serly.
Mereka menyayikan lagu selamat ulang tahun bersama sama, terlihat kebahagian di wajah mereka semua.
"Ayo sayang sekarang tiup lilinnya," ucap Vera.
Veon meniup lilin sambil digendong Dion.
Semua bertepuk tangan..
"Selamat ulangtahun ya sayang..semoga menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua," ucap Vera sambil mencium kedua pipi Veon.
"Papa ucapkan selamat ulang tahun ya sayang, semoga menjadi anak yang pintar, sholeh dan sukses di masa depan," ucap Dion sambil mencium kedua pipi Veon.
Setelah semua mengucapkan selamat ulang tahun kepada Veon, berlanjut ke acara potong kue, mereka sedang asyik menikmati hidangan sambil mengobrol sedangkan Veon lagi asyik membuka hadiah ulang tahunnya didalam kamar dan di temani oleh Vera.
Terdengar suara pintu diketuk.
Tok..tok..tok..
"Siapa yang datang malam malam begini ? " tanya Serly.
"Sayang kamu mengundang siapa lagi ? " tanya Serly.
"Nggak ada Ma..aku cuma mengundang mama dan Neti.." ucap Dion.
"Terus siapa yang datang.." ucap Serly.
"Bi Surti...tolong lihat itu siapa yang datang ? " teriak Serly.
"Iya nyonya.." jawab bi Surti.
Bi Surti berjalan menuju pintu, lalu membuka pintu.
"Lama banget sih bi bukain pintunya..semua ada dirumahkan ? " tanya Tantri sambil masuk kedalam rumah.
"Non tunggu non," ucap bi Surti.
"Siapa bi yang datang?" tanya Serly.
"Tantri, Ma," sahut Tantri.
"Tantri!" teriak Serly terkejut.
Tantri berjalan menghampiri Santo dan Serly dan mencium tangan mereka.
"Mau apa lagi kamu datang kesini?" tanya Dion sambil berdiri.
"Hari ini kan ulang tahun anak aku, boleh dong aku datang kesini," sahut Tantri.
"Kamu udah nggak berhak menemui Veon lagi setelah kamu meninggalkan dia," ucap Dion marah.
"Tapi aku tetap Mamanya Veon, aku juga berhak untuk ketemu sama anak aku," ucap Tantri.
"Dion sudah, biarkan Tantri bertemu dengan Veon.." ucap Serly.
__ADS_1
"Tapi Ma, Dion nggak mau bikin Veon bingung," ucap Dion cemas.
"Biar nanti Mama yang jelasin.." ucap Serly.
"Ya udah deh..kamu tunggu disini..aku akan bawa Veon kesini.." ucap Dion sambil melangkah pergi.
"Kok ada tante Mila disini?" tanya Tantri sambil duduk di sofa.
"Aku yang mengundang mereka.." ucap Serly.
"Kalau ada tante Mila berarti ada Vera juga dong," tanya Tantri.
"Ngapain kamu mencari Vera? apa kamu berniat untuk menyakiti Vera lagi ? " tanya Mila.
"Jangan marah tante, Tabri nggak akan menganggu Vera kok," jawab Tantri.
»»»»»
Dion bingung mau bicara apa sama Vera, dia takut Vera akan terganggu dengan kehadiran Tantri. Dion membuka pintu kamar.
"Ada apa sayang? kok kayaknya ada suara ribut ribut diluar?" tanya Vera.
"Gini sayang..tapi kamu jangan marah ya.." ucap Dion.
"Ada apa sih sayang ? " tanya Vera penasaran.
"Diluar ada Tantri..dia ingin ketemu sama Veon.." jawab Dion.
"Apa..!! bukannya dia lagi kuliah di Luar negeri ? ngapain dia balik lagi kesini ? " tanya Vera terkejut.
"Katanya dia ingin ketemu sama Veon.." ucap Dion.
"Terus kamu izinin.." ucap Vera.
"Iya..karena dia juga mamanya Veon.." ucap Dion.
"Tapi dia meninggalkan Veon sejak dia masih berumur 7 bulan,dia nggak pantas menjadi mamanya Veon.." ucap Vera marah.
"Aku tau sayang..tapi aku juga nggak bisa melarang dia untuk ketemu sama Veon.." ucap Dion.
"Aku takut sayang..aku takut Tantri akan membawa pergi Veon.." ucap Vera sambil memeluk Veon.
"Itu nggak akan terjadi sayang..karena hak asuh Veon ada ditangan aku..Tantri nggak bisa merebutnya dari kamu.." ucap Dion.
"Tapi aku takut.." ucap Vera sambil meneteskan air mata.
"Mama kok menangis..Veon nakal ya.." tanya Veon sambil menghapus airmata Vera.
"Veon nggak nakal kok sayang.." ucap Dion.
"Tapi Mama kenapa menangis Pa ? " tanya Veon.
"Mama cuma takut kehilangan Veon.." ucap Dion.
"Veon nggak akan kemana mana kok Ma,Veon akan selalu bersama mama.." ucap Veon sambil memeluk Vera.
"Mama sayang banget sama Veon..Veon jangan tinggalin mama ya.." ucap Vera sambil memeluk erat Veon.
"Iya Ma..Veon nggak akan meninggalkan mama.." ucap Veon.
Dion terharu melihat kasih sayang Vera kepada Veon, walaupun Veon bukan anak kandungnya tapi kasih sayang Vera melebihi kasih sayang ibu kandungnya.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟