
Haii... kembali lagi nih, betewe kalo kalian baca episodenya jangan lupa like nya dong... komennya juga...
So enjooyy guys...
Kota Y
"Pencuri..... pencuri....."
"Gawat kita ketahuan, lari... berpencar"
"Tapi Kak...
"Sudah lari saja, temui aku dua jam lagi di jembatan sungai di sana"
Pencuri itu pun lari sekencang nya, karena di kejar oleh masa dan polisi.
.....
Kemana... aku harus kemana ini..
"Hei, pencuri.... teriak beberapa warga.
Pencuri itu pun lari ke sebuah lorong dan berakhir di jalanan umum.
Akh, ke sembunyi di sini saja...
"Kamu siapa?! Ucap Sung Gi
"Akh... ada orang.... " Gadis tersebut terkejut
Sementara di luar mobil, terlihat beberapa Pria yang sedang mencari-cari sesorang, untungnya Kaca film mobil itu sangat tebal.
"Br3ngs3k, Kemana anak kecil itu..
"Coba kita cari disana bos...
......
Huuft, akhirnya mereka pergi.
"Hei... kau pencuri yang di kejar orang itu ya" Ujar Sung Gi
"Iya, aku minta maaf sudah mengganggumu, terimakasih aku pergi dulu"
"Hei tunggu... Sung Gi menahan tangan anak perempuan itu.
"Ini jam tanagn milik Papaku, kau boleh mencuri di luar sana tapi tidak di mobil ini..
Anak perempuan itu menatap kesal pada Sung Gi.
"Tuan Muda ini tahu bulat yang anda minta... Eh, siapa anak ini?! Ujar Lori yang baru masuk ke mobil.
"Dia....
Kruyuukk
"Apa kau lapar gadis kecil?! Tanya Lori, gadis itu pun hanya diam saja.
__ADS_1
Sung Gi merampas tahu bulat goreng kesukaannya itu dari tangan Lori lalu memberikannya pada Gadis kecil itu "Ini untukmu, pergilah" Ujar nya
Gadis kecil itu pun mengambilnya kemudian pergi, namun ketika ia membuka pintu mobil Ia tabrkan dengan Gun, lalu ia berdiri dan lari.
"Apa, barusan itu teman mu Sung Gi?! tanya Gun yang masuk mobil setelah gadis kecil itu keluar.
"Bukan Pa, aku juga tidak tahu siapa dia" ujar Sung Gi melanjutkan permainan yang ada di tabletnya.
"Kembali ke Hotel Lori"
"Baik Tuan"
Gun sedang melakukan perjalanan bisnis ke kota Y, dan seperti biasa Sung Gi selalu Ia bawa jika ia sedang berbisnis keluar luar negri atau dalam negri.
Sung Gi tumbuh dengan banyaknya perhatian dan waktu dari Gun, Gun tidak ingin Sung Gi tumbuh seperti dirinya yang kurang kasih sayang seorang ayah.
Di tambah lagi Sung Gi sudah kehilangan seorang Ibu, dalam hal ini Gun mengambil keputusan yang benar untuk selalu membawa Sung Gi kemana pun pekerjaannya membawanya.
Bahkan Sung Gi sendiri telah ia persiapkan guru Privat untuk mengajarnya, Gun juga sembari mempersiapkan diri Sung Gi untuk kedepannya yaitu menggantikannya sebagai Presiden di perusahaan HJ GROUP.
Karena Perusahaan JK sekarang sudah di pimpim oleh Min Ho, jadi Gun mempunyai banyak waktu untuk memajukan HJ Group.
Kamar Hotel, 1379
"Wah, Sung Gi memang anak yang cerdas, baiklah hari ini sampai sini dulu besok aku akan memberikan mu pekerjaan rumah namun untuk hari ini sesuai janjiku tidak ada PR" Ujar Diana guru. privat Sung Gi
"Benarkah... yeeeaaayyy" Sung Gi gembira, ia pun melesat ke kamar Ayahnya dan mengambil tablet serta sekotak mainan Legonya.
"Kau sudah selesai belajar?! Tanya Gun keluar dari kamar mandi.
"Selamat malam Tuan" Miss Diana mengucap salam sambil tersipu malu.
"Terimakasih Miss untuk hari ini" Tutur Gun
"Panggil Diana saja Tuan... Ujarnya
Gun mendengus cengir... "Lori ada di luar, dia akan megantarmu pulang" Ucap Gun datar.
Diana pun memberi salam kepada Gun lalu Sung Gi dan beranjak keluar dari kamar hotel, sesuai kata Gun, Lori menunggu di depan hotel.
****
"Sung Gi, apa kau ingin punya Ibu Tiri?!
Seketika Sung Gi berhenti bermain, lalu menatap Gun dengan datar tanpa ekspresi.
"Apa?! aku hanya bertanya saja apa kau mau?!
"Tidak" Sung Gi lanjut bermain.
"Kenapa?! bukankah kau selalu iri dengan anak seusiamu yang punya Ibu" Ujar Gun mengambil posisi duduk di sofa sambil melihat Sung Gi main.
Sung Gi berdiri lalu berjalan mendekati Gun lalu mendongakkan kepalanya matanya lurus menatap Gun.
"See, even your eyes can not lie to me"
Ujar Sung Gi mengankat kedua tangan serta bahunya lalu kembali duduk.
__ADS_1
"Apanya?! ada apa dengan mataku?! Gun mengambil ponselnya dan melihatnya melalui kamera.
"Pa, kau sendiri belum terlalu yakin untuk menikah dan mencintai wanita lain, apa lagi aku anakmu...
"Meski Mama meninggal ketika melahirkan aku, namun aku bisa tahu betapa Ia mencintai dan menyanyangiku lewat video serta surat-surat yang ia tinggalkan untukku...
"Apa Papa pikir di dunia ini ada wanita yang bisa seperti Mama Jung yang begitu mencintaiku ?! mencintai Papa mungkin tapi bagaimana dengan ku? Sung Gi kembali mengangkat kedua tangannya dan menatap Gun dengan kedua alis yang terangkat.
"Hmm... kau ada benarnya" Ucap Gun memangku tangannya dan mengusap dagunya
"Of course....
"Tapi apa kau tahu bahwa lelaki butuh namanya sentuhan batiniah.... Gun tersenyum cengir kepada Sung Gi.
"Apakah pantas kau berbicara seperti itu pada anak delapan tahun Gun" Ujar Lori yang baru tiba.
"Paman Lori, bukankah sedang mengantar Miss Dian? Tanya Sung Gi
"Aku pesankan taksi untuknya, hei Sung Gi jangan pedulikan ayahmu soal batianiah tadi" tutur Lori yang mengambil posisi duduk di karpet sebelah Sung Gi.
"Apa?! emang aku berbicara apa" Ucap Gun seperti orang tanpa dosa. Lori menatap sinis padanya.
"Tenang saja Paman, untuk usia delapan tahun aku cukup banyak mendengar yang seharusnya tidak kudengar di usiaku... Sengirnya, membuat Lori dan Gun tergelak.
"Iya-iya kau memang Keponakan Paman yang jenius... " Ujar Lori.
"Tapi, apa kau mau ibu tiri?! tanya Lori
"sewaktu kecil, Bibi Celli selalu bercerita tentang ibu Tiri yang jahat dan itu cukup mempengaruhi ku sampai saat ini...
"Tunggu dulu, Celli menceritakan cerita ibu Tiri... Kapan?! tanya Gun...
"Setiap kali Bibi datang, entah itu siang atau malam... dan dia selalu berpesan padaku kalau ditanya ingin ibu tiri bilang jangan... ibu tiri itu jahat, begitu katanya....
Lori tertawa mendengar nya "Bibimu itu, ternyata sudah mengantisipasi lebih dulu ya" tawa Lori lagi
Sementara Gun memutar kedua bola matanya dan mendesah...
Celli....celli.... apa kau segitu hati-hatinya padaku....
"Baiklah ini sudah malam dan Aku mengantuk, aku tidur duluan ya... Selamat Malam Pa, selamat malam Paman" Sung Gi memberi salam lalu beranjak ke ruangan sebelah tempat tidurnya namun sebelum itu langkahnya terhenti di pintu.
"Pa, apa Papa benar-benar akan menikah seperti kemauan Oma Wong?! jika Ia aku harap Ia bisa seperti Mama Jung.... Sung Gi tersenyum lalu masuk ke dalam kamarnya.
****
"Apa kau serius Gun?! Tanya Lori.
Gun berdiri lalu mengambil sebotol anggur dari kulkas dan menuangkannya ke gelas miliknya.... "Entahlah Lori, Pernikahan ini hanya sebatas menguntungkan perusahaan saja" Gun meminum Anggurnya.
ššš
thanks Gaes... Selamat menjalani puasa, tetap semangat.
oh iya votenya dong jangan lupa and like nya juga...
Lvu.
__ADS_1