
Chelsea mencoba untuk tetap bertahan, sudah setengah jam lebih dia sudah bertahan, dia tidak ingin usahanya sia-sia, ‘sebentar lagi, 10 menit lagi, aku pasti bisa, aku tidak peduli dengan mata aku yang mulai memanas,’ gumamnya dalam hati.
Alex melepaskan kedua tangan Chelsea, ‘besar juga keinginannya untuk bisa lepas dariku. Apa aku benar-benar sudah tidak mempunyai harapan lagi untuk bisa bersama denganmu, merasakan kasih sayang kamu seperti dulu lagi?’ gumamnya dalam hati.
Waktu tinggal menunggu menit, Chelsea sangat bahagia, dia bisa memenangkan tantangan dari Alex, ‘apa aku benar-benar bisa lepas dari Alex? Apa aku akan membiarkan dia begitu saja?” kedua matanya menatap lekat wajah Alex, dia sudah tidak lagi melihat senyuman di wajah pria itu.
Alex melangkahkan kakinya mundur beberapa langkah, “tinggal 5 menit lagi, aku tidak menyangka kamu akan sekuat itu.”
Chelsea tertawa, “aku sudah bilangkan, aku tidak akan membiarkan kamu menang.” Wanita itu terbuai suasana, dia terlalu sangat bahagia, hingga tanpa dia sadari kedua mata itu mengedip.
Alex tertawa, “sayang, sepertinya aku yang menang.” Pria itu lalu kembali melangkahkan kakinya mendekati Chelsea yang saat ini mengepalkan kedua tangannya.
“Sayang, kamu kalah, kamu terlalu percaya diri, hingga kamu lupa, waktu masih terus berjalan.” Alex membelai pipi Chelsea dengan jemari tangannya, “kamu tidak lupa dengan janji kamu kan,” ingatnya.
Chelsea membulatkan kedua matanya, “aku bukan orang yang akan ingkar janji, aku akan lakukan apapun yang kamu inginkan.” Wanita itu lalu melangkahkan kakinya mendekati Alex, hingga jarak mereka bahkan hanya tinggal sejengkal, “bukankah kamu sangat menginginkan tubuh ini? Bahkan barang berharga mu sejak tadi sepertinya sudah tidak bisa menahan diri.”
Alex tersenyum, “aku memang tidak bisa memungkiri, aku memang sangat menginginkan kamu, selama ini aku mencoba menahan diri, agar aku bisa membuktikan dan membuat kamu percaya jika aku sudah berubah. Tapi...apa yang aku lakukan selama ini sepertinya tidak merubah pemikiran kamu tentang aku, karena bagimu aku tetaplah pria brengsek.”
Chelsea terdiam, selama dia tinggal di rumah itu, Alex selalu memperlakukannya seperti ratu. Apapun yang dia lakukan, sama sekali tidak membuat Alex murka dan menampakkan sisi kejamnya seperti dulu.
Alex membalikkan tubuhnya, dia lalu melangkahkan kakinya untuk mengambil semua pakaiannya. Setelah memakai semua pakaiannya, dia membuka lemari pakaian dan mengambilkan pakaian untuk Chelsea.
Chelsea mengernyitkan dahinya saat melihat Alex yang sudah berpakaian lengkap melangkah ke arahnya dengan membawa pakaiannya, “Lex, apa yang kamu lakukan? Apa kamu tidak ingin meminta apapun dariku? Bukankah kamu sudah memenangkan tantangan itu?”
Alex tersenyum, dia lalu membantu Chelsea untuk memakai pakaiannya, “aku tahu, kamu tidak akan merasa bahagia jika aku meminta kamu untuk melakukan itu sekarang.” Pria itu lalu mengecup kening istrinya, “aku mencintai kamu bukan karena nafsu, tapi aku benar-benar tulus mencintai kamu. Meskipun saat ini rasanya begitu menyiksaku, tapi demi kamu, aku akan menahannya.”
“Chel, permintaanku hanya satu, beri aku kesempatan dengan tulus. Aku ingin kita menjalani hubungan pernikahan ini dengan semestinya, aku janji, aku tidak akan menuntut kamu untuk melayaniku diatas ranjang, aku hanya ingin kamu menghargai aku sebagai suami mu...hanya itu.” Alex menatap kedua mata Chelsea dengan tatapan sendunya.
“Lex, kamu tahu kan, aku tidak bisa mencintaimu seperti dulu lagi. Rasa sakit itu masih aku rasakan sampai sekarang, bahkan saat tubuh ini merasakan sentuhan tanganmu, tubuh ini gemetar, rasa takut akan kembali melandaku.”
Alex menggenggam tangan Chelsea, “aku tidak akan menyentuhmu jika itu bisa membuat kamu takut, tapi izinkan aku untuk selalu menggenggam tanganmu, memelukmu disaat kamu tidak bisa tidur, dan mengecup keningmu sebelum aku berangkat bekerja.”
Chelsea terdiam, dia belum rela memberikan kesempatan untuk Alex berubah, ‘pasti ada cara lain yang bisa membuat Alex kembali menjadi Alex yang dulu, aku ingin melihat Alex merasakan sakit seperti yang aku rasakan dulu,’ gumamnya dalam hati.
Alex menghela nafas panjang, dia tahu jika Chelsea sulit untuk mengabulkan permintaannya, “aku tidak akan memaksamu.” Pria itu lalu melangkahkan kakinya menuju meja, “aku akan mengambilkan sarapan kamu lagi, makanan ini sudah dingin.”
Alex mengambil nampan dari atas meja dan membawanya keluar dari kamar. Chelsea mengikuti Alex dari belakang. Mereka melangkah menuju meja makan.
Alex memanaskan semua makanan yang tadi dibuatnya, dia menyuruh Chelsea untuk duduk di salah satu kursi meja makan. Ini pertama kalinya Chelsea sarapan berdua dengan Alex di meja makan, karena biasanya, Alex selalu membawakan sarapannya ke kamar. Kalau tidak, Chelsea selalu sarapan sendiri di meja makan saat Alex berangkat ke kantor lebih awal.
Alex duduk di samping Chelsea, dia mengambilkan makanan untuk wanita itu, “mau aku suapi?”
Chelsea menggelengkan kepalanya, “mulai sekarang jangan suapi aku lagi, aku tidak ingin menjadi bergantung padamu, agar saat kita berpisah nanti, tidak terlalu sakit untukmu.”
__ADS_1
Alex menepiskan senyumannya, “justru aku ingin mengisi kebersamaan kita ini dengan kenangan indah, agar aku kelak tidak merasa menyesal saat berpisah denganmu, karena aku sudah mencurahkan semua kasih sayangku saat masih bersama denganmu.”
Alex mengambil satu sendok makanan, “sekarang buka mulut kamu,” ucapnya sambil menyodorkan satu suapan di depan mulut Chelsea.
“Lex!”
“Aku mohon, hanya ini yang bisa aku lakukan selama kita masih bersama.”
Chelsea menghela nafas panjang, dia akhirnya membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan Alex.
“Apa yang ingin kamu lakukan hari ini? Apa kamu mau jalan-jalan denganku?” Alex kembali menyuapkan satu suapan ke mulut Chelsea, “aku akan mengantar kemanapun kamu ingin pergi.”
“Aku ingin ke rumah Mama dan Papa, aku sangat merindukan mereka,” ucap Chelsea setelah menelan makanan yang ada di dalam mulutnya.
“O...” Alex kembali memberikan satu suapan ke mulut Chelsea.
“Apa kamu mau ikut? Mama dan Papa pasti juga ingin bertemu dengan menantunya.”
Alex menggelengkan kepalanya, “aku tidak ingin membuat kamu tertekan dengan kehadiran aku, karena aku tahu, kamu ingin menghabiskan waktu kamu bersama dengan keluarga kamu.”
Alex menuangkan air putih ke dalam gelas, lalu dia berikan kepada Chelsea, “jika kamu ingin menginap di rumah kedua orang tua kamu juga tidak apa-apa, tapi kembalilah ke rumah ini lagi.” Pria itu lalu mengambil makanan untuknya sendiri, dia lalu mulai menikmati makanan itu.
Chelsea hanya diam saat melihat Alex yang sedang menikmati sarapannya, ‘dia rela menahan lapar hanya untuk menyuapi aku makan? Lex...kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini?’
Chelsea tetap menemani Alex sampai dia selesai sarapan. Hanya dengan sedikit perhatian yang Chelsea tunjukkan saat ini, itu sudah membuat Alex bahagia, karena ini pertama kalinya dia ditemani sarapan oleh istri yang sangat dicintainya.
Alex yang sudah selesai sarapan menganggukkan kepalanya dengan senyuman di wajahnya, “bersiap-siaplah, aku akan menunggu di luar.” Pria itu lalu beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
Chelsea pun beranjak dari duduknya, dia segera bersiap-siap, wanita itu tidak ingin membuat pria itu menunggu lama.
Alex membukakan pintu mobilnya untuk Chelsea dan menyuruh wanita itu untuk masuk ke dalam mobil. Alex lalu melangkahkan kakinya menuju pintu pengemudi dan masuk ke dalam mobil.
“Berapa hari kamu menginap disana?” Alex mulai melajukan mobilnya.
Chelsea menggelengkan kepalanya, “aku tidak akan menginap disana, mungkin malam aku baru akan pulang ke rumah.”
“Apa aku perlu menjemputmu?”
Chelsea kembali menggelengkan kepalanya, “aku bisa pulang sendiri, aku bisa minta Kak Veon untuk mengantarku pulang, atau aku bisa membawa mobilku sendiri.”
Alex tersenyum, “baiklah, jika itu keinginan kamu, aku tidak akan memaksa kamu.”
Chelsea menatap keluar jendela, dia merasa sangat aneh melihat sikap Alex kali ini. Pria itu selalu menuruti semua kata-katanya, bahkan dia tidak banyak bertanya dan mengizinkannya untuk menginap di rumah kedua orang tuanya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah utama, Alex ikut masuk ke dalam rumah, dia bertemu dengan Vera, Dion, Kania dan juga Eca. Vera dan Dion merasa bahagia saat putri dan menantunya datang ke rumah mereka.
“Sayang, apa kalian akan menginap malam ini?”
Alex dan Chelsea saling menatap, Alex menggelengkan kepalanya pelan, karena dia tahu Chelsea tidak akan mengizinkannya untuk tinggal di rumahnya.
“Kenapa, apa kalian tidak ingin menginap di rumah ini lagi?” Vera tampak kecewa.
“Em...bukan seperti, Ma. Bukannya Alex tidak ingin menginap di rumah ini, hanya saja...”
“Mama tenang saja, malam ini kami akan menginap disini,” sela Chelsea memotong ucapan Alex.
Vera tersenyum, “sayang, apa sudah ada tanda-tanda?”
Chelsea mengernyitkan dahinya, “tanda-tanda apa, Ma?” tanyanya bingung.
“Tanda-tanda Mama akan segera mendapatkan cucu dari kalian.”
Chelsea dan Alex membulatkan kedua matanya, mereka terlihat sangat gugup. Bagaimana bisa hamil, kita saja belum pernah melakukannya, pikir Alex dalam hati.
Alex melihat kegelisahan di raut wajah Chelsea, dia lalu menghela nafas panjang, “doakan saja, Ma. Semoga kami bisa segera mewujudkan keinginan Mama dan Papa,” ucapnya dengan senyuman di wajahnya.
“Mama dan Papa akan mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua.”
Alex tidak ingin membuat Chelsea semakin canggung di depan keluarganya, “maaf, Ma, Pa. Alex tidak bisa lama-lama, karena hari ini Alex mempunyai janji dengan teman Alex, jadi Alex pamit dulu, nanti Alex akan kembali lagi.”
Chelsea mengernyitkan dahinya, ‘ada apa dengan Alex? Kenapa dia tiba-tiba ingin pergi, padahal dia sama sekali tidak ada janji dengan siapa-siapa?’ gumamnya dalam hati.
Vera dan Dion menganggukkan kepalanya. Alex beranjak dari duduknya, dia lalu mencium tangan kedua mertuanya. Chelsea mengantar Alex untuk keluar dari rumah itu.
Sesampainya di depan pintu, Alex mengecup kening Chelsea, “aku pulang dulu, bersenang-senanglah dengan keluargamu, aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman dengan kehadiranku. Aku akan kembali lagi kesini nanti malam.” Pria itu lalu melangkahkan kakinya menuju mobil.
“Lex!” panggil Chelsea dan seketika membuat Alex menghentikan langkahnya, “bukannya kamu tidak ada janji dengan siapapun, tapi kenapa kamu berbohong?”
Alex kembali melangkahkan kakinya mendekati Chelsea, “aku memang tidak ada janji dengan siapapun, aku sengaja ingin memberikan kamu kebebasan, karena aku tahu, itu yang kamu inginkan.”
“Kenapa kamu melakukan semua itu?”
“Kenapa kamu masih bertanya? Apa kamu tidak bisa melihat ketulusan aku?”
“Aku...”
Alex menggenggam tangan Chelsea lalu mengecupnya, “masuklah, keluargamu pasti sudah menunggumu. Kamu tidak perlu memikirkan aku, aku akan menghabiskan waktu aku bersama dengan Betrand.” Pria itu lalu kembali melangkahkan kakinya menuju mobilnya, dia lalu masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
“Mungkin kamu membutuhkan waktu untuk sendiri, aku akan memberikan kamu waktu, malam ini aku tidak akan menginap di rumah orang tua kamu, maaf, karena aku telah membohongimu. Aku melakukan semua itu demi kamu, karena aku tahu, kamu merasa tidak nyaman saat aku ada disini.” Alex lalu mulai melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Chelsea, melewati gerbang pembatas rumah itu.
~oOo~