
Sedangkan para kuli bangunan yang mungkin berjumlah sekitar 25 orang itu sebenarnya menyadari kedatangan Desi dan Rani, tapi mereka tidak menghiraukannya bahkan Desi bisa melihat ada seorang pria paruh baya yang berteriak kepada para kuli itu untuk kembali bekerja tapi mereka tidak mendengarkannya! Dan mengacuhkan pria yang dari tampilannya dapat Desi tebak mandor yang bertugas mengawasi pembangunan hotel itu.
" Hei apa yang kalian lakukan hah! Cepat bangun dan berhenti minum apa kalian ingin dipecat" Bentaknya pada para anak buahnya yang tidak juga menghiraukan kehadirannya.
"Kami tidak akan kembali bekerja sebelum kami mendapatkan gaji yang sudah dua bulan tidak kami terima, kami mohon pak tolong berikan upah kami karena kami bekerja disini untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga kami jika kami saja belum digaji sudah dua bulan mau makan apa anak dan istri kami pak, bahkan tetangga sudah tidak mau meminjamkan uang untuk kami karena terlalu banyak hutang yang belum kami lunasi" teriak salah satu kuli itu yang masih memiliki sedikit kesadaran setelah minum minuman keras, mewakili teman-temannya melayangkan aksi protes masalah gaji yang belum mereka dapatkan.
Dan hal itu tentu tidak luput dari pengelihatan dan pendengaran Desi,saat Rani akan mendekati mandor yang terlihat memukul kuli bangunan yang tadi melayangkan protesnya.langsung terhenti saat Desi menghentikan
" Biarkanlah aku ingin mendengar keluhan apa lagi yang membuat para kuli itu tidak ingin bekerja selain masala gaji aku ingin mengetahui alasan lainnya" ucap Desi yang langsung diangguki oleh Rani.
" Baik Bu"
***
Bugg
Suara pukul yang sangat keras membuat kuli bangunan itu tersungkur ketanah dengan sudut bibirnya yang pecah mengeluarkan darah.
" Berani sekali kamu protes, aku belum mendapatkan uang dari pak Kevin! Beliau baru akan membayar kita jika pembangunan hotel ini segera selesai" seru pria paruh baya itu dengan wajah geramnya.
" Anda bohong pak, bukankah kemarin sekretaris tuan Kevin datang aku mendengar anda berbicara dengan sekertaris tuan Kevin, mengenai gaji kami yang telah ditransfer ke rekening milik anda lalu kemana uang itu" sahut pria itu lagi tidak gentar akan tatapan membunuh dari pria paruh baya itu.
" Kurang ajar kamu, berani sekali kamu menguping pembicaraan kami! Dan asal kamu tahu uang yang kamu dengar itu bukan untuk upah kalian tapi uang itu digunakan untuk membeli bahan pembangunan yang masih kurang" sahutnya dengan suara menggelegar disertai Nafas memburu menahan amarah
" Jangan membuat alasan yang mengada-ada pak, Jika memang uang itu untuk digunakan membeli bahan pembangunan yang masih kurang lantas dimana bahan-bahan material itu! Kenapa sampai sekarang belum sampai" seru pria itu tidak puas dengan jawaban sih mandor.
Mendengar perkataan anak buahnya itu yang terus melayangkan aksi protesnya membuat pria paruh baya itu kembali ingin memukulnya tapi terhenti saat mendengar suara seseorang dari belakangnya.
" Ada apa ini? Kenapa kalian malah asik berbincang disini padahal masih banyak pekerjaan menunggu kalian" Seru Rani berjalan mendekat bersama Desi saat merasa perdebatan itu tidak akan ada habisnya.
" Bu Rani" ucap terkejut mandor itu iya hanya mengenal Rani karena selalu datang bersama Kevin sedangkan Desi ini kali pertama iya melihat wanita itu. dan juga para kuli bangunan itu yang sebenarnya mereka tidak minum terlalu banyak pun bangkit berdiri dari duduknya.semakin membuat mandor itu terkejut.
" Kalian?"tanya mandor itu heran, bukanka mereka tadi sudah mabuk.pikirnya
Sedangkan para kuli itu hanya diam tidak mendengarkan pertanyaan dari mandor itu.membuat sang mandor mengumpat dalam hati.
***
Sementara itu diperusahaan S.G GROUP
Tok tok tok
__ADS_1
" Masuk"
Setelah mendapatkan jawaban dari dalam thom yang tadi mengetuk pintu ruangan tuan mudanya dengan segera bergegas membuka pintu itu dan masuk keruangan atasannya! Dengan langka tergesa-gesa.tentu hal itu mengundang tanda tanya dibenak Raka.
" Ada apa?"
" Tuan muda, anak buah kita yang diutus menjaga nyonya baru saja memberikan laporan kepada saya, bahwa nyonya hari ini terjun langsung kelapangan untuk meninjau proyek pembangunan hotel dijalan xxxx " ucap thom dengan nafas memburu membuat jantung Raka berdetak kencang.
" Kenapa bisa begitu ya, bukankah itu bukan tugasnya" bentak keras Raka menahan amarahnya bagaimana bisa Desi pergi ketempat berbahaya seperti itu. Raka sangat tahu istrinya itu sangat tidak suka pergi ketempat tersebut.
" Maaf tuan kalau soal itu anak buah kita juga tidak mengetahui alasan apa yang membuat nyonya terjun langsung kelapangan." Sahut thom cepat.
"Ouch ****" umpatnya kasar lalu segera bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangannya diikuti oleh thom dari belakang.
***
Sedangkan di tempat Desi
" Ada apa ini pak Rio, bukannya bekerja kalian malah asik berbincang disini"tanya Rani lagi,saat tidak mendapatkan jawaban dari orang-orang itu.walaupun sebenarnya iya dan Desi sudah mendengar semua hal yang membuat sih mandor berdebat dengan anak buahnya sendiri.
" Ti...dak ada apa-apa Bu, mar..i kita bicara.. didalam sa.ja" ucap mandor yang diketahui bernama Rio.
" Apa maksud kalian, hak apa katakan yang jelas" ucap Rani dengan nada penuh penekanan.
" Maaf Bu, kami sudah bekerja keras tapi sudah dua bulan ini kami tidak mendapatkan gaji, bahkan di bulan yang lalu walau gaji kami tidak sesuai dengan apa yang kami kerjakan kami masih bersyukur karena dengan uang itu kami bisa membiayai Keluarga kami tapi sudah dua bulan ini kami tidak digaji dan hal ini sungguh membuat kami risau bagaimana kami memberi makan keluarga jika gaji saja tidak diberikan kepada kami" ucap salah satu kuli itu menyuarakan kerisauan mereka.
Membuat Rio sih mandor itu mulai berkeringat dingin, sedangkan Rani yang mendengar keluhan tersebut tentu terkejut dan bingung iya merasa selama ini tidak pernah telat memberikan gaji para pekerja itu kepada mandor Rio sebagai atasan mereka.
Rani lantas mengarahkan pandangannya pada pria paruh baya itu, dengan tatapan tajamnya.
" Apa maksud pria ini pak Rio" ucap tegas Rani sedang Desi hanya diam menyaksikan." Bukankah tiap bulan saya selalu mentransfer gaji kalian tepat waktu, bahkan gaji kalian bulan ini ditambah dua kali lipat lebih dari gaji yang seharusnya kalian dapatkan, kenapa pemuda ini mengatakan sudah dua bulan mereka tidak diberikan gaji"lanjutnya penuh penekanan
Membuat Rio semakin gemetar tetapi dengan cepat pria paruh baya itu segera bisa menguasai ketakutannya.
" Dia berbohong Bu, saya sudah memberikan gaji kepada mereka,tapi Doni tidak puas dengan gaji yang didapatkannya sehingga iya menghasut para pekerja lain agar melakukan demo kepada saya,dan bertepatan dengan itu Bu Rani datang." Sahut pria paruh baya itu.doni adalah nama pria yang sedari tadi berdebat dengan Rio." Maaf karena Bu Rani harus menyaksikan hal yang tidak mengenakan ini" lanjut pria paruh baya itu sambil menatap tajam pada para anggotanya.
Membuat pria yang bernama Doni, semakin geram melihat sikap pria paruh baya itu yang berusaha mengelak dari kesalahannya, bukan hanya Doni semua rekan kerjanya pun ikut geram melihat tingkah laku mandor yang selama ini mereka sanjung tapi semenjak mereka bekerja dalam pembangunan hotel yang merupakan proyek perusahaan besar membuat mandor Rio menjadi banyak berubah.
" Saya tidak berbohong Bu, saya bersumpah demi Allah sudah dua bulan kami tidak mendapatkan gaji! Benarkan teman-teman?" seru Doni lagi sambil bertanya pendapat dari para rekannya, yang dijawab benar oleh semua kuli bangunan itu.
" Benar Bu" teriak kompak para kuli itu.
__ADS_1
sedangkan Rio berusaha menahan geram didalam hatinya pada pria bernama Doni yang baru ia pekerjaan beberapa bulan ini, gara-gara pria itu para kuli bangunan yang selama ini dibawah kendalinya berani melawannya hanya karena keberadaan pria sialan itu.pikir Rio.
' jangan pikir kamu bisa mengalahkan aku, kamu hanya anak kemarin sore yang masih bau kencur.' sinis pria paruh baya itu didalam hati.
" Pak Rio apakah masih ada hal yang anda ingin katakan lagi untuk membela diri, jika anda memang tidak bersalah dan sudah memberikan gaji kepada mereka pasti ada buktinya kan" tanya Rani saat melihat mandor Rio malah bungkam ditempatnya dengan tatapan tajamnya menghunus Doni.
" Benar Bu, saya akan menunjukkan bukti bahwa saya tidak bersalah" sahut pria paruh baya itu licik, ya berbicara tanpa bukti itu mustahil bagi orang untuk mempercayai kita tapi jika ada bukti maka tidak ada seorangpun yang tidak akan mempercayainya.
Dengan percaya diri, Rio mengambil tas yang selalu dibawanya, didalam tas itu tersimpan Banyak data-data penting termasuk data para kuli bangunan dan gaji mereka tiap bulan beserta tanda tangan sebagai bukti bahwa mereka telah menerimanya.
" Ini Bu, didalam sini ada data para pekerja dan bukti transfer gaji mereka telah saya rangkum" sambil menyerahkan data para kuli yang telah mendapatkan gaji dan disana terlihat jelas mereka juga sudah tandatangan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next Sampai sini dulu ya gays π₯°π
Jangan lupa Like dan Votenya βΊοΈππ
__ADS_1