Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Aku ada dimana


__ADS_3

Waktu yang sudah mau pagi itu, mereka habiskan untuk menyusun rencana dan strategi apa yang harus dilakukan untuk melawan musuh Raka kali ini, karena banyak musuh diluar sana yang terus berusaha mencari celah untuk menumbangkan kekuasaannya sebagai pengusaha no satu yang sukses.


***


" Des, bangun udah siang nih!aku juga harus berangkat kerja, bukankah kamu hari ini juga kembali bekerja" seru Gita berusaha membangunkan sahabatnya yang masih terlelap itu.


Mendengar suara seseorang menyapa gendang telinganya, membuat Desi perlahan mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah jendela kamar menyilaukan mata.


Saat kesadarannya sudah benar-benar terkumpul Desi pun terkejut mendapati dirinya berada disebuah kamar yang berbeda dengan kamar miliknya, kamarnya begitu luas sedangkan kamar yang sedang ia tempati terkesan sederhana dan tidak terlalu luas mungkin seukuran kamar mandinya.pikir Desi


" Aku ada dimana" gumamnya yang masih bisa didengar oleh Gita


" Kamu ada dirumah ku" sahut Gita


Desi yang mendengar suara seseorang begitu familiar menjawab pertanyaannya, dengan segera mengedarkan pandangannya ke arah wanita cantik yang sudah terlihat rapi dengan pakaian kerjanya, Membuat Desi sadar jika semalaman ia tidak pulang kerumahnya melainkan ketempat sahabatnya itu.


" Loh udah rapi aja mau kemana? " Tanya Desi karena menurutnya ini masih terlalu pagi.


" Gue mau kerja lah,loh nggak lihat gue udah pake baju kerja rapi gini! Pake nanya lagi" sungut wanita cantik itu, pasalnya ia harus berangkat telat hari ini karena Desi yang sangat susah dibangunin.


" Ya jawabnya nggak usah kesal gitu dong" sahut Desi tanpa merasa bersalah


" Bagaimana gue nggak kesal,loh dibangunin susah banget! Sebenarnya loh itu tidur apa mati" balas Gita masih dengan raut kesal


Yang disambut gelak tawa Desi, karena ia memang seperti itu jika menginap dirumah Gita mereka akan mengobrol sampai lupa waktu hingga jam 03.00 baru ia akan tidur dan akibatnya ia juga akan bangun kesiangan.tapi semalam bukan karena mengobrol terlalu banyak dengan sahabatnya itu hingga ia telat bangun tapi karena terlalu banyak kejutan yang harus ia dapat semalam dari sang suami yang membuat Desi lelah fisik dan batin.mengingat hal itu raut wajah Desi kembali murung dan hal itu dapat dilihat oleh Gita sahabatnya.


" Hah, Des sudahlah jangan sedih lagi! Bukankah kamu bilang akan kembali menjadi diri kamu lagi. Aku yakin kamu pasti bisa jangan biarkan wanita itu merasa menang karena kamu hanya pasrah melihatnya bersama suamimu, rebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikmu dari awal" ujar Gita setelah menyemangati agar Desi tidak berkecil hati lagi.


Desi yang mendengar perkataan sahabatnya itu pun mendokakan kepalanya, dan menyambut ucapan sahabatnya itu dengan senyum manis dibibirnya, seperti mengatakan bahwa ia sudah baik-baik saja.


" gitu dong senyum, nah sekarang kamu siap-siap bukankah hari ini kamu masuk kerja lagi" ucapnya lagi, yang membuat Desi langsung menatap sahabatnya itu.


" Inikan masih pagi git" Sahutnya


" Pagi apanya,lihat jam berapa sekarang" balas Gita kembali ke mode kesal.


Desi pun menuruti perkataan sahabatnya itu,ia mengedarkan pandangannya ke arah jam didinding kamar Gita dan matanya langsung membulat sempurna saat melihat jam telah menunjukkan pukul 08.10 membuat Desi Langsung berdiri dari tempat tidur dengan panik


" Ya ampun Gita, kamu kenapa nggak bangunin aku sih! Mati deh pasti aku akan dapat SP satu, mana hari ini ada meeting penting lagi! Pasti sih Kevin akan ngomel-ngomel lagi panjang lebar" ujar Desi heboh sendiri yang membuat Gita geleng kepala melihat tingkah laku sahabat baiknya itu.


Walaupun ia bekerja di kantor milik ayahnya tapi itu tidak membuat Desi menjadi sombong dan seenaknya dalam bekerja, ia selalu datang tepat waktu kekantor karena tidak ingin ada kelakuannya yang tidak baik dicontoh oleh karyawan lain. Bagaimana pun ia adalah putri dari pemilik perusahaan tersebut, itulah mengapa Desi Sangat mengedepankan kedisiplinan.


***


Sedangkan ditempat lain

__ADS_1


Raka baru saja tiba dirumah pagi ini, ia sengaja tidak pulang semalam karena belum siap bertemu dengan istri pertamanya itu! Raka juga bingung harus menjelaskan bagaimana pada Desi karena untuk saat ini ia belum bisa mengatakan yang sebenarnya. Itulah mengapa ia baru pulang pagi ini berharap Desi tidak ingat kejadian semalam.


Didepan rumah sudah berdiri Jessi yang terlihat tersenyum manis menyambut kedatangannya,tapi ia tidak melihat keberadaan istri pertamanya! Mungkin masih ada dikamarnya. Pikir Raka.


" Sayang kenapa kamu baru pulang, kamu semalam ada dimana" tanya Jessi berjalan sambil menggandeng tangan Raka yang hanya diam tapi juga tidak menolak


" Sayang kenapa kamu baru pulang, kamu semalam ada dimana" tanya Jessi berjalan sambil menggandeng tangan Raka yang hanya diam tapi juga tidak menolak


" Aku ada pekerjaan yang tidak bisa aku tunda, jadi aku kerjakan semalam" jawabnya dengan nada berat


" Oh gitu"balas Jessi tersenyum bahagia,ia merasa Raka mulai kembali membuka hati untuknya terbukti dari raka yang membalas ucapannya dan tidak menolak saat Jessi menyentuhnya.


Mereka berdua berjalan masuk dan sampai diruang tamu, terlihat nyonya Maria Duduk disalah satu kursi diruangan itu, tersenyum kearah keduanya yang sepertinya sudah mulai dekat.


"Raka kamu baru pulang nak" tanya Maria lembut


" Ia ma" jawabnya sambil mencium punggung tangan ibunya." Desi ada dimana ma"tanya Raka setelah duduk disalah satu sofa singel diruang tamu itu, karena ia tidak melihat keberadaan istri pertamanya.


"Mama nggak tahu, mungkin masih dikamarnya" ujar nyonya Maria ketus


Raka hanya menghela nafas panjang melihat raut tak suka dari ibunya, ketika ia menanyakan keberadaan Desi, hubungan keduanya memang sudah kembali membaik karena permintaan Desi yang tidak ingin Raka bersikap kasar atau tidak sopan pada ibunya. Membuat Raka pun menyanggupi permintaan wanita yang dicintainya itu.


"Kalau gitu aku naik keatas dulu ma, mau bersihin badan, karena harus kekantor lagi banyak kerjaan yang harus aku kerjakan" ucap Raka


Maria mengangguki perkataan putranya itu.


" Tapi diatas kan ada Desi ma" balasnya


" Siapa bilang"


" Loh bukannya mama tadi bilang Desi masih dikamarnya"


"Mama cuman bilang mungkin? karena sebenarnya Desi belum pulang setelah pergi semalam" saut Maria tersenyum licik


Ia ingin melihat bagaimana reaksi putranya saat sampai kekamar dan tidak mendapati istrinya itu.


Sedangkan Jessica yang mendengar perkataan ibu mertuanya menyambut dengan antusias dan Langsung menyusul Raka kelantai atas.


***


Setelah sampai di pintu kamarnya Raka perlahan membuka pintu kamar itu hati-hati, ia lalu masuk kedalam mengedarkan pandangannya mencari keberadaan seseorang tapi tidak ia temui tempat tidur terlihat sudah rapi seperti tidak ditempati oleh seorang pun semalam,Raka lalu mencari kekamar mandi tapi hasilnya nihil ia tidak menemukan keberadaan wanita yang sangat dicintainya itu.


" Sayang, kamu dimana"


Teriaknya tapi tidak mendapatkan sahutan dari wanita yang dicarinya, kamar itu terasa sangat sunyi karena biasanya saat ia pulang pasti suara cerewet istrinya itu menghiasi kamar mereka.

__ADS_1


Kamu udah pulang mas


Cepat mandi, aku udah siapin air hangat buat kamu


Mas ayo kita turun kebawah,aku udah siapin makanan buat kamu


Itulah kalimat yang terus diucapkan oleh istrinya ketika ia baru pulang,tapi Raka tidak merasa terganggu atau marah ia justru sangat bahagia mendapatkan perhatian penuh dari sang istri! Tapi hari ini ia tidak mendengar suara itu lagi entah kemana sih pemilik suara cerewet dan suka perintah itu, sungguh Raka Sangat merindukannya dan menghawatirkan keadaan istrinya.


Raka yang tidak mendapati dimanapun keberadaan Desi didalam ruangan kamar itu,menjadi panik kemana Desi kenapa tidak ada dikamarnya.


Dengan segera Raka mengeluarkan ponsel didalam saku celananya,ia mendial no hp milik istrinya berharap Desi akan menjawab panggilan telepon darinya, tapi setelah 10 kali mencoba yang menjawab telponnya malah suara operator yang menandakan bahwa ponsel milik Desi dinonaktifkan.


" Sayang kamu kemana sih" desah khawatir itu nampak jelas diwajah tampan raka.ia kemudian kembali mendial kontak seseorang yang tidak lain adalah asistennya, ia ingin menanyakan keberadaan Desi karena ia ingat betul pernah menyuruh thom menempatkan pengawal khusus black devil untuk mengawal istirnya dengan menyamar sebagai sopir pribadi milik keluarga BRAMANTYO.sehingga Desi tidak akan curiga! Bukan tanpa alasan Raka mengambil anggota black devil untuk mengawal istirnya ia melakukan itu karena Raka tahu banyak bahaya yang selalu mengitarinya bukan hanya dirinya tapi seluruh anggota keluarganya yang juga dijadikan kelemahannya oleh pihak musuh. Jadi Raka berusaha untuk tidak lengah dengan menempatkan pengawal terlatih dan terbaik black devil untuk menjaga Desi.


Saat Raka hendak menekan no telpon milik thom,tidak jadi saat mendengar suara pintu terbuka dari luar oleh seseorang, yang ternyata adalah Jessi istri keduanya. Membuat Raka mengurungkan niatnya untuk menghubungi thom, ia akan menanyakan langsung pada asistennya itu setelah nanti mereka berada di mobil.pikirnya


Ceklek


"Sayang" sahut seorang wanita cantik yang berpakaian seksi berjalan kearahnya dengan berlenggak lenggok.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next Sampai sini dulu ya gays 🄰😌


Jangan lupa Like dan Votenya šŸ„°šŸ˜šŸ™šŸ˜˜

__ADS_1


Salam manis dari Author šŸ˜˜šŸ˜€


__ADS_2