
" Neul Kamu kenapa Memikirkan dia" mendengar ucapan Zek Neul beralih memandang Zek
" Tidak bang Aku Rindu dengan ayah ibu " Neul k3mbali terlihat sendu Zek yang melihat perubahan di wajah Neul pun langsung Pergi
" Ayok Kita tengok ayah ibu " Ucap Zek Sontak membuat wajah Murung Neul ceria seketika Tapi tak berangsur lama Wajah Neul kembali sendu teringat semua surat ada di rumah Chen
" Kamu mikirin apa mikirin ini" sambil memberikan Amplop Berwarna Coklat Zek duduk di sebelah Neul
" abang Dapet dari mana " Ucap Neul yang terkejut melihat isi Dalam amplop itu langsung berhambur kepelukan Zek
" Abang Ko bisa Terima kasih bang Abang memang selalu bisa buat ku tersenyum " Zek yang terkejut atas reaksi Neul pun langsung membalas pelukan Neul Nenek yang melihat dari kejauhan Tersenyum bahagia Karna melihat sang Cucu tersenyum Yang bahkan Nenek nya pun tak ingat terakhir Zek sebahagia ini ketika Ibunya meninggal
"Dasar nih Anak " Gumam Zek saat Melihat Neul yang menggodanya
Sesampainya di Amerika Neul langsung Memeluk sang ayah
" Ini siapa Nak wah pasti Calon mantu Ayah yah" Ucap sang ayah Lee Mendengar kata yang terlontar dari mulut sang ayah membuat Neul dan Zek saling berpandangan bingung
" Yah ini tuh " Ucapan menggantung dari Neul yang terkejut akan lengan yang melingkari bahunya
__ADS_1
" Ya Om saya Zek Calon mantu Om " ucap Zek sontak membuat Neul membulat kan matanya menatap bingung Zek
" Andai kamu tahu hati ini sudah tersentuh oleh mu maaf kan aku yang memanfaatkan keadaan ini" Batin Zek
mereka pun berbincang Canda tawa mengiringi pembicaraan mereka dan Orang tua Neul pun setuju dengan Pertunangan Zek dan Neul seminggu kedepan
Neul dibuat semakin bingung dengan keadaan "Bang kenapa abang bilang gitu " ucap Neul dengan nada kesalnya
" Apa kamu ga lihat ayah tadi senang melihat kita berdua datang apa kamu mau membuat ayah mu terluka hmmm " Jelas Zek
" Tapi gimana masalah Tunangan nya Kita kan ga saling suka bang " Tutur Neul membuat Zek memeluk Neul
"Kamu dengar " Zek mengarahkan kepala Neul ke dada nya terdengar jelas detak jantung Zek yang seperti berlari maraton sontak membuat wajah Neul merah merona di buat nya "Masih harus abang jelas kan"Lanjut zek melepaskan pelukannya
" Abang bakal tunggu kamu Abang bakal sabar untuk mu" Ucap Zek sontak membuat Neul terenyuh akan sikap yang di berikan Zek teringat saat berada Di Shanghai semua perlakuan Zek sangat lembut membuat Neul mengangguk menerima rasa Zek sontak membuat Zek menarik tangan Neul dan memeluknya erat " Terimakasih sayang "
Kakek Nenek dan Orang tua Neul terlihat bahagia melihat anak dan cucu semata wayang nya bahagia
acara Pertunangan pun di langsungkan hanya private cuman mengundang kerabat keluarga dari Neul dan Nenek Susu
saat mendengar kabar sang cucu Nenek Susu sangat bahagia . Acara berlangsung dengan bahagia semua tamu turut Berbahagia
__ADS_1
Beberapa bulan berlalu setelah pertunangan antara Zek Neul kembali ke Shanghai mereka melakukan Aktifitas seperti biasa Neul sangat bahagia sekarang Perasaan pun sudah Mulai tumbuh dan melupakan semua tentang Chen
Hari berganti Neul hendak mengantar pesanan bunga di Pusat kota setelah mengirim Bunga Neul mampir ke toko Untuk membeli peralatan nya seperti make up dan baju berjalan di mall
Neul tersentak ketika sebuah tangan menghentikan Neul Menarik nya menuju sebuah Mobil yah tangan itu Tangan Chen
" Neul Kamu kemana saja Aku mencari kamu setengah tahun ini " Ucap Chen pandangan Neul berubah menjadi Tajam saat Melihat Chen " Dan ini Apa Cincin Apa ini kemana Cincin yang aku berikan padamu " tuturnya sambil melihatkan tangan Neul yang telang melingkar Cincin pergunangan nya
" Maf Chen Aku bukan Neul mu yang dulu dan soal cincin Sudah aku buang saat Kamu meninggalkanku waktu itu dan soal Cincin Di jari ku ini Bahwa aku sudah memiliki tunangan Jadi Jangan pernah mencariku lagi " Ucap Beul dengan sinis walau pun dihatinya sekarang Sakit tapi Neul mampu menyembunyikan rasa sakitnya
" Sayang Kamu kemana Aja Aku mencari kamu di dalam kamu malah disini" Ucap Zek menyadar kan Neul dan menghempas Kan Tangan Chen berlari memeluk Chen
Bagai tersambar petir Chen mendengar ucapan Neul dan tersentak saat mendengar ucapan Zek lantas membalikan badan melihat Neul yang sedang memeluk Zek
" Dia sapa Sayang " tanya Zek
" Dia Kakanya sahabat Aku ketemu tadi dan ngobrol sebentar " Tutur Neul " Yuk pulang kasihan nenek sendirian dan aku juga laper pengen makan makanan nenek" ucap Neul
Neul dan Zek Pergi meninggalkan Chen Yang mematung di tempat " Aku ga akan rela lepasin kamu Neul " Batin Chen sifat Chen berubah menjadi lebih Dingin
" Tolong cari tahu tentang Tunangan Neul namanya Zek saya tunggu secepatnya " Chen yang matikan Telepon
__ADS_1
Hati Chen terasa Sakit dan ia pun tahu semua Ini kesalahan nya tapi Chen telah buta akan perasaan nya