
Vera yang sudah selesai mandi keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya.
Dengan perlahan Vera berjalan menuju lemari .Vera merasa sekarang dirinya seperti pencuri yang sedang mengendap endap memasuki rumah mangsanya.
Dion hanya tersenyum melihat tingkah istri tercintanya.Dion turun dari ranjang dan berjalan mendekati Vera.Dion memeluk Vera dari belakang dan mengecup bahu Vera.
" Kamu ini sedang ngapain sih sayang.." Ucap Dion sambil mempererat pelukannya.
" Emmm sayang,kamu sudah bangun ya.." Ucap Vera terkejut.
" Emangnya aku tidur,aku tadi cuma rebahan aja.Sayang kamu sangat cantik dan tubuh kamu sangat harum.." Goda Dion sambil mencium aroma wangi tubuh Vera.
Vera membalikan tubuhnya dan mendorong tubuh Dion.
" Kamu cepetan mandi,bau tau.." Goda Vera sambil berpura pura menutup hidungnya.
" Masa sih bau.." Ucap Dion sambil mencium aroma tubuhnya.
" Cuma bau kecut dikit doang.." Ucap Dion sambil tersenyum.
" Udah sana mandi.." Ucap Vera sambil mendorong tubuh Dion.
" Iya iya.." Ucap Dion sambil berjalan menuju kamar mandi.
Vera segera memakai pakaiannya.Setelah selesai mandi Dion keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit tubuhnya.
Dion melihat Vera yang sudah rapi.Dion berjalan mendekati Vera.Dion memeluk Vera dari belakang.
" Sayang,kenapa nggak nungguin aku sih.." Ucap Dion sambil menopangkan dagunya kebahu Vera.
" Memangnya kita mau ngapain ? " Tanya Vera lalu membalikan tubuhnya.
" Melakukan yang seharusnya sudah kita lakukan.." Ucap Dion lalu mencium bibir Vera.
Vera membalas ciuman Dion.Dion semakin memperdalam ciumannya.
Tokk...tokk..tokk...( suara pintu diketuk ).
" Sayang..ada yang mengetuk pintu.." ucap Vera.
" Biarin aja...itu pasti mama.." ucap Dion lalu kembali mencium bibir Vera.
Tokk..tokk..tokk..( pintu kembali diketuk ).
" Mama..papa...bukain pintu dong..!! " teriak Veon dari balik pintu.
" Veon...." teriak Dion dan Vera bersamaan.
__ADS_1
" Sayang gimana ini..kalau nggak kita buka nanti Veon akan marah.." ucap Vera.
" Tenang sayang..sekarang kamu pergi kekamar mandi..biar aku yang tangani tu bocah kecil.." ucap Dion.
" Kenapa aku harus kekamar mandi.." Ucap Vera binggung.
" Udah sana nggak usah banyak tanya.." Ucap Dion sambil mendorong tubuh Vera.
" Tapi kamu jangan marahi Veon.." ucap Vera.
" Iya sayang..mana mungkin aku memarahi anak aku sendiri.." ucap Dion.
" Kamu yang sabar ya.." bisik Vera sambil berjalan menuju kamar mandi.
" Tu bocah kecil mau ngapain juga..nggak tau apa kalau papa dan mamanya lagi mau bikin adik untuknya.." gerutu Dion sambil memakai celana pendek dan kaos.
Dion berjalan menuju pintu dan membuka pintu ( ceklek ).
" Anak papa yang paling ganteng..ada apa sayang ? " tanya Dion sambil berjongkok didepan Veon.
" Oma menyuruh papa dan mama untuk makan malam.." jawab Veon.
" Mama mana Pa ? " tanya Veon sambil masuk kedalam kamar.
Veon duduk disofa..
Vera keluar dari kamar mandi..
" Nggak usah sayang..kita akan makan malam bersama,mama udah lapar.." ucap Vera sambil tersenyum kearah Dion.
" Veon mau makan sama mama.." ucap Veon.
" Iya sayang..mama akan menyuapi anak kesayangan mama ini.." ucap Vera sambil mencubit kedua pipi Veon.
Vera berjalan menuju meja rias sambil berpura pura mengeringkan rambutnya..Dion mendekati Vera..
" Sayang kita makannya nanti aja..kamu nggak kasian sama aku,aku udah nggak bisa menahannya.." bisik Dion.
" Apa kamu juga nggak kasian sama Veon..masak kita harus menyuruhnya pergi..sabar ya sayang..kita terusin nanti lagi.." ucap Vera sambil mencium kilas bibir Dion.
" Ya udah deh.." ucap Dion sambil cemberut.
" Senyum dong sayang..aku mau lihat senyuman manis kamu.." ucap Vera sambil melingkarkan tangannya keleher Dion.
Demi istri tercintanya Dion bisa melakukan apa aja termasuk harus menahan gairahnya yang kini mulai memuncak..Dion tersenyum manis dan mengecup kening Vera.
" Ayo kita keluar..kasian mama dan papa udah menunggu..." ucap Vera.
__ADS_1
" Iya iya..ayo sayang.." ucap Dion sambil mengendong Veon.
Mereka keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan..
" Malam Ma..Pa.." sapa Vera sambil duduk.
" Malam sayang.." ucap Serly dan Santo bersamaan.
Dion mendudukan Veon disamping Vera..Vera mengambilkan makanan untuk Dion..
" Ini sayang.." ucap Vera sambil meletakan makanan didepan Dion.
" Makasih sayang.." ucap Dion.
" Sekarang anak mama ini mau makan pakai apa ? " tanya Vera.
" Veon mau makan pake sup.." ucap Veon.
Vera mengambil makanan untuk Veon..
" Sekarang ayo buka mulutnya..aaaa..." ucap Vera sambil memberikan suapan kepada Veon.
Veon membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan Vera.
" Papa senang akhirnya kalian bisa bersama lagi..setelah begitu banyak rintangan akhirnya kalian bisa bersatu kembali.." ucap Santo.
" Mama juga bahagia akhirnya kebahagiaan keluarga ini kembali lagi,mama bisa melihat kembali senyuman diwajah Dion..saat menikah dengan Tantri Dion selalu menghindari makan bersama seperti ini..dia lebih suka menyendiri,bahkan mama nggak bisa lagi melihat senyuman manisnya.." ucap Serly.
" Itu semua udah berlalu Ma..sekarang apa yang aku inginkan sudah ada disamping aku,nggak ada lagi yang aku inginkan.." ucap Dion sambil menggenggam tangan Vera.
" Papa bisa melihat kebahagian yang terpancar dari wajah kamu.." ucap Santo.
" Mending kita terusin makannya..nanti aku bisa jadi besar kepala kalau terus diomongin.." ucap Vera sambil terus menyuapi Veon.
" Terimakasih sayang..kamu sudah mau menerima Dion dan anaknya.." ucap Serly.
" Iya Ma..sekarang Veon dan Dion adalah segala segalanya buat ku.." ucap Vera.
" Terimakasih sayang.." ucap Dion.
" Untuk apa ? " tanya Vera.
" Karena kamu sudah mau menikah denganku dan mau menerimaku dan anak aku.." ucap Dion.
" Aku yang seharusnya berterimakasih karena kamu masih mau setia menungguku dan memberikanku anak yang sangat manis seperti Veon.." ucap Vera.
šššš
__ADS_1