Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Bulan madu 3


__ADS_3

Saat fajar mulai merekah di ufuk timur, lembaran baru mulai terbuka. Hari yang baru dengan kisah yang baru pula. Mentari tersenyum hangat memberikan semangat kepada dunia. Menemani langkah-langkah kecil yang berjuang menggapai cita. Udara masih terasa begitu segar, menyejukkan pikiran menumbuhkan harapan baru.


Dengan perlahan Alex mulai membuka kedua matanya, dia melihat sepasang mata yang masih terlelap di sampingnya dengan posisi memeluknya. Pria itu lalu mengingat semua kejadian yang terjadi semalam. Dengan perlahan Alex menyingkirkan lengan Chelsea dari tubuhnya, dia lalu mengubah posisinya menjadi duduk.


Alex menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman, dia tidak menyangka akhirnya dia bisa memiliki Chelsea sepenuhnya, seperti dulu lagi. Tapi kali ini, rasa nikmat yang dia rasakan lebih nikmat dari yang dulu, karena kali ini Chelsea menikmatinya dengan kesadaran sepenuhnya, dan menerima setiap perlakuannya dengan senyuman yang merekah di wajah cantiknya.


Kedua mata Alex berlama-lama menatap wajah Chelsea yang masih terlelap. Wanita itu meskipun sedang tertidur lelap, dia masih terlihat sangat cantik. Alex lalu membenarkan selimut untuk menutupi tubuh polos wanita itu. Setelah itu dia beranjak dari ranjang dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa sangat lengket karena sisa-sisa peluh pergulatan panas semalam.


Chelsea terlihat mulai membuka kedua matanya, dia tidak mendapati pria yang semalam tidur di sampingnya. Wanita itu hendak beranjak dari ranjang, dia ingin mencari keberadaan Alex, tapi niatnya dia urungkan saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, dan Alex keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, dan hanya handuk yang melilit di pinggangnya.


Alex tersenyum saat melihat Chelsea ternyata sudah bangun dari tidurnya, dia lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang dan mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang, “segeralah mandi, setelah itu aku akan mengajakmu untuk sarapan,” ucapnya sambil membelai rambut panjang Chelsea.


“Lex, apa semalam kita...”


Alex menganggukkan kepalanya, senyuman masih tetap merekah dari kedua sudut bibirnya, “apa kamu menyesalinya?” tanyanya.


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak akan pernah menyesalinya, tapi aku justru sangat menikmatinya.”


Alex mengecup kening Chelsea, “jika kamu menikmatinya, maka dengan senang hati aku akan sering melakukannya,” godanya.


Wajah Chelsea saat ini mulai merona, dia lalu menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya. Ini pertama kalinya bagi Chelsea terlihat begitu malu-malu di depan Alex, dan itu membuat Alex merasa sangat gemas saat melihat kedua pipi Chelsea yang sudah merona.


Alex lalu beranjak dari duduknya, dia tidak ingin membuat Chelsea semakin merasa malu, “mandilah, atau jangan-jangan kamu ingin mengulang kembali pergulatan panas semalam?” goda nya.


Chelsea seketika langsung menggelengkan kepalanya, tubuhnya masih terasa sangat lemas dan nyeri di bagian bawahnya. Walaupun itu bukan yang pertama kali buatnya, tapi rasa sakit itu masih saja melandanya. Chelsea lalu beranjak dari ranjang dengan susah payah dengan selimut yang menggulung di tubuhnya. Alex semalam sama sekali tidak membiarkannya untuk sekedar beristirahat. Pria itu seakan melampiaskan seluruh hasratnya yang selama ini dia tahan.


Chelsea yang sudah berada di dalam kamar mandi, berdiri di depan kaca wastafel yang ada di dalam kamar mandi. Wanita itu memperhatikan tanda merah yang ditinggalkan Alex di beberapa bagian tubuhnya, saat Chelsea melepas selimut yang membungkus tubuh polosnya.

__ADS_1


**


Alex dan Chelsea kini berada di pinggir kolam renang, mereka duduk berhadap-hadapan dengan meja kecil sebagai penghalang jarak mereka. Di atas meja itu, sudah tertata berbagai menu makanan dan minuman yang sudah di pesan Alex lewat room service.


Kini mereka tengah menikmati sarapan mereka. Alex tak henti-hentinya memandang wajah cantik Chelsea yang tengah menikmati sarapannya, “sayang, setelah ini kamu mau jalan-jalan kemana? Atau lebih baik kita habiskan waktu seminggu ini di dalam kamar? Aku sudah tidak sabar melihatmu hamil,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.


“Terserah kamu saja, aku akan ikut kemanapun kamu pergi,” ucap Chelsea tanpa melihat ke arah Alex, karena dia sedang menikmati sarapannya yang terasa sangat enak di lidah.


“Jangan terserah aku, aku ingin kamu menentukan tempat yang ingin kita kunjungi hari ini, tapi jika kamu ingin ikut kemanapun aku pergi, maka aku lebih memilih menghabiskan waktu bersamamu di dalam kamar sambil membuat dedek bayi,” godanya lagi.


“Em...bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang tidak jauh dari hotel ini?” usul Chelsea yang sudah mendongakkan wajahnya untuk menatap kedua mata Alex yang terlihat begitu indah di mata wanita itu.


Alex menganggukkan kepalanya, tanda dia menyetujui usulan Chelsea. alex pun melanjutkan sarapannya, hingga sudah tidak ada lagi percakapan diantara mereka saat ini. Yang terdengar hanya dentingan sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring.


Setelah selesai sarapan, Alex segera menghubungi room service untuk membersihkan sisa-sisa makanan mereka. Setelah kedatangan room service itu ke kamarnya dan membersihkan sisa-sisa makanan mereka dan berpamitan untuk keluar dari kamar itu.


Alex dan Chelsea kini tengah bersiap-siap di dalam kamar, setelah itu mereka keluar dari kamar hotel yang mereka tempati semalam. Alex menyatukan jemari tangannya ke jemari tangan Chelsea, membawanya masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka menuju lantai bawah.


Alex dan Chelsea berkeliling ke tempat wisata yang terdekat. Hingga tak terasa waktu mulai menjelang sore hari. Dan mereka mengunjungi tempat terakhir yang sangat ingin mereka kunjungi. Mereka memilih untuk mengunjungi tanah lot.


Chelsea terlihat sangat bahagia, senyuman terpancar di wajah wanita itu saat melihat keindahan tanah lot dengan deru ombak yang menderu. Alex pun memeluk tubuh Chelsea dari belakang dan menopangkan dagunya di bahu wanita itu, tatapannya menatap ke depan untuk melihat pemandangan yang disuguhkan dengan sangat indah di depan kedua matanya.


“Pemandangannya sangat indah ya, aku ingin kita lain kali kesini lagi bersama dengan seluruh keluarga aku.”


“Baiklah, lain kali kita ajak semua keluarga kamu untuk berlibur ke Bali. Apa kamu bahagia berada disini bersama denganku?”


Chelsea menganggukkan kepalanya, “tentu aku sangat bahagia, aku datang kesini bersama dengan suamiku.”

__ADS_1


Setelah lelah berjalan-jalan, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke hotel, tapi sebelum itu mereka terlebih dulu menuju restoran terdekat untuk menghilangkan rasa lapar yang terus bergemuruh di perut mereka.


Setelah selesai dengan makan malam mereka, mereka akhirnya benar-benar kembali ke kamar hotel mereka. Chelsea lalu mendaratkan tubuhnya ke sofa, dia lalu menyandarkan tubuhnya di sofa itu.


“Sayang, lebih baik kamu saja dulu yang mandi, aku masih ingin bersantai sebentar.” Chelsea mulai merenggangkan otot-otot kakinya yang terasa begitu sakit.


“Baiklah, tapi setelah itu kamu harus mandi, aku tidak mau kamu mandi malam-malam.” Chelsea pun menganggukkan kepalanya.


Alex pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, dia pun mulai membersihkan tubuhnya yang sudah begitu lengket. Chelsea lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju jendela dengan kaca transparan, menikmati keindahan SUNSET yang terlihat begitu indah dari balkon kamarnya.


Alex yang sudah selesai dengan ritual mandinya, segera keluar dari kamar mandi. Pria itu melihat Chelsea yang tengah berdiri di depan jendela sambil menatap keluar, dia lalu melangkahkan kakinya mendekati wanita itu, “indah ya,” ucapnya sambil berdiri di samping Chelsea dengan keadaan bertelanjang dada.


“Indah banget.”


“Cantik,” ucap Alex lagi sambil terus menatap wajah cantik Chelsea.


“Ya, can...” Chelsea menghentikan ucapannya, dia lalu menengok ke arah Alex yang saat ini tengah menatapnya, “bohong, kamu pasti sedang meledekku kan?” ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya.


Alex tersenyum, “kamu memang cantik, jadi buat apa aku bohong,” ucapnya.


“Aku kan belum mandi, masa kamu bilang aku cantik.”


Alex menangkup kedua pipi Chelsea dengan kedua telapak tangannya, “mau kamu belum mandi ataupun sudah mandi, bagiku kamu sama-sama cantik,” ucapnya lalu mencium kilas bibir tipis itu.


Wajah Chelsea mulai merona, dia tidak ingin semakin malu saat mendengar Alex mulai mengeluarkan kata-kata gombalnya. Wanita itu pun memilih untuk menghindar dan bergegas menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.


Alex hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihatnya tingkah istrinya yang masih terlihat malu-malu saat dirinya mulai memujinya. Tapi yang Alex katakan itu bukanlah sekedar gombalan semata, tapi dia mengatakan itu tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam.

__ADS_1


~oOo~


 


__ADS_2