Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Check up 1


__ADS_3

Chelsea bangun pagi-pagi sekali, karena hari ini Alex harus berangkat ke kantor lebih awal. Setelah selesai mandi, Chelsea membantu Bibi untuk menyiapkan sarapan. Alex yang sudah bangun lalu melangkahkan menuju kamar mandi. Setelah mandi dan berpakaian, Alex lalu keluar dari kamarnya sambil membawa tas kerjanya.


Chelsea sudah selesai menyiapkan makanan dan menatanya di atas meja. Alex menarik salah satu kursi meja makan lalu dia duduki. Chelsea mengambilkan sarapan untuk Alex dan meletakkannya di depan Alex.


“Terima kasih, sayang,” ucap Alex dengan senyuman di wajahnya.


Chelsea mendudukkan tubuhnya di depan Alex, “apa nanti kamu akan pulang malam lagi?” tanyanya sambil mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Alex menganggukkan kepalanya, “nanti kalau kamu sudah mengantuk, tidurlah lebih dulu, jangan menungguku. Apa kamu jadi pergi untuk check up ke rumah sakit?” tanyanya kemudian.


Chelsea menganggukkan kepalanya, “aku tadi sudah menelepon Vika, dia mau menemani aku.”


“Maaf ya, sayang. Aku tidak bisa menemani kamu untuk check up.”


“Tidak apa-apa, aku tahu kalau pekerjaan kamu sekarang semakin banyak,” ucap Chelsea dengan menepiskan senyumannya.


Setelah selesai makan, Alex langsung berpamitan kepada Chelsea untuk pergi ke kantor. Seperti biasa, Chelsea selalu mengantar Alex sampai di mobil. Sebelum masuk ke dalam mobil, Chelsea mencium punggung tangan Alex dan Alex mengecup kening Chelsea.


Setelah melihat mobil Alex keluar dari pintu gerbang, Chelsea kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil tas selempangnya dan juga kunci mobilnya. Wanita itu lalu berpamitan kepada asisten rumah tangganya untuk pergi ke rumah Vika.


Dalam perjalanan menuju rumah Vika, Chelsea menghubungi Vika, “halo, Vik. Sekarang aku sedang meluncur ke rumah kamu, apa kamu sudah siap?” tanyanya saat panggilan itu sudah mulai tersambung.


“Aku baru saja selesai mandi, kamu kepagian tahu!”


Chelsea berdecak, “bukan aku yang kepagian, tapi kamu yang kesiangan, ini sudah pukul berapa, jam segini kamu baru selesai mandi?” ledeknya.


“Aku mau pakai baju dulu, aku matiin telponnya.” Vika lalu mengakhiri panggilan itu.


“Dasar! Jam berapa ini, bisa-bisanya dia baru selesai mandi.” Chelsea menggeleng-gelengkan kepalanya.


**


“Ayo kita berangkat sekarang,” ajak Vika sambil melangkahkan kakinya mendekati Chelsea yang sedang menunggunya di ruang tamu.


“Kamu ini dandan saja lama banget, kita ini mau ke rumah sakit, bukan ke mall,” ledek Chelsea sambil mendengus kesal.


Bagaimana tidak kesal, sesampainya di rumah Vika, ternyata Vika belum siap. Chelsea bahkan harus menunggu setengah jam sampai Vika selesai berdandan.


“Ya, tidak apa-apa kan, kita kan cewek, jadi wajar kalau berdandan.”


“Ya...ya...ya, terserah kamu saja.”


Mereka berdua lalu melangkahkan kakinya keluar dari rumah. Chelsea dan Vika masuk ke dalam mobil, Chelsea lalu melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Vika.


“Kamu, beneran mau tes kesuburan kamu?”


Chelsea menganggukkan kepalanya, “hanya untuk tahu pastinya saja, apa aku subur atau tidak.”


“Ini hanya seandainya saja ya, seandainya kamu yang tidak subur, apa yang akan kamu lakukan?”

__ADS_1


Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak tahu, itu sama sekali tidak pernah terpikirkan olehku.”


“Bukankah Alex juga sangat menginginkan seorang anak seperti kamu?”


“Iya, tapi dia tidak ingin mempunyai anak secepat itu, karena dia masih ingin menghabiskan waktu berdua denganku. Katanya, kalau kami sudah mempunyai anak, maka waktu kami akan habis untuk mengurus anak kami. Tapi, aku tidak peduli, aku sangat menginginkan seorang anak.”


“Sekarang aku akan tanya yang sebaliknya, jika ternyata Alex yang tidak subur, apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan meninggalkannya?”


Chelsea menggelengkan kepalanya, “jika itu memang benar terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkan Alex. Kami masih bisa mempunyai anak, dengan cara adopsi mungkin. Tapi, aku yakin, aku maupun Alex sama-sama tidak ada masalah, kami subur dan akan bisa memiliki anak sendiri.”


“Semoga saja, aku juga ingin mengetes kesuburan aku, karena jika aku menikah dengan Betrand nanti, aku tidak ingin menunda untuk memiliki anak,” ucap Vika dengan senyuman di wajahnya.


Mereka akhirnya sampai di rumah sakit. Chelsea dan Vika melewati lorong demi lorong rumah sakit itu. Sampai mereka menghentikan langkahnya tepat di depan ruangan dengan papan nama bertuliskan dr. Anisa Sp.OG.


Sebelumnya Chelsea sudah membuat janji dengan dokter itu, dan dia bisa langsung masuk ke dalam ruangan itu. Dan kebetulan juga waktu itu, sudah tidak ada pengunjung lagi yang mengantri untuk mendapatkan konsultasi atau pemeriksaan dengan dokter Anisa.


Chelsea mengerakkan tangannya untuk mengetuk pintu itu. Setelah mendapat sahutan dari dalam, Chelsea membuka pintu itu secara perlahan. Mereka pun masuk ke dalam ruangan itu. Chelsea dan Vika mendudukkan tubuh mereka di depan meja kerja dokter Anisa.


“Ada yang bisa saya bantu? Apa yang anda keluhkan sekarang?”


“Saya ingin mengetahui tentang kesuburan sel telur saya, dok. Sampai sekarang saya belum juga hamil. Saya ingin tahu, apa saya ini mandul atau tidak,” ucap Chelsea langsung tho the point.


Dokter Anisa pun meminta Chelsea untuk berbaring ke atas ranjang, dia pun mulai melakukan pemeriksaan. Chelsea menjalani berbagai pemeriksaan, dia harus melakukan tes USG pada panggul, tes hormon darah, dan tes patensi tuba.


Chelsea harus kembali lagi ke rumah sakit itu saat dia mendapatkan haid di hari pertama untuk menjalani tes hormon darah, karena lewat tes itu, dokter bisa memperkirakan jumlah sel telur yang ada pada indung telur, mendiagnosis kelebihan hormon, dan menunjukkan apakah wanita itu sedang masa ovulasi.


Jika pada hasil tes menunjukkan kelebihan hormon androgen atau polycystic ovary syndrome (PCOS), itu akan menjadi penyebab paling umum masalah mandul yang disebut infertilitas anovulasi, yakni ketika indung telur tidak melepaskan sel telur.


“Dok, apa sebenarnya penyebab wanita itu bisa mandul?”


“90-95% wanita yang mengalami kemandulan itu disebabkan oleh masalah anovulasi, atau kelebihan hormon androgen atau disebut juga polycystic ovary syndrome (PCOS)”


“Lalu kalau pria yang mandul, apa penyebabnya, dok?”


“Kalau pada pria itu, biasanya disebabkan oleh produksinya yang rendah, fungsi abnormal atau penyumbatan yang mencegah pengiriman ******.”


Chelsea pun kembali ke ruangan dokter Anisa.


“Baik, anda sudah melakukan dua tes, tinggal satu tes lagi, yaitu tes hormon darah, yang hanya bisa dilakukan di hari-hari pertama anda haid. Jadi, jika anda sudah mendapatkan haid anda, anda segera datang ke rumah sakit ini lagi,” ucap Dokter Anisa menjelaskan.


Chelsea menganggukkan kepalanya, “Vik, apa kamu tidak jadi tes kesuburan juga?”


Vika menggelengkan kepalanya, “tidak usah deh, aku yakin kalau aku baik-baik saja,” ucapnya sambil menepiskan senyumannya.


Chelsea dan Vika pun pamit undur diri, mereka pun beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.


**


“Chel, apa kamu puas sudah melakukan tes kesuburan itu?”

__ADS_1


Chelsea menganggukkan kepalanya, “tinggal satu tes lagi, aku akan tahu, apa aku subur atau tidak. Dua hari lagi adalah masa haid aku, apa kamu mau ikut saat aku kembali ke rumah sakit itu?”


“Jika Alex tidak bisa menemani kamu, aku akan dengan senang hati menemani kamu,” ucap Vika dengan senyuman di wajahnya.


“Terima kasih ya, kamu memang sahabat terbaik aku,” ucap Chelsea dengan senyuman di wajahnya.


“Aku lapar nie, bagaimana kalau kita mampir makan siang dulu, setelah itu kita jalan-jalan, aku suntuk di rumah.”


Chelsea menganggukkan kepalanya, “siap komandan,” ucapnya.


Mereka pun sampai di sebuah restoran, dan ternyata restoran yang mereka kunjungi dekat dengan kantor Veon.


“Vik, setelah kita selesai makan, kita mampir ke kantor kakak aku dulu ya, sudah lama aku tidak datang ke kantor kakak.”


Vika menganggukkan kepalanya, “tapi sekarang kamu mau pesan apa?” tanyanya sambil membaca buku menu.


“Aku pesan salad buah saja, sama jus alpukat.”


Vika pun memanggil pelayan dan mulai memesan makanan dan juga minuman. Setelah mencatat pesanan Vika dan Chelsea, pelayan itu pamit undur diri.


“Memangnya kamu mau ngapain ke kantor kakak kamu, jangan bilang kamu ingin bertemu dengan mantan pacar kamu yang tampan itu,” sindir Vika.


“Sembarang! Aku kesana itu ingin bertemu dengan kakak aku, saat aku pulang ke rumah, aku jarang bertemu dengan kakak, dia sama seperti Alex, sibuk dengan pekerjaannya.”


Tak berselang lama makanan dan minuman yang mereka pesan datang. Pelayan itu pun menata makanan dan minuman itu dengan rapi ke atas meja, “selamat menikmati, Nona,” ucap Pelayan itu.


“Terima kasih,” ucap Vika dan Chelsea bersamaan, dan pelayan itu langsung pamit undur diri.


Mereka pun mulai menyantap makanan yang sudah tersedia di atas meja. Setelah selesai makan, mereka keluar dari restoran itu dan melanjutkan perjalanan mereka menuju kantor Veon. Mereka menunda acara jalan-jalan mereka ke mall.


Veon dan Zaki begitu terkejut dengan kedatangan Chelsea dan juga Vika di kantornya. Dari keduanya, yang paling terkejut adalah Zaki, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Chelsea lagi.


Chelsea tersenyum, “apa kabar kamu, Zak?” tanyanya untuk sekedar memulai percakapan.


“Baik, kamu sendiri?”


“Aku juga baik.”


“Chel, tumben kamu datang ke kantor kakak?” tanya Veon heran.


“Tadi aku sama Vika sedang makan di restoran dekat sini, jadi aku sekalian mampir. Aku kangen sama kakak, kita kan sudah lama tidak bertemu, kakak selalu sibuk dengan pekerjaan kakak,” ucap Chelsea sambil mengerucutkan bibirnya.


“Ya, kamu tahu sendirikan, kakak akhir-akhir ini banyak pekerjaan, bukankah suami kamu juga seperti itu?”


“Iya, sih, Kak. ya mau bagaimana lagi, tuntutan pekerjaan.”


Vika dan Zaki hanya diam menyimak obrolan Veon dan Chelsea. Vika memang mengenal Zaki lewat Chelsea, tapi mereka sekalipun belum pernah mengobrol untuk sekedar saling berkenalan. Zaki juga tidak ingin bermanis-manis di depan wanita, dia selalu menunjukkan sikap tegasnya, kecuali saat bersama dengan Chelsea, dia akan berubah menjadi pria yang penurut.


~oOo~

__ADS_1


 


 


__ADS_2