
Sudah satu minggu Dion dan Vera menikah, kini mereka berniat untuk mengunjungi makam Ferdi. Vera membeli sebuket bunga dipinggir jalan, sesampainya di makam. Vera dan Dion memasuki pekarangan makam dan mereka berhenti di makam Ferdi.
"Hai Fer...maaf aku jarang datang mengunjungimu.." ucap Vera sambil meletakkan sebuket bunga di atas makam.
"Sekarang aku sudah menikah Fer, aku menikah sama Dion, aku minta maaf jika selama kita kenal aku banyak menyakiti hatimu, terimakasih atas semua kasih sayang yang telah kau curahkan kepadaku," sambung Vera lagi.
"Hai Fer..aku janji aku akan selalu menjaga Vera, aku akan membuatnya bahagia, jangan kau cemaskan Vera lagi,tenanglah disana.." ucap Dion.
Setelah setengah jam mereka keluar dari pemakaman..
"Mau ke rumah nenek atau mampir dulu ke rumah Ferdi?" tanya Dion.
"Kita mampir ke rumah Ferdi sebentar, aku mau ketemu sama tante Rosa."
"Ya udah ayo.." ucap Dion sambil masuk kedalam mobil.
Vera masuk kedalam mobil dan Dion melajukan mobilnya, sesampainya di rumah Ferdi, Vera mengetuk pintu rumah Ferdi.
Tokk...tokk..tokk...
"Sebentar!" teriak Rosa.
Terdengar suara pintu terbuka.
"Vera.." teriak Rosa terkejut.
"Siang tante.." sapa Vera sambil mencium tangan Rosa.
"Ayo masuk.." ucap Rosa sambil mempersilahkan Vera dan Dion masuk.
"Mari silahkan duduk.." sambung Rosa lagi sambil duduk di sofa.
"Terimakasih tante.." ucap Vera sambil duduk di sofa, Dion duduk di samping Vera.
"Lama tidak bertemu, kamu apa kabar sayang?" tanya Rosa.
"Kabar Vera baik tante.." ucap Vera.
"Apa kamu habis dari makam Ferdi?" tanya Rosa.
"Iya tante..sudah lama Vera nggak berkunjung ke makam Ferdi.." ucap Vera.
"Sekarang Vera dan Dion sudah menikah, Tante," sambung Vera lagi.
"Nggak apa-apa sayang, tante bahagia karena kamu sudah melanjutkan kembali hidup kamu dan tidak lagi berlarut dalam kesedihan.." ucap Rosa.
"Iya tante, walau begitu Vera masih mengenang Ferdi, Vera nggak akan pernah melupakannya."
"Siapa yang datang, Ma?" tanya Janet.
"Vera sayang," ucap Rosa.
__ADS_1
"Kok Janet ada disini tante?" tanya Vera terkejut.
"Iya sayang, sekarang Janet dan anaknya tinggal disini, karena Janet adalah istri Ferdi dan Resky adalah anak Ferdi satu-satunya, jadi Tante dan Om menyuruh mereka untuk tinggal disini.." jawab Rosa.
"Maksud tante apa? Ferdi dan Janet sudah menikah? " tanya Vera terkejut.
"Sebenarnya tante ingin menceritakan ini sama kamu sayang, tapi waktu itu kamu shock berat atas kematian Ferdi, jadi tante urung untuk menceritakannya.." ucap Rosa.
"Sejak kapan mereka menikah tante? kenapa Ferdi nggak bilang sama Vera?" tanya Vera.
"Sebenarnya Ferdi menikahi Janet hanya untuk memberikan status kepada anaknya, setelah menikahi Janet Ferdi langsung menceraikannya dan saat Ferdi akan melamar kamu itu adalah hari terakhir sidang perceraian mereka.." jawab Rosa.
Vera terkejut mendengar cerita Mama nya Ferdi. Dia tidak menyangka ternyata selama ini Ferdi membohonginya.
"Sayang..maafkanlah Ferdi, dia nggak berniat untuk membohongimu, sebenarnya dia nggak mau menikahi Janet, tapi Papa nya memaksanya, karena Resky harus punya status sebagai anak Ferdi.." ucap Rosa.
"Vera nggak tau tante, Vera benar-benar terkejut. Vera nggak menyangka Ferdi berbohong selama ini, tapi semua itu sudah berlalu tante. Janet dan anaknya juga berhak atas Ferdi.." ucap Vera mencoba untuk tetap tenang.
"Tapi Ferdi hanya milikmu Ver, hanya kamu yang dia cintai sampai akhir hayatnya.." ucap Janet.
"Aku tau itu, Ferdi adalah sahabat terbaik, dia bagaikan malaikat untukku, aku akan selalu mengenangnya didalam hatiku.." ucap Vera.
Dion melihat kesedihan di wajah Vera. Dia tidak tega melihat wanita yang dicintainya bersedih.
"Sayang kalau kamu merasa nggak nyaman lebih baik kita pulang.." bisik Dion sambil menggenggam tangan Vera.
Vera menatap wajah Dion dengan senyuman..
"Jangan pernah bosan main kemari ya sayang.." ucap Rosa sambil memeluk Vera.
"Iya tante, Vera pamit dulu.." ucap Vera sambil mencium tangan Rosa.
"Hati-hati ya sayang."
"Iya tante."
"Kami pulang dulu tante.." ucap Dion sambil mencium tangan Rosa.
"Tante titip Vera ya, tolong jaga dia."
"Baik tante."
Dion dan Vera berjalan keluar, mereka masuk kedalam mobil. Dion melajukan mobilnya. Sesampainya di rumah nenek, Vera mengetuk pintu rumah Nenek nya.
Tokk..tokk..tokk..
"Ya sebentar!" teriak nenek lalu membuka pintu.
"Hai nek.." sapa Vera.
"Sayang..." ucap Nenek sambil memeluk Vera.
__ADS_1
"Hai nek.." sapa Dion sambil mencium tangan nenek.
"Ayo kalian masuk dulu.." ucap nenek sambil berjalan masuk.
"Kalian menginap disini kan?" tanya nenek sambil duduk di sofa.
"Kita akan menginap disini semalam, besok kita harus balik ke Jakarta.." ucap Vera.
"Maafin nenek nggak bisa datang di pernikahan kalian, tapi nenek tetap mendoakan yang terbaik untuk kalian.." ucap nenek.
"Nggak apa-apa kok nek.." ucap Dion.
"Kalian sudah makan belum, kebetulan tadi nenek habis selesai memasak."
"Belum nek.." ucap Vera.
"Ya sudah ayo kita makan malam dulu."
Mereka berjalan menuju makan makan, setelah setengah jam mereka selesai makan.
"Kalian pasti capek, kalian langsung istirahat saja."
"Baik nek.." ucap Vera.
"Selamat malam nek.." ucap Dion.
Vera dan Dion masuk kedalam kamar..
"Sayang kamu nggak apa-apa kan?" tanya Dion sambil duduk di samping Vera.
"Aku nggak apa-apa."
"Tapi tadi waktu di rumah Ferdi, aku lihat kamu sedih."
"Aku hanya terkejut saja, aku nggak menyangka Ferdi membohongi aku, tapi aku nggak akan memikirkan itu, karena sekarangkan aku sudah menikah sama kamu dan sebenarnya Janet dan anaknya juga nggak salah, mereka juga berhak atas Ferdi. Apalagi Resky adalah anak Ferdi satu satunya, dia adalah penerus keluarga Ferdi."
"Jangan bersedih lagi, aku akan membuatmu bahagia.." ucap Dion sambil memeluk tubuh Vera.
"Terimakasih sayang, karena kamu masih setia menungguku.." ucap Vera sambil membalas pelukan Dion.
"Ya sudah ayo kita tidur, besok kita harus berangkat pagi-pagi, karena besok kita harus pulang ke rumah aku."
"Aku kangen sama Veon," ucap Vera.
"Aku juga kangen sama Veon, dia pasti senang saat bertemu denganmu nanti." Dion merebahkan tubuh Vera.
"Ya udah ayo kita tidur," sambung Dion lagi sambil memeluk tubuh Vera.
"Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah," ucap Dion sambil mencium kening Vera.
¤¤¤¤
__ADS_1