
"Dan kabar buruknya.......seharusnya hal ini tidak terjadi, apa lagi beliau sedang mengandung tapi Alhamdulillah janinnya masih dapat kami selamatkan mungkin saat jatuh dari tangga nyonya Jessi melindungi bagian perutnya sehingga tidak terjadi benturan yang bisa mengakibatkan janin itu keguguran." terang dokter itu membuat mereka semua bak disambar petir disiang bolong.
" Apa dok menantu saya sedang mengandung?" Tanya nyonya Maria memperjelas ia merasa mungkin ia salah mendengar
" Ia Bu, saya sarankan agar semua keluarga terutama suaminya untuk menjaga lebih baik lagi, agar kejadian ini tidak terjadi lagi, pasti kan nyonya Jessi tidak stres dan banyak melakukan pekerjaan berat karena itu bisa mempengaruhi perkembangan janin yang dikandungnya" terang dokter itu
Membuat Maria begitu bahagia karena apa yang ia impikan agar segera kenyataan, dengan bahagia ia memeluk putranya Raka.
" Nak kamu dengar itu, kamu akan menjadi seorang ayah dan mama akan menjadi nenek" ucap wanita paruh baya itu bahagia
Sedangkan Desi tidak dapat berucap apapun, di satu sisi ia bahagia mendengar Jessi baik-baik saja tapi disisi lain ia merasa terguncang mendengar kehamilan madunya itu. Sungguh hal itu membuat ketakutan terbesar didalam hatinya bagaimana jika Raka akan lebih memperhatikan dan mulai mencintai wanita itu.dan meninggalkannya hal itu benar-benar membuat Desi syok! Ia merasa Tuhan benar-benar tidak adil padanya baru satu bulan suaminya itu menikah dengan madunya tapi wanita itu sudah diberi kepercayaan untuk memilikinya sedangkan dirinya sudah dua tahun lebih, tapi sampai sekarang belum juga diberikan.
" Selamat Bu dan tuan " ucap dokter itu menyalami keduanya
" Terimakasih dok" sahut Maria
Sedang Raka masih diam tanpa ekspresi apapun.
***
" Apa kamu dengar itu, Jessi hampir mengalami keguguran karena ulah mu" tuding Maria pada Desi" oh tau jangan-jangan kamu sengaja mendorong Jessi karena kamu tahu ia sedang mengandung! Tidak mungkin kamu tidak tahu kalau Jessi hamil kalian selama ini tinggal satu rumah pasti kamu tahu dan sengaja mendorong Jessi karena kamu iri dan cemburu ia" lanjut Maria dengan suara tinggi setelah mereka berada diluar ruangan.
" Tidak Bu aku tidak tahu, dan aku tidak sengaja melakukannya! Ibu yang saat itu menarikku dan"
" Jangan memutar balik fakta Desi, jika memang seperti itu mana buktinya hah" selah Maria
Membuat Desi langsung bungkam ia tidak tahu harus melakukan apapun sedang saat kejadian itu tidak ada seorangpun hanya bi Mirna tapi kepala pelayan itu pergi sebelum kejadian Jessi jatuh dari tangga dan lagi dilantai dua tidak ada rekaman CCTV.
" Kenapa kamu diam ha, kamu tidak bisa membuktikannya kan" seru Maria lagi karena ia tahu betul tempat mereka tadi berdebat tidak terdapat CCTV jadi semua akan aman.
" CUKUP" bentak Raka dengan suara meninggi, membuat Desi dan Maria terlonjat kaget
" Apa kalian tidak bisa akur sehari saja hah, kita sedang berada dirumah sakit jadi berhenti membuat keributan" ucapnya lagi
__ADS_1
" Dan kamu Des, jika benar apa yang mama katakan aku sungguh kecewa sama kamu, walaupun kamu tidak menyukai Jessi tidak seharusnya kamu melakukan ini! Bayi yang sedang dikandung oleh Jessi tidak tahu apa-apa" lanjut Raka setelah itu berlalu dari hadapan Desi menuju ruang ICU tempat Jessi yang baru dipindahkan.
Sedangkan Desi yang mendengar perkataan Raka sungguh hatinya sangat hancur bagaimana bisa Raka menghakiminya tanpa mendengar penjelasan darinya terlebih dahulu,bahkan pria itu seakan menutup kedua telinganya saat ibu mertuanya itu terus memojokkan dirinya dan menuduhnya mencelakai Jessi dengan sengaja. Hal itu membuat Desi benar-benar terluka.
Sementara Maria wanita paruh baya itu tidak akan membuang kesempatan ia akan menggunakan kesempatan ini untuk membuat Raka benar-benar membenci Desi dengan begitu akan sangat mudah baginya menyingkirkan menantu pertamanya itu.
***
Dan semenjak kejadian itu setelah kepulangan Jessi dari rumah sakit Raka mengatakan sesuatu yang tidak pernah terlintas di pikiran Desi suaminya itu mengatakan mulai hari itu ia akan berlaku adil antara ia dan Jessi.
Tapi pada kenyataannya suaminya itu tidak bisa berlaku adil, ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama Jessi dengan alasan bahwa wanita itu sering merasa pusing dan mual karena sedang mengandung dan hal itu membuat Raka lebih banyak menghabiskan waktu dengan istri keduanya dengan alasan Jessi lebih membutuhkan dirinya saat ini! Bahkan sikap Raka juga berubah terhadapnya pria itu menjadi sangat dingin padanya.
Dan Hari-hari yang Desi lalui begitu sangat menyakitkan ia seperti hidup dalam sebuah lembah yang sangat gelap dimana ia harus kehilangan cahaya yang selalu menerangkannya.
Flashback off
Dreet dreet
Dilihatnya id si pemanggil yang ternyata dari ayahnya, Desi yakin pasti pria itu menghubunginya karena ia sudah lama tidak mengabari mereka, bukan tanpa alasan ia tidak pernah menelpon atau mengunjungi kediaman keluarganya tapi Desi masih merasa bersalah dengan kejadian tempo hari dimana ia menanyakan kebenaran dari perkataan ibu mertuanya, membuat pertengkaran hebat terjadi antara ia dan ayahnya termasuk adiknya Radit.
Saking marahnya ayahnya Sampai tega melayangkan tangan diwajahnya yang membuat wajah Desi memerah, Desi dapat menangkap raut marah dan kecewa tergambar jelas diwajah ayahnya! mendengar perkataannya yang tiba-tiba datang dan langsung mengatakan apa benar ibunya itu mantan pelacur dari rumah bordil yang terkenal dikota ini.
" Maaf" hanya lirihan itu yang selalu keluar dari mulutnya saat melihat ayahnya selalu berusaha menelponnya.
Desi lalu mematikan ponselnya dan masuk kedalam kamarnya meninggalkan makanan yang diletakkan bi mirna dimeja yang ada di balkon.
Jam menunjukkan pukul 17: 34 sore
Desi melangkah masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai membersihkan diri Desi keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit tubuhnya.
Bertepatan dengan itu pintu kamarnya terbuka dari luar
Ceklek
__ADS_1
" Mas" panggilnya saat melihat ternyata Raka yang membuka pintu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next Sampai sini dulu ya gays π₯°ππ
Jangan lupa Like dan Votenya βΊοΈππ
__ADS_1