Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Episode 56


__ADS_3

' tunggu aku Des, aku akan segera kembali dan menjelaskan semuanya tapi sebelum itu aku akan memberikan mereka perhitungan' batinnya dengan seringai dibibirnya.


***


Sementara itu di perusahaan Dinata group


Menit berganti menit dan jam terus berjalan hingga tidak terasa


Waktu makan siang telah tiba terlihat para karyawan Dinata group, mulai berlalu lalang kesana kemari untuk keluar mencari makan siang sebelum kembali melanjutkan pekerjaan mereka.


Begitupun dengan Desi ia membereskan beberapa berkas yang tadi dikerjakannya dan bersiap untuk keluar makan siang, tapi sebelum ia sempat bangkit dari duduknya terdengar suara pintu ruangannya diketuk dari luar membuat Desi membatalkan niatnya untuk bangkit dari duduknya ia lalu kembali mendudukkan bokongnya dan mempersilahkan orang yang ada dibalik pintu ruang kerjanya untuk masuk.


Tok tok tok


" Masuk"


Pintu ruangan itupun perlahan terbuka, dan menampakkan dua sosok orang yang saat ini berusaha ia hindari karena merasa bersalah dan malu pada keduanya. Bahkan hanya untuk sekedar menatap mereka saja rasanya Desi tidak sanggup.


" Nak" panggil wanita paruh baya itu lirih saat melihat Desi malah menundukkan pandangannya saat melihat mereka yang datang.


Desi yang mendengar namanya dipanggil oleh sang ibu masih diam, tidak bergeming ditempatnya. Ia tidak tahu harus berbuat apa! Ia sudah terlalu mengecewakan dan menyakiti perasaan wanita yang telah relah mempertaruhkan nyawa untuk melahirkannya, Wanita yang sangat mencintai dan menyayanginya didunia ini! tapi dengan tega ia malah bersikap kurang ajar padanya.


" Ibu membawakan makanan kesukaan mu, kamu pasti belum makan siang kan! Makan lah jika tidak penyakit maag mu bisa kambuh" ucap Bu dewi saat Desi masih tetap diam tidak menjawab pertanyaannya.


" Desi" kali ini bukan Bu Dewi yang bersuara tapi ayah Arman.


Membuat Desi yang mendengar suara berat itu pun langsung mendokakan kepalanya menatap kearah keduanya dengan pandangan sendu.


" Apa kamu masih marah sama ayah, maaf karena waktu itu ayah lepas kendali dan menampar mu" ucap pak Arman dengan penuh penyesalan, semakin membuat dada Desi terasa sesak.

__ADS_1


" Dan maaf karena kami selama ini telah menyembunyikan hal besar seperti ini darimu, tapi percayalah nak ibu mu juga punya alasan mengapa ia memilih merahasiakan masa lalunya dari mu dan juga adikmu! Tapi ayah harap kamu tidak membencinya karena ini" lanjut pak Arman sedang Bu Dewi sudah meneteskan air mata tidak kuat mendapati sikap Desi yang seolah-olah tidak ingin melihatnya.


Desi yang mendengar penuturan dari ayahnya sungguh semakin membuatnya merasakan perasaan bersalah, bukan ia tidak ingin meminta maaf pada kedua orang tuanya setelah apa yang ia lakukan tapi karena masalah rumah tangganya yang juga membuat ia merasa benar-benar tertekan sehingga Desi memutuskan untuk menyelesaikan masalahnya Lebih dahulu sebelum menemui kedua orang tuanya, tapi ternyata apa yang ia rencanakan tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan karena kedua orang tuanya ternyata lebih dulu menghampirinya! Membuat Desi paham mungkin sudah seharusnya ia menyelesaikan masalahnya lebih dulu dengan ibunya.


Desi bangkit dari duduknya, ia berjalan menghampiri keduanya! Setelah berdiri didepan ibunya tanpa kata apapun Desi bersujud dibawah kaki sang ibu dan menciumnya air mata tidak dapat ia bendung sambil menangis tergugu, meminta ampun atas apa yang telah ia perbuat.


Apa yang dilakukan oleh Desi Sontak membuat pak Arman dan Bu Dewi terkejut, dengan segera Dewi berlutut dan memegang pundak Desi membuatnya agar bangkit dari bersujudnya! Dapat Dewi lihat air mata yang mengalir deras melewati pipi putrinya, putri kecilnya yang dulu sangat arrogan dan keras kepala kini telah dewasa.


" Maafkan Desi Bu, Desi sudah menyakiti hati ibu dan membuat ibu kecewa" tangisannya pecah.


Sedangkan Dewi yang mendengar perkataan putrinya itu menggeleng kepala tidak setuju karena ialah yang salah disini.


" Jangan meminta maaf, ibu yang salah karena tidak berterus terang padamu dari awal, sehingga kamu Mendengar nya dari orang lain! Betapa hina ibumu ini" sahut Dewi tak kalah perihnya


Sedang Arman memilih keluar karena ia tidak tahan melihat pemandangan yang menyedihkan itu, dan ia juga ingin memberikan waktu untuk keduanya saling memahami satu dan yang lain.


Dewi menarik tubuh putrinya itu dan mendekapnya erat yang juga dibalas oleh Desi, kedua wanita beda usia itu berpelukan melepas rasa rindu dan rasa bersalah dihati masingmasing.


Setelah merasa cukup lama berpelukan,Dewi pun melepaskan pelukannya saat merasa tangis putrinya sudah mulai reda dan ia juga sudah bisa menguasai diri untuk menceritakan semuanya pada sang putri.


Ia kemudian menuntut putrinya berjalan kearah sofa yang ada diruangan itu, lalu menaruh rantang makan siang yang ia bawakan untuk putrinya! Sedang Desi diam menurut ia terus memperhatikan setiap gerak gerik yang dilakukan oleh sang ibu.


" Kamu belum makan siang kan? Makanlah ini makanan kesukaan mu semua ibu masak khusus untuk mu" ucap Bu dewi sambil tersenyum lembut kearah Putrinya.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Desi langsung memakannya, karena tidak ingin membuat ibunya kembali bersedih jika ia menolak makanan yang dibawanya.memang benar makanan ini semua adalah kesukaannya tapi entah mengapa Desi merasa tidak berselera dengan makanan tersebut, ia justru menginginkan sesuatu yang lain! Yaitu makanan yang asam atau pedas entahlah ia juga merasa aneh dengan dirinya akhir-akhir ini ia merasa ada yang salah tapi Desi mengabaikannya mungkin karena ia sedang stres jadi berpengaruh pada selera makannya juga. Pikir Desi.


Tapi karena tidak ingin membuat jerih payah ibunya sia-sia Desi pun memaksa memakan makanan itu.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next Sampai sini dulu ya gays šŸ„°šŸ˜ŒšŸ˜


Jangan lupa Like dan Votenya šŸ„°šŸ˜ŒšŸ˜šŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2