Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Cinta


__ADS_3

Pulau Wei


Hari yang sangat cerah, matahari menyinari Pulau Wei.


Di sisi lain pulau Wei, Gun dan Sung Gi terlihat berdiri di sebuah makam yang sangat cantik, berlantai dan berkanopi biru di sekililingnya terdapat rumput.


Gun dan Sung Gi menaburkan beberapa bunga yang sangat cantik.


"Mama, Terimakasih karena sudah melahirkan ku hari ini" Ucap Sung Gi kecil dan memberi salam.


"Hai sayang ku" Ujar Gun


(Tulisan di makam)


RIP Kim Jung Song


Istri dari Hae Jae Gun


Ibu dari Hae Sung Gi


Setelah memberi salam Gun dan Sung Gi seperti biasa menghabiskan waktu di Pulau hingga sore hari.


Sung Gi tampak gembira bermain dengan Anjing peliharaan mamanya dan di temani beberapa pelayan.


Sementara Gun, Masuk ke dalam rumah dan akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke kamar Eun hye (Jung Song).


Setelah Istrinya meninggal, Gun tidak pernah masuk kedalam kamar Eun hye (Jung Song), Ia hanya datang setiap sabtu dan minggu mengajak Sung Gi bertemu Mamanya dan sorenya langsung pulang.


Gun duduk di pinggiran tempat tidur menatap sekeliling, membayangkan Istrinya sedang mondar mandir dengan perut buncitnya, membayangkan aktifitas-aktifitas yang dilakukan Eun hye di kamar.


Tanpa sadar Air matanya kembali jatuh. Namun Gun secepat kilat menghapusnya, Ia tidak ingin Sung Gi melihatnya.


Ketika Gun bangun dari duduknya, pandanganya teralihkan oleh sebuah buku yang berada di atas meja.


Gun berjalan mendekati meja tersebut dan duduk di kursi, membuka halaman pertama buku tersebut.


Diary Jung Song


M-1,


Pertama kalinya aku tidur sendiri, sebenarnya hal yang biasa karena dulunya juga aku tidur sendiri, namun ku sadari di rumah sebesar ini orang yang aku cinta tidak se atap denganku.

__ADS_1


M-3,


Tenang sekali disini, membuat perasaanku sangat nyaman, aku rasa bayi di dalam perutku juga setuju.


M-7,


Pingsan lagi, Suntikan lagi, Muntah lagi... aku merasa tidak kuat, Ibu aku sungguh merindukanmu. Kak Min Ho, kapan kau pulang?


M-10,


Aku bahagia, Bibi Wong dan Mama Ahn Ran sangat sayang padaku, Lee dan Hae Ran juga datang.


M-15,


Lori datang, hanya mengantarkan obat... Lori, apa Bos mu sangat sibuk? mengapa bukan dia yang mengantarkannya, ini kan anaknya.


M-20,


Hujan Turun dengan deras, apa di kota X juga hujan ya... Gun, bagaimana kabarmu? apa kau makan dengan baik? bagaimana kerjaan mu di kantor? aku ingin tahu.


M-25,


Aku merasa semakin Drop, pendarahan lagi...


M-26,


Aku bermimpi, Gun datang dan memelukku mengatakan dia mencintaiku dan minta maaf.


Andai saja itu bukan mimpi.


M-27,


Gun, aku sungguh merindukanmu... Jika saja kau datang hari ini, aku akan memaafkanmu dan aku tidak akan mengungkit masa lalu


M-28,


Gun, aku merasa anak kita suka bermain bola tendangannya kuat sekali, aku berharap kau disini dan dapat merasakannya juga


M-30,


Gun, Jika kau datang hari ini aku tidak akan berkata apa-apa dan juga tidak akan menangis hanya memelukmu dan tersenyum dan berkata Aku dan Sung Gi sangat mencintaimu.

__ADS_1


M-32,


Aku merasa Aneh hari ini, Perutku sakit sekali dari semalam.


Tiap Lembar halaman basah oleh Air mata yang jatuh.


Gun menatap keluar jendela melihat Awan yang bergerak di tiup oleh angin sebentar-sebentat menutup matahari.


Aku mencintai mu Jung Song, dari awal hanya kau seorang


Ucap Gun dalam hati.


"Gun, Sudah saat nya kita kembali" Ujar Lori memecah Suasana


"Baiklah" Jawab Gun lirih sambil berdiri


"Apa kau baik-baik saja, ada yang sakit? Tanya Lori khawatir


"Sakit?! huh, Apa kau tahu yang paling sakit Lori?! tanya Gun, namun Lori hanya diam mematung.


"Merindukan seseorang yang yak bisa kau rindukan"


"Dia mencintaimu Gun, berhentilah merasa bersalah" Ucap Lori


"Bukankah itu justru menyakitkan, Dia tidak ada untuk membalas cintaku Lori" Ujar Gun memeluk buku harian Jung Song


Sung Gi melihat Gun yang sedih, masuk dan memegang tangan Gun.


"Papa, bukankah Papa pernah bilang mama sangat mencintaiku sehingga mempertaruhkan nyawanya supaya aku bisa hadir di dunia, bukankah itu berarti Mama sangat mencintai Papa dan aku"


"Sung Gi akan selalu ada disamping Papa untuk membalas cinta Papa, seperti Mama yang selalu mencintai Papa" Ucap Sung Gi dengan polosnya.


Gun berlutut dan memeluk Sung Gi.


"Kau benar Sung Gi, Mama dan Papa sangat Mencintaimu, ayo kita pulang, Nenek dan Kakekmu pasti sudah menyiapkan pesta untukmu" Ujar Gun kembali tersenyum


Mereka pun kembali ke Kota X dan merayakan Ulang Tahun Gun yang ke lima Tahun.


Malam itu menjadi malam yang sangat bahagia buat semuanya.


Jung Song, apa kau bahagia melihat kami bahagia disini. Gun

__ADS_1


***


Terimakasih šŸ™šŸ™šŸ™


__ADS_2