
Veon yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, sudah bersiap-siap untuk menemui Bella di rumah pribadinya. Dia sudah berjanji kepada wanita itu untuk menemuinya saat jam makan siang.
Veon tidak ingin Bella mendatangi kantornya lagi jika dirinya tidak datang menemuinya. Selain itu ada hal yang ingin dia katakan kepada wanita itu. Pria itu meminta asisten pribadinya untuk mengantarnya ke rumah itu.
Setelah sampai di rumah itu, Veon menyuruh Zaki untuk menunggu di dalam mobil, sedangkan dirinya masuk ke dalam rumahnya.
Bella menyambut kedatangan Veon dengan pelukan hangatnya, “aku sangat merindukan kamu,” ucapnya.
Veon melepaskan pelukan Bella, “jangan seperti ini,” ucapnya.
“Tapi kenapa? Apa aku tidak boleh memeluk pacar aku sendiri?” tanya Bella dengan mengernyitkan dahinya.
Veon mengajak Bella untuk duduk di sofa, “diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, hubungan kita sudah berakhir saat kamu memutuskan untuk pergi meninggalkan aku,” ucapnya.
Bella menggelengkan kepalanya, “aku tidak akan pernah melepaskan kamu, aku masih sangat mencintai kamu, dan kali ini aku kembali lagi kesini karena aku ingin menagih janji kamu. Sekarang aku sudah siap untuk menikah denganmu,” ucapnya sambil merangkul lengan Veon.
Veon menyingkirkan tangan Bella dari lengannya, “janji itu sudah tidak berlaku lagi, karena ada satu hal yang harus kamu ketahui tentang aku,” ucapnya.
“Apa itu? Jangan bilang kamu sudah...”
Veon menganggukkan kepalanya, “aku sudah menikah, aku bahagia dengan pernikahan aku ini, jadi aku harap kamu akan mengerti dengan kondisi kita sekarang,” ucapnya.
Bella mengepalkan kedua tangannya, dia tidak terima dirinya dicampakkan begitu saja. Dia tidak akan pernah rela untuk melepaskan Veon, “siapa wanita itu, apa aku mengenalnya?” tanyanya geram.
“Kamu tidak perlu tau siapa dia, jangan pernah kamu mengganggunya, karena dia tidak salah apa-apa,” ucap Veon penuh dengan penekanan.
Veon tau bagaimana sifat Bella. Dia tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Pria itu juga tidak ingin istrinya dalam bahaya, sebab itu dia tidak ingin memberitahu Bella identitas istrinya.
“Kenapa kamu tega sama aku, bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku? Kamu jahat!” Bella memukul dada bidang Veon berkali-kali, “selama ini aku masih tetap mencintai kamu, karena aku ingin menepati janjiku padamu, tapi sekarang malah kamu yang ingkar janji,” ucapnya di sela isak tangisnya.
Veon menggenggam kedua tangan Bella, “maafkan aku, waktu itu sangat mendesak, Papa menyuruh aku untuk segera menikah, jadi aku juga tidak bisa menunggu kamu, yang bahkan sudah lama tidak ada kabar,” ucapnya.
Bella membulatkan kedua matanya, “apa kamu di jodohkan? Apa kamu terpaksa menikah dengannya?” tanyanya terkejut.
“Aku tidak dijodohkan, wanita yang menjadi istri aku sekarang adalah pilihan aku sendiri.”
__ADS_1
“Aku tidak akan pernah melepaskan kamu, tidak!” seru Bella keras.
"Tapi itu yang terbaik untuk kita sekarang, selama kamu berada di Jakarta, kamu boleh tinggal di rumah ini."
***
Kania sejak pagi memang sudah curiga dengan gelagak Veon yang menolak bekal makan siang darinya. Karena biasanya Veon tidak akan makan makanan lain selain bekal makan siangnya. Kania yang merasa curiga pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor Veon.
Tapi sayang, sesampainya di kantor, dia sama sekali tidak menemukan suaminya dan juga Zaki di dalam ruangannya. Dia bertanya kepada sekretaris Veon, tapi wanita itu juga tidak tau kemana Bos nya itu pergi.
“Apa aku cek di rumah pribadi Veon ya, siapa tau mereka ada disana.”
Kania lalu masuk ke dalam taksi, dan meminta supir taksi untuk mengantarkannya ke rumah yang dulu pernah dia tempati bersama dengan Veon. Sesampainya di rumah itu, Kania melihat mobil Veon terparkir di halaman rumahnya itu.
“Jadi dia benar-benar ada disini.” Kania lalu keluar dari taksi itu saat melihat Zaki keluar dari mobil itu, dia lalu melangkahkan kakinya masuk ke halaman rumah itu dan mendekati Zaki.
Zaki sangat terkejut saat melihat Kania berada di rumah itu, “Kania, sedang apa kamu disini?” tanyanya terkejut.
Zaki menganggukkan kepalanya, “sementara Tuan Veon menyuruh Bella untuk tinggal disini,” ucapnya.
Kania menundukkan wajahnya, “Zak, apa mereka akan kembali bersama?” tanyanya.
Zaki terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa, karena dia juga tidak tau perasaan Veon terhadap Bella.
“Kenapa kamu diam, Zak? Katakan saja, aku sudah siap menerima semua kenyataan itu,” ucap Kania dengan menampakkan senyum palsunya.
Zaki menghela nafas panjang, “aku juga tidak tahu, lebih baik kamu tidak usah terlalu memikirkan semua itu, karena aku yakin Tuan Veon tidak akan pernah meninggalkan kamu,” ucapnya.
“Darimana kamu bisa seyakin itu, bukankah kamu tau pernikahan aku dengannya hanyalah palsu? Dia terpaksa menikah denganku, dia juga tidak mencintai aku. Sekarang wanita yang sangat dia cintai sudah kembali, aku yakin, dia akan segera menikahi Bella, karena dia sudah berjanji padanya.”
“Kania...”
Kania tersenyum, “kamu tidak usah khawatir, aku baik-baik saja. Aku sudah tau jika semua ini akan segera datang, waktu dimana Veon akan mengakhiri pernikahan ini dan kembali bersama dengan Bella. Seharusnya aku bahagia, karena ini yang aku inginkan, terlepas dari ikatan pernikahan palsu ini, dan hidup bebas.” Wanita itu menundukkan wajahnya, “tapi aku juga tidak menyangka, aku akan jatuh cinta pada pria berhati dingin itu. Apa aku akan sanggup untuk melepaskannya suatu hari nanti?” tanyanya kemudian.
__ADS_1
“Kania, jika kamu benar-benar mencintai Tuan Veon, maka perjuangkanlah, karena yang lebih berhak atas diri Tuan Veon itu kamu, bukan Bella.”
Kania menggelengkan kepalanya, “aku tidak akan sanggup jika harus berjuang sendirian, sedangkan hatinya bukan untuk aku, tapi untuk Bella,” ucapnya.
Apa yang dikatakan Kania itu semuanya benar, Zaki juga tidak akan memungkiri itu, karena Veon sendiri yang mengatakan padanya jika dia sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa untuk Kania. Tapi Zaki bisa melihat ada cinta untuk Kania di kedua mata Veon, hanya saja Veon belum menyadarinya.
Kania mengusap kedua sudut matanya yang sudah di penuhi air mata, “jangan katakan padanya kalau aku kemari, aku tidak ingin dia tau kalau aku sudah mengetahui semuanya,” ucapnya.
“Tapi kenapa? Bukankah lebih baik Tuan Veon tau kalau kamu sudah mengetahui semuanya. Dengan begitu dia bisa mengatakan semuanya padamu, dan kamu bisa mengetahui perasaan dia yang sebenarnya.”
Kania menggelengkan kepalanya, “aku akan tetap menunggu sampai dia mau berkata jujur padaku. Aku tidak ingin memaksanya untuk menceritakan semuanya,” ucapnya.
“Tapi, jika kamu tetap seperti ini, maka hati kamu akan semakin terluka.”
Kania menepiskan senyumannya, “saat aku menyadari perasaan ini, aku sudah siap untuk terluka. Aku juga tidak mengharapkan dia akan membalas perasaan aku ini, karena sejak awal hubungan diantara kita sudah salah,” ucapnya.
“Apa kamu benar-benar rela jika Tuan Veon mengakhiri hubungan kalian? Padahal kalian sudah...”
“Aku sudah siap untuk itu, soal apa yang sudah aku dan dia lakukan, aku tidak akan pernah menyesalinya, karena aku melakukan itu sebagai kewajiban seorang istri. Dan juga karena aku mencintainya.” Kania lalu melangkahkan kakinya keluar dari halaman rumah itu.
Zaki hanya menghela nafas, dia sebenarnya tidak tega melihat Kania seperti itu, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, dia juga tidak bisa memaksa Veon untuk mencintai Kania. Apalagi cinta itu datang dengan sendirinya, bukan karena paksaan dari siapapun.
Dalam perjalan pulang menuju rumah, Kania tidak henti-hentinya menangis, hingga membuat sang supir taksi mengernyitkan dahinya melihat kondisi Kania.
“Nona, jika anda terus menerus menangis, maka orang akan mengira saya sudah menganiaya anda,” ucap supir taksi itu.
Kania hanya diam, dia terus menatap keluar jendela sambil menahan isak tangisnya agar tidak semakin pecah.
“Apa anda di putus sama pacar anda, hingga anda menangis seperti ini?” tanya supir taksi itu.
“Lebih baik anda fokus kedepan, saya tidak ingin sampai terjadi apa-apa nantinya. Dan anda juga tidak berhak tau apa masalah saya.” Kania berucap dengan nada dingin.
“Maafkan saya, Nona,” ucap supir taksi itu.
~oOo~
__ADS_1