
Setelah keluar dari rumah Desi langsung menyuruh sopir pribadinya untuk mengantarkannya ke perusahaan Dinata group.
Tidak butuh waktu lama mobil yang ditumpangi oleh Desi pun sampai dikantor, milik keluarga Dinata.
Selamat pagi Bu Desi
Bu Desi apa kabar
Dan banyak lagi sapaan yang ia dapatkan dari karyawan kantor setiap langkahnya memasuki kantor
" Desi" panggil Kevin saat melihat anak bosnya itu sudah kembali masuk kantor
" Pak Kevin"balas Desi saat melihat asisten pribadi ayahnya. Sudah berdiri didepannya
" Apa Kamu sudah sembuh, kenapa sudah masuk kerja kamu bisa menambah cuti jika masih belum benar-benar pulih" tanya kevin
" Alhamdulillah saya sudah baik-baik saja pak, jadi tidak perlu menambah cuti lagi" Jawabnya
"Syukurlah kalau begitu, saya keruangan dulu! semangat bekerjanya" Sahut pria itu yang dibalas senyuman oleh Desi, yang juga berlalu masuk ke ruangannya
***
Sedangkan ditempat lain
" Mas Raka ayo aku sudah siap" ajaknya sambil tersenyum manis kearah Raka yang hanya diam saja hingga suara seseorang mengangetkan Jessi .
"Selamat pagi Tuan muda, nyonya Jessi" ucap thom Yang baru tiba
" Hm" jawab Raka dengan gumamnya sedang Jessi hanya diam dan menampakkan raut tak suka melihat kedatangan asisten pribadi suaminya itu.
" Apa kamu sudah menyiapkan apa yang ku perintahkan " tanyanya
__ADS_1
" Ya tuan, saya sudah menyiapkannya" balas thom dan didetik berikutnya ia menepuk tangan dan masuklah seorang wanita yang masih terlihat muda dengan wajah datar dan tegas
" Dialah yang akan mengawal nyonya Jessi mulai hari ini tuan" terang thom membuat Jessi langsung melotot tajam kearahnya" namanya Serena pintar bela diri dan menguasai ilmu tentang medis jadi tuan tidak perlu khawatir, karena Serena pasti bisa menjaga nyonya Jessi! Kemampuannya pun tidak dapat dianggap remeh" jelasnya panjang lebar
" Sayang maksudnya apa ini" sela Jessi saat merasa ada yang tidak beres.
" Mulai hari ini wanita itu akan menjadi pengawal pribadi mu, aku khusus menyiapkannya untuk membantu mu, ia akan menemani mu kemanapun kamu pergi dan apapun yang kamu butuhkan katakan saja padanya" ucapannya
" Tapi Sayang aku rasa tidak perlu, disini juga masih banyak pelayan dan jika pun kamu memang lagi sibuk aku bisa minta Bi Mirna saja yang menemani ku" sahutnya berusaha menolak karena ia tidak akan bisa bergerak bebas jika ada pengawal yang terus mengikuti kemanapun ia melangkah.
" Tidak ada bantahan atau pun penolakan karena ini bukan permintaan tapi sebuah perintah kamu harus mau" tegasnya membuat Jessi akhirnya hanya bisa pasrah jika ia terus berusaha untuk menolak bisa saja Raka jadi curiga jika ia menyembunyikan sesuatu dan hal itu bisa sangat berbahaya.
" Baiklah terserah kau saja" Sahutnya
" Good girl" balasnya" kamu" tunjuknya pada wanita bernama Serena itu
" Ia tuan muda"
" Siap tuan muda "
" Loh mas ko gitu sih, bukankah kamu yang seharusnya menemani ku ke dokter untuk periksa hari ini"protesnya saat mendengar perkataan Raka
" Aku tidak bisa pekerjaan ku sangat banyak,jadi tidak ada waktu untuk mengurus hal tak penting yang hanya membuang waktu sia-sia "balasnya tajam, membuat hati Jessi seperti ditusuk ribuan jarum tak kasat mata
" kamu bilang apa mas tidak penting, bagaimana kamu bisa mengatakan hal seperti itu mas aku sedang mengandung anak kamu dan bisa-bisanya kamu mengatakan buang-buang waktu hanya karena aku minta kamu menemani ku periksa kandungan" sarkas Jessi dengan nada sedih." Dia ini anak kamu juga mas, apa kamu tidak ingin tahu bagaimana perkembangannya dan apa jenis kelamin anak kita hah! Selama ini aku sudah cukup bersabar menghadapi sikap kamu mas, semenjak kejadian itu saat dokter mengatakan aku mengandung kamu tetap tidak perduli!bahkan selama beberapa bulan ini tak pernah sekalipun kamu menemani ku check kandungan tapi aku masih diam saja, Bahkan kamu tidak pernah tidur dikamar menemani ku dan tidak pernah sekalipun kamu menanyakan bagaimana keadaan kandungan ku kamu juga tidak pernah memperhatikan ku padahal disaat wanita sedang hamil mereka sangat membutuhkan perhatian lebih dari suaminya tapi kamu tidak pernah melakukan hal itu mas! aku juga masih diam karena kamu juga tidak tidur bersama mbak Desi dan juga tidak memperhatikan wanita itu lagi tapi kamu sudah keterlaluan kali ini, tinggal satu bulan lagi anak kita akan lahir tapi kamu sedikit pun tidak pernah berubah Aku sangat kecewa sama kamu mas" lanjutnya meluapkan segala sesuatu yang selama ini ditahannya.
Tapi hanya ditanggapi dingin oleh Raka.
" Apa kamu sudah cukup bicaranya" Sahutnya dengan nada datar" kalau sudah sekarang giliran ku, dengar baik-baik Jessi, apa kamu lupa dengan perkataan ku pada mu saat itu! Kalau kamu lupa maka dengan senang hati aku akan kembali mengatakannya, aku tidak akan pernah mengakui anak yang kamu kandung itu sebelum ada buktinya, jadi setelah ia lahir aku akan melakukan tes DNA untuk memperjelas apa anak yang kamu kandung itu benar anakku atau bukan! Tapi satu yang harus kamu tahu Jes, tanpa melakukan tes DNA sekalipun aku sudah yakin bahwa anak yang sedang kamu kandung itu bukanlah anak ku. Tapi karena kamu tetap bersih keras mengatakan yang kamu kandung itu adalah anakku maka aku akan melakukan tes DNA setelah ia lahir dan jika benar dia bukan anakku kamu akan menanggung konsekuensinya" lanjut Raka penuh penekanan di setiap kalimatnya.
Membuat tubuh Jessi seketika diam membeku.
__ADS_1
" Kamu tidak bisa melakukan hal itu padaku Raka, dia adalah anakmu bagaimana bisa kamu tega tidak mengakuinya bahkan sebelum dia lahir" teriak Jessi histeris tapi tidak di dengar kan oleh Raka pria itu sudah berjalan keluar diikuti oleh asistennya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next Sampai sini dulu ya gays š„°š
Jangan lupa Like dan Votenya š„°šš
__ADS_1