Cinta Yang Menyakitkan

Cinta Yang Menyakitkan
Gugatan cerai


__ADS_3

“Maaf, lama.” Alex lalu menarik salah satu kursi yang berada di depan Betrand, “sayang, duduklah.” Chelsea pun mendudukan tubuhnya di kursi itu.


“Aku kira kamu akan datang sendirian, kenapa kamu mengajak Chelsea? kamu tahu kan Chelsea benci sama aku?” Betrand terkejut saat melihat Alex ternyata tidak datang sendirian, melainkan bersama dengan Chelsea.


Alex mendudukkan tubuhnya di kursi sebelah Chelsea, “kamu tidak perlu cemas, aku sudah menceritakan semuanya kepada Chelsea, dia mau membantu kamu, dia akan berusaha untuk membujuk Vika agar mau balik lagi sama kamu.”


“Beneran itu, Chel? Kamu mau membantuku untuk membujuk Vika?” tanya Betrand yang masih tidak percaya.


“Bahas itu nanti saja, sekarang aku mau makan dulu, lapar.” Chelsea lalu memanggil pelayan.


Alex hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, akhir-akhir ini Chelsea memang mudah sekali lapar, “sayang, bukannya tadi kamu sudah makan di rumah Mama?”


“Iya, tapi aku masih lapar, apalagi restoran ini kan restoran favorit aku, banyak makanan yang aku sukai di restoran ini.” Chelsea pun mulai memesan makanan dan minuman kesukaannya, sedangkan Alex hanya memesan minuman, “Lex, beneran kamu tidak pesan makanan?” Alex pun menggelengkan kepalanya.


“Em...kalau begitu itu saja, jangan pakai lama ya.” Pelayan restoran itu pun menganggukkan kepalanya, setelah itu dia membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi.


“Chel, apa alasan kamu mau membantuku?” Betrand masih sangat penasaran dengan perubahan sikap Chelsea. Chelsea awalnya memang sangat membenci Betrand karena telah membuat sahabatnya sakit hati, setelah apa yang selama ini sahabatnya itu lakukan untuk Betrand.


“Aku akan mulai membantumu jika kamu memang benar-benar sudah bercerai dengan istri kamu itu. tapi...jika kamu belum juga bercerai, maka aku tidak akan pernah membantu kamu, aku tidak mau sahabat aku itu sampai dicap sebagai pelakor!” Chelsea berbicara sambil menggerakan jari telunjuknya ke arah Betrand.


Betrand tersenyum, “kamu tenang saja, aku sudah mengajukan gugatan cerai di pengadilan.”


“Apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?”


“Apa itu?” tanya Betrand penasaran.


Alex ikut menyimak pembicaraan antara Chelsea dan juga Betrand, dia belum bisa memberi komentar atau pun pendapat untuk masalah sahabatnya itu.


“Apa selama kamu menikah dengan wanita pilihan orang tuamu itu, kamu pernah menyentuhnya? Em...maksud aku kalian pernah melakukan hubungan suami istri?” tanya Chelsea sambil menatap Betrand dengan sangat serius.

__ADS_1


Alex sama terkejutnya dengan Betrand, kenapa Chelsea malah menanyakan hal seperti itu. Jika mereka sudah menjadi suami istri, tentu saja mereka juga pasti sudah melakukan hubungan itu, meskipun mereka tidak saling mencintai. itu sudah seperti suatu kebutuhan untuk seorang pria normal, kecuali Betrand memang bisa menahan diri untuk tidak menyentuh istrinya itu.


“Kenapa kamu diam?” tanya Chelsea lagi saat tidak ada satu patah kata pun keluar dari mulut Betrand.


“Sayang, untuk apa kamu bertanya seperti itu? kamu pasti juga sudah tahu, mereka pasti sudah melakukan itu, mereka kan sudah menikah, dan tidak ada larangan untuk melakukan hubungan suami istri.” Alex masih belum tahu maksud Chelsea menanyakan itu kepada Betrand.


“Tapi, bukankah Betrand tidak mencintai wanita itu, bagaimana dia bisa melakukan itu? Jika ternyata istrinya itu masih perawan, bukankah itu sama artinya Betrand mempermainkan wanita itu jika sampai mereka bercerai?” Chelsea masih bersikukuh dengan pemikirannya, bagaimanapun dia juga seorang wanita, pasti rasanya akan sangat sakit jika kita harus kehilangan orang yang kita sayangi, “kamu tidak tahu, apa istri kamu itu benar-benar mencintaimu atau tidak kan?” tanyanya kemudian.


“Betrand, apa yang dikatakan Chelsea benar, kamu tidak tahu kan, apa istri kamu itu sudah mulai mencintaimu atau belum? Kalian kan menikah sudah hampir satu tahun, dan tidak mungkin juga kan kamu belum pernah menyentuh istri kamu itu?” Alex bukannya membela Chelsea, tapi apa yang dikatakan Chelsea memang benar, jika ternyata wanita itu sudah mulai mencintai sahabatnya, itu berarti sahabatnya itu sudah melukai hati dua wanita sekaligus.


“Dia tidak mungkin mencintaiku.” Betrand mulai membuka suara, “karena sejak awal pernikahan kami, aku sudah pernah mengatakan padanya, aku menerima perjodohan itu karena terpaksa, dan aku masih sangat mencintai Vika.”


Chelsea membulatkan kedua matanya, “apa? kamu tega berkata seperti itu di depan istri kamu, itu pun di hari pernikahanmu?”


“Memangnya kenapa? lalu apa bedanya aku sama kamu? Kamu juga memperlakukan Alex seperti itu, itu pun aku lihat masih berlaku sampai sekarang,” sindir Betrand.


Mulut Chelsea terkunci, dia tidak bisa membantah apa yang Betrand katakan, itu semua memang benar. Bahkan itu lebih jahat dari yang Betrand lakukan, karena sampai sekarang dia belum bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.


“Terserah kalian mau menilai aku seperti apa, tapi keputusanku sudah bulat, aku akan menceraikan dia. Sekarang aku tinggal menunggu keputusan dia untuk menandatangani surat perceraian itu.”


“Kalau ternyata istri kamu sama sekali tidak mau menandatangani surat perceraian itu, lalu apa yang akan kamu lakukan?” tanya Chelsea dengan nada serius.


“Aku akan tetap meninggalkannya, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan Vika, aku akan melakukan apapun agar Vika mau kembali lagi padaku.”


“Jika kamu berpikiran seperti itu, itu berarti kamu ingin menjadikan Vika istri kedua kamu?” Chelsea mengernyitkan dahinya tidak percaya.


Pelayan datang sambil membawa pesanan Chelsea dan Alex. Pembicaraan mereka terjeda beberapa saat. Setelah menatap makanan dan minuman itu ke atas meja, pelayan itu lalu pamit undur diri.


“Jika itu harus, kenapa tidak, tapi aku akan pastikan hanya Vika yang akan aku anggap sebagai istri aku. Aku tidak akan pernah menganggap wanita itu sebagai istriku lagi, karena bagiku hanya Vika yang berhak untuk itu.”

__ADS_1


“Betrand, tapi jika kamu melakukan itu, sama saja kamu menyakiti Vika, karena dia juga seorang wanita, dan dia tidak akan pernah mau kamu jadikan istri yang kedua.” Alex lalu mengambil secangkir kopi yang tadi dia pesan, lalu mulai meneguknya secara perlahan, “kalau pikiranmu seperti itu, bagaimana bisa aku dan Chelsea membantu kamu untuk membujuk Vika?” pria itu lalu meletakkan kembali cangkir itu ke atas meja.


“Aku tidak setuju kalau Vika kamu jadikan istri yang kedua, lebih baik kamu selesaikan dulu permasalahan kamu dengan istri kamu itu, baru aku bisa membantumu.” Chelsea yang sudah merasa sangat lapar, dia lalu mulai menyantap makanan yang berada di atas meja, “sayang, kamu mau tidak?” tawarnya sambil menyodorkan satu suapan ke mulut Alex.


Alex hanya diam, dia bukannya tidak mau, tapi dia terkejut saat Chelsea memanggilnya sayang, “sayang, tadi kamu panggil aku apa?” tanyanya memastikan.


“Ayo buka mulut kamu, tangan aku sudah mulai pegal ini.” Chelsea menyadari dengan apa yang tadi dia katakan, dia merasa malu, bahkan saat ini kedua pipinya sudah mulai merona.


Alex hanya tersenyum melihat Chelsea yang mulai tersipu malu, dia pun tidak ingin membuat tangan istrinya menggantung lebih lama lagi. Pria itu pun akhirnya membuka mulutnya dan menerima satu suapan dari tangan Chelsea.


“Aku mau tanya sama kalian, bukankah jika kita sudah mengucapkan talak kepada istri kita sebanyak 3 kali, itu sama artinya kita sudah bercerai menurut syariat agama?”


Alex dan Chelsea menganggukkan kepala secara bersamaan, “berarti itu artinya aku sudah bukan suami dia lagi menurut syariat agama, karena aku bahkan sudah mengucapkan talak padanya tiga kali sebelum aku keluar dari rumah itu,” ucap Betrand dengan senyuman di wajahnya.


“Serius kamu!” tanya Chelsea dengan kedua mata yang membulat.


Betrand menganggukkan kepalanya, “maka dari itu aku mengajukan perceraian ke pengadilan. Aku juga ingin lepas dari dia secara hukum.”


Chelsea tersenyum, “kalau seperti itu masalahnya, wanita itu juga tidak akan bisa menolak pengajuan cerai kamu, karena kalian sudah tidak mungkin bisa bersama lagi, tapi...lebih baik kamu jangan mendekati Vika dulu, sebelum kamu benar-benar sudah cerai dengan istri kamu. Aku hanya takut, istri kamu akan menuduh Vika sebagai penyebab retaknya rumah tangga kalian, karena disini Vika sama sekali tidak tahu menahu soal masalah kalian.”


Chelsea lalu mengambil gelas minumannya dan mulai meneguknya, “aku akan berusaha untuk membujuk Vika, jika kamu memang serius ingin kembali lagi bersama dengan Vika, tapi aku tidak bisa menjanjikan apa-apa, karena semua keputusan ada di tangan Vika.” Wanita itu lalu meletakkan kembali gelas minuman itu ke atas meja.


Betrand menganggukkan kepalanya, “terima kasih, jika kamu tidak berhasil membujuk Vika, maka aku tidak akan pernah menyerah untuk bisa mendapatkan dia kembali.”


“Aku akan selalu mendukungmu. Aku ingin kita bisa berkumpul seperti dulu lagi,” ucap Alex dengan senyuman di wajahnya.


~oOo~


 

__ADS_1


 


__ADS_2