Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Episode 24


__ADS_3

Dan yang pasti mereka akan mencari tahu siapa orang yang berani mengusik pemimpin pertama' black devil.


***


" Des, bangun udah siang nih!aku juga harus berangkat kerja, bukankah kamu hari ini juga kembali bekerja" seru Gita berusaha membangunkan sahabatnya yang masih terlelap itu.


Mendengar suara seseorang menyapa gendang telinganya, membuat Desi perlahan mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah jendela kamar menyilaukan mata.


Saat kesadarannya sudah benar-benar terkumpul Desi pun terkejut mendapati dirinya berada disebuah kamar yang berbeda dengan kamar miliknya, kamarnya begitu luas sedangkan kamar yang sedang ia tempati terkesan sederhana dan tidak terlalu luas mungkin seukuran kamar mandinya.pikir Desi


" Aku ada dimana" gumamnya yang masih bisa didengar oleh Gita


" Kamu ada dirumah ku" sahut Gita


Desi yang mendengar suara seseorang begitu familiar menjawab pertanyaannya, dengan segera mengedarkan pandangannya ke arah wanita cantik yang sudah terlihat rapi dengan pakaian kerjanya, Membuat Desi sadar jika semalaman ia tidak pulang kerumahnya melainkan ketempat sahabatnya itu.


" Loh udah rapi aja mau kemana? " Tanya Desi karena menurutnya ini masih terlalu pagi.


" Gue mau kerja lah,loh nggak lihat gue udah pake baju kerja rapi gini! Pake nanya lagi" sungut wanita cantik itu, pasalnya ia harus berangkat telat hari ini karena Desi yang sangat susah dibangunin.


" Ya jawabnya nggak usah kesal gitu dong" sahut Desi tanpa merasa bersalah


" Bagaimana gue nggak kesal,loh dibangunin susah banget! Sebenarnya loh itu tidur apa mati" balas Gita masih dengan raut kesal


Yang disambut gelak tawa Desi, karena ia memang seperti itu jika menginap dirumah Gita mereka akan mengobrol sampai lupa waktu hingga jam 03.00 baru ia akan tidur dan akibatnya ia juga akan bangun kesiangan.tapi semalam bukan karena mengobrol terlalu banyak dengan sahabatnya itu hingga ia telat bangun tapi karena terlalu banyak kejutan yang harus ia dapat semalam dari sang suami yang membuat Desi lelah fisik dan batin.mengingat hal itu raut wajah Desi kembali murung dan hal itu dapat dilihat oleh Gita sahabatnya.

__ADS_1


" Hah, Des sudahlah jangan sedih lagi! Bukankah kamu bilang akan kembali menjadi diri kamu lagi. Aku yakin kamu pasti bisa jangan biarkan wanita itu merasa menang karena kamu hanya pasrah melihatnya bersama suamimu, rebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikmu dari awal" ujar Gita setelah menyemangati agar Desi tidak berkecil hati lagi.


Desi yang mendengar perkataan sahabatnya itu pun mendokakan kepalanya, dan menyambut ucapan sahabatnya itu dengan senyum manis dibibirnya, seperti mengatakan bahwa ia sudah baik-baik saja.


" gitu dong senyum, nah sekarang kamu siap-siap bukankah hari ini kamu masuk kerja lagi" ucapnya lagi, yang membuat Desi langsung menatap sahabatnya itu.


" Inikan masih pagi git" Sahutnya


" Pagi apanya,lihat jam berapa sekarang" balas Gita kembali ke mode kesal.


Desi pun menuruti perkataan sahabatnya itu,ia mengedarkan pandangannya ke arah jam didinding kamar Gita dan matanya langsung membulat sempurna saat melihat jam telah menunjukkan pukul 08.10 membuat Desi Langsung berdiri dari tempat tidur dengan panik


" Ya ampun Gita, kamu kenapa nggak bangunin aku sih! Mati deh pasti aku akan dapat SP satu, mana hari ini ada meeting penting lagi! Pasti sih Kevin akan ngomel-ngomel lagi panjang lebar" ujar Desi heboh sendiri yang membuat Gita geleng kepala melihat tingkah laku sahabat baiknya itu.


Walaupun ia bekerja di kantor milik ayahnya tapi itu tidak membuat Desi menjadi sombong dan seenaknya dalam bekerja, ia selalu datang tepat waktu kekantor karena tidak ingin ada kelakuannya yang tidak baik dicontoh oleh karyawan lain. Bagaimana pun ia adalah putri dari pemilik perusahaan tersebut, itulah mengapa Desi Sangat mengedepankan kedisiplinan.


***


Raka baru saja tiba dirumah pagi ini, ia sengaja tidak pulang semalam karena belum siap bertemu dengan istri pertamanya itu! Raka juga bingung harus menjelaskan bagaimana pada Desi karena untuk saat ini ia belum bisa mengatakan yang sebenarnya. Itulah mengapa ia baru pulang pagi ini berharap Desi tidak ingat kejadian semalam.


Didepan rumah sudah berdiri Jessi yang terlihat tersenyum manis menyambut kedatangannya,tapi ia tidak melihat keberadaan istri pertamanya! Mungkin masih ada dikamarnya. Pikir Raka.


" Sayang kenapa kamu baru pulang, kamu semalam ada dimana" tanya Jessi berjalan sambil menggandeng tangan Raka yang hanya diam tapi juga tidak menolak


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next Sampai sini dulu ya gays 🄰😌

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Votenya šŸ„°šŸ˜šŸ™šŸ˜˜


Salam manis dari Author šŸ˜˜šŸ˜€


__ADS_2