
" Alhamdulillah Operasinya lancar tuan. Tapi..."
" Tapi apa?" Sahut Raka cepat
" Maaf kami tidak bisa menyelamatkan janinnya tuan" ucap Zein dengan nada pelan
Deg
Jantung Raka seakan berhenti berdetak saat mendengar perkataan Zein bagaimana ia tidak mengetahui jika istrinya sedang hamil.ia kembali teringat kejadian semalam sebelum istrinya kecelakaan
Desi selalu tersenyum padanya beberapa hari ini Dan mengatakan akan memberikan kejutan padanya tapi ia tidak tahu kejutan apa yang dimaksud,Raka berpikir mungkin kejutan yang dimaksud istrinya adalah hari aniverseri pernikahan mereka yang kedua tahun. Itulah yang ada dipikirannya, tapi ternyata pikirannya salah.
" Maksudmu istriku keguguran" balas Raka terbata
Membuat dokter Zein dan Dian mengangguk
" Benar tuan, karena usia janin nyonya yang baru satu Minggu masih sangat muda sehingga tidak bisa bertahan karena kecelakaan ini" terang Dr Zein
Membuat Raka tidak dapat menahan diri lagi, ia menjambak rambutnya penuh rasa bersalah bagaimana bisa ia tidak menyadari kalau istrinya itu sedang hamil dan saat ia mengetahuinya bayi itulah pergi.
" Ini semua salahku, seharusnya aku tidak membiarkannya menyetir sendiri" ucap Raka dengan menukuli kepalanya sendiri
" Tuan tenangkan diri anda, jika nyonya Desi melihat anda seperti ini ia pasti sedih" ucap thom menghampiri tuanya membuat Raka tersadar walaupun ia terpukul oleh kenyataan ini tapi ia harus tetap kuat bagaimana pun Desi masih membutuhkan dirinya.
" Apakah aku bisa menemuinya"
" Ia tuan tapi setelah kami memindahkannya keruang ICU" sahut Dr. Zein
****
Beberapa hari telah berlalu sejak Desi di operasi tapi Sampai saat ini ia masih belum sadar atau dalam arti lain Desi mengalami koma, Raka terus setia berada disampingnya dan juga kedua orang tua dan adik Desi juga ikut menemaninya.mereka sudah mengetahui semua apa yang menimpa putri mereka dari thom asisten Raka.
Sedangkan thom hanya beberapa kali ia datang mengunjungi tuannya karena harus mengurus perusahaan, melihat kondisi Raka saat ini tidak memungkinkan untuk datang ke perusahaan. Sehingga ia yang mengambil alih semua pekerjaan tuannya.
"Nak kamu pergi makan dulu, kamu belum makan dari pagi" ucap Bu Dewi menghampiri menantunya
Karena sedari tadi Raka terus duduk didekat berangkar desi.dan tidak beranjak barang sedetik pun.
" Kamu harus sehat jika kamu seperti ini, siapa yang akan menjaga Desi! Kalau kamu juga sakit karena tidak memperhatikan kesehatan mu" lanjut Bu Dewi saat menantunya itu hanya diam dan tidak merespon.
" Baik Bu" sahut Raka akhirnya setelah mendengar nama Desi disebut, Bu Dewi yang mendengar jawaban Raka pun tersenyum dan menyuruh Ardi menemani kakak iparnya itu sarapan di restoran dekat rumah sakit.karena ia akan menunggu bersama suaminya diruangan Desi
" Aku keluar sebentar sayang, aku akan segera kembali" pamitnya pada Desi yang disaksikan oleh Bu Dewi dan ayah Arman.
*
*
__ADS_1
Tidak lama setelah kepergian Raka Bu Dewi pun duduk didekat berangkar putrinya.
" Sayang kamu kapan bangun, ibu sama bapak Sangat merindukanmu! Raka juga sangat terpukul melihat mu seperti ini, ibu tahu mungkin setelah kamu sadar kamu juga akan sangat terpukul jika mengetahui kalau kamu keguguran" ucap Bu Dewi tak dapat menahan air matanya saat mengetahui nasib malang yang menimpa putrinya." Tapi ibu yakin dibalik kejadian ini pasti ada hikmahnya nak, mungkin anak itu bukan rejeki mu! Tapi Allah pasti menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik" lanjut Bu Dewi. Tanpa ia sadari Desi meneteskan air matanya dalam keadaan tak sadar tapi ia bisa mendengar semua perkataan sang ibu.
" Bu? Lihat tangan Desi bergerak Bu" ucap pak Arman tiba-tiba saat melihat tangan putrinya mulai bergerak
Sedang Bu Dewi yang tadinya menundukkan kepalanya segera mendokka melihat kearah jemari sang putri.
" Mas panggil dokter" sahut Bu Dewi histeris yang langsung diangguki ayah Arman tanpa dikomando kan lagi ia berlari keluar ruangan memanggil dokter.padahal diruangan itu ada tombol untuk memanggil dokter tapi karena terlalu bahagia mereka melupakan hal itu.
*
*
" Bagaimana keadaannya dok" tanya Bu Dewi saat melihat dokter keluar dari ruangan putrinya, yah setelah dokter datang Bu Dewi dan suaminya diminta keluar karena dokter ingin memeriksa keadaan pasien.
"Alhamdulillah nyonya Desi ..."
Dokter Zein yang ingin menjawab pertanyaan Bu Dewi pun terhenti tak kalah mereka mendengar suara bariton dari seseorang.
" Kenapa kalian berdiri diluar" ucap Raka setelah berada didekat mereka disusul oleh Ardi.
" Kebetulan tuan muda juga sudah disini, jadi sekalian memberi tahu kalian! Alhamdulillah kondisi nyonya Desi sudah membaik dan beliau juga sudah sadarkan diri"ujarnya seperti angin segar yang menyejukkan hati Raka akhirnya setelah menunggu beberapa hari istrinya itu akhirnya sudah sadar.
" Alhamdulillah" ucap Bu Dewi, ayah Araman, dan ardi sementara Raka yang sudah sangat bahagia pun langsung masuk keruang rawat sang istri.
" Sayang" panggil Raka pada sang istri yang terlihat duduk bersandar. Ia langsung memeluk Desi begitu erat.
Tapi bukannya reaksi baik yang ia dapat dari sang istri, Raka justru mendengar terik histeris dari Desi bahkan istirnya itu mendorongnya.
" Ah!"
" Siapa kamu?" Teriak Desi dengan tatapan tajam
Membuat Raka diam terpaku mendapatkan reaksi tak terduga dari Desi.
Sedangkan orang tua Desi, Ardi dan juga dokter Zein yang ada didepan ruangan segera berlari masuk saat mendengar suara teriakan Desi.
" Nak ada yang terjadi?"tanya Bu Dewi
"Tuan" sahut dr.zein mendekat pada Raka.
" Bu" panggil Desi pada ibunya
" Iya nak, kamu kenapa teriak " tanya lembut Bu Dewi sembari memeluk Desi yang terlihat waspada pada Raka menantunya
" Bu siapa dia, dia tiba-tiba saja masuk dan memeluk ku" timpal Desi dengan wajah garang
__ADS_1
Membuat Bu Desi bingung dengan redaksi putrinya
" Kamu tidak mengingatnya nak" tanya Bu Dewi yang dijawab gelengan kepala Desi .
Bu Dewi pun panik dan segera menyuruh dokter memeriksa keadaan Desi.
" Dok apa yang terjadi dengannya" tanya ayah Arman saat dokter selesai memeriksa keadaan Desi.
"bisakah kalian ikut keruangan saya sebentar" balas dokter Zein dengan ekspresi wajah yang tidak enak dipandang.membuat jantung Raka berdetak kencang.
" Tapi.." Bu Dewi yang ingin menyela pun terdiam saat mendapat gelengan kepala dari suaminya
" Tidak apa Bu, biarkan Nyonya Desi istirahat! Untuk mempercepat proses penyembuhannya" ucap dokter Zein yang membuat Bu Dewi mengangguk mereka semua pun meninggalkan ruangan Desi setelah Bu Dewi membantunya berbaring walaupun Desi bertanya banyak hal tapi Bu Dewi berhasil menenangkannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next sampai sini dulu ya guys ☺️
Jangan lupa Like, Vote dan hadiahnya ya☺️😀
__ADS_1
Dan yang pengen gabung digroup author silahkan karena author sudah mengaktifkan nya🙏☺️