Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Episode 57


__ADS_3

Tapi karena tidak ingin membuat jerih payah ibunya sia-sia Desi pun memaksa memakan makanan itu.


Tiga sendok, empat dan sampai sendok yang kelima Desi sudah tidak bisa menahannya dengan segera ia meletakkan rantang makanan tersebut dan berlari ke arah kamar mandi yang ada di ruangannya itu.


Bu Dewi yang melihat hal itu merasa khawatir dengan segera ia mengikuti langkah kaki putrinya menujuh kamar mandi.


Hoek Hoek Hoek


Semua makanan yang tadi baru ia makan kembali ia muntahkan hingga terkahir cairan bening yang keluar karena semua makanan sudah ia muntahkan.


Bu Dewi yang melihat keadaan putrinya dengan segera membantu memijat tengkuk Desi, dilihatnya wajah putrinya begitu pucat membuat kekhawatirannya semakin bertambah.


" Nak, ada apa dengan mu, apa kamu sedang sakit, wajahmu sangat pucat" ucapnya dengan nada khawatir.


Tadi kondisi Desi baik-baik saja tapi kenapa sekarang malah berubah setelah memakan makanan yang dibawanya.


"Apa makanan yang ibu bawa tidak enak sehingga membuatmu seperti ini" ucapnya lagi dengan nada menyesal," tapi ibu sudah menyicipinya lebih dulu, dan rasanya sama seperti yang biasa ibu buat untuk mu nak" lanjut Bu Dewi merasa bingung.


" Tidak Bu, makanan yang ibu bawa tidak ada masalah, hanya saja memang akhir-akhir ini Desi merasa tidak terlalu berselera makan seperti yang ibu lihat baru beberapa sendok yang masuk ke mulut ku aku sudah kembali memuntahkannya" sahutnya dengan suara yang lemas karena tenaganya terkuras habis saat memuntahkan semua makanan yang tadi dimakannya dan juga kepalanya yang terasa mulai berat tapi ia berusaha menenangkan sang ibu yang terlihat khawatir.


Mendengar penuturan sang putri bukannya membuat Bu Dewi tenang wanita paruh baya itu justru bertambah khawatir, jadi sudah beberapa hari Putrinya itu mengalami gejala ini tapi malah tidak memeriksanya ke dokter.


Bagaimana jika ada penyakit serius yang sedang dideritanya. Pikir Bu Dewi


" Apa? Lalu kenapa kamu tidak memeriksanya ke dokter, ayo sekarang kita kerumah sakit"ucap wanita paruh baya itu tidak habis pikir

__ADS_1


" Tapi Bu, Desi sudah tidak pa-pa, mungkin ini karena Desi kurang istirahat saja" sahutnya


" Tidak ada tapi-tapian, sekarang kamu harus ikut ibu kerumah sakit, jangan sampai ada penyakit serius yang sedang kamu idap" balas Bu Dewi membuat Desi hanya bisa terdiam dan pasrah percuma ia membantahnya, karena pasti ujung-ujungnya ia akan kalah mengingat ibunya itu mempunyai banyak cara untuk membuat dirinya tidak bisa berkutik.


***


Setelah membuka pintu ruangan Desi, mereka berpapasan dengan ayah Arman yang saat itu ingin kembali keruangan Putrinya ditemani oleh asisten Kevin.


" Loh, kalian mau kemana! Apa kalian sudah selesai" tanyanya mendapati anak dan istrinya itu berdiri di depan pintu masuk ruangan Desi." Desi kamu pucat bangat nak, apa kamu sedang sakit"tanyanya lagi setelah memperhatikan kondisi putrinya itu yang terlihat sangat pucat dan lemas.


Buru-buru ayah Arman mengambil alih tubuh Desi dan membopongnya, tapi Kevin lebih dulu meminta izin untuk menggendong Desi melihat keadaan putri atasannya itu yang mulai sangat lemah, jadi tidak mungkin sanggup untuk berjalan. Pikirnya.


" Ia pak, tadi setelah Desi memakan makanan yang ibu bawa, keadaannya jadi seperti ini" sahut Bu Dewi yang sudah menangis melihat keadaan putrinya itu.


" Sudah bu jangan menangis, Desi pasti baik-baik saja! Lebih baik sekarang kita membawanya segera kerumah sakit" balas ayah Arman menenangkan sambil mengikuti langkah asistennya yang sudah berjalan lebih dulu menuju lift.


***


Tapi tidak ada yang berani hanya untuk sekedar bertanya, mereka hanya bisa melihat dan berdoa semoga tidak ada hal serius yang dialami oleh nona muda mereka.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next Sampai sini dulu ya gays 🄰😌

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Votenya šŸ„°šŸ˜šŸ™


__ADS_2